Showing posts with label trip to batu. Show all posts
Showing posts with label trip to batu. Show all posts

Wednesday, January 4, 2017

Predator Fun Park, Tempat Buaya Beraktivitas

Predator Fun Park
Setelah puas berpetualang dalam tubuh di Bagong Adventure, kami bertemu dengan adik oma, yang biasa dipanggil Emak oleh Duo Lynns. Emak mengantar kami kembali ke guesthouse untuk check out dan mengambil koper kami. Setelah kami berpamitan dengan bu Liz dan keluarga, kami diajak emak ke Predator Fun Park. Kata emak, nanti di sana bisa foto sama buaya dan mancing ikan yang besar ataupun mancing buaya. Duo Lynns langsung semangat melihat buaya. Hehehe

Dibandingkan dengan tempat wisata lain dibawah pengelolaan Jatim park group, Predator Fun Park terletak agak terpisah. Namun letaknya masih cukup dekat. Kurang lebih dalam waktu 15 menit kami sampai di sana. Berhubung sampai di sana sudah jam 12 siang, maka kami pun makan dahulu di kios-kios di depan Predator Fun Park. Kami memesan nasi jagung, yang katanya khas Batu, dan soto ayam kampung. Kalau menurut kami, nasi jagungnya biasa saja, tetapi soto ayamnya memang enak dan empuk.

Saat kami makan, tiba-tiba langit yang tadinya cerah dan panas mulai menggelap alias mendung. Waduh, kan tidak mungkin sudah di depan sini tetapi tidak jadi masuk. Kami pun cepat-cepat makan sementara papa pergi membeli tiket dengan menggunakan boarding pass citilink. Akhirnya kami pun masuk ke dalam Predator Fun Park. Duo Lynns siap melihat buaya katanya.
Pose di depan pintu masuk
Ada apa saja sih di Predator Fun Park? Di tempat ini ada beberapa jenis hewan-hewan predator seperti buaya, ikan dan ular. Diantara ketiga jenis hewan tersebut, buaya adalah tokoh utamanya. Di sini juga ada e-bike yang dapat disewa jika malas berjalan. Tetapi, melihat luas tempatnya yang tidak seberapa, lebih baik berjalan kaki saat berkeliling. Selain itu, ada juga tempat bermain bagi anak-anak dan water park. Bahkan disediakan guru les renang gratis di situ. Sayangnya cuaca yang mendung ini membuat kami mengurungkan niat untuk bermain air di water park. Area pertama yang kami masuki adalah area indoor yang berisi galeri buaya.
Buaya darat, masuk keluarga buaya gak ya? 
Di galeri buaya terdapat informasi mengenai buaya-buaya. Ada fosil-fosil, buaya yang diawetkan, dan pengetahuan mengenai buaya. Selama ini kita tahunya hanya crocodile dan alligator, ternyata ada juga jenis yang lain seperti caiman, gharial dan sebagainya. Dan ternyata buaya dapat berganti gigi sebanyak 50 kali. Wah, ternyata gajah (yang dapat berganti 5 atau 6 kali) kalah dari buaya. Selain itu, jantung buaya dapat hampir berhenti berdetak. Tak heran buaya mampu menyelam 1 jam dalam air. Dan di bagian matanya ada kelopak mata ketiga yang berfungsi sebagai kacamata renang sehingga membantunya melihat dengan jelas saat menyelam dan mencari mangsa. Dan saat buaya menangkap mangsa, buaya mampu loh berdiri tegak. Kesimpulan dari informasi ini adalah: stay away from them!!!
Perbedaan crocodile, alligator, gharial. 
Bahkan buaya pun belajar loh.
Di bagian indoor ini juga terdapat galeri telur buaya. Galeri telur buaya ini berisi informasi mengenai telur buaya dan bentuk penetasannya. Dalam 1 tahun, buaya hanya bertelur satu kali. Masa kawin antara bulan November hingga Desember, sedangkan masa bertelur adalah pada bulan Januari. Biasanya buaya betina akan mengeluarkan 40 telur. Setelah telur keluar, masa pengeraman buaya akan terjadi selama 92 hari. Tetapi jika menggunakan inkubator, masa pengeraman hanya menjadi 80 hari.
Kiri atas: gigi-gigi buaya. Kiri bawah: telur buaya yang sudah menetas.
Kanan: Buaya yang berdiri untuk menangkap mangsa
Yang lucunya, suhu saat penetasan akan menentukan jenis kelamin si buaya. Jika suhu saat penetasan sekitar 34 C atau lebih, maka telur itu akan menetas menjadi buaya jantan. Jika suhunya dibawah 30 C, maka semua telur akan menetas menjadi buaya betina. Jika diantara 31 - 34, maka yang menetas adalah buaya jantan dan betina dengan rasio 50%. Bayi buaya biasanya lahir di siang hari. Ukurannya pun kecil, sekitar 30 cm. Bobotnya pun hanya 60 gram. Setelah menetas, hal yang pertama dilakukan buaya adalah mencari sumber air. Kalau kata anak-anak, mungkin bayi buayanya haus  =D
Telur buaya
Emak mengingatkan kami bahwa diluar masih banyak yang belum dilihat. Maka kami pun segera keluar. Kalau tadi kami melihat buaya yang diawetkan, sekarang waktunya kami melihat buaya-buaya hidup. Ehm...sebetulnya susah membedakan mana yang hidup dan yang bohongan, karena buayanya bentuknya sama semua. Bahkan buaya bisa mangap berjam-jam. Ternyata kalau buaya membuka mulut itu untuk melepaskan panas dari tubuhnya. Dan jika buaya berjemur, itu bukan karena buaya lagi mau tanning, tetapi karena buaya mau meningkatkan suhu tubuhnya sehingga metabolisme dapat berlangsung.
Mana yang asli dan mana yang palsu?
Kami kembali melanjutkan perjalanan kami memasuki predator garden. Predator Fun Park cukup pintar untuk membuat tempat foto. Yang tentunya tidak dilewatkan oleh Duo Lynns, oma, dan emak. Bagaimana dengan mama papanya? Kami jadi tukang foto saja. Hehehe.
nice spot to take a pic :)
Di Predator Fun Park juga ada yang namanya saung angklung. Di saung angklung ini anak-anak dapat mencoba untuk bermain angklung. Berhubung sudah mulai ada rintik-rintik sedikit, maka kami pun memilih untuk menaiki croco train. Croco train ini akan membawa kita berkeliling melihat predator fun park. Ceritanya kereta ini akan melintasi kota yang berisi buaya-buaya.
Kota para buaya. Ada fitnes (bukan fitness?) center juga loh.
Buaya di tengah air
Setelah turun dari Croco Train, kami pun bergegas melihat area ikan buas. Bukan hanya piranha loh, ternyata araipama, giant mekong, ikan pari, ikan alligator, nila perch ada juga. Ikan piranha senang berkoloni dan sejak berusia 3 bulan, piranha mampu mencium 1 tetes darah di antara 200 L air. Mengerikan juga ya.

Di bagian belakang ikan ini ada beberapa akuarium yang harusnya berisi ular-ular, tetapi saat kami datang, kami tidak melihat ular-ular tersebut. Ada juga area berfoto dengan anak buaya yang mulutnya sudah ditutup dengan isolasi. Sayangnya kami tidak ada yang berminat, bahkan oma yang biasa semangat berfoto pun tidak mau foto. Kata oma, sudah tambah gerimis. Lebih baik mencari tempat berteduh. Dan memang hujan lebih semangat lagi turunnya. Akhirnya kami pun berteduh di area trampolin.
Water park, tempat mancing, dan predator garden.
Trampolin ini gratis bagi setiap pengunjung Predator Fun Park.Di area trampolin ini juga ada playground untuk anak-anak. Sementara oma dan emak duduk manis, anak-anak sibuk bermain trampolin. Orang dewasa juga boleh bermain di trampolin park. Setelah puas, mereka berpindah ke playground.
Trampolin park dan playground
Disekitar trampolin park ini terdapat fun house dan Labyrinth Maze. Kata emak, fun house itu seru karena untuk naik ke atas butuh perjuangan karena tangganya bergoyang-goyang. Tetapi karena hujan maka permainan itu tidak beroperasi untuk sementara waktu. Hujannya niat banget, seperti air yang diguyur dari langit  rasanya. Melihat hujan yang semangat seperti saat kami di Batu Secret Zoo, rasanya percuma menunggu hujan berhenti.
Sate buaya, yang kata oma kalah enak dengan sate biawak. 
Akhirnya kami memutuskan untuk menerjang hujan dengan payung dan jas hujan yang ada. Setelah kami bergantian ke toilet, kami pun berjalan menuju pintu keluar. Untunglah hujan sudah tidak sederas tadi. Kami berjalan melewati pasar yang menjual souvenir dan kios-kios makanan. Walau banyak wahana yang belum dicoba, seperti outbound park, mancing ikan, dan mancing buaya, tetapi kami memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan kami menuju Tulung Agung.
Duo Lynns dengan sesepuh
Predator Fun Park
Alamat: Jl. Raya Tlekung no.315 Junrejo, Batu, Jawa Timur 
Telp: 0341-531999
Jam operasional: 08.30 - 16.30
HTM (per 1 Desember 2016): Rp 35.000,00 (Senin - Kamis) 
Rp 50.000,00 (Jumat - Minggu, Hari libur nasional)

Wednesday, December 28, 2016

Berpetualang ke Dalam Tubuh di Bagong Adventure Museum Tubuh




Ini adalah hari ketiga kami di Batu. Rencana kami untuk menikmati suasana malam di BNS batal karena hujan yang turun begitu semangat. Dan melihat udara yang sejuk dan enak untuk tidur, akhirnya kami menidurkan anak-anak. Dan yang lucunya, begitu anak-anak tertidur pulas, sekitar jam 20.00, hujan pun berhenti. Tetapi kami tetap memilih untuk istirahat. Hasil dari pilihan ini adalah anak-anak bangun dengan segar di pagi hari untuk pergi ke Museum Tubuh. 

Museum tubuh berada di kawasan Jatim Park 1. Seperti perbedaan yang telah saya sebutkan sebelumnya, Jatim Park 1 yang lebih mengusung konsep akan science, budaya, dan sejarah menyediakan satu tempat untuk bagian Biologi ini. Museum Tubuh, atau disebut juga oleh orang sekitar Museum Bagong, merupakan museum yang didisain sedemikian rupa sehingga menyerupai tubuh kita. Disebut museum Bagong karena tema di kawasan Jatim Park 1 adalah tema Punakawan, yaitu Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong. Konon katanya diantara empat sekawan pewayangan Jawa ini, Bagong paling menonjol dengan kepintarannya dan yang paling cerdik plus lucu.
Peta wisata Batu
Setelah kami menyelesaikan urusan pembayaran guesthouse, bu Liz berkata bahwa mereka akan mengantar kami ke Jatim Park 1. Kami ke sana diantar oleh mas yang bekerja di guesthouse Cemara. Melalui jalan tikus, kami pun sampai di kawasan Jatim Park 1. Maturnuhun, mas... 
Kawasan Jatim Park 1 dengan tema pewayangan Jawa
Untuk menemukan lokasi museum tubuh di kawasan Jatim Park sangatlah mudah. Carilah muka Bagong yang begitu besar. Kami pun berjalan menuju Bagong. Sambil menunggu papa membeli tiket, masih dengan menggunakan boarding pass Citilink, kami sibuk berkeliling di dalam ruang tunggu.
Model pembuluh darah ginjal, paru-paru, jantung, dan paru-paru plus jantung. 
Cafe di bagian depan, Cafe gigi. Tempat duduknya berbentuk gigi =D
Setelah urusan tiket selesai, kami pun masuk ke dalam. Museum tubuh terdiri dari 6 lantai dan ada 13 zona bagian tubuh di dalamnya, yaitu zona mulut (lidah dan gigi), telinga, hidung, otak, mata, pembuluh darah, jantung, paru-paru, hati, lambung, usus, ginjal dan tulang sendi. Tidak ketinggalan ada juga zona aktivitas dan tempat pemeriksaan gratis. Tetapi tidak usah bingung menelusuri semuanya karena rute di sini sangat jelas. Kita hanya mengikuti arahan dari mas-mas dan mbak-mbak yang ramah sekali.
Rute di dalam museum tubuh
Kami masuk ke dalam mulut dan melihat berbagai macam bentuk gigi dewasa dan anak-anak dan gigi yang bolong. Berikutnya adalah lidah. Di bagian lidah dijelaskan lidah bagian mana yang dapat merasakan pahit, manis, asin dan asam. Ada permainan yang dapat membantu anak-anak menentukan bagian lidah yang mana yang dapat merasakan rasa-rasa tersebut. Setelah bagian lidah, kami pun masuk ke zona telinga. Di zona ini, ada beberapa tayangan tentang apakah boleh mengorek telinga dan mengapa telinga kita berdenging saat naik pesawat. Anak-anak dapat mendengarkan penjelasan dengan menggunakan headphone dan ada juga tulisan di sana. Berhubung anak-anak sudah mengetahui proses bagaimana kita dapat mendengar suara, mereka jadi semangat melihat bagian gendang telinga, koklea, dan teman-temannya.
Atas: zona gigi dan contoh bentuk gigi.
Bawah: zona lidah dan telinga.
Selesai dari zona telinga, kami diminta untuk naik lift menuju zona yang lain. Di lift pun terdapat berbagai informasi yang dapat dibaca. Saat kami keluar dari lift, kami disambut oleh hidung yang lengkap dengan bulu-bulunya =D Kreatif juga sih disainnya, kita seakan diajak masuk ke dalam hidung seseorang. Saat kami masuk, mbak yang bertugas langsung menjelaskan apa fungsi bulu hidung dan skema hidung.
Zona hidung, lengkap dengan bulu hidung dan bentuk hidung.
Setelah dari hidung, kami masuk ke zona otak. Sama seperti di Bandung Science Center, di sini diberikan test untuk menentukan kita dominan otak kiri atau otak kanan. Otak kiri berhubungan dengan hal yang berbau akademis, logika, dan sistematika. Sedangkan otak kanan berhubungan dengan seni, kemampuan verbal. Tidak ada orang yang salah satu bagian otaknya tidak berfungsi, yang ada hanyalah lebih dominan. Dan bukan berarti kalau bagian lain tidak dominan maka dia tidak dapat melakukan semuanya.
Zona otak dan perbedaan otak kiri dan otak kanan.
Setelah dari zona otak, kami berjalan menuju zona mata. Di zona ini anak-anak diajak masuk ke dalam mata dan melihat titik buta di dalam mata. Selain itu ada permainan untuk mengetes apakah kita buta warna atau tidak. Puji Tuhan, kami semua normal.
Zona mata, ada tes buta warna juga loh
Selanjutnya kami masuk ke dalam zona aktivitas. Di zona ini ada beberapa spot yang menjelaskan mengenai kenapa orang bisa mimisan, kenapa orang bisa pilek, kenapa orang bersendawa, apakah dialisis itu, dan ada juga tentang golongan darah. Oya, di zona ini anak-anak juga dapat bermain peran menjadi dokter gigi. Hanya saja jas dokternya sudah agak butek warnanya =D
Penjelasan tentang mimisan. Kalau mimisan, jangan dikasi es ya hidungnya,
Kiri atas: mesin x-ray, Kanan atas: pompa terus sampai Bagong bersendawa ya.
Kiri bawah: Skema transfusi darah. Kanan bawah: mesin dialisis. 
Tak lama kemudian mulai banyak anak-anak rombongan sekolah yang masuk ke dalam zona ini. Dan mereka pun ngerasani kami dengan bahasa jawa dan mengira kami turis asing. Saya ngerti loh dek bahasa Jawa =P

Kami pun berjalan kembali menyusuri lorong yang kecil. Ternyata lorong ini adalah pembuluh darah. Terdapat contoh-contoh trombosit, eritrosit, dan segala macam yang berhubungan dengan darah. Di ujung lorong ini adalah zona jantung dan zona paru-paru. Di zona ini ada tombol interaktif yang mensimulasikan bunyi detak jantung saat berjalan ataupun setelah berlari.
Atas: zona pembuluh darah.
Bawah: Jantung dan paru-paru.
Zona selanjutnya adalah zona hati yang lengkap dengan kantung empedu.Di sini juga ada contoh batu empedu yang dapat mengganggu kesehatan seseorang. Nampaknya zona ini mulai membosankan bagi Duo Lynns. Maka kami pun beranjak menuju zona lambung. Di sini diberi beberapa contoh bakteri yang suka membuat kita sakit perut dan demam. Mbak yang bertugas berkata jangan lupa mencuci tangan ya sebelum makan. Zona ini membuat Duo Lynns betah lama-lama. Mengapa? Karena ada permainan interaktif menembak bakteri yang jahat.
Zona hati dan lambung.
Kanan: Dinding lambung yang halus dan larangan makan junk food dan minum soda 
Kami pun berjalan lagi melalui lorong-lorong usus.Dinding usus ini begitu halus. Di sini ada contoh polip usus, kanker usus, dan berbagai luka di usus. Apa solusinya? perbanyak makan sayur dan kurangi minum soda.
Zona usus. Kanan atas: polip. Kanan bawah: kanker usus besar
Di ujung zona usus adalah zona ginjal. Zona ginjal adalah bagian terakhir dari rute zona bagian tubuh. Di luar zona ginjal terdapat ruang pemeriksaan gratis. Yang paling semangat pemeriksaan gratis tentu saja oma. Bagi yang berusia 35 ke atas dapat melakukan pemeriksaan kepadatan tulang. Sedang anak-anak dapat melakukan pengecekan golongan darah. Pengecekan darah untuk orang dewasa juga ada loh, untuk mengetes gula darah, asam urat, dan kolestrol. Kali ini Duo Lynns tidak mau ketinggalan untuk melakukan pemeriksaan darah, walaupun mereka sudah tahu golongan darahnya. Kami diminta untuk memeriksa golongan darah di lantai paling bawah.
Kiri: zona ginjal. Kanan: alat-alat akupuntur.
Serba-serbi sama urat, kolestrol, dan gula darah.
Petugas yang ada menganjurkan kami untuk pergi ke zona aktivitas di lantai ground baru kami memeriksa darah di lower ground. Kami pun mengikuti anjuran mereka. Di zona aktivitas ini anak-anak dapat melihat fetus atau janin saat masih di dalam rahim ibu. Bahkan anak-anak dapat berpura-pura menjadi obgyn yang memeriksa kandungan ibu hamil dengan alat USG. Tentunya alat ini bohongan. Tetapi Duo Lynns semangat untuk melihat adik bayi di dalam perut model yang ada.
Kiri atas: alat USG bohongan. Kiri bawah: posisi bayi kembar dalam rahim.
Kanan: proses pembentukan bayi kembar identik dan tak identik.
Setelah puas berpura-pura jadi obgyn, kami pun masuk ke dalam ruang tunggu untuk menonton film 3D tentang daya tahan tubuh. Petugas yang ada berkata bahwa sesudah ini dapat langsung masuk. Saat kami menunggu, tibalah rombongan sekolah. Bukannya suudzon, tetapi pengalaman berkali-kali pergi dan bertemu dengan rombongan sekolah ataupun rombongan ibu PKK membuat kami jadi was-was mereka tidak mau antri. Dan memang benar, mereka langsung menyerobot masuk. Gurunya pun tidak ada kulonuwun, langsung menyuruh anak-anak didik mereka langsung masuk. Kakak sampai berkata kok mereka tidak mau antri. Petugasnya pun tidak berani tegas dan meminta kami masuk setelah mereka. Hmm...kami pun protes dengan mengatakan kami sudah lebih dulu mengantri. Akhirnya kami pergi ke lantai paling bawah untuk memeriksa darah.

Antrian untuk periksa darah tidaklah panjang, kakak sudah semangat mau periksa. Dan hampir saja kejadian terulang kembali. Ibu-ibu guru yang mendampingi anak sekolah tadi mau nyerobot. Walah ibu, bukannya mendampingi murid malah sibuk berkumpul untuk periksa darah di sini. Papa pun menegur dengan halus dan ibu-ibu itu pun antri kembali. Sambil melihat kakak diperiksa, ibu-ibu tersebut terkagum-kagum melihat anak kecil tidak takut jarum. Hasil pemeriksaan darah untuk gula darah dan asam urat dapat langsung diketahui. Mereka menggunakan alat-alat yang dapat mengecek dengan cepat. Setelah mendapatkan hasil, kami pun kembali ke atas untuk menonton film 3D.

Film 3D ini menceritakan tentang anak yang terluka dan bagaimana kuman masuk saat si anak terluka. Kuman ini harus bertarung melawan antibodi si anak di dalam tubuh si anak. Lumayan seru dan mudah dimengerti oleh anak-anak. Durasinya sekitar 7 menit. Tentu saja film 3D ini menarik untuk anak-anak. Selesai menonton, kamipun kembali ke lower ground.

Selain tempat untuk pemeriksaan darah, di lower ground terdapat zona sendi dan tulang. Anak-anak dapat melihat bentuk tulang dan penjelasan dari masing-masing tulang. Dan serunya lagi, ada alat untuk mengetes seberapa kuatnya kita menarik beban.
Tulang dan sendi kita.
Duo Lynns the Strong Girls =))
Di sini juga terdapat ruang cadaver alias ruang mayat yang diawetkan. Katanya sih mereka betulan mayat yang diawetkan dengan tujuan untuk pendidikan. Saya iseng bertanya dapat dari mana mayatnya. Mas-masnya berkata dari China. Kemungkinan besar narapidana yang tidak diketahui keluarganya, yang dihukum mati, dan setelah itu diawetkan. Kami memilih untuk tidak masuk ke ruang ini, berhubung emak dari Tulung Agung sudah datang dan menjemput kami. Selain itu, kadar keberanian saya untuk hal-hal yang seperti ini sudah berkurang. Hehehe
Ruang Cadaver, kamera dilarang digunakan di sini.
Apakah kesimpulan kami setelah memasuki museum tubuh? Tubuh kita merupakan pabrik yang paling sibuk dan paling kompleks. Melihat proses setiap bagian, kami melihat betapa hebatnya Tuhan mengatur semuanya. Yang kita dapat lakukan adalah merawat tubuh kita supaya tetap sehat :)
Dokter Indonesia, dokter Soetomo dan dokter Tjipto.
The Bagong Adventure Museum Tubuh 
Alamat: Jl. Kartika no. 2 Batu, Jawa Timur 
Telp: 0341-597779
Jam operasional: 08.30 - 16.30
HTM (per 1 Desember 2016) : Rp 49.000,00 (Senin - Kamis) 
Rp 70.000,00 (Jumat - Minggu, Hari libur nasional)

Next: Si Buaya Darat di Predator Fun Park

Before: Mari Bertemu Barney dan Baby Bop di Museum Satwa

Wednesday, December 14, 2016

Mari Bertemu Barney dan Baby Bop di Museum Satwa

Setelah sebelumnya melihat hewan-hewan yang bergerak sana-sini di kebun binatang, sekarang giliran kami melihat hewan-hewan yang tidak dapat bergerak di Museum Satwa. Tetapi sebelum masuk ke sana, saya mampir dulu ke toko cinderamata mereka. Mau beli oleh-oleh? Bukan, tapi mau beli sandal karena sandal saya minta makan alias mangap. Masuk ke toko pun deg-degan, karena biasa harga barang di toko cinderamata kan ngegetok. Tetapi ternyata harga barang-barang yang berbau Batu Secret Zoo termasuk murah. Sendalnya pun hanya 15 ribu rupiah saja. Tenanglah hati awak. 

Ada apa sih di museum satwa? Di museum ini terdapat satwa-satwa yang diawetkan dan fosil-fosil purba yang didatangkan dari berbagai negara di seluruh benua. Katanya sih seluruh satwa awetan yang ada di sini diperoleh tidak dengan sengaja diburu, tetapi diawetkan dari satwa yang telah mati. Museum ini ternyata sudah ada sejak tahun 2009. Bentuk bangunannya seperti bentuk museum di Amerika yang bergaya Romawi kuno. 
Museum satwa dengan dua gajah besar dan gajah-gajah lucu.
Karena kami masih mengenakan gelang Jatim Park 2, maka kami langsung masuk ke dalam museum. Kami disambut dengan sangkar raksasa dengan tinggi 10 meter dan diameter 5 meter. Di dalamnya terdapat banyak bunga-bunga dan kambing yang bermain gitar. Kita dapat masuk dan berfoto di dalam sangkar. Yah hitung-hitung sekali-sekali merasakan hidup di dalam sangkar emas bunga.
Hidup dalam sangkar raksasa
Di sebelah kiri dan kanan sangkar tersebut terdapat beberapa spot yang juga dapat digunakan untuk foto 3D. Ada yang terbang di atas punggung, ada juga foto dengan tema sirkus. Adik dengan semangat mau foto. Selain foto-foto, terdapat juga beberapa burung yang sedang nangkring di atas pohon di taman buatan mereka. Semua burung ini sudah tidak hidup lagi alias burung yang sudah diawetkan.
Naik gajah dulu yaaa
Kami pun masuk ke bagian tengah ruangan. Oma langsung berkata kok penataan letaknya mirip dengan Natural History Museum di DC ya. Hm...memang mirip, tetapi di sana pencahayaannya lebih terang. Sedangkan di Museum Satwa pencahayaannya dibuat agak remang. Tiba-tiba adik berteriak ada Baby bop dan Barney. Maksudnya adalah kerangka dinosaurus. Memang di sana ada rangka T-Rex dan Triceratops. Kumpulan kerangka dinosaurus ini berdiri dinaungi langit-langit yang dilukis dengan gambar seperti langit yang mendung.
Hello Barney and Baby Bop
Di sekeliling Dinosaurus terdapat banyak akuarium satwa. Jadi kita bisa puas melihat satwa lengkap dengan habitatnya. Terkadang dalam 1 akuarium ada beberapa satwa yang tinggal di daerah yang sama. Katanya sih yang mengurus gambar-gambar ini adalah pelukis dari Afrika. Hmm....pantas saja hasilnya betul-betul melukiskan alam di Afrika seperti yang biasanya kami lihat melalui TV. Kami melihat setiap akuarium dan terkadang menceritakan kepada Duo Lynns penjelasan tentang binatang-binatang itu.
Hi Mr. Four Beaver
Perbandingan bayi keluarga kucing besar dengan hewan-hewan pengerat.
Saat kami berkeliling, kakak berkata ada Pumba. Pumba dalam Lion King adalah warthog. Warthog, phacochoerus africanus, merupakan sejenis babi liar, agak mirip babi hutan. Gigi taringnya dapat mencapai 23 cm, panjang tubuh sekitar 1,5 m dan beratnya sekitar 150 kg. Gigi taring ini digunakan untuk melindungi dirinya dari predator. Makanan warthog adalah tumbuhan, telur, buah, burung. mamalia kecil, hewan mati.Walau babi identik lama bergerak, tapi warhog sangat pintar berlari. Dan penciumannya sangat tajam. Warthog dapat berusia hingga 15 tahun. 
Pumba the Warthog
Reptil pun tidak ketinggalan mengisi museum ini. Kalau tadi king cobra di BSZ tidak terlihat mungil, king cobra di sini terlihat besar. Dan tidak ketinggalan juga reptil ciri khas Indonesia, komodo.
King Cobra
Komodo dengan lidahnya yang penuh bakteri.
Kami pun beranjak menuju insectarium, yaitu akuarium yang berisi berbagai spesies serangga, mulai dari kupu-kupu, kumbang, belalang, dan lain-lain. Melihat persebarannya, serangga-serangga ini berasal dari Indonesia, Peru, Papua Nugini, Kolombia, Malaysia, dan Madagascar. Bisa jadi serangga-serangga ini berjumlah ribuan, ada yang menyebutkan lebih dari 5.000. Untungnya mereka semua sudah tidak bernapas. Tidak dapat dibayangkan kalau mereka masih hidup.
Kupu-kupu yang cantik
Museum Satwa juga mempunyai koleksi fosil. Fosil-fosil ini merupakan fosil tiruan dari bahan fiberglass. Fosil-fosil ini hasil rekonstruksi para ahli satwa purbakala sehingga kita dapat mengetahui gambaran satwa yang hidup pada zaman berjuta-juta tahun yang lalu. Salah satunya adalah mammoth. Mammoth, yang bentuknya seperti gajah, termasuk dalam genus mammathus. Mammoth hidup sekitar 4,8 juta tahun yang lalu. Mammoth ini besar dan tingginya sekitar 5 meter. Mammoth mulai menghilang sekitar 10.000 SM dari Eropa dan Siberia Selatan. 
mammoth
Di samping kiri mammoth terdapat fish diorama atau diorama ikan dan kehidupan di bawah air, baik air tawar seperti sungai, danau, rawa maupun air laut dengan kedalaman berbeda-beda.
Kiri atas: white-spotted guitarfish. Kanan atas: Common guitarfish.
Kiri bawah: coconut crab. Kanan bawah: Jellyfish atau ubur-ubur.
Kuda laut dan kerang yang lucu-lucu
Bagi yang belum pernah ke kutub, di sini kita bisa pura-pura berfoto di kutub dengan latar belakang gunungan es dan beruang kutub. Yang kami suka petugas di sini ramah-ramah. Bahkan petugas yang menjaga diorama tentang kutub menawarkan kami untuk berfoto sekeluarga dan dia yang mengambilkan fotonya. Di daerah ini kita bisa bertemu beruang kutub, dan juga harimau Siberian. Mukanya harimau siberian memang terlihat lebih bengis daripada harimau yang kami lihat di dalam Batu Secret Zoo.
Diorama kutub. Jangan disentuh ya si beruang kutub.
Bagian apa sih yang paling menarik bagi kami? Selain melihat hewan-hewan dalam bentuk yang sebenarnya, di sini banyak juga info-info yang menambah pengetahuan kami. 
Beruang kutub saat bayi hanya sebesar hot dog.
Selain itu, museum ini dilengkapi dengan toilet yang bersih dan dalam jarak beberapa meter ada tempat duduk. Buat kami, ini penting sekali karena membawa oma. Kasian kan kalau oma suruh jalan terus. Di ujung museum ada kafe. Jadi kalau mau cari makanan saat di dalam museum, bisa ke sini juga.

Setelah berada di sini selama hampir 2 jam, ada beberapa hal yang baru kami ketahui. Apa sajakah itu?
1. Cheetah, binatang darat tercepat, dapat berlari dengan kecepatan 96.5 km/jam. Sedang ostrich memegang juara diantara burung-burung lainnya, dengan kecepatan 70 km/jam. Bagaimana dengan monyet? Disebutkan bahwa patas monkey mempunyai kecepatan 55 km/jam. Jadi teringat bis patas.
2. Burung penguin yang mempunyai 15 species ini ternyata dapat berenang di dalam air tanpa bernapas selama 20 menit dan dapat menyelam hingga kedalaman 85 meter.
3. Dalam 1 hari, harimau siberian memerlukan daging seberat 60 pon. Tidak heran harimau ini terbesar di dunia.
4. Pejantan walrus menggunakan taringnya untuk bertarung dengan pejantan lainnya dalam masa kawinnya dan panjang taring ini dapat mencapai 80 centimeter.
5. Berbeda dengan harimau, singa hidup berkelompok dengan singa-singa lainnya. Nah, di keluarga singa, yang sibuk cari makan adalah harimau betina. Lalu yang jantan ngapain dong? Singa jantan bertugas menjaga daerah kekuasan milik kelompoknya. 
6. Badak mempunyai indera penciuman dan pendengaran yang bagus, tetapi badak tidak dapat melihat jauh. Rata-rata umur badak adalah 40 tahun.
7. Ostrich, atau burung unta, merupakan burung terbesar di dunia dan beratnya dapat mencapai 140 kg.
8. Jika berbicara tentang hewan tertinggi, burung terbesar, serangga terbesar, kera (ape) terbesar, dan hewan tercepat, maka Afrika memegang juaranya. Jerapah, ostrich, kumbang goliath, gorilla dan cheetah ada di sana.
9. Di Afrika, kuda nil termasuk hewan yang sering menyerang manusia jika dibandingkan dengan hewan besar lainnya. Kuda nil akan menyerang manusia jika dia merasa terancam. Jadi sebaiknya hati-hati dengan kuda nil.
10. Jerapah memiliki lidah berwarna hitam dan panjangnya dapat mencapai 45 cm. Jangan sampai dijilat jerapah kalau begitu =D
11. Hummingbird adalah satu-satunya burung yang dapat terbang mundur.
12. Beruang coklat, yang sering dijadikan teddy bear, mampu memangsa seekor kijang dewasa. Dan jika berdiri, tingginya bisa mencapai 3 meter. 
13. Mau tahu hewan mana yang keturunan bangsawan? Lobster adalah keturunan bangsawan. Mengapa? Karena lobster berdarah biru =D
1 paus biru = 5,000 anak 10 tahun loh....
Setelah keluar dari museum, ternyata hujan belum berhenti. Padahal adik sudah niat mau foto dengan gajah-gajah lucu di depan museum. Akhirnya sambil menunggu hujan reda, kami membeli hotdog di cart di depan loket. Dengan menunjukkan gelang, kami dapat free botol mineral ukuran kecil. Lumayan juga. 

Di area Jatim Park 2 ini terdapat Pohon Inn. Kami pun masuk ke sana, duduk di lobbi sambil menunggu taksi pesanan kami. Di situ juga terdapat Jungle Fast food, restoran fastfood yang didekorasi seperti hutan. Katanya sih pengalaman makan di sini seru, karen ada beberapa meja yang berputar dengan pelan dan pengunjung bisa melihat hewan sambil makan. Tetapi review-nya makanan di sini biasa saja dan mahal banget. Jadi membeli suasana, bukannya rasa. Nah, kalau bagi kami, terutama oma, makanan harus berasa. Jadi kami tidak makan di sana. Hehehe. 

Taksi kami pun datang dan siap mengantarkan kami ke Cemara. Melihat hujan yang semangat seperti ini, kami memutuskan tidak jadi ke BNS. Toh percuma ke sana tetapi tidak bisa ke taman lampion =(  
Batu Secret Zoo saat sore hari.
Jatim Park 2
(Batu Secret Zoo and Museum Satwa) 
Alamat: Jl. Oro-oro ombo no.9 Batu, Jawa Timur 
Telp: 0341-597777
Jam operasional: 10.00 - 18.00
HTM (per 1 Desember 2016): 
Rp 84.000,00 (Senin - Kamis) 
Rp 120.000,00 (Jumat - Minggu, Hari libur nasional)

After: Berpetualang ke Dalam Tubuh di Bagong Adventure Museum Tubuh 


Before: Wisata Edukasi di Batu Secret Zoo