Tuesday, August 11, 2026

Seoul Day 9 (part 1): Hanbok Experience di Hanboknam dan Changdeokgung

Tidak terasa kami semakin mendekati akhir liburan kami di Seoul. Kalau kemarin kami menikmati salju di Lotte World, di hari kesembilan ini kami ingin mencoba menjadi rakyat di masa Joseon. Kali ini kami menyewa hanbok dan akan mengunjungi istana dengan menggunakan hanbok.

Saat kunjungan kami di tahun-tahun yang dulu, kami biasanya mencoba menggunakan hanbokdi MDTIC. Namun sejak covid, MDTIC tidak lagi menyediakan free hanbok untuk dicoba. Tetapi blessing in disguise, karena covid juga, sewa hanbok yang dulu harus seharian, sehingga lumayan mahal, sekarang bisa hanya 90 menit saja. Tentunya memangkas biaya juga, sehingga harga sewa menjadi masuk akal. 

Price list

Dari sekian banyak tempat sewa hanbok, pilihan kami jatuh di Hanboknam. Hanboknam sendiri merupakan rental hanbok yang sudah ada sejak tahun 2012 di Jeonju. Di tahun 2015, Hanboknam menerima sertifikat dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Korea Selatan karena kontribusinya dalam memopulerkan hanbok. Setelah itu mereka baru membuka cabang di Seoul. 

Hanboknam Changdeokgung. Sumber foto: website resmi

Di Seoul sendiri Hanboknam memiliki tiga cabang. Yang pertama berada di dekat Bukchon Hanok Village, yang kedua di dekat Gyeongbokgung, dan yang ketiga di dekat Changdeokgung.  Kami memilih yang di dekat Changdeokgung supaya bisa sekalian mengunjungi Changdeokgung (karena kami sudah pernah mengunjungi Gyeongbokgung). 

Aksesoris yang berbayar.

Jenis hanbok yang ditawarkan Hanboknam ada tiga macam. Yang pertama adalah hanbok klasik atau tradisional. Hanbok ini memiliki warna-warna sederhana yang biasa dipakai warga saat ada perayaan. Yang kedua adalah hanbok bertema atau fusion. Hanbok dengan kombinasi gaya modern dengan warna cerah dan seperti karakter di K-drama berada di bagian kedua. Yang ketiga adalah hanbok premium. Tentunya yang premium pasti lebih mewah dan menyerupai pakaian pernikahan tradisional atau keluarga Kerajaan. Kami memilih yang paling murah sederhana, karena kami pernah mencoba yang bertema Kerajaan saat kami mengunjungi museum ataupun MDTIC (mama dan papa Lynns malah menggunakan tema Kerajaan saat pre-wedding). 

The Premium one
Jaket bulu yang bisa disewa.

Saat kami datang di Hanboknam, petugas yang bertugas hanya satu orang. Dengan ramah ia menunjukkan Kumpulan hanbok yang dapat kami pilih. Si kecil mendapatkan pilihan dari koleksi hanbok fusion, karena ukuran hanbok sederhana tidak ada yang muat di badannya. Setelah berganti, kami menyimpan barang-barang kami di locker.

Step by step menggunakan hanbok.
Free hair do dari mereka, tapi klip bawa sendiri supaya lebih hemat =D

Walau sudah masuk musim semi, namun udara di luar sangat dingin. Kami bergegas berjalan menuju Changdeokgung. Oya, jika menggunakan hanbok, maka kita dapat masuk istana dengan bebas, tanpa harus membayar. 


Changdeokgung merupakan villa kerajaan kedua yang dibangun di tahun 1405. Tempat ini merupakan istana utama untuk raja-raja pada zaman Joseon. Diantara lima istana Kerajaan Joseon yang masih ada, Changdeokgung ada istana yang paling terjaga kondisinya. 

Tampak belakang

Di istana ini ada empat bangunan yang menjadi struktur inti dari Changdeokgung. Yang pertama adalah aula Injeongjeon. Aula ini merupakan aula utama yang digunakan sebagai tempat upacara besar kenegaraan, penobatan raja, dan penyambutan utusan asing. Halamannya yang berbentuk trapezium ini dirancang khusus untuk memantulkan cahaya matahari agar wajah raja terlihat agung. 

Berpose di depan Injeongjeon

Yang kedua adalah aula Daejojeon. Aula ini digunakan sebagai tempat tinggal resmi bagi ratu Kerajaan. Detail dari aula ini menunjukkan disain yang eksklusif mengenai kehidupan ratu. Yang ketiga adalah aula Seonjeongjeon yang menjadi tempat kerja harian bagi raja. Di aula dengan genteng biru ini para menteri dapat berdiskusi dengan raja. 

Aula Daejojeon. Sumber foto: royal.khs
Seonjeongjeon. Sumber foto: royal.khs
Thanks to uncle yang mau bantu foto di Seonjeongjeon.

Yang keempat adalah Nakseonjae. Nakseonjae merupakan kompleks kediaman pribadi yang dirancang lebih sederhana dan tenang. Dengan kesederhanaan gaya rumah sastrawan (hanok) tanpa dekorasi warna-warni (dancheong) yang mencolok, Nakseonjae seakan menyimpan setiap kisah duka dari keluarga Kerajaan yang menghuni tempat ini di akhir dinasti sebelum Jepang datang. 

Nakseonjae. Sumber foto: royal.khs

Jika Gyeongbokgung terkenal karena luas istananya, maka Changdeokgung ini terkenal karena taman belakang yang dikenal sebagai Secret Garden. Secret Garden ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Taejong dan berfungsi sebagai tempat peristirahatan bagi keluarga kerajaan. Karena kami datang di awal musim semi dan dingin sekali, kami tidak mengunjungi Secret Garden. Sebagai info, waktu terindah untuk menikmati taman ini adalah saat musim gugur, ketika dedaunan musim gugur sedang berada dalam puncak keindahannya dan mulai berguguran.

Secret Garden. Sumber foto: royal.khs

Nona Korea

Putri kecil

Berbeda dengan istana lain yang lebih simetris, Changdeokgung dirancang mengikuti kontur topografi bukit dan alam sekitarnya. Perpaduan antara arsitektur istana dan disain taman Asia Timur yang menyatu harmonis dengan alam inilah yang membuat UNESCO pada tahun 1997 menetapkan kompleks Changdeokgung menjadi situs warisan dunia.

Sisa-sisa salju masih terlihat.

Kami berkeliling secara cepat di Changdeokgung. Udara yang dingin membuat kami tidak dapat berlama-lama. Tujuan kami hanya berkeliling kilat di dalam dan segera kembali ke Hanboknam. Mungkin lain kali kami harus tetap membawa jaket winter saat berjalan-jalan dengan menggunakan hanbok.

Mengunjungi toko di dalam istana untuk menghangatkan tubuh.

Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)  

Next: Seoul Day 9 part 2: Tampilan Berbeda Children Museum 

Before: Seoul Day 9: Snow in Spring di Lotte World 

 

Sekilas Info  

Hanboknam Changdeokgung

Website: http://hanboknamglobal.com

Alamat: Korea Selatan, Seoul, Jongno District, Donhwamun-ro, 86-1 1μΈ΅

Jam Operasional: 09.00 – 19.00 (tutup hari Senin)

Telepon: +82 10-5729-8507

 

Changdeokgung Palace

Website: https://royal.khs.go.kr/ENG/main/index.do#;

Alamat: 99 Yulgok-ro, Jongno District, Seoul, Korea Selatan

Jam Operasional: 09.00 – 17.00 (tutup hari Senin, keterangan lebih lengkap, bisa dilihat di link ini.) 

HTM: 3000 KRW (tambahan 5000 KRW jika masuk ke Secret Garden) 

Friday, July 17, 2026

Seoul Day 8: Snow in Spring di Lotte world


Tidak terasa sudah hari kedelapan dari liburan kami. Kalau kemarin kami puas merasakan jadi warga lokal di Hongdae dan Mangwon market, maka di hari kedelapan ini kami mau main-main. Tetapi kami agak galau. Kalau menurut rencana, harusnya kami ke Lotte World. Tetapi mendengar di Nami Island sudah turun salju, kami jadi galau apakah kami ke Nami Island saja untuk melihat salju. Walau terbayang perjalanan ke Nami Island akan susah karena jadwal Gapyeong Circular Bus tidak sesering saat kami datang di bulan Januari 2018.

Akhirnya kami pun memantapkan hati untuk naik bus menuju stasiun untuk pergi ke Nami Island. Dengan perjanjian, kalau sampai salju turun sebelum kami tiba di stasiun yang diinginkan, maka kami akan membatalkan rencana ke Nami dan kembali ke Lotte World. Untungnya tiket Lotte World tidak terikat tanggal dan tiket Nami Island free cancelation.

Saat kami berjalan menuju bus stop. Kami merasakan ada salju tipis. Tetapi masih belum yakin juga. Akhirnya saat di bus, kami melihat dengan jelas salju-salju tersebut turun lumayan deras. Kami segera turun dari bus. Trio Lynns sibuk mengabadikan salju walau wintercoat mereka mulai basah (ingat, salju itu air. Jadi pasti kelamaan bisa basah), sementara kami mencari rute tersingkat untuk kembali ke Lotte World.

Can you see some snow?

Lotte World hari itu tidaklah begitu ramai. Mungkin karena kami tiba masih pagi. Kali ini kami tidak menitipkan wintercoat kami, supaya tidak repot. Setelah menukarkan tiket kami, kami langsung berjalan menuju lantai 4. Incaran kami adalah wahana yang dulu tidak sempat kami mainkan, yaitu hot air balloon

Hot Air Balloon... here we come
View dari atas


Dibanding dengan kunjungan kami ke LotteWorld dulu, Kami cukup terkaget-kaget karena saat kami datang antriannya sangat pendek. Rasanya efek salju di pagi hari membuat orang enggan keluar rumah. Tapi tidak mengapa, menguntungkan kami bukan?

Carousel
Mainan favorit anak-anak.
Luthu...

Selesai bermain beberapa permainan di Adventure Land, kami pun keluar menuju Magic Island. Tentunya mengabadikan salju menjadi salah satu wahana yang lebih menyenangkan bagi kami. Apalagi bagi si kecil yang pertama kali melihat salju.

Salah satu wahana favorit kami

Saat kami kembali masuk, pengunjung di dalam mulai lebih banyak. Dan pasti akan semakin ramai setelah anak-anak pulang  sekolah, karena warga lokal senang main ke themepark di sore hari. Kami pun segera menuju resto di lantai B1. Ada banyak pilihan makan yang harganya masih reasonable di situ. Pilihan kami jatuh di You’ve Yubu

Tema kali ini: Pokemon

Salah satu menu kami, sementara yang lain tidak sempat diabadikan.

Selesai makan, kami pun membagi dua group. Saya dan si kecil bermain di area anak-anak, yang tidak mungkin dimainkan oleh si kakak dan adik. Sementara papa bersama kakak dan adik, bermain mainan yang tidak bisa dimainkan oleh si kecil karena height restriction.

Selain wahana, pertunjukan yang kami tunggu-tunggu adalah parade, baik sore dan malam. Parade di Lotte World ini selalu diisi oleh para ekspat yang ada di Seoul.  

Di sore hari, kami kembali menuju Magic Island. Salju sudah mencair semuanya, tetapi udaranya masih terasa dingin. Permainan-permainan pun banyak yang masih belum beroperasi. Tetapi pemandangan di sore hari terlihat indah. 

Makanan menjadi wahana utama di Magic Island, selain permainan yang masuk ruangan.

Us with Lotte Tower

Saat mulai gelap, lampu-lampu di Magic Island dan Adventure Land mulai dinyalakan. Suasana terasa berbeda. Kami pun kembali berpencar untuk bermain dan bertemu kembali saat parade malam mau dimulai. 

Dibandingkan dengan kunjungan pertama kami ke Lotte World, kami lebih puas bermain kali ini. Ada permainan yang dimainkan oleh si kecil hingga 4 kali. Ditambah lagi salju yang membuat kunjungan kali ini menjadi lebih bermakna.

Night Parade is about to begin
Edisi belum mau pulang, masih mau foto sana sini.

Apalagi yang satu ini, susah berpisah dengan Lotte World.

Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)  

Next: Seoul Day 9 part 1: Hanbok Experience di Hanboknam dan Changdeokgung

Before: Seoul Day 7 part 2: Menjadi Warga Lokal di Hongdae dan Mangwon Market