Monday, June 19, 2017

Tips Perpanjang Passport Anak


Bagi orang yang gemar jalan-jalan, passport adalah salah satu dokumen yang penting. Bahkan saat anak-anak masih bayi, begitu mereka berusia 6 bulan, kami segera membuat passport bagi mereka walau dipakainya bukan saat mereka berumur 6 bulan. Antara beriman anak-anak bisa jalan-jalan dari mereka masih kecil atau karena papa mamanya doyan kelayapan memang beda tipis. Tetapi bagi kami namanya jalan-jalan ya berarti sekeluarga, termasuk dengan bayi. Jadi lebih baik mempersiapkan di awal.

Awalnya kami selalu membuat passport dan memperpanjang passport kami melalui salah satu travel agent langganan kami. Sebelum menikah saya tidak pernah memakai travel agent dan sudah terbiasa dengan repotnya saat membuat passport. Tetapi kalau anak-anak, yang saat itu masih bayi, rasanya membayangkan prosedur membuat passport dan bau rokok di sana sini membuat kami memutuskan untuk membuat melalui travel agent. Tahun ini passport adik harus segera diperbaharui. Kami mulai melihat tempat langganan kami. Namun karena biaya pembuatan yang semakin tinggi, biaya pembuatan atau perpanjang passport anak jauh lebih mahal dari dewasa dan memang dinaikkan biayanya. Kalau berurusan dengan uang, kalkulasi mama-mama selalu cepat, kami pun mencoba mencari tahu tentang perpanjang passport sendiri. Ternyata banyak review bahwa sejak pemerintahan yang baru ini, urusan dengan kantor imigrasi tidak separah dulu. Akhirnya kami memutuskan untuk mengurus sendiri.

Ada dua pilihan yang diberikan oleh kantor imigrasi dalam pengurusan passport, yaitu mendaftarkan secara online atau datang di tempat. Kalau dulu mungkin banyak yang menyarankan untuk daftar secara online karena layanan terhadap pembuat passport dibatasi dengan kuota. Akibatnya siapa cepat dia dapat. Tetapi sejak 11 Januari 2016, pelayanan di kantor imigrasi sudah tidak berdasarkan kuota tetapi berdasarkan jam. Jika kita mengantri sampai jam 10 pagi, maka pastilah kita akan dilayani, hanya saja dapat nomor antriannya yang aduhai. Kami memilih untuk datang ke tempat daripada online karena sistem untuk daftar secara online sedang error.

Passport sendiri ada 2 macam, yaitu e-passport dan passport biasa. Keuntungan e-passport adalah pemilik e-passport bisa mendapatkan visa waiver saat berkunjung ke Jepang. Maksudnya visa waiver adalah kita tidak perlu membuat visa untuk masuk Jepang tetapi tetap harus mengurus visa waiver ke kedutaan Jepang. Tetapi tentu saja harganya lebih mahal. E-passport 48 halaman dikenakan biaya Rp 600.000,00. Sedangkan biaya pembuatan passport biasa untuk passport 48 halaman adalah Rp 300.000,00 dan untuk passport 24 halaman adalah Rp 100.000,00. Kata petugas imigrasi, kalau yang berencana atau akan atau beriman jalan-jalan ke negara yang memerlukan visa, disarankan untuk membuat yang 48 halaman. Karena beberapa negara tidak mau memberikan visa untuk passport yang 24 halaman.

Dokumen apa saja yang diperlukan? Berdasarkan website kantor imigrasi, untuk memperpanjang atau membuat passport bagi anak memerlukan dokumen-dokumen sebagai berikut.
1. Passport asli (untuk perpanjangan)
2. Fotokopi Kartu Keluarga
3. Fotokopi Akte Lahir
4. Fotokopi passport orang tua
5. Fotokopi akte nikah orang tua
6. Fotokopi KTP orang tua
7. Fotokopi surat ganti nama/WNI (jika ada)
8. Surat pernyataan bermeterai yang ditandatangani orang tua.
9. Semua dokumen asli dari dokumen-dokumen diatas.

Untuk point nomor 8 ini bisa didapatkan blankonya di koperasi kantor imigrasi. Tetapi mau buat sendiri juga bisa, asalkan tahu formatnya. Isinya hanya merupakan surat kuasa, bagi yang anak dibawah umur 17 tahun, bahwa kedua orang tua akan bertanggung jawab terhadap keberadaan passport anak, keberangkatan dan kepulangannya ke Indonesia. Semua dokumen asli dibawa hanya untuk proses pemeriksaan saja. Yang harus diingat, semua fotokopi harus dalam kertas A4, dengan kata lain tidak boleh dipotong sama sekali.  Jadi kalau fotokopi KTP ya biarkan dalam bentuk kertas A4. Mungkin supaya tidak ada yang terhilang.

Untuk menghindari antrian, kami berusaha untuk jalan 6 lebih menuju kantor imigrasi Jakarta Pusat. Kantor Imigrasi Jakarta Pusat termasuk salah satu kantor imigrasi yang pelayanannya baik dan setidaknya kami terbiasa diminta ke tempat ini oleh travel agent kami. Saat kami sampai, sekitar jam 7 kurang, dari depan terlihat ada antrian tetapi masih sepi. Kami sudah senang membayangkan bahwa tidak usah menunggu terlalu lama. Tetapi saat kami menuju ke tempat antrian, ternyata yang kami lihat hanya ilusi semata. Antrian sudah mengekor ke belakang. Dan untungnya, selalu ada untung bagi kami, di belakang kami juga mengantri satu keluarga yang anaknya seumur adik. Jadi anak-anak ada teman bermain. Keluarga ini pernah mencoba untuk mendaftar secara online, tetapi tidak berhasil untuk upload foto. Jadinya mereka memilih untuk mendaftar langsung di tempat, walau perjalanannya jauh (dari Jakarta Barat ke Jakarta Pusat).
Kantor Imigrasi Jakarta Pusat
Saya cukup salut dengan para petugas yang berada di tempat saat itu. Mereka mondar-mandir dan mengumumkan dokumen apa saja yang diperlukan, dan jika ada yang kurang dapat menuju koperasi untuk melengkapi dokumen yang ada. Antrian di koperasi memang lumayan panjang. Kami pun ke koperasi untuk membeli surat pernyataan dan meterai karena kami tidak tahu harus membuat surat tersebut.
Antrian saat itu
Akhirnya loket imigrasi pun dibuka dan antrian mulai maju sedikit demi sedikit. Saat tiba giliran kami, kami hanya menyerahkan dokumen kami di loket yang ada, kemudian petugas memeriksa kelengkapan dan memberikan nomor antrian (nomor antrian adik 083). Setelah itu kami diminta naik ke lantai 2 untuk dipanggil wawancara dan foto. Awalnya agak hopeless melihat nomor antrian kami dan nomor yang sedang dipanggil saat itu. Hampir saja kami memutuskan untuk menunggu di mobil dan memantau nomor antrian lewat infoantrianpaspor.imigrasi.go.id, tetapi ternyata nomor lumayan cepat berganti. Jadi kami menunggu di situ. Tepat jam 10 kami dipanggil untuk masuk ke dalam ruangan.
Suasana di lantai 2
Berbeda dengan petugas di bagian bawah yang penuh senyum, petugas di sini mukanya serius semua. Setelah adik difoto, kami sebagai orang tua diminta untuk kembali menunjukkan dokumen asli dan ditanya apa tujuan kami memperpanjang passport. Setelah selesai ditanya, kami diberikan slip pembayaran biaya pembuatan passport. Pembayaran passport dapat dilakukan di bank manapun. Passport dapat diambil setelah 5 hari, terhitung dari tanggal pembayaran. Total biaya yang harus kami bayar adalah Rp 300.000,00 untuk passport 48 halaman (rasanya default dari petugasnya adalah passport 48 halaman) dan biaya penggunaan teknologi sistem informasi manajemen keimigrasian Rp 55.000,00. Jadi total biaya yang harus dibayar adalah Rp 355.000,00. Sebaiknya slip yang diberi ini difotokopi dahulu, jaga-jaga kalau ada apa-apa.

Bagaimana prosedur pengambilannya? Untuk pengambilan, anaknya tidak harus datang, cukup salah satu dari orang tua yang hadir. Pengambilan passport dilayani setelah jam 10 pagi. Cukup berikan bukti pembayaran dan keterangan tentang passport yang akan diambil. Nanti petugas akan memberikan passport yang baru dan yang lama. Antrian pun tidak panjang, dan pelayananya pun cepat.
Passport lama dan baru :)
Apa kesimpulan kami? Ternyata mengurus passport tidak sesusah dahulu. Sekarang semuanya cepat. Jadi rasanya kami akan kembali mengurus passport sendiri lagi . Semoga pelayanan dari kantor imigrasi semakin baik ;)
Informasi mengenai perubahan sistem

Tuesday, June 13, 2017

Cara Menuju ke dan Kembali Dari Legoland Malaysia

Bagi yang baru pertama kali berjalan-jalan ke Johor Bahru seperti saya, pastilah bingung dengan transportasi yang akan digunakan. Saya sampai membuat riset dan merangkum semua transportasi yang dapat digunakan, plus minus, waktu tempuh, biaya, dan keriweuhan lainnya. Sampai segitunya ya? Maklum, saya lebih suka repot sebelum pergi daripada repot saat di jalan. Hehehe.  

2 MACAM PERBATASAN
Namanya berpindah dari satu negara ke negara lainnya, berarti kita akan bertemu dengan namanya imigrasi. Ada dua jalur yang dapat ditempuh dari Singapore ke Johor Baru (JB) dan sebaliknya. Jalur yang pertama, merupakan jalur utama dan yang tertua, adalah Causeway atau First Link. Pada jalur ini kita melalui Woodlands CIQ (Custom Immigration Quarantine) di Singapore dan JB CIQ di Johor. Gedung yang digunakan untuk imigrasi di JB sering disebut gedung Sultan Iskandar yang jadi satu area dengan JB Sentral. Jalur Causeway ini jauh lebih padat dibanding jalur yang kedua. Jarak tempuh dari JB Sentral ke Legoland kurang lebih 1 jam perjalanan.
Causeway Link. Sumber foto: Businterchange.net
Jalur yang kedua, yang lebih baru, adalah Tuas atau Second Link. Jika kita menggunakan jalur ini, kita akan melalui imigrasi Tuas CIQ di Singapore dan JB Second Link CIQ di Johor. Gedung yang digunakan untuk imigrasi di JB 2nd Link ini sering disebut gedung Sultan Abu Bakar. Jalur yang ini lebih sepi, kecuali saat hari libur bisa jadi sama ramainya. Tetapi melalui jalur Tuas Second Link ini jarak tempuh ke Legoland lebih dekat, kurang lebih 15 menit.
Second Link
Jalur manakah yang lebih enak? Tergantung tujuannya kalau menurut saya. Jika memang ingin berbelanja atau wisata kuliner terlebih dahulu sebelum ke Legoland, maka saya menyarankan untuk melalui JB Sentral. Di JB Sentral ini terdapat JB City Square, Komtar JBCC, JB Sentral Bus Terminal, Jalan Wong Ah Fook, dan jalan Dhoby. Menurut hasil googling, makanan di daerah tersebut enak-enak. Tetapi jika tujuannya ingin langsung ke Legoland, saya menyarankan untuk lewat Second Link atau Tuas. Waktu tempuh ke Legoland tidak begitu lama dan tidak usah berputar sana-sini.

TRANSPORTASI MENUJU LEGOLAND
Bagaimana dengan cara menuju ke sana? Kurang lebih ada enam cara dari Singapore untuk menuju ke Legoland dan sebaiknya. Yang mana yang paling sesuai? Kalau menurut saya, tergantung dengan siapa saja kita pergi, banyaknya bawaan kita, budget kita, dan kondisi badan orang yang ikut bepergian dengan kita.

DENGAN TAXI
Bagi orang yang bepergian berempat dan ingin menghemat waktu, taksi dapat dijadikan opsi. Keuntungannya naik taksi adalah waktunya lebih fleksibel atau sesuai maunya kita. Apalagi saat melewati perbatasan kita dapat melewati drive thru Immigration (istilah kakak). Jadi kita tidak perlu turun saat di imigrasi dan hanya melewati pemeriksaan melalui loket seperti loket tol. Dengan demikian, waktu tempuh antara 45 - 90 menit. Tetapi kekurangannya adalah untuk menuju Legoland, kita harus dua kali naik turun taksi. Taksi Singapore tidak dapat masuk Malaysia dan juga taksi Malaysia tidak dapat masuk ke Singapore. Untuk harga, biasanya berdasarkan argo. Tetapi untuk taksi dari imigrasi JB ke Legoland harus hati-hati. 

Ada juga taksi kuning Malaysia yang dapat dicari di daerah Ban San Street, dekat daerah Bugis MRT,. Taksi ini dapat membawa penumpang langsung ke Johor, ke tujuan yang diinginkan. Taksi ini berisi 3 - 4 orang saja, bentuknya seperti taksi pada umumnya. Harganya kurang lebih 70 SGD, entah apakah sudah termasuk toll atau belum.

DENGAN CROSS BURDER LUXURY TAXI
Opsi ini mirip dengan opsi sebelumnya, tetapi karena taksi ini bisa cross burder, maka kita tinggal duduk manis dijemput, lalu duduk manis di mobil saat melewati imigrasi, dan duduk manis sampai tiba di Legoland. Enak sekali bukan? Tapi tentu saja ada fasilitas ada harga yang harus dibayar. Harga taksi ini, berdasarkan hasil googling, sekitar 170 - 320 SGD. Wow sekali bukan? 

DENGAN RENTAL CAR
Rental car menjadi pilihan bagi yang ingin dijemput dan diantar sampai tujuan tanpa harus repot turun naik di imigrasi. Waktunya pun lebih fleksibel, sesuai waktunya kita. Mobilnya pun ada dua pilihan, sejenis Innova untuk maksimal 7 orang ataupun mobil besar yang dapat muat 10 orang. Rental Car yang lumayan terkenal promosinya adalah sgmytaxi dan ezy taxi. Walaupun ada nama taxi, tetapi mereka melayani penyewaan mobil. Ada juga orang Indonesia yang tinggal di sana dan membuka travel dan menyediakan mobil untuk disewa. Sedangkan di TripAdvisor, ada seseorang yang merekomendasikan AJ Express. Intinya hunting dan kita akan mendapatkan sesuai budget kita. Harga untuk Innova bervariasi antara 90 - 150 SGD. Kalau ramai-ramai, dibanding naik coach bus, pilihan naik rental car dapat dipertimbangkan.  

DENGAN COACH BUS
Enaknya naik coach bus adalah jika dibandingkan dengan pilihan-pilihan sebelumnya, dari segi harga tentu saja lebih murah. Tetapi berbeda dengan taksi dan rental car, saat di imigrasi kita harus turun dan masuk ke dalam area imigrasi. Dengan kata lain, saat di imigrasi Woodlands Singapore barang bawaan kita boleh ditinggal di bus dan kita harus turun untuk proses imigrasi. Setelah proses imigrasi kita kembali ke bus yang tadi, lalu naik lagi sampai ke imigrasi Malaysia. Saat di imigrasi JB kita kembali turun untuk proses imigrasi dan setelah selesai kembali ke dalam bus dan melanjutkan kembali perjalanan sampai ke Legoland. Tetapi pilihan jam untuk coach bus agak terbatas dan harus booking terlebih dahulu supaya tidak kehabisan. 

Ada beberapa pilihan Coach bus:
1. WTS Travel. WTS Travel mempunyai dua lokasi keberangkatan. 
- dari Singapore Flyer. Dari MRT Promenade exit A, berjalanlah kurang lebih 10 menit menuju Singapore Flyer. Ada beberapa pilihan jam keberangkatan dan kepulangan. 
Menuju JB: 08.30, 09.00, 09.30, 10.30
Menuju Singapore: 16.15, 17.15, 18.15, 18.45, 19.15
- dari Bigbox Jurong East. Ada 2 pilihan jam keberangkatan dan kepulangan.
Menuju JB: 09.00, 11.00
Menuju Singapore: 16.15, 18.15
2. Superior Coach dari Lavender MRT. Berbeda dengan WTS Travel, Superior coach hanya mempunyai 1 kali jam keberangkatan yaitu jam 08.30 dan pulang jam 17.30.

Harga tiket sekitar 13 SGD untuk one way atau 25 SGD untuk PP. Bagaimana waktu tempuhnya? Perjalanan dan proses imigrasi memakan waktu kurang dari 3 jam. Opsi ini cocok untuk orang dewasa, senior, keluarga dengan anak yang berusia 7 - 18 tahun, dan para pengunjung yang ingin sampai di Legoland dalam waktu kurang dari 3 jam. 

DENGAN BUS UMUM
Dari semua alat transportasi yang dapat digunakan, menurut saya yang paling murah adalah bus umum. Dan jika dibanding dengan Coach Bus, tentu saja piilhan waktunya lebih bervariasi. Tetapi sisi minusnya naik bus umum adalah waktu tempuh lebih lama daripada 4 pilihan transportasi sebelumnya. Biasanya disarankan untuk naik bus Causeway (CW) yang tidak banyak berhenti-berhenti di setiap halte. Selain waktu yang lama, kita harus naik turun dari bus beserta barang bawaan kita saat memasuki imigrasi (akan ada dua imigrasi yang dilalui). Oleh sebab itu, pilihan menggunakan bus umum akan cocok bagi para backpackers atau keluarga yang tidak membawa banyak bawaan atau keluarga yang tidak membawa lansia. Disarankan untuk menyediakan uang pas saat membayar karena mereka tidak menyediakan kembalian (kecuali jika dapat menggunakan kartu EZ Link).

Berikut adalah alternatif rute yang dapat digunakan jika menggunakan bus umum.

Melalui Causeway Link
Secara garis besar, rute yang akan dilalui saat naik bus yang melalui Causeway Link akan selalu seperti ini:
Bus stop – bus Causeway – Woodlandss CIQ – bus Causeway – JB CIQ – JB Sentral Terminal – LM1 – Legoland
Yang harus diperhatikan adalah dari titik manapun kita naik, setelah menaiki bus Causeway (CW), simpanlah tiket yang ada. Saat bus CW ini berhenti di Woodlands Checkpoint untuk proses imigrasi (untuk keluar dari Singapore), maka penumpang harus turun beserta barang bawaannya. Penumpang akan naik ke lantai 2 untuk proses imigrasi. Setelah itu kembali lagi ke lantai 1 dan antri kembali di jalur bus untuk menuju ke JB CIQ. Busnya bisa jadi berganti, tetapi tetap naik jurusan yang sama. Misal tadi naik CW2, maka nanti bisa naik bus CW2 yang berbeda. Saat sudah berada di dalam bus, tunjukkan tiket yang ada dan yakinlah kita tidak akan diminta untuk membayar lagi. Sampai di JB CIQ, semua penumpang turun kembali untuk melalui proses imigrasi (untuk masuk ke dalam Malaysia). Setelah selesai proses imigasi, penumpang dapat langsung ke JB Sentral untuk menaiki bus LM1. Bus LM1 ini akan datang 90 menit sekali. Jadi perhitungan waktunya harus akurat supaya tidak terlalu lama menunggu bus LM1 ini. Oya, tarif busnya adalah 5.4 RM.

1. Dari Queen Street Terminal
Queen Street Terminal terletak di antara stasiun MRT Bugis dan Rochor. Terminal ini terletak di Queen Street, diantara Arab Street dan Ban San Street. Dari MRT Bugis, ambil saja exit A atau B, lalu berjalan melalui Victoria Street sampai bertemu Arab Street dan belok kiri.

Dari Queen Street Terminal ada tiga pilihan bus yang dapat digunakan, yaitu SBS Bus 170 red plate, CW 2, dan SJE (Singapore Johor Express). Harga tiket termurah adalah harga tike bus 170, tetapi banyak yang tidak menyarankan untuk naik bus ini karena bus ini akan berhenti di banyak halte. Daripada membuang waktu, disarankan naik bus CW 2 atau SJE (tarifnya 3.3 SGD). Seperti rute diatas, maka setelah sampai di JB CIQ, kita segera mencari bus LM1. Tarif bus LM1 adalah 5.4 RM.

2. Dari Kranji MRT
Untuk menuju bus stop, keluarlah dari Kranji MRT exit C. Dari halte ini ada 2 pilihan bus yaitu SBS bus 170 blue plate (170x) dan CW1. Tarifnya lebih murah CW1, yaitu 1.5 SGD. Untuk bus 170x dapat dijadikan alternatif karena halte yang akan dilalui dari bus stop dekat Kranji MRT ke JB Sentral hanyalah sedikit. Dan jika menggunakan EZ Link tentunya akan lebih hemat karena menggunakan transfer discount.

3. Dari Changi Airport
Dari Changi Airport, ada bus TS 1 yang dapat digunakan untuk menuju JB. Tarif untuk dewasa adalah 10 SGD dan untuk anak adalah 5 SGD. Lumayan mahal jika dibanding bus CW. Tetapi memang biasanya bus yang dari airport akan selalu lebih mahal, mengingat bus ini memudahkan kita untuk tidak wira-wiri ke downtown. Bus ini mulai bergerak dari Terminal 2, lalu berjalan menuju Terminal 3, dan lalu ke terminal 1. Waktu yang ditempuh dari Changi ke Woodlandss kurang lebih 45 menit, tergantung traffic. Prosedurnya hampir sama dengan saat naik bus Causeway. Saat selesai imigasi Woodlands, selama memiliki tiket TS1, kita dapat naik ke bus TS1 atau TS8 untuk menuju JB CIQ. Dari JB Sentral, kita dapat menggunakan bus LM1. Untuk info lebih jelas mengenai TS1, dapat dilihat di http://www.regentstar.travel/crossborder/

4. Dari Sentosa Island
Dari Sentosa Island kita dapat menggunakan bus TS8 untuk menuju JB. Bus TS8 ini dapat diambil di basement Sentosa Resort. Prosedurnya sama dengan saat naik bus Causeway. Tetapi yang menjadi nilai tambah dari bus TS8 ini, kita tidak perlu membawa koper kita turun. Bus ini akan setia menunggu kita sampai kita selesai urusan imigrasi Singapore dan mengantarkan kita ke JB CIQ.

Melalui Second Link
Secara garis besar, rute yang akan dilalui saat naik bus yang melalui Second Link akan selalu seperti ini:
Bus stop – bus Causeway –Tuas CIQ – bus Causeway –2nd Link CIQ –Bus to Legoland–– Legoland
Pilihan bus yang digunakan untuk menuju ke Legoland dari 2nd Link lebih banyak jika dibandingkan dengan pilihan bus yang ada di JB Sentral.

Sama seperti saat menggunakan Causeway Link, yang harus diperhatikan adalah dari titik manapun kita naik, setelah menaiki bus Causeway (CW), simpanlah tiket yang ada. Saat bus CW ini berhenti di Tuas CIQ untuk proses imigrasi (untuk keluar dari Singapore), maka penumpang harus turun beserta barang bawaannya. Setelah selesai urusan imigrasi, maka kita kembali antri di jalur bus untuk menuju ke JB CIQ. Busnya bisa jadi berganti, tetapi tetap naik jurusan yang sama. Saat sudah berada di dalam bus, tunjukkan tiket yang ada dan yakinlah kita tidak akan diminta untuk membayar lagi. Sampai di JB Second Link CIQ, semua penumpang turun kembali untuk melalui proses imigrasi (untuk masuk ke dalam Malaysia). Setelah selesai proses imigasi, penumpang dapat langsung ke pemberhentian bus yang berada di area yang sama.

Jika dari JB Sentral hanya ada LM1 untuk menuju Legoland, pilihan di JB Second Link lebih banyak. Ada JPO2, CW7L, dan SL1. JPO2 mempunyai rute yang lebih banyak, dengan harga tiket 2 RM. Tetapi interval waktu antara bus yang satu dengan yang lainnya adalah 3 jam. Untuk SL1 hanya ada saat weekend dan hari libur, dengan interval antar bus adalah 1.5 jam. Harga tiket SL1 adalah 2 RM. Sedangkan CW7L hanya beroperasi dari Second Link ke Legoland tetapi interval waktunya sekitar 20 menit. Hanya saja untuk fasilitas ini, harga tiket CW7L adalah 4 SGD.

1. Dari Jurong East
Dari stasiun MRT Jurong East ambillah exit A dan ikuti petunjuk menuju Jurong East Bus Interchange. Dari bus interchange ini ada 3 bus yang menuju Second Link, yaitu CW 3, CW 4, CW4S. Harga tiket adalah 4 SGD. Pilihannya tentu lebih banyak dibanding saat melalui MRT Kranji ataupun Queen Street Terminal.

2. Dari Boon Lay
Untuk menuju Bus Interchange, dari stasiun MRT Boon Lay, ambillah exit B, dan berjalanlah lurus sampai jalanan utama (Boon Lay Way), lalu belok kanan. Dari sini hanya ada satu bus menuju JB yaitu bus CW 6 dengan harga tiket 4 SGD. 
Public bus dari Singapore menuju Legoland
DENGAN KERETA API
Pilihan ini muncul dalam salah satu googling kami karena kami malas terkena macet dari Singapore ke JB. Apalagi waktu tempuh dari Woodlands ke JB Sentral hanya 5 menit dan proses imigrasi keluar dari Singapore dan masuk ke Malaysia hanya dilakukan satu kali saat di Woodlands. Untuk harga memang lebih mahal daripada bus Causeway, yaitu 5 SGD (dan 5 RM untuk arah JB ke Woodlands), tapi iming-iming tidak kena macet begitu menggoda hati kami. Opsi ini cocok untuk yang malas naik bis dan membawa barang.

Tapi tentu saja ada kekurangan jika naik kereta. Untuk jam, memang pilihan waktunya sekarang lumayan banyak, ada 12 kali pilihan jam dan mulai dari jam 05.30, tetapi tiketnya cepat sekali habis. Walaupun bisa beli online, tetapi seringkali sistemnya error. Apabila sedang dalam peak season, delay dapat mencapai 45 menit. Tetapi hal ini masih dapat diakali dengan datang lebih awal untuk membeli tiket dan untuk proses imigrasi. Hanya saja untuk menuju Woodlands Train Checkpoint agak repot jika dari tempat kami.

Untuk menuju Woodlands Train Checkpoint, kita harus menuju stasiun MRT Marsiling, lalu mengambil exit B. Dari situ kita harus menuju halte opposite Marsiling dan naik bus 856 untuk menuju halte Woodlands Train Checkpoint (kurang lebih 3 stop). Dari situ baru berjalan menuju Woodlands Train Checkpoint.

Setelah naik kereta dan tiba di JB Sentral, kita tidak perlu melalui imigrasi kembali dan dapat langsung menuju terminal untuk mencari bus LM1
Plus minus pilihan transportasi
Bagaimana dengan kami kemarin? Awalnya kami berpikir untuk naik kereta, untuk menghindari kena macet. Tetapi karena menuju Woodland Train Checkpoint lumayan repot dari tempat kami menginap, maka kami membatalkannya. Opsi naik bus juga mau tidak mau dicoret karena perjalanan kami membawa anak-anak dan oma opa. Jika hanya dengan anak-anak, kemungkinan besar kami memilih naik bus yang melalui Second Link. Lebih cepat daripada melalui Causeway Link. Tetapi kalau ada oma opa, maka faktor kenyamanan menjadi nomor dua, setelah budget tentunya. Maka kami mencoba membandingkan antara coach bus dan rental car. Karena jumlah kami lumayan banyak, maka jika dihitung, harga naik coach bus dengan harga sewa mobil tidak jauh berbeda. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa mobil dari AJ Express (enquiry@aj.com.my) karena harganya paling murah dan pelayanannya bagus.

Saat kami pergi, kami melalui Causeway Link dengan waktu tempuh sekitar 70 menit. Agak kaget juga karena driver membawa kami lewat Causeway Link padahal lebih dekat lewat Second Link. Untungnya tidak macet dan proses imigrasi berlangsung cepat. Kami hanya perlu menunjukkan muka kami dari jendela saat nama kami dipanggil. Saat kami pulang, kami melalui Second Link, tujuan kami Sentosa Island, dengan waktu tempuh hanya 40 menit (diluar urusan imigrasi). Hanya saja proses imigasi masuk ke Singapore lebih lama dibanding saat keluar.

Tips dari kami:
1. Saat memilih transportasi apa yang ingin dipakai, pertimbangkan faktor dana, kenyamanan, dan siapa saja yang pergi bersama kita. Jika dana, yang paling murah adalah bus umum. Jika ingin nyaman tapi tidak mahal, terutama jika hanya pergi sendiri atau berdua, maka coach bus dapat menjadi pilihan. Jika yang pergi ramai-ramai dan ada lansia atau anak kecil, sekitar 6 sampai 7 orang, maka menyewa mobil dapat menjadi pilihan.
2. Jika setelah dari Legoland kita akan kembali masuk ke Singapore, maka saat sampai di bandara Singapore, ambillah immigration card (kertas yang harus diisi saat masuk ke Singapore) tambahan. Hal ini memudahkan kita saat masuk kembali ke Singapore setelah dari Legoland.
3. Urusan imigrasi saat kita keluar dari Singapore dan masuk ke Malaysia sangat mudah. Mungkin karena kita mau keluar dari Singapore. Sebaliknya, saat masuk ke Singapore, pemeriksaan akan sangat ketat. Terkadang ada random check pada pria-pria yang berusia produktif, yang diperkirakan masih dapat bekerja. Kemarin pun papa kena random check. Memang hanya ditanya dari mana dan mau kemana, tetapi lumayan menyita waktu. Suami teman kami pun terkena random check.
4. Jika ingin langsung ke bandara Changi saat kembali dari Legoland, usahakan ambil penerbangan yang selisih waktunya agak jauh untuk mengantisipasi kalau kita kena random check
5. Bagi yang naik bus umum, karena saat membayar tiket bus tidak ada kembalian, maka sediakan uang ringgit dan uang dollar Singapore dalam nominal kecil . Katanya sih di imigrasi JB biasanya ada supermarket. Jadi sebelum naik bus, bisa beli sesuatu dulu untuk mendapatkan kembalian uang kecil. 

Happy Traveling :) 

Monday, June 5, 2017

Review Japanese Style Airbnb dekat Legoland Malaysia

Taman dengan air terjunnya
Jika mendengar kata Legoland, pasti terbayang di pikiran kita untuk menginap di hotel Legoland. Kami  pun sempat berpikir seperti itu. Tetapi melihat harga hotelnya, kami membatalkan rencana untuk menginap di sana. Kami berpikir lebih baik tinggal di apartemen yang nyaman dan dekat dengan Legoland. Yang penting bisa bersama-sama dengan oma dan opa. Saat itu di pikiran kami adalah Somerset Medini, yang posisinya dekat dengan Legoland.

Sebulan sebelum kami pergi, tiba-tiba saya iseng membuka airbnb.com. Ternyata selain Somerset Medini, ada service apartment lagi yang letaknya lebih dekat dengan Legoland. Afiniti residence terletak tepat di depan Medini Mall. Setelah googling, akhirnya kami memutuskan untuk memilih airbnb dengan Japanese Style. Dan saat kami tiba, kami tidak kecewa dengan pilihan kami.
Kamar utama
Unit yang kami sewa cukup besar dan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang memadai. Kamarnya memang hanya dua, tetapi pemilik airbnb menyediakan banyak kasur lipat dan sofa bed. Total dapat menampung 8 orang dan harga sewanya merupakan harga sewa unit. Jadi kalau pergi ramai-ramai pun tempat ini muat dan tidak ada charge tambahan. Di kamar anak-anak pun disediakan beberapa mainan sederhana untuk anak-anak bermain. Anak-anak langsung minta cuci kaki dan duduk manis di kamar untuk bermain dengan mainan tersebut. Maklum, kami termasuk orang yang tidak suka kamar kotor, walaupun bukan kamar sendiri. 
Kamar anak dan mainannya. 
Penataannya pun sungguh homey. Setiap lemari diberikan label yang memudahkan kami mencari barang yang kami butuhkan. Enaknya tinggal di airbnb adalah adanya peralatan masak dan alat makan yang membuat serasa tinggal di rumah sendiri. Adik sampai berkata betah di sini dan mau punya rumah seperti ini. 
Pemandangan dari unit
Di Afiniti juga terdapat rooftop swimming pool. Awalnya saya hanya berpikiran menemani anak-anak berenang. Tetapi sampai diatas, saya tergoda juga untuk berenang. Berenang di rooftop jadi tambah nyaman karena view dari kolam renang ini adalah Legoland resort. 
View dari rooftop swimming pool. 
Salah satu nilai tambah tempat ini adalah playground-nya. Kami mengunjungi playground ini sebelum kami pergi ke Legoland. Playground di sini dilengkapi dengan keterangan permainan dan usia berapa yang boleh memainkan mainan ini. Saya yang tadinya was-was karena tangan kakak baru sembuh jadi tenang melihat keterangan dan keamanan di playground ini.
Playground untuk anak-anak
Playground untuk anak yang lebih besar.
Bagaimana dengan keamanan di sini? Di Afiniti agak susah untuk keluar masuk jika tidak memiliki kartu. Dan saat kami bermain dan berenang, sekuriti yang ada selalu mondar-mandir untuk memeriksa. Bahkan untuk menuju ke taman saja membutuhkan kartu. 
Keterangan di tiap lantai
Yang paling membuat kami betah tinggal di sini adalah jaringan internet dan portable wifi-nya. ini adalah pertama kalinya kami menginap di airbnb dan disediakan portable wifi. Dengan adanya portable wifi ini kami jadi berani untuk jalan-jalan diluar wilayah Legoland, seperti Aeon Bukit Indah. Tahu sendiri kan naik taksi di luar kadang lumayan menguras kantong. Jadi dengan disediakannya portable wifi ini membantu sekali. 

Kekurangan dari service apartment, bukan hanya Afiniti tetapi juga Somerset, yang terletak di lokasi ini adalah ramainya konstruksi di sekitar apartment. Para pekerja di sini melakukan pembangunan hampir 24 jam. Saat dini hari pun masih dapat terdengar suaranya. Memang di sekeliling area Medini ini lagi gencar dilakukan pembangunan. Tetapi suara berisiknya masih dapat diredam, setidaknya kalau kata kakak tidak seberisik sekeliling rumah tinggal kami. 

Bagaimana dengan pemilik unit? Pemilik unit sangat ramah dan mudah diajak berkomunikasi. Dari sebelum kami tiba pun komunikasi berjalan lancar. Di lemari-lemari juga dipersiapkan keperluan-keperluan pengguna unit sebagai cadangan dari stock yang ada. Tentu saja ini juga nilai penting saat menyewa unit ini. 
Laundry room.
Karena senangnya tinggal di sini, kami sampai merekomendasikan tempat ini ke beberapa teman yang mau ke Legoland. Lumayan kan, alternatif tempat tinggal yang tidak menguras kantong dan dekat dengan Legoland. Dan seperti kata adik, lain kali kalau tiket ke sini murah dan masuk ke Legoland murah, kita tinggal di sini lagi ya mama :) 
Rute jalan kaki dari Afiniti ke Legoland

Afiniti Residence
Lot 5, Jalan Medini Utara 4. Johor Bahru. Malaysia

Tuesday, May 30, 2017

Nge-Grab dari Aeon Bukit Indah


Setelah puas bermain di Legoland dan melihat keadaan Medini Mall yang agak gersang, kami memutuskan untuk mencari mall terdekat dengan Legoland. Pilihan yang paling dekat adalah pergi ke Aeon Bukit Indah. Untuk menuju Aeon Bukit Indah, ada 3 cara yang dapat ditempuh. Yang pertama dengan naik bis SL1 dari halte Medini Mall. Sayangnya bis ini hanya beroperasi saat weekend. Yang kedua, naik taksi yang mangkal di halte bis ini juga. Taksi yang mangkal di sini adalah taksi biru dengan mobil ukuran avanza. Perlu diketahui bahwa taksi yang beroperasi di Malaysia ada dua jenis, taksi merah dan taksi biru. Berdasarkan hasil googling sebelum berangkat, taksi merah argonya lebih masuk akal, tetapi taksinya agak tua dan ada bau-bauan aneh-aneh plus kadang supirnya suka nakal. Taksi biru jauh lebih enak daripada taksi merah. Mobilnya lebih bagus dibanding taksi merah, supirnya jauh lebih ramah, tetapi argonya jauh lebih mahal. Kurang lebih seperti taksi premium. 

Pilihan ketiga adalah naik taksi online seperti Grab atau Uber. Kalau tidak mau repot, Grab dapat menjadi pilihan, karena aplikasi Grab di Indonesia juga valid atau dapat digunakan di Malaysia. Kalau dengan Uber, kita harus menginstall Uber untuk di sana. Untuk dapat menggunakan Grab, tentu saja dibutuhkan koneksi internet. Untungnya pemilik apartemen kami memberikan fasilitas tambahan portable wifi sehingga kami tidak perlu membeli sim card lokal. Hanya saja sebaiknya dicantumkan di note untuk driver bahwa kita hanya dapat dihubungi melalui whatsapp

Karena kami mengingat di depan halte Medini Mall ada taksi, dan takutnya kalau memanggil taksi online dapat menyebabkan masalah, maka kami memilih naik taksi. Ada 4 taksi yang sedang mangkal dan semua pengemudinya orang India. Saat kami naik, tidak ada pemberitahuan apa-apa. Saat argo di taksi sudah dijalankan, pengemudi baru berkata bahwa tarif awal dimulai dari 6 RM dan maksimum orang di dalam taksi adalah 4 orang. Jika lebih dari 4 orang, maka satu orangnya dikenakan tambahan biaya 7 RM. Saya langsung bertanya kan mobilnya ukuran Avanza, apakah tetap maksimum 4 orang. Si pengemudi mengatakan iya, walaupun anak-anak. Tetapi dia bilang anak-anak dihitung satu saja. Mau tidak mau kami mengikuti peraturan yang ada, walaupun agak ragu apakah kami dibohongi atau tidak. Lama perjalanan menuju Aeon kurang lebih 10 menit. Sampai di Aeon, tarif di argo adalah 22 RM. Tetapi kami membayar 29 RM karena tambahan 7 RM itu. Pengalaman namanya.
Kalau supir taksi macam-macam, hubungi saja nomor ini.
Kami memasuki Aeon Bukit Indah melalui pintu supermarketnya. Tidak jauh berbeda dengan supermarket Aeon di Tangerang, di sini pun menjual sushi dan ada food court-nya. Karena masih belum waktunya makan, maka kami memutuskan untuk berkeliling di sini. Berbeda dengan Aeon BSD yang wah, Aeon Bukit Indah lebih mirip seperti plaza di Jakarta, tidak begitu wah dan toiletnya juga tidak begitu bersih. Tetapi memang lengkap isi mallnya, sama seperti mall di Indonesia. Di Aeon Bukit Indah ini juga ada toko buku Popular. Setiap kali kami ke Singapore, kami selalu mampir ke toko buku ini untuk mencari buku-buku ataupun mengajak anak membaca buku di sini. 
Toko Buku Popular
Yang menyenangkan bagi kami, di sini juga ada Daiso. Karena Daiso memang ada di dalam list tujuan kami selama jalan-jalan, maka kami menuju lantai atas untuk mencari Daiso. Daiso memang terletak di lantai paling atas. Semua barang di sini dibandrol dengan harga 5.9 RM. Lebih murah sedikit dari Daiso Singapore, tetapi jauh lebih murah dan lebih lengkap daripada Daiso di Jakarta. Di sini juga ada pewangi ruangan yang menggunakan hydrogel. Kakak dengan semangat ingin membelinya untuk menambah koleksi hydrogel di rumah. Namun dia membatalkannya karena dia menemukan barang-barang lain yang lebih menarik hatinya. Karena harga yang lumayan murah, kami agak kalap saat membeli. Semua yang dibeli memang barang-barang yang diperlukan sih. Tips penting adalah waspadailah anak-anak. Mereka dapat saja meletakkan barang di keranjang tanpa sepengetahuan kami. Jadi sebelum dibayar harus disortir dulu. 
Daiso...hanya 5.9 RM
Heat Pack untuk perlengkapan winter holiday. Banyak sekali loh
Setelah selesai belanja, kami pun mencari makan. Apalagi sudah terdengar bunyi-bunyian dari dalam perut. Di Aeon ini ada banyak pilihan tempat makan. Di setiap lantai ada restoran. Untuk menghemat waktu, maka kami segera menuju supermarket Aeon dan makan di food court. Di food court ini banyak pilihan makanan. Dari Chinese food, penyetan ala indonesia, makanan India, dan minuman-minuman lainnya. Hanya saja.....banyak juga lalat yang beterbangan sehingga saat makan pun mata kita harus mengawasi makanan dan sekitarnya supaya tidak dihinggapi lalat. Handling food-nya juga kurang higienis. Salah satunya adalah setelah mereka memegang uang kembalian, mereka mengambil makanan untuk dimasak tanpa menggunakan sarung tangan. Padahal di situ ada tulisan yang mewajibkan mereka mengenakan sarung tangan. Untungnya, selalu ada untungnya, makanan yang kami pesan adalah nasi goreng dan mie, jadi bahan makanan yang diambil akan dimasak lagi. Untuk rasa, ya lumayan. Mengenai porsi, satu porsi mereka bisa untuk dua orang dewasa. Cukup besar bukan? 
Nasi goreng ikan asin porsi jumbo.
Kunjungan kami ke Aeon Bukit Indah diakhiri dengan kunjungan ke supermarketnya. Supermarketnya sama dengan supermarket Aeon pada umumnya dan jika dibandingkan dengan supermarket di Medini Mall, maka harganya jauh lebih murah. Minuman Ribena kesukaan Duo Lynns pun bisa selisih 1 RM. Kata papa lain kali kalau berkunjung ke daerah ini lagi, lebih baik belanja dulu di sini. Di sini juga ada sushi segitiga. Kami memborong untuk bekal kami besok menuju Sentosa Island. 
Suasana di dalam mall
Kalau tadi kami datang dengan menggunakan taksi, maka bagaimana dengan pulangnya? Berdasarkan pengalaman kami pergi tadi, maka pulangnya kami memilih menggunakan Grab. Untuk memudahkan pengemudi Grab, kami berjalan menuju lobby utama. Bagaimana cara mengordernya? Prosedurnya sama dengan saat kita mengorder Grab di Indonesia. Tinggal masukan lokasi penjemputan dan tempat tujuan. Berhubung tidak ada yang roaming, maka saya menuliskan pesan bahwa saya hanya dapat dihubungi via whatsapp. Tidak lama kemudian datanglah Grab yang kami pesan. Tidak ada percakapan sepanjang perjalanan. Mungkin dia bingung dan kami pun sudah terlalu lelah hari itu. Tetapi kami menikmati perjalanan pulang kami dengan Grab. Mengapa? Karena hanya 11 RM saja saudara-saudara. Oma sampai berkata ternyata lebih enak naik Grab ya =D

Sekilas Informasi
Aeon Bukit Indah
Alamat: 8, Jalan Indah 15/2, Taman Bukit Indah, 81200 Johor Bahru Malaysia
Jam operasi: 10.00 - 22.00

Tuesday, May 23, 2017

Senja Hari di Medini Mall dan Hotel Legoland


Berjalan-jalan ke Legoland tidaklah lengkap tanpa menginap di hotel Legoland. Namun apa daya menginap di sana sangat lumayan harganya. Maka kami memilih mencari pernginapan di dekat Legoland dan memasukkan acara main di hotel Legoland ke dalam jadwal kami selama di Johor Bahru. Katanya sih walau tidak menginap di hotel Legoland, kita dapat main di bagian lobby-nya. Untuk menuju hotel ini, kami disarankan untuk mengambil shortcut melewati Medini Mall. Nama Mall ini terdengar akrab di telinga orang-orang yang pernah mengunjungi dan yang akan mengunjungi Legoland. Mall ini terletak di depan Legoland dan menjadi alternatif bagi para pengunjung Legoland saat mencari makan. Karena lokasinya berdekatan dengan Legoland, mungkin kita akan berpikir Medini Mall ini akan seperti mall elite di Indonesia atau mungkin Vivo City Mall yang berada di depan Sentosa Island. Namun saat saya goggling, banyak yang bilang tempat ini tidaklah besar. 

Saat kami sampai di Medini Mall, tempat ini tidaklah besar. Hanya seperti plaza yang terbuka dan berisikan tempat makan dan mini market. Mungkin karena sasaran mereka adalah orang-orang yang mengunjungi Legoland, jadi yang paling penting ada tempat makan, mini market, dan tempat perlengkapan olahraga. Tempat makan di sini lumayan bervariasi. Ada masakan Thai, Chinese food, dan juga fast food seperti KFC, Burger King, dan Subway. Kami hanya numpang lewat dan berjalan menuju Hotel Legoland. 
Jualan buku di Medini Mall
Bagian atrium Medini Mall, penuh spot untuk berfoto.
Karena kami bingung, kami akhirnya mendekati hotel tetapi dari pintu belakang. Petugas keamanan yang ada di sana mengatakan bahwa hanya tamu yang menginap dan membawa kartu saja yang dapat masuk ke hotel lewat pintu ini. Sedihnya Duo Lynns karena mereka sudah membayangkan untuk bermain lego di lobby. Akhirnya kami memutuskan untuk early dinner di Subway. Alasannya sederhana, Subway sudah tidak ada lagi di Indonesia dan kami semua penggemar Subway.  
Seperti Daud dan Goliath
Setelah perut sudah kenyang, kami pun mampir untuk membeli air minum. Di Medini Mall terdapat 3 mini market. Karena oma mau melihat-lihat cemilan di Kapitan, maka papa mampir di mini market disamping Kapitan. Tujuannya adalah untuk membeli minum. Semua barang tidak diberi label harga dan saat membayar, papa cukup kaget karena harganya jauh lebih mahal daripada harga air mineral di Giant Singapore. Kami pun iseng melihat harga di mini market bagian depan, yang dekat dengan halte bus. Harga barang-barang dan air minum di sana jauh lebih murah. Next time, beli minum di sini saja.

Saat kami datang, di salah satu bagian Medini Mall terdapat pameran The Enchanted Forest. Gambar di bagian depan menarik perhatian kami. Melihat gambarnya, seakan terbayang cerita Little Red Riding Hood. Tetapi uniknya, Little Red Riding Hood ini mengenakan kebaya. Kami pun memasuki tempat ini. Di dalam ruangan ini terdapat banyak lukisan cerita-cerita rakyat dan nursery rhymes. Ada beberapa anak kecil yang juga bermain di sini. Saat anak-anak bermain perosotan di pelangi, saya mencoba mengamati gambar-gambar tersebut. Hampir semua gambar menceriterakan cerita rakyat tetapi ala Asia. 
Jembatan dan pelangi yang dapat dibuat bermain anak-anak.
Atas: kisah keluarga yang tinggal di rumah sepatu, tetapi rumah sepatunya ala China.
Kiri bawah: Goldilock and 3 Panda. Kanan: Humpty Dumpty ala Asia
Setelah puas bermain, kami berniat kembali ke apartemen. Tak disangka kami bertemu orang Indonesia yang bekerja menjadi cleaning service di sini. Si bapak begitu sumringah melihat kami dan mengajak kami berbincang-bincang. Si Bapak seperti bertemu saudara jauh di tanah rantau, bercerita tiada henti. Memang kalau bertemu orang Indonesia di luar negeri akan sangat menyenangkan, tanpa melihat orang itu berkulit atau beragama apa. Di akhir perbincangan kami, bapak ini memberi tahu bahwa kami dapat melalui jalan di samping untuk menuju hotel Legoland. Kami pun memutuskan melalui jalan itu untuk melihat hotel Legoland. 
Kiri atas: Rapunzel ala India. Kiri bawah: nursery rhymes cow jump over the moon.
Kanan: Little Red Riding Hood dengan kebayanya yang merah. 
Kami mengikuti petunjuk Bapak untuk menuju hotel Legoland. Jalanan yang kami lalui dapat dikatakan masih dalam perbaikan. Genangan air hujan membuat jalan menuju hotel Legoland menjadi lebih susah untuk dilalui. Namun karena kami begitu penasaran melihat lobby hotel ini, maka kami tetap berjalan. 
Bahkan ekor naganya pun dari lego
Salaman dulu ah....
Lobby hotel Legoland memang sangat eye catching bagi anak-anak dengan tema kerajaan dan bajak laut. Sore itu ada pertunjukan sulap. Namun anak-anak lebih tertarik untuk bermain lego, mengendarai kapal bajak laut dan keluar masuk istana yang ada. 
Sepeda di bagian resepsionis, bisa berjalan loh dari kanan ke kiri
Kapal Bajak Laut
Castle di dalam Lobby
Setelah puas bermain, dan melihat oma opa sudah mulai bosan, kami pun memutuskan kembali ke apartemen. Kali ini kami memilih untuk lewat pintu belakang hotel supaya tidak usah repot-repot melintasi jalan yang becek tadi. 
Sebelum pulang, mampir ke toilet =D
Lift yang dilengkapi dengan lampu kerlap-kerlip
Saat pulang, adik bertanya kapan kita tidur di sini. Ehm..... Susah untuk dijawab. Kapan-kapan, deh. Sekarang kita cukup melihat dan menikmati lobbynya saja ;) 

Friday, May 19, 2017

Berkeliling Asia di Miniland

Karena kesukaan kami akan lego, mengunjungi area Miniland merupakan  hal yang penting bagi kami saat mengunjungi Legoland. Bagi kami, miniatur yang menyerupai bentuk-bentuk asli di setiap negara merupakan 'The magic of Lego'. 
Kereta yang berjalan mengitari kompleks Miniland
Di Miniland terdapat miniatur tempat-tempat terkenal dari 12 negara di Asia. Negara-negara tersebut adalah Malaysia, Singapore, India, Myanmar, China, Laos, Philipina, Brunei, Vietnam, Kamboja, Thailand, dan Indonesia. Selain 12 negara tersebut, ada juga miniatur Legend of Chima dan Pirate ship alias kapal bajak laut. 
Legoland Marathon, lengkap dengan musiknya
Stasiun

Apa sih yang unik di Miniland, selain miniatur yang keren-keren ini? Awalnya kami mengira di sini hanya ada miniatur. Namun pihak Legoland memberikan kejutan pada setiap miniatur tersebut.Hampir di setiap bagian terdapat tombol yang dapat dipencet. Tombol ini berbeda-beda fungsinya. Ada yang untuk menghasilkan suara, ada yang membuat suatu bagian dari miniatur itu bergerak, ada juga yang berfungsi untuk membuat air mancur ke arah tombol tersebut. Iseng bukan? Duo Lynns sibuk berlari sana-sini untuk melihat miniatur dan mencari tombol untuk dipencet. 
Pencet tombol di dekat miniatur ini dan amati apa yang terjadi ya....
Pohon dan detil aktivitas di bawah pohon tersebut
Putrajaya, kapalnya dapat bergerak loh....
Kuala Lumpur International Airport
Dari 12 negara tersebut, tentu saja yang paling banyak dibuat miniaturnya adalah tempat-tempat di Malaysia, karena Legoland berada di Malaysia. 
KL Tower

Johor Majestic Place yang menggunakan lebih dari 278,023 lego untuk membuat kompleks Johor di Miniland ini 

Petronas Twin Tower
Miniland Kampung
Setelah melihat miniatur-miniatur mengenai Malaysia, kami beranjak ke Singapore. Ada apa saja di bagian Singapore? Semua pasti menebak Merlion. Dan memang betul. Miniatur yang dibuat adalah daerah di depan Marina Bay, lengkap dengan Fullerton Hotel, Singapore Flyers, dan Merlionnya. 
Singapore Flyer
Merlion yang usil
India diwakili dengan miniatur bangunan Taj Mahal. Taj Mahal dibangun oleh raja Shah Jaham untuk mengenang istrinya. Salah satu dari tujuh keajaiban dunia ini memerlukan ribuan pekerja dan butuh lebih dari 20 tahun untuk menyelesaikannya. 
Taj Mahal, indah dan menarik
Di dekat Taj Mahal ini terdapat miniatur Karaweik Hall yang ada di Myanmar dan Wat Arun di Thailand. Sayangnya kami lupa memfoto, karena keseruan menemani Duo Lynns mencari tombol untuk dipencet. 

Dancing Lego
Jika ditanya apa yang terkenal di China? Pasti semua orang akan menebak tembok besar. Dan memang betul, karena tembok besar termasuk salah satu keajaiban dunia. Tembok ini pertama kali dibangun pada abad ke-5 dengan tujuan untuk melindungi kerajaan yang ada saat itu dari musuh-musuh yang ingin menyerang mereka. Tembok ini panjangnya mencapai 8,852 km. 

Selain itu di Miniland terdapat miniatur Forbidden City. Forbidden City merupakan kompleks istana pada Masa dinasti Ming dan Qing. Kompleks ini luasnya 720,000 m2 dan berisi lebih dari 980 bangunan. Besar sekali bukan? 
The Great Wall and Forbidden City
Patuxai Laos menjadi pilihan Legoland untuk mewakili Laos. Patuxai merupakan monumen kemenangan yang terletak di pusat Viantiane, Laos. Monumen ini didirikan sekitar tahun 1957 dan 1968. Dan pembuatannya pun menggunakan semen yang harusnya digunakan untuk membuat airport.
Patuxai, Laos
Spot yang mewakili Filipina di Miniland adalah Bolinao. Bolinao adalah suatu kawasan nelayan yang berkembang maju di pantai Pulau Luzon. Di sini terdapat gereja St. James the Great yang dibangun pada tahun 1609. Biasanya orang-orang mengunjungi daerah ini untuk melihat kapal-kapal yang beraneka warna dan mengunjungi pantai-pantai di sekitarnya.
Bolinao, Philippines
Miniatur Brunei adalah masjid Sultan Omar Ali Saifuddin. Masjid ini dibangun di daerah Bandar sri Begawan dan diberi nama sesuai dengan sultan ke 28. Kabarnya kubah dari masjid ini dilapis dengan emas murni.
Brunei
Tidak hanya Macau Peninsula terkenal sebagai warisan budaya UNESCO karena perpaduan antara budaya Barat dan Timur. Hoi An di Vietnam juga terkenal sebagai warisan budaya UNESCO untuk perpaduan antara budaya Barat dan Timurnya. Dengan bangunan tua dan budaya rakyat setempat, tempat ini menjadi salah satu obyek wisata yang dapat dikunjungi.
Hoi An, Vietnam
Memasuki wilayah Kamboja, kami agak bingung melihat candi-candi ini. Ternyata miniatur ini merupakan kompleks kuil yang disebut Angkor Wat. Angkor Wat dibangun oleh Raja Suryavarman II pada abad 12. Kompleks kuil ini merupakan bangunan keagamaan yang terbesar di dunia. 
Angkor Wat
Akhirnya kami menemukan juga miniatur tentang Indonesia. Dan Indonesia di Miniland ini diwakili oleh Tanah Lot, Bali. Pura Tanah Lot merupakan pura yang terdapat di atas tanah ditengah laut. Ada yang mengatakan karena terkena ombak terus menerus maka tanah ini terkikis hingga menjadi pulau di tengah laut. Pura ini hanya dapat dikunjungi saat air laut sedang surut. Dan setiap hari ke 210 akan diadakan festival di tempat ini.
Pura Tanah Lot, Bali
Karena sudah semakin siang, maka kami berbelok memasuki area Lego City yang dekat dengan Tanah Lot ini. Mengingat panasnya hawa di Legoland, sebaiknya kunjungilah Miniland ini di pagi hari atau di sore hari. Dan jangan lupa memakai topi, sunblock, ataupun payung. Sedikit membayangkan, andai Legoland ada di Indonesia, pastilah banyak miniatur tempat-tempat wisata di Indonesia di bagian Miniland-nya.....
Tempat berteduh dan juga ada sprinkle air untuk mengurangi hawa panas
Related link: