Hari kelima liburan kami di Seoul
jatuh di hari Sabtu. Rencana kami hari ini adalah mengunjungi N Seoul Tower dan
berkeliling di area Cheonggyecheon dan Gwanghwamun. Kemudian mengakhiri hari di DDP. Namun kami
baru mengetahui kalau setiap tanggal 1 Maret diperingati sebagai Samiljeol atau
Hari Gerakan Kemerdekaan. Setiap tanggal 1 Maret mereka memperingati
demonstrasi damai 1 Maret 1919 melawan penjajahan Jepang. Warga mengibarkan
bendera Taegeukgi, mengadakan upacara resmi, dan melakukan reka
demonstrasi untuk memperingati hari tersebut.
Karena kemarin kami kelayapan
sampai malam, maka hari ini kami memutuskan untuk tidak pergi terlalu pagi.
Tujuan pertama kami adalah N Seoul Tower. Ada lima
cara yang dapat dilakukan untuk menuju N Seoul Tower. Di kunjungan kami
dulu, kami memilih menggunakan Cable Car. Tetapi kali ini kami memilih untuk
naik circular bus, untuk menghemat tentunya.
 |
| Jalan menuju N Seoul Tower |
 |
| View from the mountain |
Nampaknya N Seoul Tower pasca
covid tidak jauh berbeda. Di beberapa tempat masih terdapat seniman-seniman
yang bisa langsung mengabadikan pengunjung dalam lukisan mereka. Gembok-gembok
pun masih menjadi daya tarik tempat ini.
 |
| Gembok cinta |
 |
| Gembok kami di tahun 2025. |
 |
| Sepanjang jalan penuh gembok. |
Kami pun melipir menuju Seoul
Tower Plaza. Tujuan utama adalah membeli churros. Tujuan selanjutnya adalah
berkeliling Seoul Tower Plaza.
 |
| Salah satu spot foto di Seoul Tower Plaza |
 |
| Salah satu pameran dalam Seoul Tower Plaza |
Yang berbeda dari tahun waktu kami dulu datang adalah adanya kursi-kursi di dekat pohon gembok cinta. Selain itu ada tempat untuk berdoa dan meminta petunjuk sesuai kepercayaan orang Korea. |
| Di sini bisa ambil bola yang berisi ramalan akan jodoh, study, dkk. |
 |
| Di salah satu pohon itu ada gembok kami di tahun 2018 |
Tujuan kami selanjutnya adalah
Kawasan Cheonggyecheon. Agar lebih mudah, maka kami membeli makanan di Food
Café. Food Café dulunya adalah Gimbap Heaven. Franchise café ini terkenal
dengan makanan khas Korea dengan harga yang terjangkau.
 |
| Banchan yang bisa direfill sesuka hati. |
 |
| Dua gimbap pesanan kami, sambil menunggu jiggae. |
Bagi yang pernah mengunjungi KTO
Cheonggye Plaza di masa sebelum pandemi, pasti akan kaget saat datang ke KTO.
Dengan tujuan untuk memberi
pengalaman langsung kepada wisatawan dari seluruh dunia dalam menjelajahi
budaya Korea secara modern dan menyenangkan, KTO Cheonggye lima lantai ini
disulap menjadi sangat futuristik.
Di lantai pertama, Di lantai
pertama, terdapat ruang untuk menikmati berbagai seni media melalui layar media
besar HiKR Wall, di mana pengunjung dapat melihat "Landscape of the New
City" karya seniman media Lee Lee-nam, dan video pariwisata Korea yang
dikirimkan oleh penggemar hallyu global. Di lantai kedua, pengunjung dapat
membuat video musik K-pop mereka sendiri menggunakan XR Live Studio.
Di lantai tiga dan empat,
pengunjung dapat merasakan pengalaman pariwisata lokal Korea melalui berbagai
seni, pengalaman, dan pameran. Sedangkan lantai lima merupakan customer
service dan café untuk duduk-duduk cantik.
Karena demo memperingati Hari
Gerakan Kemerdekaan semakin ramai, walau sudah semakin sore, maka kami pun
memutuskan untuk tidak lanjut ke Gwanghwamun. Kami hanya melihat-lihat
Cheonggyecheon dari bawah. Setelah berfoto-foto, kami berbelok menuju Insadong.
 |
| Demo masih berlangsung walau sudah jam 3 sore. |
Insadong sendiri masih sama seperti
dulu. masuk ke area Insadong seakan membawa kami ke masa dimana
dinasti-dinasti masih berkuasa. Souvenir, toko kesenian, dan kafe masih
memenuhi sepanjang jalan Insadong.
Tujuan kami adalah mampir ke Ssamzigil
untuk membeli ddung cake. Ddung cake berarti kue pup. Maksudnya
bentuk kuenya seperti pup. Ddung cake mirip seperti pancake tetapi ada
isi kacang merah atau coklat.
 |
| SSamzigil |
Setelah mengisi tenaga, kami
kembali berjalan kaki menuju Ikseondong. Kami agak deg-degan karena ini berarti
si kecil dari tadi jalan terus. Untungnya pemandangan cukup menarik dan banyak
yang dapat dilihat, sehingga si kecil tidak bosan.
 |
| Senangnya melihat bentuk atap-atap di sini, kontras dengan mobil yang menunjukkan perbedaan zaman. |
Ikseondong Hanok Village
merupakan salah satu lingkungan tertua yang memadukan arsitektur tradisional
Hanok dengan budaya modern. Di Kawasan ini terdapat 119 hanok, dan termasuk
tempat yang padat dibanding Bukchon dan Seochon. Ikseondong sendiri sepertinya baru
mulai booming setelah pandemi selesai, karena saat kami ke Seoul di awal
tahun 2018, kami tidak mengetahui tempat ini.
Yang menjadi ciri khas Ikseondong
adalah jalanan yang sempit, apalagi jika dibandingkan dengan Insadong. Di sini
banyak café dan tempat makan yang terkenal dan juga tempat-tempat yang menjual
souvenir dan pakaian yang trendi. Bahkan di sini banyak tempat swafoto yang
menarik.
 |
| Dibanding Insadong, jalanan di sini lebih sempit. |
 |
| Tema kafe dengan rel kereta. |
Karena banyaknya café yang
terkenal di sini, kami pun membatasi hanya ke satu tempat, yaitu Cheese Industry
Ikseon. Cheese Industry merupakan café bertema peternakan. Makanan yang banyak
di sini adalah makanan dengan banyak keju.
 |
| Wooden cows |
 |
| Susu dan tempat perahnya |
 |
| Serasa di dalam peternakan. |
Kami memesan 2 macam makanan dan
minuman. Kesalahan kami adalah salah satu dari minuman yang kami pesan adalah teh
panas dengan keju. Jadi lama-lama berasa minum susu. Rasanya lebih enak kalau
dingin.
 |
| Our teatime |
 |
| Aneka macam bagel dan keju |
 |
| Opsi makanan dan minuman dingin. |
Tujuan kami berikutnya adalah
Dongdaemun Design Plaza. Gedung berbentuk UFO ini biasanya memiliki
pameran-pameran yang menarik. Saat kami pertama kali ke DDP, mereka mempunya
LED Rose Garden. Sayangnya karena pandemi, LED Rose Garden sudah
tidak ada lagi.
Kali ini tujuan kami adalah
melihat-lihat pameran dan juga LED light show. LED light show ini
ditembakkan ke badan pesawat UFO aka gedung DDP, setiap jam dari jam 6 sore
hingga 10 malam. Sayangnya saat kami datang, kami baru tahu bahwa LED light
show tidak ada hari itu.
Kami pun kembali ke Myeongdong.
Malam minggu terasa begitu ramai di Myeongdong. Hampir setiap street food dan
restoran dipenuhi pembeli makanan. Nampaknya malam ini kami beli makanan dan
makan di hotel saja. Biar lebih Santai.
Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)
Next: Seoul Spring Day 6: Menyusuri Jejak Masa Lalu di Tongin Market, Palace Museum, dan Children Folk Museum
Before: Seoul Spring Day 4: Seoul Children's Museum, Gangnam dan Seokchon Luminarie Festival
Sekilas Info
N Seoul Tower
website: http://www.nseoultower.co.kr/eng/
cara menuju ke sana: dapat dilihat di link
berikut.
HiKR
Website: HiKR
Alamat: 40 Cheonggyecheon-ro,
Jung-gu, Seoul
Jam Operasional: 10.00 – 20.00
(Tutup setiap hari Senin)
Ikseondong Hanok Village
Cara menuju ke sana:
- Jongno 3-ga Station (line 5, exit 4 - recommended).
Setelah keluar, belok kiri masuk ke gang/alley di Seberang jalan (samping
CU Convenience Store)
- Jongno 3-ga Station (line 1/3, exit 6 - nearest
exit). Setelah keluar, segera putar balik dan belako ke kiri ke gang
pertama.
-
Cheese Industry Ikseon (Sudah
tutup permanen)
Alamat: 33-7 , Supyo-ro 28-gil,
Jongno-gu, Seoul
Jam Operasional: 10.00 – 22.00
Dongdaemun Design Plaza (DDP)
Website: https://ddp.or.kr/?menuno=340
Jam operasional:
- Museum: 10.00 - 19.00. Tutup
setiap hari Senin
- Design shop: 10.00 - 21.00
(weekdays), 10.00 - 22.00 (weekend). Tutup setiap Senin minggu ketiga.
- LED Dream in Light: 18.00 – 22.00
Cara menuju ke sana:
- Stasiun Dongdaemun Hstory and
Culture Park (line 2, 4, dan 5) exit 1 atau exit 2.