Sunday, August 28, 2016

Bermain di Kidzania Jakarta

drg. Lynns
Anak-anak suka sekali bermain peran. Setiap hari, sebelum dan sesudah papanya kerja, anak-anak pasti akan bermain dengan papanya. Entah papanya jadi pilot, anak-anak jadi pramugari atau penumpang, atau papanya jadi pembeli, anak-anak jadi kasir, dan permainan lainnya. Melihat hobi mereka yang satu ini, saya dari dulu tertarik untuk mengajak anak-anak bermain di Kidzania.

Apakah Kidzania itu? Kidzania itu adalah sebuah theme park atau 'kota'nya anak-anak dimana anak-anak dapat melakukan pekerjaan seperti orang dewasa. Jadi kota ini dibangun dalam skala anak-anak. Ada jalanan, rumah sakit, supermarket, salon, pabrik-pabrik dan sebagainya. Karenan kotanya anak-anak, maka semua berwarna gelap seperti saat malam, karena saatnya orang dewasa tertidur, kota si anak mulai beraktivitas. 

Kidzania sendiri berada di banyak negara, bukan hanya di Indonesia. Kidzania pertama kali didirikan di Mexico City pada 1 September 1999. Di Indonesia sendiri Kidzania diresmikan pada 24 November 2007. Jadi tentunya Kidzania mempunyai reputasi yang bagus dan sangat edukatif loh. Kalau saya hitung di website-nya, ada 64 aktivitas yang dapat dilakukan oleh anak-anak. Tetapi setiap aktivitas memiliki syarat umur tersendiri. Oya, Kidzania dapat menampung 1.800 orang di dalamnya. Tetapi sangat tidak disarankan datang dan bermain jika seramai itu. Bisa bosan menunggunya. 

Di Kidzania ini anak-anak bermain peran, bisa sebagai dokter, pemadam, polisi (yang nangkep maling), kasir dan sebagainya. Tentunya sama seperti orang dewasa yang mendapat uang jika bekerja, maka jika si anak bekerja, mereka mendapatkan uang tetapi bukanlah dalam bentuk Rupiah. Uang yang digunakan disini adalah Kidzos. Kidzos yang mereka hasilkan nantinya dapat digunakan untuk mereka naik taksi, city tour bus, medical check up, buat SIM, dan sebagainya. 
Dollar Kidzos.
Sayangnya permainan di Kidzania akan seru jika si anak berumur 4 tahun ke atas. Karena bermain peran hanya bisa dilakukan oleh anak yang berumur 4 tahun ke atas. Akhirnya setelah adik berumur 4 tahun, kami menjadwalkan kunjungan ke Kidzania. Setelah tertunda terus, akhirnya kami baru berhasil mengunjungi Kidzania minggu lalu. Untuk mempermudah kunjungan kami ke Kidzania, si papa membeli tiket secara online di website resmi Kidzania. Kenapa tidak on the spot saja? Di Kidzania setiap harinya ada kuota anak dan dewasa. Orang dewasa ini kuotanya tidak sebanyak kuota anak (karena anak 8 tahun ke atas tidak usah ditemani). Jadi kalau belinya on the spot, takutnya sudah sampai sana ternyata tidak ada kuota untuk dewasa. Kali ini kami janjian untuk pergi bersama K, best friend Duo Lynns dan sepupu K,Duo C, yang sedang liburan.

Saat kami datang, kami sampai di PP mall sekitar jam 08.15, mall masih sepi. Tetapi di Kidzania sudah ada anak-anak sekolahan yang duduk menunggu. Bukan hanya anak-anak yang baru pertama kali ke sini, tapi saya juga baru pertama kali. Kalau si papa sih sudah sering sekali, menemani keponakannya. Jadi saya cukup norak terpesona melihat bagian depan Kidzania. Mereka membuat lobby mereka seperti counter check in di bandara. Dengan bagian muka pesawat (lengkap dengan roda depan pesawat) yang terlihat di bagian depan, seakan menggambarkan bahwa pesawatnya sudah siap untuk membawa mereka ke negeri dimana mereka dapat melakukan aktivitas seperti layaknya orang dewasa. Kurang lebih ada tiga rombongan yang akan masuk hari itu. Kami masuk setelah rombongan-rombongan tersebut masuk, walaupun ada dua rombongan yang datang sesudah kami datang. Tetapi karena masih belum banyak orang, jadi tidak terjadi antrian saat masuk.

Saat check in, kita akan diberikan gelang penanda. Untuk orang dewasa yang membeli tiket diijinkan keluar dari lingkungan kidzania dan masuk kembali. Jadi misalkan mau makan siang, boleh keluar lalu masuk lagi. Sedang untuk anak-anak, mereka tidak diijinkan keluar masuk. Untuk anak berusia 4 sampai 16 tahun, mereka akan mendapatkan cek senilai 50 Kidzos. Cek itu harus mereka tukarkan di bank sehingga mereka akan mendapatkan uang sebanyak 50 kidzos. Saat lewat screening, mereka memeriksa apakah ada makanan di dalam tas kita atau tidak. Jadi memang salah satu peraturan mereka adalah tidak boleh ada makanan dan minuman yang dibawa masuk ke dalam area Kidzania.

Kami segera masuk ke dalam dan mencari bank. Bank berasal dari bahasa Itali, banca yang artinya tempat untuk menukar uang. Kali ini bank yang bekerja sama dengan Kidzania adalah BRI. Untuk partner yang bekerja sama dengan Kidzania, biasanya akan diberikan keterangan mengenai si partner tersebut. Seperti BRI. BRI pertama kali didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah pada 16 Desember 1895 oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja. Lumayan, tambah info untuk kita. 

Akhirnya tidak hanya berpura-pura jadi teller dan nasabah di rumah, tetapi bisa jadi nasabah di Kidzania.
Si papa berkata zaman dia anter keponakan dulu, kerjasamanya adalah dengan BCA. Dan keponakan-keponakan tersebut masih punya kartu atm yang masih ada simpanannya. Kami bertanya kepada petugas yang ada dan mereka berkata walau kartu atm sekarang berbeda, tetapi simpanan yang ada di dalamnya bisa ditransfer ke dalam kartu anak-anak. Tetapi acara pembuatan kartu dan transfer simpanan hanya dilayani setelah jam 10. Jadi anak-anak ke dalam hanya untuk menukar cek mereka. Karena kami tidak bisa masuk ke dalam, hanya melihat dari luar saja, maka anak-anak masuk ke dalam sendiri seperti layaknya orang dewasa. 

Selesai menukarkan cek dengan kidzos sebesar 50 dollar, musik di Kidzania mulai diperdengarkan. Yang berarti permainan di Kidzania akan dimulai dan waktunya setiap petugas yang ada menari di setiap sudut Kidzania. Awalnya kami mengira akan ada parade dan siap-siap berlari ke depan, tetapi si Papa bilang mereka akan menari ditempat mereka berdiri. Tariannya sih begitu-begitu saja, tetapi tetap saja seru melihat orang-orang tersebut menari, walau ada juga yang menarinya malu-malu. Acara pembukaan ini tidak lama, setelah itu kami mulai bermain. Area permainan yang paling ramai adalah pemadam kebakaran. Jadi kami mulai dari yang tidak ramai, yaitu menjadi perawat bayi.

Peran perawat bayi ini disponsori oleh Pigeon.Di sini anak-anak belajar untuk mengurus bayi, pekerjaan yang disukai Duo Lynns. Dimulai dari menggantikan baju bayi, menimbang bayi, memberikan susu kepada bayi. Bahkan ada juga penyuluhan tentang ASI dan jumlah gigi bayi. Duo Lynns semangat melakukan semuanya. Selesai melakukan semua aktivitas di dalam sana, mereka mendapatkan kidzos sebesar 10 dollar. Senangnya mereka merasa seperti orang besar.
Bahkan ada inkubator juga loh.
Permainan berikutnya adalah menjadi dokter gigi. Awalnya mereka ingin menjadi dokter biasa, tetapi karena dokter dan perawat berada dalam satu gedung yang sama, mereka baru boleh bermain setelah 20 atau 30 menit lagi. Si papa bingung, mungkin aturan baru. Maka kami memutuskan bermain dokter nanti saja, saat K dan Duo C sudah datang. Untuk menjadi dokter gigi, mereka akan menonton penjelasan melalui TV. Saat anak-anak bermain, seorang karyawan Pizzania menawarkan kami pizza. Karena masih kepagian, maka kami belum berminat untuk membeli. Di Pizzania ini anak-anak dapat membuat pizza sendiri. Tetapi untuk membuat pizza, kita harus membayar dengan rupiah. Si papa bilang dulu hanya membayar dengan simpanan Kidzos dan mendapatkan pizza kecil(masa sudah berganti ya, pak :D). Mungkin harga bahan pizza semakin mahal. Mereka menyediakan dua ukuran pizza, medium seharga Rp 95.000,00 dan large seharga 125.000,00. Untuk pizza medium, bisa dimainkan maksimal oleh dua anak.

Selagi anak-anak bermain, saya berkeliling untuk mengobservasi permainan apa saja yang dapat dimainkan oleh anak-anak. Sebetulnya lebih banyak lagi permainan yang hanya dapat dimainkan oleh kakak, seperti arkeolog, scientist reporter dan sebagainya. Persyaratannya adalah sudah berumur 6 tahun. Walau kakak belum genap 6 tahun, tetapi asalkan bisa membaca maka dapat bermain.

Permainan menjadi dokter gigi ini disponsori oleh Pepsodent. Di dalam anak-anak mendapat penyuluhan tentang gigi, keunikan gigi kita (tidak ada yang sama loh), cara menggosok gigi, memeriksa gigi dan menambal gigi. Seru juga ya. Setelah selesai, anak-anak mendapatkan kidzos dan juga suvenir.
Peralatan yang ada di dokter gigi.
Supaya adik tidak rewel saat kakak bermain yang hanya bisa dimainkan oleh kakak, maka kami berpencar. Adik bersama dengan saya dan kakak bersama dengan papa. Kakak akan bermain menjadi reporter dan scientist. Sedangkan adik akan saya ajak ke atas untuk bermain di atas.
Kiri: Kakak menjadi reporter. Kanan: adik sedang memetik daun teh.
Menjadi scientist di lab Yakult. Setelah meneliti, lalu menjelaskan.
Bukan hanya dapat kidzos, tetapi juga dapat pin, sertifikat, dan Yakult :)
Setelah jam 10 anak-anak menukar sendirti kartu ATM.
Atas: kartu ATM baru. Bawah: kartu ATM lama.
Tidak lama kemudian K datang dan anak-anak pun bermain bersama. Tujuan pertama mereka adalah stasiun radio yang disponsori oleh Gen FM. Mereka menjadi bintang tamu dan diwawancarai oleh penyiar yang ada. Mereka diwawancarai tentang aktivitas mereka saat homeschool. 
Bintang tamu di radio Gen FM.
Selesai dari situ, kami berpindah ke tempat membuat roti yang disponsori oleh Sari Roti. Karena akan berhubungan dengan makanan, maka disediakan wastafel di dalam. Tetapi ternyata hanya untuk mencuci tangan setelah membuat roti. untungnya sebelum masuk mommy K sudah melap tangan anak-anak dengan tisyu basah. Yang mereka lakukan hanyalah mencetak roti dan sesudah itu roti tersebut diisi dengan selai coklat dan mereka memakannya. 
Bahagia sekali anak-anak dapat cemilan di tengah-tengah aktivitas.
Permainan selanjutnya adalah mengenal cara berjualan online dengan blibli.com.  Anak-anak diajari untuk memelajari pesanan, lalu mengirimnya. Mereka betul-betul keluar dari outlet mereka dan mengantarkan barang ke beberapa tempat di dalam Kidzania. 
Jualan online. Setelah mendengarkan penjelasan, mereka melakukan delivery.
Tak beberapa lama kemudian datanglah Duo C. Karena sudah mendekati jam makan siang, maka aktivitas yang dipilih adalah membuat pizza. Duo Lynns mengerjakan satu pizza berdua dan K n C mengerjakan satu pizza berdua. Berhubung anak-anak sudah sering membuat pizza-pizza-an, maka mereka dengan semangat mengerjakannya. 
Pizza time...Hasilnya ok juga :)
Untuk makan siang, di dalam Kidzania terdapat banyak pilihan. Dari burger, pizza, maupun nasi semuanya ada. Kami mencari tempat yang dekat dengan toddler's corner di lantai dua. Maka tujuan kami adalah parents lounge. Parents lounge merupakan tempat untuk makan, mereka menjual makanan juga. Kita juga dapat membeli makanan dari food court Kidzania dan membawanya ke parents lounge. Di situ juga ada satu ruangan yang khusus untuk ibu dan bayi. Jadi kalau mendadak si kecil rewel, bisa juga masuk ke situ. 

Kembali ke pizza hasil buatan anak-anak. Bagaimana rasanya? Not bad. Isinya pun lumayan banyak (lain kali buat yang besar untuk makan berempat rasanya bisa juga). Jadinya kami hanya memesan satu menu makanan lagi. Kali ini saya dan mommy K tergoda menu kemerdekaan yang ditawarkan yang isinya nasi. Jadi kami membeli ke bawah dulu, dan menunggu mereka menyiapkannya. Acara makan siang pun berlangsung dengan cepat karena anak-anak sudah semangat mau main lagi. 

Karena mereka melihat little C bermain menjadi customer di salon, maka mereka berminat main di salon. Sayangnya sedang ada yang bermain. Maka kami pun berganti tujuan ke pabrik wafer yang disponsori oleh tango. Duo Lynns, K, n big C semangat membuat wafer yang bisa mereka bawa pulang. 
Membuat wafer tango rasa coklat. Hasilnya boleh dibawa pulang.
Tujuan kami kembali ke salon. Kakak dan K menjadi hairdresser sedangkan adik dan big C menjadi customer. Untuk menjadi customer, mereka harus membayar 5 dollar. Hairdresser berarti bekerja dan mendapatkan kidzos.
Dimulai dari memijat kepala, memakaikan bedak, manicure, dan hair do. 
Selanjutnya adalah melihat pabrik coklat yang disponsori silver queen. Pabrik coklat ini penuh terus (estimasi bermain di dalam adalah 20 menit tapi yang kami amati hampir 35 menit baru selesai), jadinya anak-anak berganti haluan ke pabrik teh. Adik semangat mau ikut lagi karena dia tahu diakhir kegiatan akan diberikan 1 cup kecil teh manis =)) 
Proses pembuatan teh. Dari pergi ke kebun teh, menyiram daun teh, memilih hanya pucuknya, memrosesnya, dan melakukan packaging. Diakhiri dengan meminum teh pucuk (adik langsung berdiri manis di depan tempat minum teh).
Perlu diakui pengenalan brand yang dilakukan oleh partner-partner Kidzania cukup mencuci otak anak-anak. Seperti saat mereka berjalan ke kebun  teh, mereka berjalan sambil berkata pucuk pucuk. Pasti nantinya mereka akan membeli teh pucuk di supermarket.

Karena bagian farmasi sudah kosong, maka anak-anak mencoba menjadi apoteker. Mereka belajar mencampurkan asam dan basa yang diwakili warna biru dan kuning. 
Disponsor oleh Stimuno. Stimunonya jumbo size loh.
Saat anak-anak bermain, Duo C sudah mulai mengantuk. Maka Duo C beristirahat dulu di lounge. Lounge ini cukup membantu mama-mama yang membawa anak di bawah 4 tahun. Anak-anak dapat beristirahat sebentar dan sesudahnya main kembali.

Sebetulnya masih banyak lagi yang dapat dimainkan di atas, tetapi waktu sudah menunjukkan pukul 14.00, maka kami segera pindah ke bawah. Target anak-anak adalah pemadam kebakaran. Karena masih ada yang sedang bermain, maka anak-anak bermain dokter dulu. 
Adik sukarela menjadi pasien dan diperiksa oleh dokter-dokter imut ini. 
Setelah bermain dokter, K harus segera pulang untuk menghindari ganjil genap. Maka kami pun berpisah.  K bermain pemadam kebakaran, karena hanya tersisa untuk satu orang saja, dan anak-anak melakukan medical check up untuk membuat SIM. 
Mendaftar di counter Medical Check Up.
Medical check up berarti kita mengunjungi dokter dan berarti kita membayar dokter sebesar 10 dollar. Tetapi sebagai gantinya, anak-anak mendapatkan satu botol Pocari Sweat berukuran 300ml. Hasil dari medical check up dibawa ke training center. Untuk apa? Untuk buat SIM. Nah, untuk buat SIM, setiap anak membayar 20 dollar. Setelah SIM jadi, mereka boleh melakukan test drive, yaitu naik mobil. Lintasan mobilnya adalah pom bensin yang disponsori oleh Pertamina.
SIM adik, umurnya kok naik ya :D
Setelah selesai membuat SIM, Duo Lynns bermain menjadi pemadam terlebih dahulu. Mumpung kosong. Berbeda dengan saat K bermain, yang banyak sekali, saat Duo Lynns bermain awalnya hanya berdua. Saat akan naik ke mobil baru datang satu anak lagi. Setelah mendapatkan informasi, anak-anak akan memadamkan api di sebuah gedung. Mereka akan naik mobil mereka menuju lokasi. Dan sesampainya di lokasi, mereka akan menyemprotkan air dari selang-selang yang sudah disiapkan. Airnya betulan loh, tetapi apinya hanya bohongan.
Peran ini disponsori oleh ACA. Adik sibuk pegang tali helm, kebesaran soalnya.
ayo...padamkan apinya.
Selanjutnya anak-anak mau coba test drive mobil. Kakak naik mobil dahulu, sementara adik menjadi petugas Pertamina. Lalu gantian adik yang naik mobil, kakak yang mengisi bensin. Kesampaian juga mereka mengisi bensin seperti tante mereka yang di luar.
Petugasnya mungil sekali :D
Tujuan berikutnya adalah bermain di Indomart. Tetapi di sana ternyata ramai. Mau main jadi polisi yang mengejar menangkap maling, usia minimal adalah 6 tahun. Akhirnya anak-anak naik city tour bus. Anak-anak akan diajak berkeliling kota Kidzania sambil melihat-lihat kota. Karena mereka tidak bekerja, maka mereka akan membayar.
Disponsori oleh Blue Bird Group. Sumber foto: Kidzania.
Setelah puas berkeliling, kami menuju bank kembali. Kali ini anak-anak akan memasukkan semua uang mereka, supaya saat pulang nanti tidak perlu membawa kidzos dalam jumlah banyak. Setelah menyetor  ke bank, Indomart sudah kosong. Maka anak-anak segera mencoba main di sana.

Di indomart, anak-anak akan berperan sebagai pembeli, kasir, dan store manager. Nampaknya karena sudah mendekati jam 4 sore, dan peserta hanya 3 orang, maka semua peserta menjadi pembeli. Untuk urusan berbelanja sih anak-anak sudah terlatih dengan baik. Setiap kami pergi ke supermarket, mereka selalu menjadi asisten kami untuk membuat list dan mengambil barang.
Bermain peran sebagai pembeli di Indomart.
Adik lebih cepat dalam membeli barang, sementara kakak melihat dan membandingkan dulu, kayak mamanya :)) Apa saja sih yang dibeli mereka? Kakak membeli selai, air mineral, dan shampoo. Masih ok. Sedang adik, dia membeli susu bayi nutrilon (padahal dia tidak pernah minum itu), lalu Lactamil, dan koko krunch. Saya tertawa melihatnya. Mana ada makan cereal pakai susu hamil  =)).
Anak-anak mendapatkan struk belanja juga.
Saat anak-anak selesai bermain di Indomart, waktu sudah menunjukkan pukul 15.35. Kami berpikir untuk mencoba satu permainan di atas lagi. Ternyata hampir semua permainan sedang bersiap-siap untuk tutup. Saat kami berkeliling, kami bertemu dengan Big C yang sedang menunggu di depan pabrik mie. Tetapi petugas di dalam memberi isyarat bahwa setelah group yang didalam selesai membuat mie, mereka juga akan tutup. Makan kami berpindah dan akhirnya mendarat di bagian disco room. Di bagian ini semua anak boleh bermain sebagai penyanyi, penari, dan asisten DJ. Ruangannya pun remang-remang seperti di club. Di disco room ini orang tua atau pendamping boleh masuk. Estimasi anak-anak, mereka akan mendengarkan lagu tema di Kidzania. Adik sudah sibuk mau menari lagu itu. Ternyata yang distel adalah lagu dari Manga Jepang yang tidak mereka suka, dan saya pun tidak suka. Jadi ketiga anak ini hanya diam melihat gambar. 

Akhirnya tibalah waktunya kami untuk keluar dari kota Kidzania. Bagaiman keluarnya? Keluar dari kota ini berarti kita harus menuju bagian imigrasi. Keren juga ya. Di bagian imigrasi setiap gelang tag yang dipakai dilepaskan. Dan saat melangkah keluar, kami sudah berada di luar Kidzania kembali. 

Pengalaman yang seru bagi Duo Lynns. Total ada dua puluh permainan yang dimainkan oleh kakak dan adik. Mereka sunggu senang, bahkan kakak bertanya apakah boleh besok main lagi. Saya menjawab besok kita harus belajar. Kalau begitu lusa saja. Wah, bisa pucet mama nak kalau tiap minggu ke Kidzania :D

Sponsor atau partner dari permainan yang kami mainkan.
Tips saat berkunjung ke Kidzania:
1. Jangan membawa makanan yang berat karena pasti harus dititipkan.
2. Jika anak-anak ingin membawa minum, bawalah dalam botol minum anak-anak. 
3. Sebaiknya membawa tas kecil atau tas selempang yang dapat digunakan untuk meletakkan uang dan kartu ataupun goodie bag kecil dari aktiviatas yang ada.
4. Kunjungilah Kidzania saat hari biasa (Senin - Kamis), karena sesinya lebih lama dibanding weekend dan pengunjungnya tidak terlalu banyak.
5. Jika memang si anak ingin melakukan aktivitas yang berhubungan dengan membuat pizza atau hamburger, sebaiknya dilakukan mendekati jam makan siang. Jadi si anak sekalian makan apa yang telah dibuatnya. 
6. Jika saat datang ada rombongan lainnya, saran saya sih mulailah dari permainan yang berada di sisi yang berlawanan dengan rombongan lainnya. Daripada harus mengantri padahal banyak mainan yang kosong. 

Suvenir yang dibawa pulang. Yakult dan Pocari Sweat habis diminum :D
Kidzania
website: kidzania.co.id
Tempat: Mall Pacific Place lantai 6 - 601 Sudirman Central Business District
No telepon: 021 - 5154888

Jam buka:
Senin - Kamis:  Sesi 1: 09.00 - 16.00 (7 Jam), 
Jumat - Minggu dan Hari libur: Sesi 1: 09.00 - 14.00 (5 Jam) dan Sesi 2: 15.00 - 20.00

HTM untuk Senin - Jumat:
Batita (2 - 3 tahun) : Rp 50.000,00
Anak-anak (4 - 16 tahun) : Rp 200.000,00
Dewasa (17 - 64 tahun) : Rp 150.000,00
Senior (>65 tahun) : free

HTM untuk Sabtu - Minggu, dan hari libur:
Batita (2 - 3 tahun) : Rp 100.000,00
Anak-anak (4 - 16 tahun) : Rp 250.000,00
Dewasa (17 - 64 tahun) : Rp 200.000,00
Senior (>65 tahun) : free

Update HTM berdasarkan website resmi Kidzania per Juli 2018

2 comments:

  1. kidzania memang bukan tempat permainan anak biasa ya.. coba saya masih anak kecil hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul...saya pun kepengen main kalau boleh, maklum zaman kita kecil belum ada Kidzania :)

      Delete