Showing posts with label air terjun. Show all posts
Showing posts with label air terjun. Show all posts

Tuesday, March 31, 2026

Seoul Spring Day 3 (Part 2): Jalan-Jalan ke Pokpo Cafe, Lotte Mart Zettaplex dan Seoullo


Setelah kenyang jajan dan simple lunch di Namdaemun Market, kami berjalan menuju Sungyemun Gate. Tujuan kami adalah naik bus menuju Pokpo Café. Pertama kalinya dalam sejarah kami jalan-jalan, kami seniat ini mengunjungi kafe.  Memang apa sih istimewanya kafe ini?


Kafe yang terletak di distrik Seodamun ini cukup berbeda dari kafe lain. Pemandangan yang diberikan oleh kafe ini adalah pemandangan air terjun Hongjecheon. Uniknya lagi, air terjun dengan tinggi 25 meter dan lebar 60 meter ini ternyata air terjun buatan yang memang sengaja dibuat pemerintah Seoul sebagai bagian penataan ruang public di Seoul. Wow banget kan. 

We are so blessed. Masih bisa melihat air terjun dalam keadaan beku.

Untuk menuju Pokpo Café bisa menggunakan metro subway juga. Tetapi jalannya lebih panjang daripada kalau naik bus. Maka kami memilih naik bus menuju Pokpo Café. 

Pemandangan kami dari bus.
Buat yang mau connect WI-Fi

Karena konsepnya café, berarti ada minuman dan makanan juga. Karena sudah makan, kami pun memesan dua macam minuman di sana untuk menghangatkan diri. 

Snack corner
Minuman kami dan pao kacang merah untuk si kecil.

Puas berkeliling di bagian atas dan bawah Pokpo Café, kami pun kembali naik bus menuju Lotte Mart Seoul Station. Kebahagiaan kami kalau ke Seoul adalah belanja ke Lotte Mart di saat weekend. Kenapa? Karena banyak tester yang dapat dijajal. Jadi saat membeli cemilan pasti tidak akan salah membeli.

Area outdoor yang nyaman. Di sebelah kiri si kecil ada perpustakaan juga.
Foto ala-ala memanfaatkan kaca

Sejak tahun 2023, Lotte Mart sekarang bernama Lotte Mart Zettaplex. Yang membedakan dengan Lotte Mart di tahun-tahun sebelumnya adalah konsep there is everything that you want (kalau bahasa simple-nya: palugada). Jadi seperti one-stop shopping bagi para turis. 

Area depan Lotte Mart

Line...


Ada apa saja di sana? Di lantai 2 yang dulunya Lotte Mart menjadi area belanja utama. Ada 3 bagian di dalam sana. Yang pertama K-Food Must Have Zone. Segala macam oleh-oleh dan makanan yang sering dicari turis ada di sini. Kacang HBAF, mi instan aneka rupa, aneka cemilan, rumput laut, teh dan kopi ada di sini.  Tentunya ini menjadi tempat favorit anak-anak, apalagi banyak tester. Bagian kedua adalah Lunchbox Specialty Zone. Di zona ini segala makanan siap saji dan dosirak ada. Dan bagian ketiga adalah LOHBs (Love, Health, and Beauty). Bagi para penggemar produk kecantikan, biasanya akan lama di daerah ini. 

Ramai pengunjung yang biasanya akan makin ramai di malam hari.

Di lantai 3 berisi toko-toko khusus yang menjual produk mereka. Ada Bottle Bunker yang menjual minuman beralkohol dari minuman khas Korea seperti soju dan makgeolli hingga minuman internasional seperti wiski. Buat penggemar Daiso dan Muji, di sini juga ada outlet mereka. menurut kami sih lumayan lengkap (sampai anak-anak belanja lagi di Daiso). Kemudian juga ada Toys”R”Us yang memiliki 7 zona karakter popular seperti Sanrio, Pokemon, Nintendo, dan Disney.

Adik dan si kecil di Zona Sanrio
Kitty....
Muji
Baju imut imut

Yang harus diingat, bagi pembelanjaan diatas 15.000 KRW (dulu 30.000 KRW)  dalam satu struk, kita bisa mendapatkan Tax Refund. Karena di sini dan juga Daiso bisa immediate refund, maka pembelanjaan kita sudah dipotong pajaknya. 

Self Check Out Daiso. Langsung scan passport untuk Tax Free

Keluar dari Lotte Mart, kami berjalan menuju Seoullo. Seoullo 7017 atau Seoul Sky Garden merupakan jembatan yang disulap menjadi taman kota yang panjang, sekitar 1.024 km, yang memang dikhususkan untuk pejalan kaki. Di tahun 2018 kami sempat main di Seoullo, tetapi tidak panjang. Kali ini kami berencana berjalan dari Seoullo di Seoul Station sampai Namdaemun Market.

Yang cukup menarik perhatian anak-anak, hampir setiap batang pohon dan sekelilingnya dibungkus dengan jerami. Memang di musim dingin, banyak pohon yang akan dibungkus jerami. Ini bertujuan agar hawa dingin yang terlalu ekstrim tidak merusak si batang. Jerami tersebut seperti sweater yang membuat suhu batang pohon tetap stabil.
 
Kalau di waktu yang lalu kami kebanyakan berfoto dengan bunga-bunga warna-warni, kali ini kami lebih tertarik untuk menikmati pemandangan yang ada, menikmati golden hour.

Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)  

Before: Seoul Day 3 (Part 1): Berpetualang di Namdaemun Market

Next: Seoul Day 3 (Part 3): Namdaemun Market di Malam Hari

 

Sekilas Info

Pokpo Cafe

Website: https://www.instagram.com/cafe.pokpo

Alamat: 262-29 Yeonhui-ro, Seodaemun-gu, Seoul, Korea Selatan 

Jam Operasional: 09.00 - 21.00

 

Lotte Mart Zettaplex Seoul Station

Alamat: 405 Hangang-daero, Jung District, Seoul, Korea Selatan 

Jam Operasional: 10.00 - 24.00 (Tutup di hari Rabu minggu ke-2 dan ke-4)

 

Seoullo  

Website: seoullo7017.seoul.go.kr 

Cara menuju ke sana:

Stasiun Seoul exit 1, belok ke kanan dan berjalan kurang lebih 130 meter. Setelah berjumpa lift, bisa langsung naik lift ke Seoullo.


Friday, August 11, 2017

The Cloud Forest di Gardens by The Bay

Cloud Forest
Setelah puas melihat Tulip di Flower Dome, kami pun berpindah untuk masuk ke Cloud Forest. Kali ini kami hanya masuk berenam karena tante Duo Lynns tidak membeli tiket untuk masuk Cloud Forest. Memang pameran di Cloud Forest tidak selalu berganti, sehingga warga lokal jarang bolak-balik mengunjungi Cloud Forest
Entrance to Cloud Forest
Berbeda dengan Flower Dome yang berisi bunga-bunga yang manis, Cloud Forest merupakan tempat pameran vegetasi dari daerah tropis yang berada di ketinggian diatas 2,000 meter diatas permukaan laut. Tempat ini berformat seperti gunung dengan ketinggian 35 meter yang ditutupi oleh vegetasi yang subur. Di sini juga ada air terjun indoor tertinggi sedunia yang tingginya 35 meter. Suhu di ruangan ini adalah 23 - 25 derajat celcius dan kelembapannya sekitar 80 - 90 persen. Jadi memang terasa dingin di dalam sini. Untungnya anak-anak menggunakan jaket.
Dekorasi di luar, penuh dengan hewan-hewan mitologi
Saat masuk ke dalam sini, kami disambut dengan cipratan air yang ternyata berasal air terjun. Walaupun demikian, masih banyak orang yang berfoto di bawah air terjun tersebut, termasuk kami. Saat melihat ke atas, kami melihat jarak menuju atas sangat jauh. Tentu ini membuat oma panik, karena pasti lelah untuk menuju ke atas. Ternyata ada lift yang dapat membawa kita ke lantai 6 dan setelah itu kita dapat menaiki eskalator ke lantai 7. Tetapi di lantai 6 juga tersedia lift menuju lantai 7 yang dikhususkan untuk senior.
Hewan-hewan mitologi yang menyambut kami di Cloud Forest, membuat saya teringat film Legenda Awan dan Angin
Vegetasi di dalam Cloud Forest. Lumutnya seperti karpet
Cloud Forest terbagi menjadi 7 lantai dan mempunyai dua lintasan yang mengelilingi gunung tersebut. Di paling atas atau di lantai 7 ada Lost World. Lost World menyajikan vegetasi Cloud Forest yang dapat ditemukan diketinggian sekitar 2,000 meter diatas permukaan laut. Salah satunya adalah tanaman pemakan serangga. Walaupun pemakan serangga, tetapi rasanya jika ada hewan kecil yang terjebak di situ tetap bisa mati.
Tanaman karnivora (yang ini dari lego). Kiri atas: venus fly-catcher. Kanan atas: Pitcher plants
Bawah: Raflesia arnoldi atau bunga bangkai
Kami melanjutkan perjalanan kami menuju Cloud Walk. Ini adalah lintasan elips yang paling atas. Awalnya saya kira akan ada lintasan yang membuat kita merasa seperti jalan di awan. Ternyata hanya lintasan besi. Di sini kita diajak untuk turun ke lantai 6 dengan berjalan mengelilingi gunung di dalam Cloud Forest. Hm....mungkin karena berjalan mengelilingi puncak gunung ini, kami seperti berjalan di awan. Buat orang yang takut ketinggian, tempat ini tidak direkomendasikan. Tetapi jika tidak ada fobia terhadap ketinggian, tempat ini sangat indah. Selain dapat melihat tanaman epifit (tanaman yang tumbuh menumpang pada pohon lain) yang ada di sekitar gunung, pemandangan di sekeliling tempat ini sangat bagus. Tapi buntutnya adalah Duo Lynns jadi ingin mengunjungi tempat-tempat tersebut.
View dari Cloud Walk. 
Akhir dari Cloud Walk ini adalah The Cavern di lantai 6. Di sini kami seperti berjalan di dalam gua terbuka dan ada banyak informasi mengenai Cloud Forest di seluruh dunia. Jalanan di sini juga menurun. Jadi tanpa disadari kami sudah turun ke lantai 5. Berhubung oma dan opa sudah berjalan memasuki Waterfall View, kami pun tidak meluangkan banyak waktu di sini. Nampaknya selain Cloud Walk, Waterfall View yang berada di lantai 5 ini merupakan salah satu bagian favorit dari Cloud Forest. Banyak orang, termasuk kami, yang menikmati memandang air terjun dari dekat. Tentunya ada sedikit cipratan air yang akan mengenai kita saat di Waterfall View.
View from Waterfall View
Kami pun berjalan menuju eskalator untuk turun ke Crystal Mountain. Di lantai 4 ini banyak sekali stalaktit dan stalagmit, seakan-akan kita berada di dalam gua kapur. Di dalam gua, air sering sekali menetes dan membentuk banyak kejadian alam yang luar biasa. Salah satunya adalah stalaktit dan stalagmit. Stalaktit adalah sejenis mineral sekunder yang menggantung di langit-langit gua. Sedangkan stalagmit adalah batuan yang terbentuk di lantai gua, yang terbentuk dari tetesan-tetesan air di langit-langit gua diatasnya.
Stalaktit dan stalagmit (kanan atas)
Udara yang dingin ini membuat perut kami menjadi sedikit bergejolak. Kami pun segera melanjutkan perjalanan secepat mungkin menuju Tree Top Walk. Ini adalah lintasan elips kedua, yang berada agak ke bawah gunung. Di lintasan ini kita mendapatkan kesempatan untuk mendekati kanopi hutan dan melihat pemandangan puncak pohon. Ternyata tidak perlu menjadi monyet untuk dapat melihat ujung dari suatu pohon. Eh...
Beberapa tanaman yang ada di Cloud Forest
Perjalanan kami memasuki suatu galeri. Di sini tidak ada tanaman yang dapat kami lihat, tetapi ada banyak data yang dapat dilihat. Termasuk tentang keadaan Bumi dan apa peran GBTB dalam menjaga lingkungan sekitar. Di sini juga ada +5 Degrees, simulasi apa yang akan terjadi di Bumi ini jika suhu naik 5 derajat celcius.

Perjalanan kami berakhir di bagian terakhir, Secret Garden. Apakah isinya sesuatu yang rahasia? Tidak juga sih. Hanya saja beberapa tanaman disini merupakan tanaman yang kini semakin langka. Di sini diperkenalkan juga Fossil Forrest dan juga tanaman prasejarah, seperti pakis prasejarah, begonia, dan sebagainya. Yang paling unik di sini adalah ukiran-ukiran kayu yang dibuat menyerupai binatang-binatang. Di akhir dari taman ini adalah pintu keluar dari Cloud Forest.
Ada kaca pembesarnya loh....
Kiri atas: Ukiran mulut singa yang besar. Kiri bawah: buaya
Kanan: capung raksasa
Petualangan kami di hutan ini sudah selesai. Sebetulnya ada banyak hal yang dapat dilihat di Gardens by The Bay, seperti skyway, supertree grove, dragonfly and kingfisher lake, children's garden, dan sebagainya. Karena kami sudah pernah mengunjunginya dan karena GBTB sangat penuh, kami datang saat hari libur nasional, maka kami memutuskan untuk pindah ke tempat lain untuk makan siang. Mungkin lain kali kalau kami dapat pergi saat malam hari akan lebih seru, seperti memasuki hutan di malam hari.
Atas: suvenir yang dapat dibeli.
Bawah: Soft ice cream Mc Donalds, cocok dengan udara yang panas
Super Tree yang juga dapat dikunjungi saat di GBTB
Gardens by The Bay
Alamat: 18 Marina Gardens Drive, Singapore
Jam operasional:
Bay south outdoor gardens
Setiap hari: 05.00 - 02.00

Flower Dome, Cloud Forest, OCBC Skyway 
Setiap Hari: 09.00 - 21.00 (penjualan tiket terakhir pada 20.00)

Far East Organization Children's Garden 
Selasa - Jumat: 10.00 - 19.00 (masuk terakhir 18.30)*
Akhir Pekan dan Hari libur: 09.00 - 21.00 (masuk terakhir pukul 20.30)
*Akan tutup di hari Selasa jika hari Senin sebelumnya merupakan hari libur nasional
Peta Cloud Forest. Sumber foto: www.gardensbythebay.com.sg

Note: untuk mengetahui cerita perjalanan kami saat liburan di Singapore, silakan klik link berikut ini.