Showing posts with label mural art. Show all posts
Showing posts with label mural art. Show all posts

Monday, October 27, 2025

Hidden Gem Mural Art Ipoh

Kalau mendengar kata mural art Malaysia, pastinya yang terbayang adalah tembok-tembok yang bergambar di Penang. Kami pun berpikir hal yang sama. Itu sebabnya disaat kami ke Ipoh, kami tidak menyangka bahwa kami juga akan bertemu banyak mural art.  

Dimulai dari kunjungan pertama kami saat ke Ipoh tahun lalu. Saat itu kami berencana berjalan dari tempat kami menginap ke Clock Tower. Melihat rute yang ada, ada beberapa titik yang berlambang kamera di Gmap. Kami pun melalui jalan-jalan tersebut.

Rute pertama yang kami lewati berada di Jalan Masjid. Disepanjang Jalan Masjid ini banyak rumah duka dan toko-toko yang menjual peralatan untuk pemakaman. Tetapi setelah kami menyeberang jalanan, kami menemukan mural pertama

Tahun Naga
Chinese New Year
Karena habis hujan, burung-burung sibuk mencari air.
Semua bermain bersama
Rumah warna-warni.

Lanjut setelah itu kami berjalan menyusuri Jembatan Jalan Sultan Iskandar. Jembatan ini juga termasuk Photo-able, karena terlihat begitu klasik.

Pose silau karena matahari yang begitu terang.
People's Park
Jembatan Jalan Sultan Iskandar.
Mural di dekat jembatan.



Bangunan di dekat jembatan.

Rute kedua kami adalah Ipoh Mural yang berada di Jalan Shala. Di sini terdapat Mural 3D Rickshaw yang juga dibuat oleh Ernest Zacharevic. 

3D Rickshaw
Saat perabotan dapur menjadi estetik.
Bambu-bambu
Another mural

Yang menarik adalah jalan ini menyambung dengan Market Lane atau yang sering dikenal Second Concubine Lane

Bahkan jalanannya pun terlihat menarik.
Pacman
Hopscotch
Mario Bross
Market Lane
Let's jump together.
Dibantuin sama aku ya.
Mural Art di Concubine Lane.

Mendekati Clock Tower juga banyak mural art yang menarik di Lorong Seni.




Karena cuaca semakin panas, maka kami pun mengakhiri perjalanan melihat mural art ini di Old Town Coffee. 


Friday, August 22, 2025

Menikmati Mural Art di Penang

Masih dalam rangka short trip Penang, di hari kedua ini kami berencana berkeliling melihat-lihat mural art. Memang Penang terkenal dengan jalan-jalan yang dihiasi gambar-gambar beraneka tema yang menarik untuk diabadikan oleh wisatawan. Kami juga tidak mau ketinggalan untuk berfoto di situ.

Peta Street Art. Sumber foto: thenextsomewhere.com

Setelah sarapan, teman-teman kami yang lain mengajak untuk makan dimsum di Zim Sum.  Mereka memang menginap di daerah Georgetown. Kami pun menyusul untuk makan Zim Sum.

Petualangan pun dimulai. Karena kami tinggal di Jelutong, yang merupakan pinggiran Georgetown, maka pun berpikir untuk naik bus. Apalagi pengalaman menunggu grab kemarin lumayan lama dan pilihan bus ke Komtar lumayan banyak dari tempat kami tinggal. Tetapi ternyata bus di daerah sini datang sesuka hati, tidak sesuai jadwal yang seharusnya.

Setelah menunggu lama, dan hampir mencoba memesan grab yang ternyata lebih lama lagi menunggunya, akhirnya bus yang ditunggu pun tiba. Pemandangan yang ada sedikit mengobati rasa bosan menunggu bus.

Zim Sum merupakan salah satu restoran dimsum terkenal di Penang. Seperti resto dimsum pada umumnya, resto ini hanya buka sampai siang. Uniknya di sini, saat sampai, kita diminta untuk memesan makanan di bagian depan, dan membawanya sendiri ke tempat duduk kita. 

Dim sum yang menggoda sekali.

Setelah kenyang, kami pun melanjutkan rencana kami untuk berkeliling melihat mural art yang cukup terkenal. Letak mural art ini tersebar di beberapa lebuh, yang artinya jalan besar. Kami pun memilih berjalan menuju Kimberley Street.

Foto di Octopus Pedestrian Bridge

Di Perjalanan kami melewati Ming Xiang Tai Pastry Shop. Ming Xiang Tai merupakan toko yang menjual homemade pastry dan kue. Bau wangi dari pastry shop ini menggoda kami untuk berhenti sebentar. Penampakannya yang begitu menggoda membuat membeli beberapa untuk dicoba. Ada egg tart, pastry ala Canton seperti kue pia dengan isi salted egg, wu kok, dan juga ada susu kedelai. Uniknya bagian kue pia di sini seperti kue pia Semarang yang crunchy, tetapi dalamnya seperti isi kue bulan. Ming Xiang Tai Pastry Shop ini ada beberapa cabang loh, diantaranya di Armenian Street (dekat Jia Zhen Biscuit), Jalan Burma, dan Gurney Plaza.

Ming Xiang Tai Pastry Penang Road
Interior yang nyaman. Bisa makan di tempat juga.
Cetakan-cetakan yang digunakan untuk membuat kulit pia.

Karena letak Penang yang berada di ujung pulau, udara panasnya terasa begitu menyengat. Si kecil yang memang beruang kutub tentu saja meleleh. Akhirnya kami pun berhenti di Penang Road Famous Theochew Chendul untuk membeli minuman.

Karena kenyang, maka kami memilih puding kembang tahu dan milo dingin.

Karena si beruang kutub sudah mulai dingin, maka kami pun kembali berjalan menuju Kimberley Street. 

Terlalu panas, hingga ia pun menggunakan payung.

Love on a Bicycle

Georgetown World Heritage
Duduk dulu di taman di Lebuh Aceh

Butterfly Cat dengan kucing dari kipas angin.
Mural Rickshaw di Lebuh Cannon.
Cat on the window
Kittens on the window.
Cat and the boy.
Cat on swing.
Coconut shake, pelipur lara di tengah kepanasan, walau lebih mahal dari yang di Malaka. 

Owl Shop, semua hiasan berbau owl.
Boy on Chair by Ernest Zachaveric

Salah satu jalan yang juga menjadi lokasi banyak mural art adalah Armenian Street. Nama jalan ini awalnya Adalah Malay Lane. Tetapi karena banyaknya komunitas dan pedagang dari Armenia yang tinggal di wilayah tersebut, maka sejak tahun 1808 nama jalannya pun berubah menjadi Armenian Street. 

World Heritage Site
Tukang foto di Umbrella Alley

Ayunan di Umbrella Alley.
Umbrella Alley, gang kecil tetapi ramai dengan makanan dan pernak-pernik 
Pikachu?
Kata si kecil: "Kok kucing lagi?"

Pada abad ke19 wilayah ini secara perlahan diambil alih oleh keturunan Tionghoa. Hal ini dapat dilihat dari adanya rumah marga di wilayah ini. Asimilasi pun terjadi. Hal ini pun dapat terlihat dari bangunan-bangunan hasil perpaduan antara budaya Tionghoa, Melayu, dan Armenia. Tidak heran di sini banyak situs warisan dunia UNESCO.

Flying Diamond
Patung Dewi Kwan Im di depan toko.
Nuansa peranakan.

Armenian Street menjadi jauh lebih menarik sejak seniman asal Lithuania yang Bernama Ernest Zachaveric membuat mural-mural yang menghiasi beberapa sudut jalan.

Boy with a pet
Salah satu karya Ernest Zachaveric
Please take care and bathe me
I want a bao

Setelah puas berkeliling, kami pun mampir ke Jia Zhen Biscuit. Terkenal dengan kue semprong ala Penang, Jia Zhen Biscuit menjadi sangat terkenal di Indonesia. Bahkan untuk membelinya, kami harus memesan terlebih dahulu sebelum kami jalan ke sana.

Pesanan teman-teman
Snack yang dapat dibeli tanpa pemesanan.

Di Seberang Jia Zhen Biscuit ini terdapat Chew Jetty. Chew Jetty ini merupakan kampung nelayan yang diakui oleh UNESCO. Jetty sendiri berarti bangunan buatan manusia yang menjorok dari daratan ke perairan, berfungsi sebagai dermaga untuk merapatkan kapal, pemecah gelombang, atau jalan setapak. Area ini berusia lebih dari satu abad. Konon, kampung Chew Jetty ini adalah kampungnya bagi orang-orang China yang datang hampir 2 abad lalu dan masih bertahan sampai sekarang. Maka tidak heran kalau masyarakat disana keturunan etnis China dan bahasa yang banyak digunakan yaitu bahasa Hokien.

The Jetty Food Court, tempat kami berteduh untuk sementara

Maksud hati, kami ingin melihat Chew Jetty. Sayangnya udara yang begitu panas membuat kami membatalkan rencana untuk mengajak anak-anak melihat perkampungan nelayan. Kami pun memesan Grab untuk kembali ke apartemen.

Monkey King Temple di wilayah Jetty.

Karena besok kami akan melakukan perjalanan ke Ipoh, maka kami memilih beristirahat di apartemen, agar anak-anak tidak terlalu Lelah saat Conference dimulai. Mungkin kunjungan ke Chew Jetty ini dapat dilakukan lain kali, saat kami berkunjung ke Penang kembali.

Next: Transportasi dari Penang ke Ipoh

Sekilas Info

Restoraan Zim Sum

Alamat: 62, Jln Macalister, 10400 George Town, Pulau Pinang, Malaysia

Jam Operasional: 06.30 – 13.30, tutup di hari Selasa

 

Ming Xiang Tai Pastry Penang Road

Alamat: 475-A, Jln Penang, George Town, 10000 George Town, Pulau Pinang, Malaysia

Jam Operasional: 09.30 – 18.00

 

Penang Road Famous Teochew Chendul

Alamat: 435B, Lebuh Pantai, George Town, 10300 George Town, Pulau Pinang, Malaysia

Jam Operasional: 12.00 – 19.00


Jia Zhen Biscuit (Armenian Street)

Alamat: 28, Gat Lebuh Armenian, George Town, 10300 George Town, Pulau Pinang, Malaysia

Jam Operasional: 10.00 – 19.00 (tutup hari Kamis)

Whatsapp: +60 12-532 7893

 

The Jetty Food Court

Alamat: 49-F, Pengkalan Weld, George Town, 10300 George Town, Pulau Pinang, Malaysia

Jam Operasional: 11.00 – 00.00