Hari ini adalah hari terakhir
kami di Seoul. Tidak terasa sudah 10 hari kami di sini. List tempat yang belum
kami kunjungi adalah Nami Island dan Seoul Forest. Namun setelah diskusi semalaman,
melihat jadwal Circular Gapyeong Bus yang jarang dan kami sudah bermain salju,
walau tidak seindah kalau di Nami, kami memutuskan untuk bermain di Seoul saja.
 |
| Model majalah HiKR |
 |
| HiKR Street Station |
Anak-anak memilih untuk
mengunjungi HiKR kembali. Alasannya sederhana, karena mereka belum puas main di
sana. Kakak belum sempat rekaman dance K-Pop di salah satu studio. Si kecil pun
mau foto lucu di sana. Selain itu, udara yang dingin membuat kami memilih
menghabiskan pagi dan siang kami di dalam ruangan (setelah kemarin pagi
kedinginan di Changdeokgung).
 |
| Pose di laundry room |
 |
| Kapan lagi bisa karaoke tanpa senewen. |
Berbeda dengan kunjungan kami
saat weekend
kemarin, pagi ini semua terlihat sepi. Kami langsung menuju lantai dua yang
mempunyai XR Live Studio.
 |
| Main kasir-kasiran di sini |
 |
| Entrance menuju K-Mart |
Karena masih pagi, maka lantai tiga dan empat masih sepi. Anak-anak puas bermain dan papa puas memfoto.
 |
| Peta Local Store |
 |
| Ini Cafe betulan ya |
Tujuan kami berikutnya adalah
menuju Gwanghwamun Square. Tetapi kami memilih untuk makan siang terlebih
dahulu di Food Café Gwanghwamun. Karena mendekati jam makan siang, maka kami
harus mengantri sebentar di luar.
Ternyata di Seberang Food Café
ini ada UNIQLO Gwanghwamun D-Tower. Gedung D-Tower merupakan kompleks
perkantoran dan komersial setinggi 24 lantai dengan 9 lantai basement.
UNIQLO berada di lantai 1 dan lantai 2 gedung tersebut. Maka sambil menunggu si
kecil menyelesaikan makanannya, papa mengajak kakak dan adik ke UNIQLO untuk window
shopping.
Ternyata di sini banyak sekali
barang-barang yang berada dalam rak SALE. Bahkan kami mendapatkan bahwa banyak
produk heattech yang didiskon sangat murah. Apalagi kalau dapat tax refund,
makin untung lagi. Hidden gem sekali, bukan?
Setelah puas membeli produk
UNIQLO, kami melanjutkan perjalanan kami menuju Gwanghwamun Square. Walaupun
sudah siang, hawa dingin masih menemanin perjalanan kami menuju Gwanghwamun
Square.
 |
| Gwanghwamun Gate |
Gwanghwamun Square merupakan
alun-alun yang berada di depan gerbang Gwanghwamun. Di alun-alun ini terdapat
patung Raja Sejong dan Admiral Yi Shun Shin. Raja Sejong merupakan raja yang
menciptakan Hangeul atau tulisan Korea yang sering kita lihat di drama-drama
Korea.
 |
| Admiral Yi |
 |
| King Sejong Statue dan muka-muka kesilauan |
Pada awalnya tulisan di Korea
seperti tulisan Mandarin dan hanya orang bangsawan yang dapat memelajarinya.
Maka Raja Sejong berusaha membuat tulisan yang dengan mudah dapat dipelajari
seluruh rakyatnya. Maka terciptalah Hangeul seperti yang kita ketahui sekarang.
Di bawah Gwanghwamun Square ini juga terdapat museum tentang Raja Sejong dan
Admiral Yi.
 |
| Hangeul dan artikulasinya. |
Di kunjungankami pertama kali, kami mengunjungi bagian dalam Gwanghwamun Square. Maka
kali ini kami kembali mengajak anak-anak untuk melihat Museum Raja Sejong dan
Admiral Yi. Admiral Yi adalah salah satu jenderal besar Korea yang sangat
terkenal dengan teknik berperangnya. Salah satu kapal yang terkenal yang
digunakan oleh Admiral Shin adalah kapal kura-kura. Atas jasa-jasanya, Admiral
Yi diberi gelar Chungmugong yang artinya Duke of Loyalty and Warfare, yang diabadikan
menjadi nama salah satu stasiun subway, yaitu Chungmuro.
 |
| Replika kapal yang bisa dibuka pasang. |
 |
| People in the Chronicle of Dokdo |
Yang uniknya, bayangan kami akan
isi museum ini berubah banyak. Semakin banyak bagian-bagian interaktif yang
nampaknya dirancang agar pengunjung tidak perlu banyak berinteraksi untuk
menikmati museum ini. nampaknya Seoul betul-betul menunjukkan sisi hi-tech
dalam setiap museumnya.
 |
| Interaktif mengendalikan kapal dengan dayung. |
 |
| Jadi tentara yang menembak kapal musuh dari dalam kapal. |
Saat kami berkeliling, ada beberapa hal yang menjadi pusat perhatian kami. Penjelasan-penjelasan yang diberikan membuat kami terkagum-kagum akan kemajuan teknologi di zaman itu.
Singijeon merupakan panah bertenaga roket yang diproduksi pada tahun 1448. Roket multi peluncur pertama di dunia ini ada di tahun ke-30 pemerintahan Raja Sejong. Alat ini kemudian disempurnakan berdasarkan juhwa yang ditemukan oleh Choe Mu-seon dari Goryeo.
 |
| Singijeon |
Jeokdoui merupakan alat astronomi. Jeokdoui diciptakan pada masa setengah kedua periode Joseon oleh Nam Byeong Cheol. Alat ini diciptakan berdasarkan honcheonui (jam astronomi) dan ganui (instrumen yang digunakan untuk pengamatan astronomi) yang dikembangkan pada masa pemerintahan Sejong. Alat ini membuat proses pengamatan benda-benda langit dengan lebih mudah dan nyaman.
 |
| Jeokdoui |
Alat atronomi yang lain adalah honsang. Alat astronomi ini dibuat pada tahuun 1437 atau tahun ke19 pemerintahan Raja Sejong. Alat ini digunakan untuk mengamati rasi bintang. Perangkat berbentuk bola ini menampilkan rasi bintang, koordinat ekuilateral, dan koordinat ekliptik. Alat ini dirancang untuk mengamati pergerakan bintang di malam hari sehingga dapat mengamati perubahan waktu di malam hari dan sepanjang musim.
 |
| Honsang |
Pyeonjong awalnya merupakan alat musik khas Tiongkok kuno. Alat ini dibawa ke Korea dari Dinasti Song pada tahun 1116 atau tahun ke-11 pemerintahan Raja Yejong dari Goryeo. Alat musik ini terdiri dari 16 lonceng perunggu. Saat dibunyikan dengan memukul lonceng yang digantung pada bingkai kayu dengan palu, pyeonjong akan menghasilkan suara yang tajam dan megah.
 |
| Pyeonjong |
Kami sempat berkeliling untuk
mencari spot untuk menulis nama sendiri dalam tulisan Hangeul. Ternyata
lokasinya berubah dan menjadi lebih sepi dibanding dulu.
 |
 | | Lynns |
|
Walaupun sudah dua kali
mengunjungi tempat ini, kami masih senang berkeliling-keliling. Tetapi karena
tujuan kami berikutnya adalah Seoul Forest yang akan terasa dingin jika semakin
sore, maka kami menyudahi kunjungan kami dan bergegas menuju Seoul Forest.
Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)
Next: Seoul Day 10: Seoul Forest and Night View at Cheonggyecheon
Before: Seoul Day 9 Part 2: Tampilan Berbeda Children Museum
Sekilas Info
HiKR
Website: HiKR
Alamat: 40 Cheonggyecheon-ro,
Jung-gu, Seoul
Jam Operasional: 10.00 – 20.00
(Tutup setiap hari Senin)
Food Café Gwanghwamun
Alamat: 19 Jong-ro, Jongno
District, Seoul, South Korea (klik link ini untuk melihat di google map)
Jam Operasional: 08.00 – 22.00
Uniqlo Gwanghwamun D Tower
Website: https://www.uniqlo.com/kr/ko/
Alamat: South Korea, Seoul,
Jongno District, Jong-ro 3-gil, 17 (klik link ini untuk melihat di google map)
Jam Operasional: 10.30 – 21.00
Gwanghwamun Square
Jam operasi: 24 jam
HTM: free
Cara Menuju ke sana:
Stasiun Gwanghwamun (line 5) exit
2
Stasiun Gyeongbokgung (line 3)
exit 5
The Story of King Sejong
and The Story of Admiral Yi Sunshin
Website: https://www.sejongpac.or.kr/eng/main/main.do
Jam operasi: 10.00 – 18.30, tutup
setiap Senin.
HTM: free
Cara menuju ke sana:
Stasiun Jonggak (line 1) exit 1,
lalu berjalan ke arah Gwanghwamun
Stasiun Gyeongbokgung (line 3)
exit 6, berjalan menuju Sejong-ro
Stasiun Gwanghwamun (line 5) exit
2