![]() |
Setelah berada di dalam pesawat dari Xiamen selama 2jam dan 50 menit, pesawat yang kami naiki akhirnya mendarat di bandara Incheon. Kami pun mengikuti orang-orang yang menuju bagian imigrasi. Kami diminta untuk mengisi arrival card. Memang saat kami pergi, e-arrival card di Seoul baru berlaku. Jadi kami belum dapat mengisi secara online.
Proses imigrasi tidaklah lama. Setelah mengambil bagasi, kami pun menuju basement 1 (B1). B1 merupakan area public transportation. Tujuan kami adalah mencari makan siang dan juga top up kartu T-money kami.
T-money adalah kartu transportasi yang mirip seperti EZ Link atau e-money. Di kunjungan kami sebelumnya, kami menggunakan T-Money dan menyimpannya, dengan asumsi bisa dipakai lagi saat kami datang. Karena saat itu, kakak dan adik masih anak-anak, maka T-Money mereka adalah T-Money anak-anak yang berlaku hingga usia 12 tahun. Tetapi karena kakak sudah remaja, maka T-Money yang digunakan kakak haruslah T-Money untuk remaja.
Kami pun membeli di CU dan juga melakukan top up hanya sedikit. Rencana kami penggunaan T-Money hanya di beberapa hari pertama. Karena setelah itu kami akan menggunakan Climate Card.
Climate Card merupakan kartu unlimited yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat (Seoul). Awalnya kartu ini ditujukan untuk warga supaya menekan biaya perjalanan, baik dengan metro, bus, ataupun sepeda. Dari yang awalnya kartu unlimited untuk 30 hari, lama-lama mereka menyediakan untuk 1 hari, 2 hari, 3 hari, 5 hari, 7 hari, atau 30 hari. Biaya pembelian kartu di awal adalah 3.000 Won. Setelah itu dapat di top up sesuai kebutuhan.
| Climate Card |
Untuk wilayah cakupan Climate Card, yang awalnya hanya di Seoul, sekarang juga sudah mencakup Incheon dan Gyeonggi. Jadi setelah melakukan kalkulasi sebelum jalan, kami pun memilih menggunakan T-Money di 4 hari pertama kami dan menggunakan Climate Card di 7 hari berikutnya.
Setelah urusan T-Money dan pembelian makanan (onigiri yang beraneka rasa) selesai, kami mencari tempat duduk untuk makan. Kami bertemu salah satu pekerja yang menggunakan robot. Paman tersebut dapat berbahasa Inggris dan bertanya dari mana kami berasal dan juga tujuan kami liburan.
Tujuan kami selanjutnya adalah menuju downtown. Karena ini sudah kunjungan kami yang keempat, maka dari empat cara menuju Seoul, kami memilih menggunakan Arex All Stop menuju Seoul Station. Dari Seoul Station, kami lanjut ke line 4 menuju Myeongdong.
| AREX masih kosong. |
| Ada tempat untuk taro koper di dalam AREX. |
Kali ini, kami memilih exit 1 karena ada lift. Saat kami berada di luar, ternyata exit 1 dekat dengan Daiso 12 lantai. Anak-anak pun langsung berkata setelah ini kita harus ke sana.
Tempat kami menginap masih sama, yaitu Step Inn Myeongdong. Alasan kami menginap di sini pun masih sama, karena lokasinya yang strategis dan harganya yang cukup ramah di kantong kami. Apalagi kali ini kami berlima, tidak semua tempat bisa memuat lima orang dalam 1 kamar=D
Proses check in berlangsung dengan cepat. Kami juga bisa langsung meletakkan koper-koper kami. Karena besok kami akan pergi pagi-pagi ke Snowyland, maka sore ini kami hanya akan main-main di Myeongdong.
Myeongdong sendiri terkenal dengan banyak tempat makan, tempat jualan kosmetik, tempat jualan baju, dan official store dari berbagai brand terkenal. Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah SPAO. SPAO adalah UNIQLO versi Korea. Di sini ada berbagai macam baju-baju. Konon kabarnya harganya dibawah UNIQLO. Berhubung anak-anak sudah semakin besar, maka kami pun berpikir siapa tahu ada baju yang menarik dengan harga yang cantik. Tetapi sepanjang mata memandang, ternyata harganya tidak semurah yang kami bayangkan.
| SPAO |
Kami berkeliling di setiap gang dan melihat-lihat. Ternyata pandemi cukup berpengaruh. Salah satunya UNIQLO di Myeongdong sudah tutup. Padahal dulu UNIQLO di Myeongdong termasuk yang terbesar di Seoul. Namun convenience store kecil masih tetap bertahan. Toko-toko yang menjual kaos kaki, sarung tangan masih tetap berjaya.
![]() |
| ABC Mart dengan snack favorit semua orang. |
Melihat hari yang semakin sore, kami memutuskan untuk early dinner. Tujuan kami adalah Myeongdong Kyoja. Kali ini kami makan di cabang utama, yang terletak berseberangan dengan Daiso. Kami diminta ke lantai 2, karena lantai 1 sudah penuh.
![]() |
| Kaos kaki lucu |
Pesanan kami tetap sama, kalguksu dan juga mandu. Tidak lama kemudian makanan kami pun datang. Bagaimana dengan rasanya? Masih sama enaknya. Kimchinya masih terasa bawang putihnya. Rasanya mantab.
| Our first dinner in Seoul. |
Tujuan kami berikutnya adalah Daiso 12 lantai. Berbicara tentang Daiso, semua pasti tahu Daiso berasal dari Jepang. Tetapi sejak tahun 2023, Daiso Korea sudah terpisah secara total dari pusat di Jepang dan berdiri sendiri. Dengan kata lain, semua produk, disain, dan brand menjadi milik brand milik Korea. Tidak heran barangnya berbeda dengan Daiso di negara lain.
![]() |
Karena ada 12 lantai, dan lift hanya ada 2, maka kami pun menyusuri dari lantai atas terlebih dahulu. Secara garis besar, berikut klasifikasi dari tiap lantai.
- Lantai 12: Olahraga, berkemah, dan perlengkapan perjalanan.
- Lantai 11: Perkakas, aksesori kendaraan, dan kerajinan tangan/DIY.
- Lantai 10: Perlengkapan taman, bunga buatan, dan produk hewan peliharaan.
- Lantai 9: Dekorasi rumah dan solusi penyimpanan.
- Lantai 8: Perlengkapan mandi, produk kebersihan, dan binatu.
- Lantai 7: Peralatan dapur, peralatan rumah tangga, dan sendok garpu.
- Lantai 6: Peralatan makan, keramik, dan pecah belah.
- Lantai 5: Makanan, minuman, dan camilan Korea.
- Lantai 4: Beragam produk karakter dan mainan.
- Lantai 3: Alat tulis dan produk kertas.
- Lantai 2: Produk kecantikan, riasan wajah, perawatan kulit, dan perawatan rambut.
- Lantai 1: Kasir utama, produk musiman, dan barang fast-moving lainnya.
![]() |
| Floor Guide |
Dari 12 lantai yang ada, kami cukup lama berada di lantai 5 ke bawah. Apalagi membawa ABG, semua dilihat dan dikomentari. Tetapi memang bukan hanya mereka yang heboh, yang kecil pun heboh.
![]() |
| Si kakak yang sibuk melihat barang-barang. |
Yang menarik di sini, harga dari barang-barang yang ada di sini, rata-rata barang di sini berada di kisaran 1.000 – 5.000 won. Dan jika kita membeli sebesar minimal 15.000 won, maka kita dapat meng-klaim tax refund. Yang harus diingat adalah jangan lupa membawa passport.
![]() |
| Interiornya lucu kan |
Selesai berbelanja, kami pun berjalan kembali menuju Step Inn. Tentunya tidak lupa untuk membeli street food. Kali ini pilihan kami adalah garlic bun. Garlic Bun, yang dikira si kecil hot cross bun, merupakan roti yang kaya dengan cream cheese dan mentega bawang putih yang manis. Untuk kami, rasanya ok saja. Dan si kecil, yang tadi minta dibelikan, hanya menggigit sedikit dan berkata tidak suka =D
![]() |
| Garlic Bun yang membawa kehangatan di tengah malam dingin. |
Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)
Next: Seoul Spring Day 2: Snowyland
Sekilas Info
SPAO Myeongdong
Alamat: 15 Myeongdong 8na-gil, Jung District, Seoul, Korea Selatan.
Jam Operasional: 10.00 – 22.00
Daiso 12th Store Myeongdong
Alamat: 134-1 Toegye-ro, Jung-gu, Seoul
Jam Operasional: 10.00 – 22.00
Myeongdong Kyoja
Alamat: 29 Myeongdong 10-gil, Jung District, Seoul.
Jam Buka: 10.30–21.00





























