Showing posts with label The Peak. Show all posts
Showing posts with label The Peak. Show all posts

Thursday, November 23, 2017

10 Tempat Wisata Bersama Anak di Hong Kong


Bulan November adalah bulannya ulangan bagi anak-anak. Maklum, biasanya beberapa sekolah sudah mulai mengadakan ujian akhir semester di awal Desember. Setelah anak-anak selesai ujian akhir semester, biasanya gantian orang tua yang sibuk menyiapkan rencana jalan-jalan. Memang Desember merupakan waktu yang paling menyenangkan untuk jalan-jalan. Apalagi di negara sub tropis, Desember termasuk musim dingin. Pasti seru saat mengunjungi negara empat musim. Sayangnya jarang sekali kami bisa kelayapan di bulan Desember karena biasanya papa sibuk dengan urusan akhir tahun. 

Berbicara tentang liburan, ada banyak orang yang bertanya kepada saya kalau jalan-jalan ke Hong Kong dengan anak-anak enaknya kemana ya. Ada beberapa tempat yang menurut saya dan suami (dan juga anak-anak) menarik dikunjungi saat ke Hong Kong. 

Hong Kong Disneyland
1. Hong Kong Disneyland
Untuk yang satu ini, rasanya semua setuju bahwa kalau bawa anak-anak ke Hong Kong tidaklah lengkap tanpa mengunjungi rumah si Tikus ini. Kami pun mengunjungi Disneyland saat jalan-jalan bersama anak-anak kemarin. Karena tempat ini akan menjadi favorit semua anak, maka persiapan untuk mengunjungi Disneyland pun sangat penting bagi kami. Memang lebih enak jika mengunjungi tempat ini selama dua hari. Di hari pertama kemarin kami menjelajah tempat-tempat yang lebih banyak mainan bagi anak kecil. Dan di hari kedua kami menjelajah tempat lainnya dan mainan favorit anak-anak. Salah satu yang tidak boleh dilewatkan saat berada di sini adalah berfoto dengan karakter-karakter Disney dan menonton musikal. Bulan apa yang paling enak mengunjungi Disneyland? Semua bulan, karena Disneyland mempunyai tema-tema parade yang menarik. Namun berdasarkan pengalaman kami, datang saat musim dingin dan musim semi, kami paling suka mengunjungi saat Desember karena bertema natal. 

Hong Kong Disneyland
Jam operasional: 10.00 - 20.00
Cara menuju ke sini: Stasiun MTR Disneyland Resort 
Ocean Park.
2. Ocean Park
Taman bermain yang satu ini merupakan icon dari Hong Kong. Sebelum ada Disneyland, Ocean Park sangat berjaya. Mirip seperti Disneyland, tempat ini dipenuhi dengan permainan-permainan yang menarik. Perbedaannya adalah di tempat ini ada hewan-hewan yang dapat dikunjungi juga. Selama saya mengunjungi Hong Kong, dari masih lajang, baru nikah, dan sampai ke sana lagi dengan anak-anak, saya belum pernah main ke Ocean Park. Lokasinya yang lumayan jauh membuat saya malas ke sana. Namun sekarang transportasi menuju Ocean Park sudah gampang. Ada jalur MTR tersendiri yang memudahkan pengunjung untuk datang ke sini. Tempat ini akan menjadi tujuan kami selanjutnya jika kami berkunjung ke Hong Kong :)

Ocean Park
Jam operasional: 10.00 - 18.00
Cara menuju ke sini: MTR South Island Line stasiun Ocean Park
Harga tiket resmi: 219 HKD (anak-anak) dan 438 HKD (dewasa)
Noah's Ark
3. Noah's ark dan Ma Wan Park
Kami mengunjungi tempat ini pada Desember 2009. Saat itu tempat ini baru dibuka dan belum begitu ramai. Noah's Ark merupakan taman bermain yang berisi replika bahtera Nuh, seperti cerita di Alkitab. Di taman ini ada 67 pasang figur hewan dalam ukuran sesungguhnya. Lalu apakah hanya ada itu? Tidak hanya itu. Di dalam taman ini juga ada permainan interaktif dan tayangan. Walau diambil dari cerita dalam Alkitab, menurut kami Noah's Ark dapat dinikmati oleh semua orang. Di tempat ini ada banyak permainan yang lebih kearah bagaimana menjaga bumi dan mengurangi global warming, seperti Solar Tower dan Nature Garden
Ma Wan Park
Untuk menuju tempat ini, kita harus menyeberang pulau karena Noah's Ark terletak di Ma Wan Island. Dan jika masih ada waktu sisa, kita dapat bermain di taman Ma Wan atau Ma Wan Park yang menarik untuk tempat foto.

Noah's Ark
https://www.noahsark.com.hk/eng/
Jam operasional: 10.00 - 18.00
Harga tiket : 138 HKD (anak-anak), 168 HKD (dewasa)
Cara menuju ke sini: silakan buka di link berikut. 
View dari Victoria Harbour
4. Victoria Harbour/Tsim Sha Tsui promenade
Victoria Harbour adalah sebuah pelabuhan yang membentang diantara Hong Kong Island dan Kowloon. Untuk dapat menikmati tempat ini, biasanya orang akan melihat dari Kowloon, tepatnya di daerah Tsim Sha Tsui (TST) Promenade. Di TST  ini banyak ikon yang menjadi ciri khas Hong Kong seperti Avenue of The Stars, pemandangan malam hari, Clock Tower dan pertunjukkan Symphony of The Life. Pemandangan yang menarik yang dapat dilihat di sini adalah kapal tua yang disebut dukling. Dukling adalah kapal nelayan yang sudah ada sejak tahun 1955. Kapal ini termasuk kapal tertua di Hong Kong yang berhasil bertahan sampai saat ini. Namun saat ini fungsinya sudah berubah untuk pariwisata. Di TST promenade juga terdapat banyak museum yang menarik untuk dikunjungi. 

Victoria Harbour
Cara menuju ke sini: stasiun MTR East Tsim Sha Tsui exit P1.
The Peak
5. The Peak
Ikon Hong Kong yang juga menarik dikunjungi bersama anak adalah The Peak. Menurut survey, tempat yang mempunyai ketinggian diatas 428 m diatas permukaan laut ini lebih populer daripada Disneyland. Yang menjadi daya tarik The Peak adalah pemandangan yang dapat dinikmati oleh pengunjungnya. Namun selain itu, ada banyak hiburan di tempat ini, dari berfoto 3D di Trick Eye Museum, mengamati pemandangan dari atas bukit di Observatory Deck, berfoto dengan patung lilin tokoh-tokoh dunia termasuk presiden RI Jokowi di Madame Tussaud, menaiki tram yang miring dan yang lainnya. Di sini juga ada restoran-restoran yang memungkinkan kita untuk makan sambil melihat pemandangan. Dari tiga kali main ke The Peak, waktu yang paling bagus untuk mengunjungi tempat ini adalah sore menuju malam. Jadi dapat pemandangan saat masih terang dan sat lampu-lampu sudah menyala. 

The Peak.
www.thepeak.com.hk
Jam operasional untuk tram: 07.00 - 24.00
Jam operasional Sky Terrace 10.00 - 23.00 (Senin - Jumat), 08.00 - 23.00 (Hari Libur)
Cara menuju ke sini: Stasiun MTR Central exit J2, lalu berjalan mengikuti petunjuk (kurang lebih 10 menit)
Searah jarum jam: Science Museuem, Dukling di History Museum, Space Museum, dan Art Museum.
6. Hong kong Museum 
Museum menjadi salah satu daya tarik di Hong Kong. Bagaimana tidak, di negara ini museum dirawat dengan rapi dan memiliki tema-tema yang menarik. Ada science museum yang bersebelahan dengan history museum, ada art museum, space museum  dan museum menarik lainnya. Lokasinya pun tersebar hampir di setiap tempat. Walau sebagian museum itu menggunakan tiket, tetapi pemerintah Hong  Kong menggratiskan tiket masuk setiap hari Rabu. Terdengar menarik, bukan? Untuk keterangan lebih lanjut, dapat dibuka di www.museums.gov.hk
Star Ferry.
7. Star Ferry Hong Kong
Ferry yang satu ini juga menjadi salah satu aktivitas menarik saat di Hong Kong. Star ferry yang menyeberangi Victoria Harbour dari Hong Kong Island ke Kowloon dan sebaliknya ini sudah ada dari tahun 1888. Selain diminati oleh turis, Star Ferry juga banyak digunakan oleh penduduk lokal untuk menyeberangi Victoria Harbour. Ada tiga pilihan tempat untuk dapat menaiki ferry ini, yaitu Tsim Sha Tsui Star Ferry Pier di Kowloon atau dari Central Pier dan Wan Chai Pier di Hong Kong Island.

Star Ferry Hong Kong
Jam operasional dan harga tiket: silakan klik di link ini
Cara menuju ke sini:
- Stasiun MTR Tsim Sha Tsui exit L6, lalu berjalan menuju Clock Tower.
- Stasiun MTR Central exit A atau stasiun MTR Hong Kong exit A2, lalu berjalan melalui jalan Man Yiu.
- Stasiun MTR Wan Chai exit A1, lalu berjalan melalui skybridge.
Ding Ding Tram
8. Ding-Ding Tram
Walaupun transportasi di Hong Kong sudah sangat maju, namun di sini juga ada alat transportasi zaman dulu yang masih dirawat dengan baik dan digunakan sampai saat ini. Salah satunya adalah ding-ding tram. Bagi yang suka nonton film-film dengan latar belakang masa lalu, pastilah tahu tram bentuknya seperti apa. Dengan menggunakan track khusus, tram yang sudah ada sejak tahun 1904 ini melintasi beberapa daerah di Hong Kong Island. Apa sih uniknya dari tram ini? Setiap kali tram ini akan berhenti, tram ini akan membunyikan bel. Malah kalau dapat spot yang bagus, anak-anak dapat melihat pemandangan dari tingkat dua tram tersebut. Jalur dari tram ini bermacam-macam. Rute yang ada dapat dilihat di website resmi mereka. Yang enak sih setelah dari The Peak, kita naik ding-ding tram menuju Causeway Bay

Ding Ding Tram
Jam operasional: 07.00 - 23.00
Harga tiket: anak-anak 1.2 HKD, dewasa 2.3 HKD, senior 1.1 HKD 
Kiri: Nan Lian Garden (atas), Botanical Garden (bawah).
Kanan: Victoria Park (atas), Kowloon Park (tengah), Hong Kong Par (bawah). 
9. Park dan Garden
Apa sih bedanya park dan garden? Memang sih kalau diterjemahan bahasa Indonesia, dua-duanya diterjemahkan taman. Tetapi ternyata keduanya berbeda. Garden biasanya hanya berisi tanaman, pohon-pohon yang dapat dilihat. Namun jika berkata park, biasanya tempat itu tidak hanya berisi tanaman saja tetapi ada area untuk duduk-duduk dan bermain. Dan serunya di Hong Kong, hampir di setiap bagian Hong Kong ada taman yang dapat dikunjungi. Dan hampir di setiap park tersebut terdapat playground untuk anak-anak dan hewan-hewan yang dapat dilihat. Beberapa taman yang menarik untuk dikunjungi adalah Hong Kong Park, Kowloon Park, Nan Lian Garden, Botanical Garden, dan taman lainnya. Info lebih lengkapnya dapat dilihat di link berikut
Ngong Ping Cable Car dan Big Buddha
10. Ngong Ping dan Big Budha
Saat tahun 2004, saya dan oma pernah mengunjungi tempat ini. Butuh perjalanan yang cukup lama karena kami harus naik bus. Namun memang pemandangan menuju tempat ini cukup menghibur kami. Patung Buddha dengan total tinggi 34 meter ini didirikan pada 1993 dan menghadap utara, ke arah Mainland China. Di seberang Big Buddha juga ada biara Po Lin dan di sini juga ada restoran vegetarian yang membuat pengunjung dapat menyicipi makanan vegetarian yang sesungguhnya. Enakkah makanannya? Buat saya enak, apalagi makannya setelah naik tangga 268 anak tangga untuk melihat patung dari dekat (dikali dua ya karena restorannya ada di bawah). 

Saat kami berkunjung bersama anak-anak, Big Buddha tidak masuk daftar kunjungan kami karena anak-anak masih kecil. Namun jika anak-anak sudah agak besar, Tian Tan Buddha menarik untuk dikunjungi. Apalagi sekarang tempat ini dapat dicapai dengan menggunakan cable car. Tentunya anak-anak pasti senang naik cable car dan melihat-lihat pemandangan dari atas. Saat mengunjungi Big Buddha kita dapat menjelaskan kepada mereka sejarah yang ada, sehingga walaupun berbeda dengan keyakinan mereka, mereka tahu bahwa perbedaan yang ada dapat  disikapi dengan baik. 

Ngong Ping Cable Car
Jam operasional: 10.00 - 18.00 (weekday), 09.00 - 18.30 (weekend) 
Cara menuju ke sini: stasiun MTR Thung Chung exit B. 

Big Buddha
Jam operasional: 10.00 - 17.30
Cara menuju ke sini: silakan klik link berikut.

Demikian 10 tempat wisata bersama anak yang dapat dikunjungi saat berkunjung ke Hong Kong. Jika ada waktu lebih, kita juga dapat mengunjungi Macau. Untuk persiapan sebelum menuju ke sana, silakan klik link berikut ini. Selamat jalan-jalan ya :)

Semua foto yang digunakan berasal dari koleksi pribadi dan website resmi masing-masing tempat dan Discover Hong Kong. 

Sunday, May 22, 2016

Menjelajah Hong Kong Island: The Peak dan Trick Eye Museum

Hari ini adalah hari Selasa, hari ketiga kami liburan di Hong Kong. Jadwal hari ini adalah menjelajah Hong Kong Island, yaitu the Peak, Trick Eye Museum, naik ding-ding tram, dan menjelajah Causeway Bay. Setelah itu di sore hari kami ingin makan dessert di area Tsim Sha Tsui (karena kami harus menukar uang dan rencana menukar di Chungking Mansion) dan mengunjungi Kowloon Park atau Nan Lian Garden. Tergantung kondisi peserta. Jadwal sudah disusun dengan sangat rapi, tinggal pelaksanaannya saja. 

Seharusnya kami sudah harus keluar dari apartemen pukul 07.45 waktu setempat. Anak-anak sudah siap sedia menunggu untuk makan pagi. Tetapi seperti saya bilang, pergi bersama senior selalu penuh kejutan, jadi jadwal pagi selalu mundur dari yang direncanakan dan anak-anak pun telat untuk makan pagi. Maka kami baru keluar dari apartemen pukul 08.25. Rencana kami pagi ini makan pagi di Kam Wah Cafe yang terkenal dengan pineapple bun dan Hong Kong style egg tart. Kebetulan posisinya dekat dengan tempat kami menginap.

Sesampainya kami di sana, kami disambut dengan bahasa Kanton. Padahal menurut review yang saya baca di TripAdvisor banyak bule orang asing yang makan di sini. Si papa berkata karena dia tahu diantara kita ada yang bisa ngomong kanton, makanya dia pukul rata ngomong pakai bahasa kanton saja. Akhirnya bukan hanya pineapple bun dan egg tart yang kami pesan, kami juga memesan roti bakar dan mie rebus ala Hong Kong. 

Pineapple bun, atau disebut juga bo lo bao (baca polo pao) yang artinya roti nanas, bukan berarti roti yang ada nanasnya, tetapi roti manis yang penampakannya seperti kulit nanas. Rasanya manis, kalau buat saya kebanyakan bisa mabok karena saya tidak begitu suka manis, dan atasnya garing-garing gitu. Anak-anak suka. Secara keseluruhan, makanan di sana termasuk ok rasanya. Tetapi sayang pelayannya kurang ramah, tipikal orang sana deh. Mungkin karena mau apa-apa serba cepat, jadi keramahan agak kurang. 

Setelah itu kami menjuju stasiun MTR Prince Edward untuk naik MTR menuju central. Gampang kok, hanya naik MTR line Tsuen Wan sampai stasiun Central. Central merupakan ujung dari line Tsuen Wan. Lalu kami mengambil exit J2 dan berjalan menuju Peak Lower Tram terminus. Kami memang berencana untuk naik tram yang miring untuk menuju the Peak. Karena saat kami datang sedang bulan seni, maka banyak pameran kesenian di dalam stasiun di sepanjang jalan menuju exit J2. 
Peta menuju The Peak Lower Tram Termius, courtesy of thepeak.com.hk

Perjalanan menuju tram terminal tidaklah jauh. Tetapi di tengah jalan si opa sakit perut dan mencari toilet. Akhirnya kami mencari gedung terdekat dan bertanya kepada satpam gedung tersebut. Dan tak disangka saudara-saudara, satpamnya orang Indonesia yang sudah lama kerja di Hong Kong dan sudah punya PR (permanent residen) Hong Kong. Beliau orang Makasar asli (satu kampung dengan bapak Habibi kalau menurut pengakuan beliau) yang mendapatkan istri saat kerja di Hong Kong dan anak-anaknya sudah besar dan tinggal di Australia. kami sempat bertanya, sambil menunggu oma opa oma ke toilet, apakah tidak kangen dengan Indonesia. Dia menjawab (dengan logat Makassar) kalau sudah biasa apa-apa teratur, saat kembali ke Indonesia rasanya pusing. Bahkan beliau sering jalan-jalan ke luar negeri dengan menunjukkan PR Hong Kong supaya tidak repot buat visa (kalau pasport Indo kan harus pakai visa ke beberapa negara), apalagi tiket dari Hong Kong lebih murah. Untuk liburan ke Indonesia ok lah, tapi untuk menetap rasanya tidak. Dan kami menjawab: Oooo.

Setelah para senior datang, kami berpamitan dan melanjutkan perjalanan. Jaraknya sih tidak jauh, tetapi jalannya menanjak. Jadi pelan-pelan saja, apalagi kalau bawa anak-anak dan senior. Melihat keadaan oma opa oma (plus waktu yang molor dari rencana awal), kami memutuskan tidak jadi ke Nan Lian Garden. Takut mereka kecapekan. Sampai di tram terminal, kami memanfaatkan octopus card kami supaya tidak usah mengantri membeli tiket tram. Tiket tram sekali jalan adalah 28 HKD, dan 40 HKD untuk pp. Oya, jam bukanya dari jam 07.00 sampai 24.00. Bersyukurnya kami pagi itu antrian tidak panjang dan kami langsung naik ke dalam tram. 
Atas: Tanda kalau kita sudah sampai di The Peak tram.
Bawah: Tram yang akan beroperasi sekarang.
The Peak Tram ini sudah ada sejak tahun 1888. Memang awalnya digunakan sebagai alat transportasi menuju the Peak. Sekarang sih lebih untuk turis. Biasanya kapan pun dan jam berapa pun pasti antri, tetapi pagi ini antriannya cukup baik hati. Karena cuaca di luar cukup berkabut, anak-anak sibuk bernyanyi foggy day chasing the sun away, dengan suara kecil, sementara saya menikmati pemandangan sambil mendengarkan orang di belakang saya berbicara bahasa Indonesia. Dari dalam tram pemandangan terlihat miring, tetapi sebetulnya kita dan tram yang miring. Hmm....jadi mendapatkan pencerahan. Sering kali kita merasa sekeliling kita yang 'miring', tapi mungkin kita dan lingkungan kita yang miring. Jadi sebelum berkoar-koar, kudu introspeksi diri dulu. 
Kiri: Ilusi mata yang dialami saat naik tram. Kanan: Tram yang pertama kali digunakan.
Akhir dari pemberhentian tram ini adalah The Peak Upper Tram Terminus atau The Peak Tower. Di The Peak Tower ini terdapat The Peak Market. The Peak Market menjual suvenir-suvenir khas Hong Kong. Lalu ada juga Madamme Thussaud yang terkenal dengan patung lilinnya. Banyak yang menuju ke sini. Kami hanya numpang foto dengan Bruce Lee di bagian depan. Di lantai atas terdapat restoran-restoran yang makannya pun bisa sambil menikmati pemandangan dari atas. Saya sempat menikmati makan di sana saat saya baru lulus kuliah, dan memang pemandangannya bagus. Bagi yang suka bermain dengan kamera, pasti tidak akan melewatkan kesempatan untuk pergi ke bagian paling atas, Sky Terrace. Pemandangan dari Sky Terrace sangat bagus, apalagi senja dan malam hari di saat lampu-lampu sudah menyala. Untuk kunjungan kali ini kami menghilangkan kunjungan ke Sky Terrace, menunggu anak-anak lebih besar, tetapi ternyata itu pilihan yang tepat karena cuaca hari ini sangat berkabut alias foggy day. 

Kami menyeberang menuju the Peak Galleria untuk mengunjungi Trick Eye Museum. Musium ini terletak di lantai 3, satu lantai dengan observation deck. Karena kami sudah membeli tiketnya lewat klook, maka kami tinggal  menunjukkan voucher kami. Petugas memeriksanya setelah itu kami masuk. 

Trick Eye Museum ini merupakan cabang dari Trick Eye yang ada di Korea. Anak-anak, oma-oma, semangat lari sana lari sini untuk berfoto. Dan memang bagus sekali loh tempat ini. Recommended bagi semua umur. Memang tidak luas, tetapi bagi kami cukup memadai untuk semua gaya.


Trick Eye Museum, area Secret Garden, Great Adventures, World of Masterpiece, Neverland, dan HK Discoveries.
Area foto dibagi menjadi 5 area, yaitu secret garden, world of masterpieces, great adventures, neverland, HK discoveries. Di area secret garden, tempatnya kita dapat berfoto manis-manis. Kita bisa duduk diatas bunga, dekat air terjun, pakai sayap, manis deh pokoknya. Sedang di area world of masterpiece, kita menggunakan imajinasi kita untuk menjadi ballerina, naik ayam, bergelantungan di antara kawah, dan sejenisnya. Bagi yang takut dengan sesuatu yang menantang, boleh mencoba great adventures. Kita bisa mencoba terjun payung, balapan motor, melayang di atas kursi, dan sebagainya. Jadi kesannya kita berani. Hehehe. Neverland bertemakan tentang kisah klasik dan hal yang mustahil bin mustajab seperti senam upside down, mencium pangeran kodok, dikejar hiu, dan sebagainya. HK discoveries menampilkan lukisan-lukisan dengan tema HK, seperti big budha, gedung pencakar langit HK, berfoto dengan kapal khas HK. Secara keseluruhan, semuanya hanya lukisan, tetapi dengan sudut yang tepat, hasilnya bisa mantap. 


Trick Eye Museum, area Neverland dan Great Adventures.
Karena tempatnya kecil dan sudah hampir jam makan siang, maka kami segera keluar dan turun. Sebelumnya demi memuaskan keinginan Duo Lynns melihat pemandangan dengan teropong, kami mampir di observation deck yang satu lantai dengan Trick Eye. Observation deck ada dua sisi, sisi yang melihat pemandangan kota dan sisi yang melihat laut. Kami hanya pergi ke sisi yang melihat laut, karena yang melihat kota berada di sisi lainnya dari mall ini. Tujuan kami berikutnya adalah turun ke lantai paling bawah. 

Tante dari si papa merekomendasikan untuk makan di Tsui Wah yang berada di gedung ini. Tsui Wah juga merupakan HK style fast food, tetapi harganya diatas Cafe de Coral, MX Maxim, ataupun Fairwood. Sayangnya pelayannya kurang ramah. Yang kami suka adalah nasi goreng yang chow, banyak sekali udangnya dan besar-besar. Setelah makan, dan karena opa terlihat kurang enak badan, maka oma opa oma kembali ke apartemen untuk istirahat siang. Tentunya sudah dibekali dengan peta dadakan. Sebelumnya kami menyempatkan diri berfoto dengan trem hijau tempat pusat informasi. Di bagian dalam tram terdapat petugas dan brosur-brosur. Petugasnya ramah loh. 

Kami berjalan menuju stasiun Central untuk mengantarkan para senior. Perjalanan menuju stasiun Central lebih mudah karena jalanannya turun. Setelah mengantar mereka sampai masuk ke bagian penumpang, kami kembali keluar melalui exit J dan melanjutkan perjalanan kami ke Causeway Bay. 


Ada om yang sedang latihan Tai Chi di area exit J2.


Note: Untuk cerita lebih lengkap mengenai liburan kami bersama anak-anak di Hong Kong dan Macau, silakan klik link ini

Next: Menjelajah Hong Kong Island: Causeway Bay

The Peak.
Jam operasional untuk tram: 07.00 - 24.00
Jam operasional Sky Terrace 10.00 - 23.00 (Senin - Jumat), 08.00 - 23.00 (Hari Libur)
www.thepeak.com.hk

Trick Eye Museum
Level 3, The Peak Galleria
Jam operasional : 10.00 - 22.00
Tiket Masuk (harga resmi dari website):  
12 - 64 tahun: 150 HKD
3 - 11 tahun: 100 HKD
>65 tahun: 100 HKD
www.trickeye.com/hongkong/main_test/