Showing posts with label Jawa Timur. Show all posts
Showing posts with label Jawa Timur. Show all posts

Monday, February 6, 2017

Wisata Kuliner di Jawa Timur

Berbicara tentang wisata kuliner, tentu saja Jawa Timur punya segudang tempat-tempat kulineran yang menarik. Setiap pulang ke Jawa Timur, bawaan saya maunya makan melulu. Ditambah jalanan yang tidak macet, jarak tempuh ke beberapa kota terdekat pun sekitar 30 menit. Dapat dibayangkan betapa serunya wisata kuliner di sini. Berikut beberapa makanan ataupun tempat yang menarik untuk dicari saat jalan-jalan ke Jawa Timur.

1. Bu Mamiek. 
Bu Mamiek merupakan restoran ayam bakar di daerah Blitar. Warung lesehan Bu Mamiek ini terletak di jalan Kalimantan no 11ASuasana tempat ini sangat berbau Jawa, di pintu masuk terdapat punakawan yang menyambut para tamu. Furnitur di sini semuanya menggunakan kayu berukir. Menu makanan di sini ya sama seperti rumah makan yang menjual menu bakar-bakaran dan goreng-gorengan. Di sini kami bertemu tahu petis yang enak, jauh lebih enak dari yang kami makan di Batu. Dan karena sempat terkena hujan, kami memesan wedang jahe. Rasanya hangat dan pas.
Atas: patung punakawan dan wayang dibagian depan.
Bawah: Jajanan yang uenak.
Selain menjual makanan, di tempat ini juga tersedia jajanan-jajanan khas Jawa Timur. Roti bluder dan roti warmbol dari tempat ini juga enak. Duo Lynns doyan sekali. Roti bluder adalah roti yang bentuknya seperti cupcake yang agak besar tetapi teksturnya sangat halus. Kalau roti warmbol bentuknya agak bulat. Kakak sepupu saya biasanya memborong roti ini karena anak-anaknya doyan sekali. 
Atas: roti bluder dan warmbol. Bawah: tahu petis favorit kami.
2. Sego Pecel Tulung Agung
Saya penggemar pecel. Dulu saya pikir pecel ya berarti sayur yang diberi bumbu kacang. Sehingga dulu saya pikir pecel lele berarti makan lele pakai sayur pecel. Makanya waktu saya kecil saya suka bertanya dimana sayur dan bumbu kacangnya.

Pecel artinya tumbukan, yang berarti ada sesuatu yang ditumbuk. Untuk pecel sayur, berarti yang ditumbuk adalah bumbu kacang dan bumbu-bumbu lainnya. Jadi kalau pecel ayam ya cabe dan bumbu-bumbu lain yang ditumbuk. Sego pecel merupakan campuran nasi dan sayur-sayuran yang diberi bumbu kacang yang wangi daun jeruk.  Biasanya bisa ditambah lauk lainnya. Buat saya, pecel paling enak di Jawa Timur ya pecel Tulung Agung dan Blitar. Bumbu kacangnya itu pas, halus, tidak keenceran dan juga tidak terlalu kental. Ditambah lagi rempeyek yang kriuk dan trasi dele (bentuk olahan tempe khas daerah sana). Setiap kali saya pulang ke kota ini, pasti menu makan pagi saya adalah sego pecel.
Kiri: sego pecel. Kanan: sego lodho.
3. Sego Lodho
Untuk orang yang belum pernah ke sini pasti bingung mendengar istilah lodho. Atau mungkin makan lodho tetapi mengira kari ayam. Ayam lodho hampir mirip dengan kari ayam tetapi beda cara pengolahannya. Kalau kari ayam, ayamnya langsung dimasukkan ke dalam kuah bumbu santan. Sedangkan ayam lodho, selalu menggunakan ayam kampung yang dibakar terlebih dahulu lalu dimasak dengan kuah bumbu santan.

Ayam lodho menjadi makanan khas Tulungagung yang selalu ngangeni. Ini salah satu makanan favorit papa dan anak-anak karena selain daging ayam kampungnya empuk sekali, kuahnya pun tidak pedas. Ada juga sih yang jualnya pedas. Salah satu warung ayam lodho yang terkenal katanya berada di dekat terminal Tulungagung. Tetapi cepat sekali habis, jadi harus beli pagi-pagi. 

4. Depot Monginsidi
Depot ini terletak di daerah Kediri. Letaknya memang bukan di jalan besar, jadi hanya orang lokal yang tahu tempat ini. Bukanya pun dari jam 6 pagi sampai malam. Hampir semua menu makanan di sini pernah kami coba, baik saat sarapan maupun saat makan siang dan rasanya memang enak.

Depot ini menjual makanan rumahan dan makanan khas lainnya seperti rawon, soto, pecel, dan lain-lain. Bahagianya kalau makan di Jawa Timur adalah mereka menggunakan ayam kampung dan dagingnya empuk. Es jeruknya pun segar rasanya. Ditambah lagi pecelnya yang khas Kediri, yaitu dengan sambal tumpang. Kalau pecel Tulungagung menggunakan sambal kacang, kalau pecel tumpang sambalnya terbuat dari tempe busuk (bukan tempe yang fresh). Orang Jawa Tengah, Jogjakarta, dan Jawa Timur paling suka membuat olahan dengan menggunakan tempe busuk. Aneh memang kalau pertama kali mendengar, tetapi rasanya enak sekali loh. 

Depot Monginsidi 
Jalan Monginsidi, gang 1 no 12/16, Pakelan, Kediri. 64123.
0851-0460-4411

5. Istana
Restoran ini merupakan restoran Chinese food yang cukup terkenal di wilayah Tulungagung. Seringkali acara keluarga kami diadakan di sini baik kumpul keluarga maupun acara pernikahan. Menu makanan di sini pun enak-enak. Bumbunya memang kencang, tetapi memang ciri khas makanan di Tulungagung adalah berani pakai bumbu. Udangnya besar dan bumbunya mantap. Di sini juga menjual menu non-halal. Tetapi jangan kuatir bagi yang tidak dapat makan makanan non halal. Koki di sini terbiasa melayani orang dari berbagai macam latar belakang. Jadinya mereka memasak secara terpisah. Kakak saya pun berani makan di sini karena alasan tersebut. 

Rumah Makan istana
Jl. Pahlawan no. 4A, Kedungwaru, Tulungagung. 66229
(0355)-321854

5. Depot Anda
Depot ini terletak di pinggir jalan menuju Surabaya. Rasanya depot ini menjadi tempat persinggahan yang wajib bagi para pengguna jalan menuju Surabaya. Kami mampir di tempat ini untuk sarapan. Menu yang ada masih sama seperti di tempat lain yaitu rawon, lontong cap gomeh, pecel (dengan empal), soto ayam, rujak cingur, dan segala macam penyet-penyetan. Selain itu mereka juga menjual jajanan-jajanan khas Jawa Timur.

Depot Anda
Jl. Raya Bypass km 50. Mojokerto
(0321) 383838
Depot Anda
6. Lauk Pauk
Sama seperti restoran lainnya, Lauk Pauk menjual makanan yang berbau penyet-penyetan, nasi goreng, sayur macam-macam, mie goreng dan sebagainya. Kalau kata kakak sepupu saya, orang Jawa Timur itu suka yang pedas-pedas, jadi apapun makanannya, pasti ada menu penyet. Yang menarik di sini adalah iga bakarnya. Biasanya daging iga suka agak alot, tetapi daging iga bakar di sini sangat empuk dan gampang copot dari tulangnya. Belum lagi porsi nasi goreng  dan mi goreng yang sangat besar. Satu porsi bisa untuk dua orang. 

Lauk Pauk
Jl. Taman Asri 196F-G (ruko Rambutan). Pondok Candra. 
Telp: 082220832828

Jl. Raya Nginden no 38. Surabaya
Telp: (031)-5012546
Lauk Pauk Pondok Candra
7. Layar
Sesuai dengan namanya, Layar menjual seafood. Dari kerang, udang, kepiting, ikan dengan segala macam saos. Rasanya pun mantab. Menu yang bagi kami cukup baru ditelinga kami adalah daun pepaya saos x.o Rasanya memang agak pedas, tetapi enak. Restoran Layar bukan hanya ada di Surabaya. Ada cabangnya juga di Jakarta. Untuk keterangan lokasi tempat, dapat dibuka di link ini.  
Layarseafood.com
8. Mon Cheri
Bagi penggemar ice cream, tempat ini boleh dikunjungi. Mon Cheri terletak di mall Ciputra World lantai 2. Mon Cheri ini cukup terkenal karena rasanya yang lembut seperti ice cream Zangrandi. Apa lagi Zangrandi? Kalau di Jakarta ada ice cream rumahan Ragusa, yang untuk beli sampai antri keluar-luar, di Surabaya ada 'saudaranya' yaitu Zangrandi.
Mon Cheri Ciputra World 
Di Mon Cheri ada yang seperti spaghetti ice cream, banana split, dan macedonia. Mau pesan 1 scoop juga bisa. Selain ice cream, di sini juga ada cemilan-cemilan asin. Tempat ini bisa jadi alternatif yang pas untuk tea time.

Mon Cheri 
Ciputra World lantai 2

9. Kedai si Mbok.
Kalau kita main ke mall apapun di Surabaya dan kemudian pergi ke food court untuk makan, pasti kita dapat menemui kedai si Mbok di situ. Maklum saja, kedai ini lumayan menjamur di sana. Sebetulnya jenis makanan di tempat ini hampir sebelas dua belas dengan makanan di tempat lain. Tetapi yang membedakannya adalah suasana dari kedai mereka. Kedai si Mbok ini dirancang begitu unik. Semua karyawannya memakai kebaya dan jarik, seperti mbok-mbok tapi masih muda. Sementara interior kedai mereka bernuansakan kayu-kayu ukiran dan peralatan-peralatan lawas seperti teko tua, termos tua, termos nasi lama. Efeknya, kita seperti sedang memesan makanan di warung di desa.
Kedai si Mbok Ciputra World.

Cara membelinya mudah kok. Cukup pesan makanan yang kita mau, disertai level kepedasannya. Yang lucu lagi level kepedasan suatu makanan diberi istilah yang unik-unik. Level 5 disebut mampus, level 4 disebut dower, level 3 disebut gila, level 2 disebut garuk, dan level 1 disebut anak-anak (tidak pedas). Saya memesan menu mie kuah level 3. Rasanya saja sudah cukup pedas, apalagi kalau tidak sengaja menggigit rawit. Saat melihat menu, papa cukup bingung dengan istilah jangan bening. Jangan dalam bahasa Jawa artinya sayur. Jadi kalau jangan bening komplit berarti sayur bening komplit.

Hal lain yang unik dari kedai ini, setelah kita memesan makanan, kita akan mendapatkan nomor meja yang terbuat dari bilah kayu tipis yang bergambar perempuan menggunakan baju kebaya. Setelah makanan diantar, maka bilah kayu ini akan diambil kembali oleh pelayan yang mengantarkan makanan kita. 

10. Restoran Jepang Oishii
Restoran ini kami temukan secara tidak sengaja saat kami hendak mencari makan siang di sekitar hotel Yello Jemursari. Melihat tempatnya yang sepi, kami tidak menaruh ekspektasi terlalu tinggi. Tujuannya saat itu adalah cepat-cepat makan dan pergi menjemput oma yang sedang menginap di rumah sepupu. 
Interior
Interiornya sih cukup oke, dengan origami, tirai, dan topeng noh. Saat makanan datang, ternyata rasanya juga enak, diatas ekspektasi kami. Anak-anak pun makan dengan lahap. Kami sempat memesan sushi, take away, untuk oma. Oma juga penggemar sushi soalnya. Di sini juga ada free WiFi, termasuk nilai tambah juga untuk resto ini sih.

Oishii Japanese Restaurant
Jl. Raya Jemursari no.154. Surabaya
Makanan yang sempat kami foto, yang lain sudah masuk perut.
Memang pulang ke Jatim selalu menjadi kebahagiaan bagi kami, terutama untuk kulineran. Bahkan memikirkan makanan-makanan ini membuat saya kepengen balik untuk kulineran lagi :)

Wednesday, January 11, 2017

Pakuwon Food Festival: Wisata Kuliner dan Tempat Bermain

Setelah selesai menikmati liburan kami di Batu, kami pun menuju kota kelahiran oma, yaitu Tulung Agung. Tujuan kami ke sini adalah untuk mengunjungi saudara-saudara yang ada di sana dan berkunjung ke kuburan tante-tante saya atau saudara dari oma. Setelah beberapa hari di sana, kami pun bertolak menuju Surabaya. Rencananya kami ke sana untuk bertemu beberapa saudara di sana, baik dari pihak papa dan saya, dan juga bertemu sahabat papa.

Untuk mencari tempat ketemu yang enak, sepupu mengajak untuk ketemu di Pakuwon Food Festival. Kami pun dijemput sepupu dan bersama dengan sepupu menuju Pakuwon Food Festival. Kalau kata sepupu saya, kalau ke mall kan di Jakarta banyak. Jadi lebih baik ke tempat selain mall. Biar anaknya gak jadi anak mall katanya.

Saat kami sampai, sekitar jam 6.30, parkiran masih agak kosong. Kami pun diajak untuk berputar-putar melihat mainan yang ada. Saat sampai, kami baru sadar bahwa kami pernah mengunjungi tempat ini beberapa tahun yang lalu bersama dengan sahabat papa dan keluarganya. Ternyata tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, tempat ini tetap ramaidan kebanyakan pengunjung yang membawa anak-anak. Hal ini tentu saja dimaklumi. Dengan menggabungkan taman bermain dan tempat makan, Pakuwon Food Festival dapat menjadi alternatif tempat hiburan selain mall. Apalagi di sini ada beberapa permainan yang belum tentu ada di mall, seperti naik mobil kayuh, becak, naik kuda, sepeda tandem, trampolin, dan sebagainya. Harga tiketnya murah kok, antara 10 ribu sampai 20 ribu.
Mobil kayuh, bisa untuk berempat loh
Setelah berkeliling dan melihat permainan yang ada, Duo Lynns kepengen naik mainan favoritnya, yaitu carousel atau komidi putar. Sementara sepupu Duo Lynns mau naik kuda. Sayangnya kudanya sedang istirahat. Selesai naik komidi putar, kami pun mencari makanan.
Komidi Putar kesukaan Duo Lynns
Untuk makan di sini, setiap pengunjung diberikan dua pilihan. Pertama makan di restoran yang ada di sini. Enaknya pasti dapat tempat duduk. Tetapi ya hanya bisa memilih menu dari yang ada di restoran. Yang kedua adalah food court. Kalau di food court enaknya banyak pilihan, terutama makanan khas Jawa Timur. Tetapi repotnya adalah mencari tempat duduk. Sepupu kami menyarankan untuk makan di food court, karena banyak pilihan makanan. Kami pun menuju food court dan pas ada meja yang kosong.
Area food court, dari makanan Indonesia sampai makanan International
Ada makanan apa saja di food court? Rupanya betul kata sepupu, variasi makanannya beraneka ragam. Dari makanan khas Jawa Timur seperti lontong balap, rujak cingur, kupang lontong, makanan khas Indonesia seperti pempek, mie godok Jawa, sampai makanan internasional seperti Chinese food, spaghetti, dan cemilan-cemilan menarik lainnya. Kami pun memesan makanan sambil menunggu sepupu lainnya untuk datang. Papa memesan nasi bakar dan saya memesan mie godok Jawa dan cakwe. Rasanya lumayan enak loh.

Semakin malam tempat ini bukannya semakin sepi tetapi semakin ramai. Bahkan saat sepupu yang lain datang, mereka lama untuk mencari parkir. Selesai makan, anak-anak kecil sibuk minta main ini dan itu. Duo Lynns kepengen naik becak. Untuk naik becak ini, satu becak harganya Rp 20.000,00, bisa untuk dua anak. Tentunya naik becak yang dikayuh papanya akan menjadi kebahagiaan untuk anak-anak :)
Pak, saya mau naik becak ke Amerika =))
Berhubung sepupu Duo Lynns tidak akan mau pulang kalau tidak naik kereta, maka kami pun ramai-ramai naik kereta. Seru melihat empat anak kecil berceloteh sambil menunggu kereta. Setelah kereta datang, kami segera naik. Kereta yang sebetulnya odong-odong ini berkeliling di dalam area Food Festival dan keluar ke area Pakuwon Mall. Enaknya naik kereta ini adalah melihat pemandangan malam di sekeliling kami. Tidak enaknya, karena berjalan di antara mobil-mobil, bau knalpot tercium dengan jelas. Angin malam yang semilir membuat saya mengantuk. Herannya, anak-anak ini semangat bernyanyi di sepanjang jalan.
Kereta yang ditunggu-tunggu anak-anak, rasanya seperti naik odong-odong
Ternyata keliling-keliling ini menghabiskan waktu hampir 20 menit dan malam sudah semakin larut. Kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat. Rupanya tempat ini berkesan bagi Duo Lynns. Kapan-kapan, kalau ke Surabaya main ke sini lagi ya ma =D
Food court area, selalu ramai bahkan saat sudah jam 22.00
Food Festival Pakuwon
Jl. Kejawan Putih Mutiara X, Kejawan Putih, Surabaya
Telp: (031)58208800
Jam operasional: 17.00 - 00.00

Wednesday, January 4, 2017

Predator Fun Park, Tempat Buaya Beraktivitas

Predator Fun Park
Setelah puas berpetualang dalam tubuh di Bagong Adventure, kami bertemu dengan adik oma, yang biasa dipanggil Emak oleh Duo Lynns. Emak mengantar kami kembali ke guesthouse untuk check out dan mengambil koper kami. Setelah kami berpamitan dengan bu Liz dan keluarga, kami diajak emak ke Predator Fun Park. Kata emak, nanti di sana bisa foto sama buaya dan mancing ikan yang besar ataupun mancing buaya. Duo Lynns langsung semangat melihat buaya. Hehehe

Dibandingkan dengan tempat wisata lain dibawah pengelolaan Jatim park group, Predator Fun Park terletak agak terpisah. Namun letaknya masih cukup dekat. Kurang lebih dalam waktu 15 menit kami sampai di sana. Berhubung sampai di sana sudah jam 12 siang, maka kami pun makan dahulu di kios-kios di depan Predator Fun Park. Kami memesan nasi jagung, yang katanya khas Batu, dan soto ayam kampung. Kalau menurut kami, nasi jagungnya biasa saja, tetapi soto ayamnya memang enak dan empuk.

Saat kami makan, tiba-tiba langit yang tadinya cerah dan panas mulai menggelap alias mendung. Waduh, kan tidak mungkin sudah di depan sini tetapi tidak jadi masuk. Kami pun cepat-cepat makan sementara papa pergi membeli tiket dengan menggunakan boarding pass citilink. Akhirnya kami pun masuk ke dalam Predator Fun Park. Duo Lynns siap melihat buaya katanya.
Pose di depan pintu masuk
Ada apa saja sih di Predator Fun Park? Di tempat ini ada beberapa jenis hewan-hewan predator seperti buaya, ikan dan ular. Diantara ketiga jenis hewan tersebut, buaya adalah tokoh utamanya. Di sini juga ada e-bike yang dapat disewa jika malas berjalan. Tetapi, melihat luas tempatnya yang tidak seberapa, lebih baik berjalan kaki saat berkeliling. Selain itu, ada juga tempat bermain bagi anak-anak dan water park. Bahkan disediakan guru les renang gratis di situ. Sayangnya cuaca yang mendung ini membuat kami mengurungkan niat untuk bermain air di water park. Area pertama yang kami masuki adalah area indoor yang berisi galeri buaya.
Buaya darat, masuk keluarga buaya gak ya? 
Di galeri buaya terdapat informasi mengenai buaya-buaya. Ada fosil-fosil, buaya yang diawetkan, dan pengetahuan mengenai buaya. Selama ini kita tahunya hanya crocodile dan alligator, ternyata ada juga jenis yang lain seperti caiman, gharial dan sebagainya. Dan ternyata buaya dapat berganti gigi sebanyak 50 kali. Wah, ternyata gajah (yang dapat berganti 5 atau 6 kali) kalah dari buaya. Selain itu, jantung buaya dapat hampir berhenti berdetak. Tak heran buaya mampu menyelam 1 jam dalam air. Dan di bagian matanya ada kelopak mata ketiga yang berfungsi sebagai kacamata renang sehingga membantunya melihat dengan jelas saat menyelam dan mencari mangsa. Dan saat buaya menangkap mangsa, buaya mampu loh berdiri tegak. Kesimpulan dari informasi ini adalah: stay away from them!!!
Perbedaan crocodile, alligator, gharial. 
Bahkan buaya pun belajar loh.
Di bagian indoor ini juga terdapat galeri telur buaya. Galeri telur buaya ini berisi informasi mengenai telur buaya dan bentuk penetasannya. Dalam 1 tahun, buaya hanya bertelur satu kali. Masa kawin antara bulan November hingga Desember, sedangkan masa bertelur adalah pada bulan Januari. Biasanya buaya betina akan mengeluarkan 40 telur. Setelah telur keluar, masa pengeraman buaya akan terjadi selama 92 hari. Tetapi jika menggunakan inkubator, masa pengeraman hanya menjadi 80 hari.
Kiri atas: gigi-gigi buaya. Kiri bawah: telur buaya yang sudah menetas.
Kanan: Buaya yang berdiri untuk menangkap mangsa
Yang lucunya, suhu saat penetasan akan menentukan jenis kelamin si buaya. Jika suhu saat penetasan sekitar 34 C atau lebih, maka telur itu akan menetas menjadi buaya jantan. Jika suhunya dibawah 30 C, maka semua telur akan menetas menjadi buaya betina. Jika diantara 31 - 34, maka yang menetas adalah buaya jantan dan betina dengan rasio 50%. Bayi buaya biasanya lahir di siang hari. Ukurannya pun kecil, sekitar 30 cm. Bobotnya pun hanya 60 gram. Setelah menetas, hal yang pertama dilakukan buaya adalah mencari sumber air. Kalau kata anak-anak, mungkin bayi buayanya haus  =D
Telur buaya
Emak mengingatkan kami bahwa diluar masih banyak yang belum dilihat. Maka kami pun segera keluar. Kalau tadi kami melihat buaya yang diawetkan, sekarang waktunya kami melihat buaya-buaya hidup. Ehm...sebetulnya susah membedakan mana yang hidup dan yang bohongan, karena buayanya bentuknya sama semua. Bahkan buaya bisa mangap berjam-jam. Ternyata kalau buaya membuka mulut itu untuk melepaskan panas dari tubuhnya. Dan jika buaya berjemur, itu bukan karena buaya lagi mau tanning, tetapi karena buaya mau meningkatkan suhu tubuhnya sehingga metabolisme dapat berlangsung.
Mana yang asli dan mana yang palsu?
Kami kembali melanjutkan perjalanan kami memasuki predator garden. Predator Fun Park cukup pintar untuk membuat tempat foto. Yang tentunya tidak dilewatkan oleh Duo Lynns, oma, dan emak. Bagaimana dengan mama papanya? Kami jadi tukang foto saja. Hehehe.
nice spot to take a pic :)
Di Predator Fun Park juga ada yang namanya saung angklung. Di saung angklung ini anak-anak dapat mencoba untuk bermain angklung. Berhubung sudah mulai ada rintik-rintik sedikit, maka kami pun memilih untuk menaiki croco train. Croco train ini akan membawa kita berkeliling melihat predator fun park. Ceritanya kereta ini akan melintasi kota yang berisi buaya-buaya.
Kota para buaya. Ada fitnes (bukan fitness?) center juga loh.
Buaya di tengah air
Setelah turun dari Croco Train, kami pun bergegas melihat area ikan buas. Bukan hanya piranha loh, ternyata araipama, giant mekong, ikan pari, ikan alligator, nila perch ada juga. Ikan piranha senang berkoloni dan sejak berusia 3 bulan, piranha mampu mencium 1 tetes darah di antara 200 L air. Mengerikan juga ya.

Di bagian belakang ikan ini ada beberapa akuarium yang harusnya berisi ular-ular, tetapi saat kami datang, kami tidak melihat ular-ular tersebut. Ada juga area berfoto dengan anak buaya yang mulutnya sudah ditutup dengan isolasi. Sayangnya kami tidak ada yang berminat, bahkan oma yang biasa semangat berfoto pun tidak mau foto. Kata oma, sudah tambah gerimis. Lebih baik mencari tempat berteduh. Dan memang hujan lebih semangat lagi turunnya. Akhirnya kami pun berteduh di area trampolin.
Water park, tempat mancing, dan predator garden.
Trampolin ini gratis bagi setiap pengunjung Predator Fun Park.Di area trampolin ini juga ada playground untuk anak-anak. Sementara oma dan emak duduk manis, anak-anak sibuk bermain trampolin. Orang dewasa juga boleh bermain di trampolin park. Setelah puas, mereka berpindah ke playground.
Trampolin park dan playground
Disekitar trampolin park ini terdapat fun house dan Labyrinth Maze. Kata emak, fun house itu seru karena untuk naik ke atas butuh perjuangan karena tangganya bergoyang-goyang. Tetapi karena hujan maka permainan itu tidak beroperasi untuk sementara waktu. Hujannya niat banget, seperti air yang diguyur dari langit  rasanya. Melihat hujan yang semangat seperti saat kami di Batu Secret Zoo, rasanya percuma menunggu hujan berhenti.
Sate buaya, yang kata oma kalah enak dengan sate biawak. 
Akhirnya kami memutuskan untuk menerjang hujan dengan payung dan jas hujan yang ada. Setelah kami bergantian ke toilet, kami pun berjalan menuju pintu keluar. Untunglah hujan sudah tidak sederas tadi. Kami berjalan melewati pasar yang menjual souvenir dan kios-kios makanan. Walau banyak wahana yang belum dicoba, seperti outbound park, mancing ikan, dan mancing buaya, tetapi kami memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan kami menuju Tulung Agung.
Duo Lynns dengan sesepuh
Predator Fun Park
Alamat: Jl. Raya Tlekung no.315 Junrejo, Batu, Jawa Timur 
Telp: 0341-531999
Jam operasional: 08.30 - 16.30
HTM (per 1 Desember 2016): Rp 35.000,00 (Senin - Kamis) 
Rp 50.000,00 (Jumat - Minggu, Hari libur nasional)