Friday, September 4, 2026

Seoul Day 10 Part 1: Half Day Strolling di HiKR dan Gwanghwamun Square


Hari ini adalah hari terakhir kami di Seoul. Tidak terasa sudah 10 hari kami di sini. List tempat yang belum kami kunjungi adalah Nami Island dan Seoul Forest. Namun setelah diskusi semalaman, melihat jadwal Circular Gapyeong Bus yang jarang dan kami sudah bermain salju, walau tidak seindah kalau di Nami, kami memutuskan untuk bermain di Seoul saja. 

Model majalah HiKR

HiKR Street Station

Anak-anak memilih untuk mengunjungi HiKR kembali. Alasannya sederhana, karena mereka belum puas main di sana. Kakak belum sempat rekaman dance K-Pop di salah satu studio. Si kecil pun mau foto lucu di sana. Selain itu, udara yang dingin membuat kami memilih menghabiskan pagi dan siang kami di dalam ruangan (setelah kemarin pagi kedinginan di Changdeokgung).

Pose di laundry room
Kapan lagi bisa karaoke tanpa senewen.

Berbeda dengan kunjungan kami saat weekend kemarin, pagi ini semua terlihat sepi. Kami langsung menuju lantai dua yang mempunyai XR Live Studio.

Main kasir-kasiran di sini
Entrance menuju K-Mart

Karena masih pagi, maka lantai tiga dan empat masih sepi. Anak-anak puas bermain dan papa puas memfoto. 

Peta Local Store

Ini Cafe betulan ya

Tujuan kami berikutnya adalah menuju Gwanghwamun Square. Tetapi kami memilih untuk makan siang terlebih dahulu di Food Café Gwanghwamun. Karena mendekati jam makan siang, maka kami harus mengantri sebentar di luar. 

Ternyata di Seberang Food Café ini ada UNIQLO Gwanghwamun D-Tower. Gedung D-Tower merupakan kompleks perkantoran dan komersial setinggi 24 lantai dengan 9 lantai basement. UNIQLO berada di lantai 1 dan lantai 2 gedung tersebut. Maka sambil menunggu si kecil menyelesaikan makanannya, papa mengajak kakak dan adik ke UNIQLO untuk window shopping. 

Ternyata di sini banyak sekali barang-barang yang berada dalam rak SALE. Bahkan kami mendapatkan bahwa banyak produk heattech yang didiskon sangat murah. Apalagi kalau dapat tax refund, makin untung lagi. Hidden gem sekali, bukan?


Setelah puas membeli produk UNIQLO, kami melanjutkan perjalanan kami menuju Gwanghwamun Square. Walaupun sudah siang, hawa dingin masih menemanin perjalanan kami menuju Gwanghwamun Square. 

Gwanghwamun Gate

Gwanghwamun Square merupakan alun-alun yang berada di depan gerbang Gwanghwamun. Di alun-alun ini terdapat patung Raja Sejong dan Admiral Yi Shun Shin. Raja Sejong merupakan raja yang menciptakan Hangeul atau tulisan Korea yang sering kita lihat di drama-drama Korea.

Admiral Yi
King Sejong Statue dan muka-muka kesilauan

Pada awalnya tulisan di Korea seperti tulisan Mandarin dan hanya orang bangsawan yang dapat memelajarinya. Maka Raja Sejong berusaha membuat tulisan yang dengan mudah dapat dipelajari seluruh rakyatnya. Maka terciptalah Hangeul seperti yang kita ketahui sekarang. Di bawah Gwanghwamun Square ini juga terdapat museum tentang Raja Sejong dan Admiral Yi.

Hangeul dan artikulasinya.

Di kunjungankami pertama kali, kami mengunjungi bagian dalam Gwanghwamun Square. Maka kali ini kami kembali mengajak anak-anak untuk melihat Museum Raja Sejong dan Admiral Yi. Admiral Yi adalah salah satu jenderal besar Korea yang sangat terkenal dengan teknik berperangnya. Salah satu kapal yang terkenal yang digunakan oleh Admiral Shin adalah kapal kura-kura. Atas jasa-jasanya, Admiral Yi diberi gelar Chungmugong yang artinya Duke of Loyalty and Warfare, yang diabadikan menjadi nama salah satu stasiun subway, yaitu Chungmuro. 

Replika kapal yang bisa dibuka pasang.

People in the Chronicle of Dokdo

Yang uniknya, bayangan kami akan isi museum ini berubah banyak. Semakin banyak bagian-bagian interaktif yang nampaknya dirancang agar pengunjung tidak perlu banyak berinteraksi untuk menikmati museum ini. nampaknya Seoul betul-betul menunjukkan sisi hi-tech dalam setiap museumnya.

Interaktif mengendalikan kapal dengan dayung.
Jadi tentara yang menembak kapal musuh dari dalam kapal.

Saat kami berkeliling, ada beberapa hal yang menjadi pusat perhatian kami. Penjelasan-penjelasan yang diberikan membuat kami terkagum-kagum akan kemajuan teknologi di zaman itu. 

Singijeon merupakan panah bertenaga roket yang diproduksi pada tahun 1448. Roket multi peluncur pertama di dunia ini ada di tahun ke-30 pemerintahan Raja Sejong. Alat ini kemudian disempurnakan berdasarkan juhwa yang ditemukan oleh Choe Mu-seon dari Goryeo. 

Singijeon

Jeokdoui merupakan alat astronomi. Jeokdoui diciptakan pada masa setengah kedua periode Joseon oleh Nam Byeong Cheol. Alat ini diciptakan berdasarkan honcheonui (jam astronomi) dan ganui (instrumen yang digunakan untuk pengamatan astronomi) yang dikembangkan pada  masa pemerintahan Sejong. Alat ini membuat proses pengamatan benda-benda langit dengan lebih mudah dan nyaman. 

Jeokdoui

Alat atronomi yang lain adalah honsang. Alat astronomi ini dibuat pada tahuun 1437 atau tahun ke19 pemerintahan Raja Sejong. Alat ini digunakan untuk mengamati rasi bintang. Perangkat berbentuk bola ini menampilkan rasi bintang, koordinat ekuilateral, dan koordinat ekliptik. Alat ini dirancang untuk mengamati pergerakan bintang di malam hari sehingga dapat mengamati perubahan waktu di malam hari dan sepanjang musim. 

Honsang

Pyeonjong awalnya merupakan alat musik khas Tiongkok kuno. Alat ini dibawa ke Korea dari Dinasti Song pada tahun 1116 atau tahun ke-11 pemerintahan Raja Yejong dari Goryeo. Alat musik ini terdiri dari 16 lonceng perunggu. Saat dibunyikan dengan memukul lonceng yang digantung pada bingkai kayu dengan palu, pyeonjong akan menghasilkan suara yang tajam dan megah.

Pyeonjong

Kami sempat berkeliling untuk mencari spot untuk menulis nama sendiri dalam tulisan Hangeul. Ternyata lokasinya berubah dan menjadi lebih sepi dibanding dulu.

Lynns

Walaupun sudah dua kali mengunjungi tempat ini, kami masih senang berkeliling-keliling. Tetapi karena tujuan kami berikutnya adalah Seoul Forest yang akan terasa dingin jika semakin sore, maka kami menyudahi kunjungan kami dan bergegas menuju Seoul Forest.  

Next: Seoul Day 10: Seoul Forest and Night View at Cheonggyecheon

Before: Seoul Day 9 Part 2: Tampilan Berbeda Children Museum   

Sekilas Info

HiKR

Website: HiKR

Alamat: 40 Cheonggyecheon-ro, Jung-gu, Seoul

Jam Operasional: 10.00 – 20.00 (Tutup setiap hari Senin)

 

Food Café Gwanghwamun

Alamat: 19 Jong-ro, Jongno District, Seoul, South Korea (klik link ini untuk melihat di google map)

Jam Operasional: 08.00 – 22.00

 

Uniqlo Gwanghwamun D Tower

Website: https://www.uniqlo.com/kr/ko/

Alamat: South Korea, Seoul, Jongno District, Jong-ro 3-gil, 17 (klik link ini untuk melihat di google map)

Jam Operasional: 10.30 – 21.00

 

Gwanghwamun Square

Jam operasi: 24 jam

HTM: free

Cara Menuju ke sana:

Stasiun Gwanghwamun (line 5) exit 2

Stasiun Gyeongbokgung (line 3) exit 5

 

The Story of King Sejong and The Story of Admiral Yi Sunshin

Website: https://www.sejongpac.or.kr/eng/main/main.do

Jam operasi: 10.00 – 18.30, tutup setiap Senin. 

HTM: free

Cara menuju ke sana:

Stasiun Jonggak (line 1) exit 1, lalu berjalan ke arah Gwanghwamun

Stasiun Gyeongbokgung (line 3) exit 6, berjalan menuju Sejong-ro

Stasiun Gwanghwamun (line 5) exit 2

 

Wednesday, August 12, 2026

Seoul Day 9 Part 2: Tampilan Berbeda Children Museum


Kalau di pagi hari hingga siang tadi kami beraktivitas outdoor di Changdeokgung, maka setelah makan siang kami akan mengunjungi Children Museum. Di liburan kami dulu, kami sudah mengunjungi museum ini. Karena kami memang suka jalan-jalan ke museum, plus museum-museum di sini bagus, maka kami pun memasukkan kunjungan ke museum ini. 

Untuk mengunjungi Children Museum ini, kami harus melakukan reservasi terlebih dahulu. Ada lima sesi yang dapat dipilih. Kami memilih sesi 4 yang dimulai pukul 3 siang. Karena Children Museum ini berada di area yang sama dengan The National Museum of Korea, maka kami berkeliling sebentar melihat-lihat koleksi di museum ini. 

Artistik ya

The Children's Museum of the National Museum of Korea berisi tentang warisan kebudayaan Korea. Di sini anak-anak dapat mempelajari cara hidup dan petuah-petuah orang-orang pada masa lampau dengan cara yang menyenangkan, yaitu melalui aktivitas dan pameran. Dari mulai rumah zaman dulu, tembikar dan keramik masa lalu, baju-baju dan aksesoris kerajaan, dan sebagainya. Permainannya pun cukup bervariasi, dari puzzle hingga interaktif dengan komputer. 

The Entrance

Ruangan untuk anak kecil.

The Map

Bermain puzzle dengan tembikar

Bayangan kami sebelum kami datang ke Children Museum adalah museum ini akan sama seperti saat kami ke sini dulu. Akan ada baju dengan tema Kerajaan yang dapat dipakai, melihat rumah zaman dulu, dan yang lainnya. Tetapi saat kami datang, banyak hal yang berubah. 

If you need quiet room
Menyusun bentuk
Mainan untuk anak-anak
Playing with this
Berhasil membangun monumen ini.
Menutup setiap lukisan dengan karet.
Playing with the woods.

Perkembangan teknologi membuat tampilan di museum ini menjadi lebih futuristik. Permainan yang ada lebih ke arah yang dapat dimainkan sendiri. Mainan yang dapat dipakai pun sudah tidak ada. 

Cultural Heritage of Our Heart
Time to ponder
Membuat komik.

Waktu yang diberikan dalam satu sesi adalah 80 menit. Petugas yang ada pun mengingatkan waktu kunjungan kami tinggal 10 menit. Nampaknya anak-anak masih betah main ini itu. Akhirnya kami pun keluar di lima menit terakhir.  

Karena hari sudah semakin sore, maka kami pun memutuskan untuk kembali ke penginapan. Tujuan kami adalah mampir ke Pasar Namdaemun lagi, karena Trio Lynns ingin jajan strawberry lagi (secara harganya bisa jauh sekali dari di Jakarta dan enaknya minta ampun). Sambil berjalan balik, Trio Lynns semangat membahas tentang aktivitas di museum tadi. Memang Children Museum begitu bagus, bahkan kami yang dewasa pun senang berada di dalam sana.

Hotteok di Namdaemun Market
Shinsegae Tteok

Beberapa hasil perburuan kami untuk dinner.

Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)  

Next: Seoul Day 10 Part 1: Half Day Strolling di HiKR dan Gwanghwamun Square

Before: Seoul Day 9: Hanbok Experience di Hanboknam dan Changdeokgung

Sekilas Informasi 

The National Museum of Korea and Children's Museum

Website: http://www.museum.go.kr/site/eng/home

Website: http://www.museum.go.kr/site/childeng/home
Alamat: 137, Seobinggo-ro, Yongsan-gu, Seoul 

Jam operasional: buka setiap hari, jam 09.00 – 18.00. Jadwal lebih lengkap, dapat dilihat di link ini.

Cara menuju ke sana: stasiun Ichon exit 2, jalan melalui underpass Moving Museum, lalu melintasi taman Yongsan kurang lebih 150 meter.