Wednesday, August 12, 2026

Seoul Day 9 Part 2: Tampilan Berbeda Children Museum


Kalau di pagi hari hingga siang tadi kami beraktivitas outdoor di Changdeokgung, maka setelah makan siang kami akan mengunjungi Children Museum. Di liburan kami dulu, kami sudah mengunjungi museum ini. Karena kami memang suka jalan-jalan ke museum, plus museum-museum di sini bagus, maka kami pun memasukkan kunjungan ke museum ini. 

Untuk mengunjungi Children Museum ini, kami harus melakukan reservasi terlebih dahulu. Ada lima sesi yang dapat dipilih. Kami memilih sesi 4 yang dimulai pukul 3 siang. Karena Children Museum ini berada di area yang sama dengan The National Museum of Korea, maka kami berkeliling sebentar melihat-lihat koleksi di museum ini. 

Artistik ya

The Children's Museum of the National Museum of Korea berisi tentang warisan kebudayaan Korea. Di sini anak-anak dapat mempelajari cara hidup dan petuah-petuah orang-orang pada masa lampau dengan cara yang menyenangkan, yaitu melalui aktivitas dan pameran. Dari mulai rumah zaman dulu, tembikar dan keramik masa lalu, baju-baju dan aksesoris kerajaan, dan sebagainya. Permainannya pun cukup bervariasi, dari puzzle hingga interaktif dengan komputer. 

The Entrance

Ruangan untuk anak kecil.

The Map

Bermain puzzle dengan tembikar

Bayangan kami sebelum kami datang ke Children Museum adalah museum ini akan sama seperti saat kami ke sini dulu. Akan ada baju dengan tema Kerajaan yang dapat dipakai, melihat rumah zaman dulu, dan yang lainnya. Tetapi saat kami datang, banyak hal yang berubah. 

If you need quiet room
Menyusun bentuk
Mainan untuk anak-anak
Playing with this
Berhasil membangun monumen ini.
Menutup setiap lukisan dengan karet.
Playing with the woods.

Perkembangan teknologi membuat tampilan di museum ini menjadi lebih futuristik. Permainan yang ada lebih ke arah yang dapat dimainkan sendiri. Mainan yang dapat dipakai pun sudah tidak ada. 

Cultural Heritage of Our Heart
Time to ponder
Membuat komik.

Waktu yang diberikan dalam satu sesi adalah 80 menit. Petugas yang ada pun mengingatkan waktu kunjungan kami tinggal 10 menit. Nampaknya anak-anak masih betah main ini itu. Akhirnya kami pun keluar di lima menit terakhir.  

Karena hari sudah semakin sore, maka kami pun memutuskan untuk kembali ke penginapan. Tujuan kami adalah mampir ke Pasar Namdaemun lagi, karena Trio Lynns ingin jajan strawberry lagi (secara harganya bisa jauh sekali dari di Jakarta dan enaknya minta ampun). Sambil berjalan balik, Trio Lynns semangat membahas tentang aktivitas di museum tadi. Memang Children Museum begitu bagus, bahkan kami yang dewasa pun senang berada di dalam sana.

Hotteok di Namdaemun Market
Shinsegae Tteok

Beberapa hasil perburuan kami untuk dinner.

Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)  

Next: Seoul Day 10: Berkeliling HiKR, Gwanghwamun Square, Seoul Forest, Cheonggye

Before: Seoul Day 9: Hanbok Experience di Hanboknam dan Changdeokgung

Sekilas Informasi 

The National Museum of Korea and Children's Museum

Website: http://www.museum.go.kr/site/eng/home

Website: http://www.museum.go.kr/site/childeng/home
Alamat: 137, Seobinggo-ro, Yongsan-gu, Seoul 

Jam operasional: buka setiap hari, jam 09.00 – 18.00. Jadwal lebih lengkap, dapat dilihat di link ini.

Cara menuju ke sana: stasiun Ichon exit 2, jalan melalui underpass Moving Museum, lalu melintasi taman Yongsan kurang lebih 150 meter.

Tuesday, August 11, 2026

Seoul Day 9 (part 1): Hanbok Experience di Hanboknam dan Changdeokgung

Tidak terasa kami semakin mendekati akhir liburan kami di Seoul. Kalau kemarin kami menikmati salju di Lotte World, di hari kesembilan ini kami ingin mencoba menjadi rakyat di masa Joseon. Kali ini kami menyewa hanbok dan akan mengunjungi istana dengan menggunakan hanbok.


Saat kunjungan kami di tahun-tahun yang dulu, kami biasanya mencoba menggunakan hanbokdi MDTIC. Namun sejak covid, MDTIC tidak lagi menyediakan free hanbok untuk dicoba. Tetapi blessing in disguise, karena covid juga, sewa hanbok yang dulu harus seharian, sehingga lumayan mahal, sekarang bisa hanya 90 menit saja. Tentunya memangkas biaya juga, sehingga harga sewa menjadi masuk akal. 

Price list

Dari sekian banyak tempat sewa hanbok, pilihan kami jatuh di Hanboknam. Hanboknam sendiri merupakan rental hanbok yang sudah ada sejak tahun 2012 di Jeonju. Di tahun 2015, Hanboknam menerima sertifikat dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Korea Selatan karena kontribusinya dalam memopulerkan hanbok. Setelah itu mereka baru membuka cabang di Seoul. 

Hanboknam Changdeokgung. Sumber foto: website resmi

Di Seoul sendiri Hanboknam memiliki tiga cabang. Yang pertama berada di dekat Bukchon Hanok Village, yang kedua di dekat Gyeongbokgung, dan yang ketiga di dekat Changdeokgung.  Kami memilih yang di dekat Changdeokgung supaya bisa sekalian mengunjungi Changdeokgung (karena kami sudah pernah mengunjungi Gyeongbokgung). 

Aksesoris yang berbayar.

Jenis hanbok yang ditawarkan Hanboknam ada tiga macam. Yang pertama adalah hanbok klasik atau tradisional. Hanbok ini memiliki warna-warna sederhana yang biasa dipakai warga saat ada perayaan. Yang kedua adalah hanbok bertema atau fusion. Hanbok dengan kombinasi gaya modern dengan warna cerah dan seperti karakter di K-drama berada di bagian kedua. Yang ketiga adalah hanbok premium. Tentunya yang premium pasti lebih mewah dan menyerupai pakaian pernikahan tradisional atau keluarga Kerajaan. Kami memilih yang paling murah sederhana, karena kami pernah mencoba yang bertema Kerajaan saat kami mengunjungi museum ataupun MDTIC (mama dan papa Lynns malah menggunakan tema Kerajaan saat pre-wedding). 

The Premium one
Jaket bulu yang bisa disewa.

Saat kami datang di Hanboknam, petugas yang bertugas hanya satu orang. Dengan ramah ia menunjukkan Kumpulan hanbok yang dapat kami pilih. Si kecil mendapatkan pilihan dari koleksi hanbok fusion, karena ukuran hanbok sederhana tidak ada yang muat di badannya. Setelah berganti, kami menyimpan barang-barang kami di locker.

Step by step menggunakan hanbok.
Free hair do dari mereka, tapi klip bawa sendiri supaya lebih hemat =D

Walau sudah masuk musim semi, namun udara di luar sangat dingin. Kami bergegas berjalan menuju Changdeokgung. Oya, jika menggunakan hanbok, maka kita dapat masuk istana dengan bebas, tanpa harus membayar. 


Changdeokgung merupakan villa kerajaan kedua yang dibangun di tahun 1405. Tempat ini merupakan istana utama untuk raja-raja pada zaman Joseon. Diantara lima istana Kerajaan Joseon yang masih ada, Changdeokgung ada istana yang paling terjaga kondisinya. 

Tampak belakang

Di istana ini ada empat bangunan yang menjadi struktur inti dari Changdeokgung. Yang pertama adalah aula Injeongjeon. Aula ini merupakan aula utama yang digunakan sebagai tempat upacara besar kenegaraan, penobatan raja, dan penyambutan utusan asing. Halamannya yang berbentuk trapezium ini dirancang khusus untuk memantulkan cahaya matahari agar wajah raja terlihat agung. 

Berpose di depan Injeongjeon

Yang kedua adalah aula Daejojeon. Aula ini digunakan sebagai tempat tinggal resmi bagi ratu Kerajaan. Detail dari aula ini menunjukkan disain yang eksklusif mengenai kehidupan ratu. Yang ketiga adalah aula Seonjeongjeon yang menjadi tempat kerja harian bagi raja. Di aula dengan genteng biru ini para menteri dapat berdiskusi dengan raja. 

Aula Daejojeon. Sumber foto: royal.khs
Seonjeongjeon. Sumber foto: royal.khs
Thanks to uncle yang mau bantu foto di Seonjeongjeon.

Yang keempat adalah Nakseonjae. Nakseonjae merupakan kompleks kediaman pribadi yang dirancang lebih sederhana dan tenang. Dengan kesederhanaan gaya rumah sastrawan (hanok) tanpa dekorasi warna-warni (dancheong) yang mencolok, Nakseonjae seakan menyimpan setiap kisah duka dari keluarga Kerajaan yang menghuni tempat ini di akhir dinasti sebelum Jepang datang. 

Nakseonjae. Sumber foto: royal.khs

Jika Gyeongbokgung terkenal karena luas istananya, maka Changdeokgung ini terkenal karena taman belakang yang dikenal sebagai Secret Garden. Secret Garden ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Taejong dan berfungsi sebagai tempat peristirahatan bagi keluarga kerajaan. Karena kami datang di awal musim semi dan dingin sekali, kami tidak mengunjungi Secret Garden. Sebagai info, waktu terindah untuk menikmati taman ini adalah saat musim gugur, ketika dedaunan musim gugur sedang berada dalam puncak keindahannya dan mulai berguguran.

Secret Garden. Sumber foto: royal.khs

Nona Korea

Putri kecil

Berbeda dengan istana lain yang lebih simetris, Changdeokgung dirancang mengikuti kontur topografi bukit dan alam sekitarnya. Perpaduan antara arsitektur istana dan disain taman Asia Timur yang menyatu harmonis dengan alam inilah yang membuat UNESCO pada tahun 1997 menetapkan kompleks Changdeokgung menjadi situs warisan dunia.

Sisa-sisa salju masih terlihat.

Kami berkeliling secara cepat di Changdeokgung. Udara yang dingin membuat kami tidak dapat berlama-lama. Tujuan kami hanya berkeliling kilat di dalam dan segera kembali ke Hanboknam. Mungkin lain kali kami harus tetap membawa jaket winter saat berjalan-jalan dengan menggunakan hanbok.

Mengunjungi toko di dalam istana untuk menghangatkan tubuh.

Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)  

Next: Seoul Day 9 part 2: Tampilan Berbeda Children Museum 

Before: Seoul Day 8: Snow in Spring di Lotte World 

 

Sekilas Info  

Hanboknam Changdeokgung

Website: http://hanboknamglobal.com

Alamat: Korea Selatan, Seoul, Jongno District, Donhwamun-ro, 86-1 1층

Jam Operasional: 09.00 – 19.00 (tutup hari Senin)

Telepon: +82 10-5729-8507

 

Changdeokgung Palace

Website: https://royal.khs.go.kr/ENG/main/index.do#;

Alamat: 99 Yulgok-ro, Jongno District, Seoul, Korea Selatan

Jam Operasional: 09.00 – 17.00 (tutup hari Senin, keterangan lebih lengkap, bisa dilihat di link ini.) 

HTM: 3000 KRW (tambahan 5000 KRW jika masuk ke Secret Garden)