Tuesday, March 31, 2026

Seoul Spring Day 3 (Part 3): Namdaemun Market di Malam Hari

Diujung Seoullo, kami kembali bertemu dengan Namdaemun Market. Memang tujuan kami adalah makan malam di Kalguksu Alley. Suhu yang semakin turun membuat semangat kami untuk berjalan lebih cepat.

Tepat di dekat Kalguksu Alley, ada toko yang menjual berbagai macam strawberry. Tadi siang sih kami sudah membeli strawberry yang tentunya sudah habis dimakan anak-anak. Tetapi melihat strawberry yang merah dan harganya hanya 5000 KRW, kami pun tergoda untuk membelinya kembali.

Kami pun berjalan menuju alley yang ditandai dengan plastic putih transparan sambil membayangkan sup yang hangat dan mie yang kenyal dan enak. Namun ternyata di kunjungan kali ini, kami kembali terjebak dengan salah satu ahjumma. Awalnya kami ingin makan di tempat yang lalu, tapi ahjumma tersebut kami ditarik di kedai sebelahnya. Setelah kami amati, ahjumma ini seperti calo di sana. Mengarahkan pengunjung ke kedai-kedai. Mungkin supaya semua kedai mendapatkan pengunjung.

Kalguksu

Di setiap kedai di sini menunya pasti sama. Dan ternyata harus satu orang satu menu juga di sini. Ada mie dingin, kalguksu, barley bibimbap dan juga nasi hangat yang dicampur biji-bijian. untuk rasa, memang rasanya enak. Apalagi banchannya bisa berkali-kali refill.

Makanan kami: Barley Bibimbap, Kalguksu, dan Nangmyeon

Setelah kenyang makan, kami berjalan kembali. Tentunya sekalian mampir-mampir untuk membeli jajanan. Suasana di jalanan tidaklah seramai pagi hari tadi. Beberapa toko masih buka, tetapi sebagian besar sudah tutup.

Hotteok

Pork Knuckle. Sumber foto: namdaemunmarket

Toko yang masih buka kebanyakan adalah toko-toko yang menjual makanan. Dari makanan halal sampai haram, semua ada. Sambil berjalan, kami pun melihat walau sudah malam, orang-orang tidak takut berjalan di pasar ini. Tidak heran di sini juga banyak hotel-hotel. Kami pun bergegas ke hotel untuk kembali beristirahat.

Toko tas dan suvenir
Jalanan yang lengang, tetapi tetap ramai yang makan.

 

Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)  

Before:Seoul Spring Day 3(Part 2): Jalan-Jalan ke Pokpo Café, Lotte Mart, dan Seoullo

Next: Seoul Spring Day 4: Seoul Children Museum

Sekilas Info

Kalguksu Alley

Website: https://www.namdaemunmarket.co.kr/04_enj/view.php?sid=2

Jam Operasional: 06.00 – 21.00

Cara menuju ke sana:

Hoehyoen St exit 5. Jika berjalan kaki dari Seoullo, terus sampai melihat gang dengan plastic putih transparan

Seoul Spring Day 3 (Part 2): Jalan-Jalan ke Pokpo Cafe, Lotte Mart Zettaplex dan Seoullo


Setelah kenyang jajan dan simple lunch di Namdaemun Market, kami berjalan menuju Sungyemun Gate. Tujuan kami adalah naik bus menuju Pokpo Café. Pertama kalinya dalam sejarah kami jalan-jalan, kami seniat ini mengunjungi kafe.  Memang apa sih istimewanya kafe ini?


Kafe yang terletak di distrik Seodamun ini cukup berbeda dari kafe lain. Pemandangan yang diberikan oleh kafe ini adalah pemandangan air terjun Hongjecheon. Uniknya lagi, air terjun dengan tinggi 25 meter dan lebar 60 meter ini ternyata air terjun buatan yang memang sengaja dibuat pemerintah Seoul sebagai bagian penataan ruang public di Seoul. Wow banget kan. 

We are so blessed. Masih bisa melihat air terjun dalam keadaan beku.

Untuk menuju Pokpo Café bisa menggunakan metro subway juga. Tetapi jalannya lebih panjang daripada kalau naik bus. Maka kami memilih naik bus menuju Pokpo Café. 

Pemandangan kami dari bus.
Buat yang mau connect WI-Fi

Karena konsepnya café, berarti ada minuman dan makanan juga. Karena sudah makan, kami pun memesan dua macam minuman di sana untuk menghangatkan diri. 

Snack corner

Puas berkeliling di bagian atas dan bawah Pokpo Café, kami pun kembali naik bus menuju Lotte Mart Seoul Station. Kebahagiaan kami kalau ke Seoul adalah belanja ke Lotte Mart di saat weekend. Kenapa? Karena banyak tester yang dapat dijajal. Jadi saat membeli cemilan pasti tidak akan salah membeli.

Area outdoor yang nyaman. Di sebelah kiri si kecil ada perpustakaan juga.

Sejak tahun 2023, Lotte Mart sekarang bernama Lotte Mart Zettaplex. Yang membedakan dengan Lotte Mart di tahun-tahun sebelumnya adalah konsep there is everything that you want (kalau bahasa simple-nya: palugada). Jadi seperti one-stop shopping bagi para turis. 


Ada apa saja di sana? Di lantai 2 yang dulunya Lotte Mart menjadi area belanja utama. Ada 3 bagian di dalam sana. Yang pertama K-Food Must Have Zone. Segala macam oleh-oleh dan makanan yang sering dicari turis ada di sini. Kacang HBAF, mi instan aneka rupa, aneka cemilan, rumput laut, teh dan kopi ada di sini.  Tentunya ini menjadi tempat favorit anak-anak, apalagi banyak tester. Bagian kedua adalah Lunchbox Specialty Zone. Di zona ini segala makanan siap saji dan dosirak ada. Dan bagian ketiga adalah LOHBs (Love, Health, and Beauty). Bagi para penggemar produk kecantikan, biasanya akan lama di daerah ini. 

Ramai pengunjung yang biasanya akan makin ramai di malam hari.

Di lantai 3 berisi toko-toko khusus yang menjual produk mereka. Ada Bottle Bunker yang menjual minuman beralkohol dari minuman khas Korea seperti soju dan makgeolli hingga minuman internasional seperti wiski. Buat penggemar Daiso dan Muji, di sini juga ada outlet mereka. menurut kami sih lumayan lengkap (sampai anak-anak belanja lagi di Daiso). Kemudian juga ada Toys”R”Us yang memiliki 7 zona karakter popular seperti Sanrio, Pokemon, Nintendo, dan Disney.

Adik dan si kecil di Zona Sanrio
Kitty....
Muji
Baju imut imut

Yang harus diingat, bagi pembelanjaan diatas 15.000 KRW (dulu 30.000 KRW)  dalam satu struk, kita bisa mendapatkan Tax Refund. Karena di sini dan juga Daiso bisa immediate refund, maka pembelanjaan kita sudah dipotong pajaknya. 

Self Check Out Daiso. Langsung scan passport untuk Tax Free

Keluar dari Lotte Mart, kami berjalan menuju Seoullo. Seoullo 7017 atau Seoul Sky Garden merupakan jembatan yang disulap menjadi taman kota yang panjang, sekitar 1.024 km, yang memang dikhususkan untuk pejalan kaki. Di tahun 2018 kami sempat main di Seoullo, tetapi tidak panjang. Kali ini kami berencana berjalan dari Seoullo di Seoul Station sampai Namdaemun Market.

Yang cukup menarik perhatian anak-anak, hampir setiap batang pohon dan sekelilingnya dibungkus dengan jerami. Memang di musim dingin, banyak pohon yang akan dibungkus jerami. Ini bertujuan agar hawa dingin yang terlalu ekstrim tidak merusak si batang. Jerami tersebut seperti sweater yang membuat suhu batang pohon tetap stabil.
 
Kalau di waktu yang lalu kami kebanyakan berfoto dengan bunga-bunga warna-warni, kali ini kami lebih tertarik untuk menikmati pemandangan yang ada, menikmati golden hour.

Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)  

Before: Seoul Day 3 (Part 1): Berpetualang di Namdaemun Market

Next: Seoul Day 3 (Part 3): Namdaemun Market di Malam Hari

 

Sekilas Info

Pokpo Cafe

Website: https://www.instagram.com/cafe.pokpo

Alamat: 262-29 Yeonhui-ro, Seodaemun-gu, Seoul, Korea Selatan 

Jam Operasional: 09.00 - 21.00

 

Lotte Mart Zettaplex Seoul Station

Alamat: 405 Hangang-daero, Jung District, Seoul, Korea Selatan 

Jam Operasional: 10.00 - 24.00 (Tutup di hari Rabu minggu ke-2 dan ke-4)

 

Seoullo  

Website: seoullo7017.seoul.go.kr 

Cara menuju ke sana:

Stasiun Seoul exit 1, belok ke kanan dan berjalan kurang lebih 130 meter. Setelah berjumpa lift, bisa langsung naik lift ke Seoullo.


 

Wednesday, March 18, 2026

Seoul Spring Day 3 Part 1: Berpetualang di Namdaemun Market


Kalau kemarin kami menghabiskan waktu kami dengan bermain yang dingin-dingin di Snowyland, di hari ketiga kami di Seoul ini kami akan sedikit santai dan menghabiskan pagi menjelang siang kami di pasar terbesar di Seoul. Nama pasar tersebut adalah Namdaemun.


Di kunjungan kami yang sebelumnya, karena kami penggemar mie, kami hanya mampir ke Pasar Namdaemun untuk makan di kalguksu alley. Tetapi kali ini, kami berencana untuk keliling-keliling mencari makanan dan melihat peralatan tulis di salah satu toko di sana. 


Pasar Namdaemun (Nam = Selatan, Dae = Besar, Mun = Pintu) terletak di sebelah timur Gerbang Besar Selatan (Sungnyemun Gate). Pasar ini sudah ada sejak tahun 1414, di masa King Taejong. Namun seiring berkembangnya zaman, di tahun 1964 pasar ini pun bertransformasi menjadi korporasi antara pemilik gedung dengan penjual. Hal ini membuat susunan pasar menjadi lebih rapi dan memudahkan pembeli untuk mencari barang.

Secara garis besar, kita dapat menemukan beberapa kelompok penjual berdasarkan barang yang dijual. Ada jalanan khusus pakaian, dari military uniform, children’s clothes, woman clothes, men clothes, sampai pakaian untuk anabul. Ada juga jalanan yang isinya aksesoris, wedding gift, alat tulis dan mainan anak-anak. Bahkan ada gang-gang yang isinya makanan.

Peta Namdaemun Market

Lalu, bagaimana kalau bingung pas di tengah jalan? Jangan kuatir. Ada banyak petugas berbaju merah dengan lambang huruf i dari tourism information center yang berdiri di tengah jalan. Mereka membawa peta dan dapat berbicara dalam beberapa bahasa. Jadi bisa tanya arah ke mereka.

Salah satu toko alat tulis yang terkenal di Namdaemun adalah Alpha Stationary. Toko stationary ini mempunyai beberapa cabang di Seoul. Cabang di Namdaemun adalah flagship store. Jadi toko ini seperti Office Depot versi Korea. 

Lantai yang ada di Alpha Stationary
Berbagai alat tulis. Mata langsung hijauuuu
Cendera mata ala Korea
Craft yang lucu-lucu
Preschool area
Architecture Model di Lantai 3
Peralatan Rumah Tangga

Mau ngopi? Juga bisa loh di sini.

Bagi kami, gallery dan museum alat tulis di sini menjadi tempat kami bernostalgia. Sedangkan bagi anak-anak, mereka belajar mengenal perkembangan alat tulis yang ada. 


Kalkulator dari masa ke masa
Ada yang masih kenal alat-alat ini?
Peralatan sekolah
Batu untuk kaligrafi
Pen dari masa ke masa

Kuas, dari ekor hewan sampai kuas seperti sekarang.
Aneka penggaris.
Aneka jangka
Masih kenal gak?
Anak-anak dipersilakan untuk menggunakan seluruh peralatan di meja. What a heaven for them.

Setelah puas berkeliling, bahkan mendapatkan hadiah, kami pun melanjutkan blusukan kami. Selanjutnya kami berkeliling melihat-lihat isi pasar. 

Salah satu alat menghitung yang zaman dulu digunakan di pasar.

Yang menarik di sini adalah melihat strawberry beraneka ukuran. Rentang harganya pun berbeda-beda. Namun warna merahnya membuat hati tergoda.

Salah satu stand yang kami lewati.
Bumbu-bumbuan yang dijual.
Kepiting dan hewan laut lainnya. Besar dan segar.

Aneka ikan.

Bagaimana dengan makanan di Namdaemun? Dari yang halal dan non halal, semua ada di sini. ada banyak ahjussi dan ahjumma yang menjual hotteok, dumpling, tteokbokki, gimbap, odeng, bunsik atau gorengan. Karena hanya stall kecil, maka mereka tidak menyediakan bangku untuk makan. Jadi ya anggap saja sedang standing party di pasar. 

Hotteok dan Mega Coffee
Tempat kami makan siang.

Tetapi kalau mau makan lebih proper, duduk dan ada meja, bisa juga masuk ke resto atau ke gang aka alley khusus makanan. Ada kalguksu alley, yang rencananya akan menjadi tempat kami makan malam nanti. Ada juga fish and stew alley, yang menjual ikan dan sup. Ada juga food alley, yang jualannya macam-macam.

Rice crackers dari ahjumma.

Setelah selesai lunch, kami pun berjalan menuju Sungyemun Gate. Tujuan kami selanjutnya adalah menuju Pokpo Café.


Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)  

Before:Seoul Spring Day 2: Snowyland

Next: Seoul Day 3: Jalan-Jalan ke Pokpo Café, Lotte Mart, dan Seoullo

Sekilas Info

Namdaemun Market

Website: https://www.namdaemunmarket.co.kr/index.php

 

Alpha Stationary

Website: https://www.alpha.co.kr/index.do

Alamat: 48 Namdaemun market 4-gil, Jung-gu, Seoul

Jam Operasional: 08.30 – 20.00 (Weekdays), 09.00 – 19.30 (Sabtu), 10.30 – 19.00 (Minggu)