Showing posts with label Incheon. Show all posts
Showing posts with label Incheon. Show all posts

Monday, September 14, 2026

Seoul Day 11: Our Last Day in Seoul


Tidak terasa liburan kami di Seoul akan berakhir di hari ini. Jadwal pesawat kami adalah di sore hari. Dengan demikian, kami masih punya waktu lowong dari pagi sampai siang. Setelah kemarin kami menikmati kota Seoul seperti orang lokal, maka dari pagi sampai siang ini anak-anak berencana untuk berfoto di depan Line Friends Square di Myeongdong dan melihat Olive Young. 

Lucky Store tepat depan hotel kami.

Dulu toko flagship ini terkenal dengan toko yang ada boneka Mega Brown yang berada di depan stasiun. Tetapi toko ini ditutup, lalu mereka membuka Line Friends Square Myeongdong yang berada di bagian dalam Myeongdong. Dengan konsep multi-IP Character Platform, mereka berusaha menyeimbangkan karakter LINE, BT21, dan kolaborasi IP lainnya.

Menanti di depan

This is BT 21
Eh, ada yang ngintip nih

Lalu apa sih bedanya dengan yang ada di Hongdae? Saat kami mengunjungi yang di Hongdae, flagship store ini berfokus pada fandom K-Pop global. Secara luas, yang di Hongdae memang lebih luas dan didominasi oleh merchandise idol pop-up. Tetapi bagi yang mau melihat handprint asli 7 member BTS, harus ke Myeongdong.


Setelah itu kami pun mampir ke Olive Young. Perlu diketahui, di Myeongdong ada dua toko Olive Young. Ada flagship store yang dekat dengan Line Friends, yang dikenal sebagai Olive Young Myeongdown Town. Ada juga Myeongdong Town Branch, yang terletak dekat dengan exit 6, yang digadang-gadang sebagai toko Olive Young terbesar di Korsel saat ini. 

Ticket Box Office

Kami memilih yang dekat Line Friends. Olive Young Flagship Store ini dikenal sebagai pusat belanja K-Beauty Global.  Tujuan kami adalah membeli parfum titipan tante dari Trio Lynns.

Morning View, masih tidak begitu ramai

Bagi yang suka make up dan skincare, tempat ini adalah surga mereka. Ada banyak pilihan produk dan harga yang dapat dilihat-lihat. Bagi kami yang setengah cewek ini, pilihan yang banyak membuat kami bingung. Kami hanya fokus membeli barang yang dicari. Oya, jangan lupa bawa passport karena ada konter instant tax refund di sini.

Second floor

Kami kembali ke hotel untuk mengambil koper kami dan segera berjalan menuju stasiun untuk menuju Seoul Station. Tujuan kami adalah Incheon Airport terminal 1. Dan untuk menghemat, kami kembali naik Arex all stop. 

Melipir foto dulu dengan kucing imut ini

Yang menarik dari Incheon Airport adalah mereka selalu menawarkan hal-hal yang menarik untuk pengunjung. Salah satunya adalah K-Culture Museum. Di museum ini terdapat 12 konten digital interaktif bertema keindahan alam Korea dan dunia virtual. Karena museum ini berada di lantai yang sama dengan Arex, maka kami memutuskan untuk langsung melihat-lihat.

K-Culture Museum
Big screen dan interaktif
Di dalam sini masih ada juga ya.

Karena Incheon Airport terkenal panjang antrian imigrasinya, maka kami pun memutuskan untuk menggunakan ICN SmartPass. ICN SmartPass merupakan layanan facial regonition dari Incheon Airport. Dengan menggunakan ICN SmartPass, maka kami dapat melewati pemeriksaan passport dan boarding gate tanpa perlu mengantri terlalu panjang. 

Buat yang mau tax refund, di sini ya.

Kakak dan papa dapat menggunakan aplikasi ini. Setelah data mereka didaftarkan, maka data biometric mereka akan berlaku selama 5 tahun. Layanan ini gratis dan dapat digunakan oleh warga negara asing yang berusia 7 tahun ke atas dan memiliki e-passport.

Sayangnya si kecil masih belum berusia 7 tahun, sehingga saya, adik, dan si kecil lewat jalur biasa. Kami berdoa semoga antrian tidak panjang, sehingga kami dapat makan siang di dalam. Dan surprisingly, hampir tidak ada antrian saat kami melewati imigrasi.

Setelah selesai imigrasi, ternyata papa dan kakak masih belum selesai. Kami pun berkeliling untuk melihat-lihat.  

Apa lagi yang dapat dilakukan di Incheon Airport? Ada banyak yang dapat dilakukan. Buat yang suka berbelanja, barang-barang di Duty Free boleh diliihat-lihat. Kalau mau makan, ada Food Avenue, food court dengan berbagai macam pilihan makanan. Bagi yang suka dengan kebudayaan tradisional, bisa ke Korean Traditional Culture Center di lantai 3 untuk mencoba kerajinan tangan gratis. Atau seperti kami, menonton parade Kerajaan Walk of the Royal Family di area duty free lantai 3. 

Walk of the Royal Family

Ternyata kali ini orang-orang yang menggunakan ICN SmartPass sangat banyak. Akibatnya selesainya jadi lebih lama. Setelah bertemu papa dan kakak, kami pergi late lunch ke Food Avenue.

Pilihan menu yang ada. Setelah dibayar, tinggal diambil di konter makanan.
Jajangmyun
Soup dan soup.

Akhirnya waktu kami bermain-main di Incheon sudah selesai. Waktunya kami untuk boarding. See you again Seoul.

Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)  

Before: Seoul Day 10 Part 2: Seoul Forest, Under Stand Avenue, dan Cheonggyecheon Night View


Sekilas Info

Line Friend Square Myeongdong

Alamat: 43 Myeongdong-gil, Jung-gu, Seoul, Korea Selatan

Jam Operasional: 11.00 – 22.00

Cara menuju ke sana: Myeongdong Station exit 6.

 

Olive Young Myeongdong Town (Global Flagship Store)

Alamat: 43 Myeongdong-gil, Jung-gu (dekat Line Friends Square yang baru)

Jam Operasional: 10.00 – 22.30

Cara menuju ke sana: Myeongdong Station exit 6.

 

K-Culture Museum

Lokasi: Pusat Transportasi Terminal 1 (B1) Incheon Airport

Jam Operasional: 10.00 – 20.00 (tutup setiap hari Rabu terakhir)

Saturday, January 31, 2026

Seoul Spring Day 1: Myeongdong Pasca Pandemi


Setelah berada di dalam pesawat dari Xiamen selama 2jam dan 50 menit, pesawat yang kami naiki akhirnya mendarat di bandara Incheon. Kami pun mengikuti orang-orang yang menuju bagian imigrasi. Kami diminta untuk mengisi arrival card. Memang saat kami pergi, e-arrival card di Seoul baru berlaku. Jadi kami belum dapat mengisi secara online.

Proses imigrasi tidaklah lama. Setelah mengambil bagasi, kami pun menuju basement 1 (B1). B1 merupakan area public transportation. Tujuan kami adalah mencari makan siang dan juga top up kartu T-money kami.

T-money adalah kartu transportasi yang mirip seperti EZ Link atau e-money. Di kunjungan kami sebelumnya, kami menggunakan T-Money dan menyimpannya, dengan asumsi bisa dipakai lagi saat kami datang. Karena saat itu, kakak dan adik masih anak-anak, maka T-Money mereka adalah T-Money anak-anak yang berlaku hingga usia 12 tahun. Tetapi karena kakak sudah remaja, maka T-Money yang digunakan kakak haruslah T-Money untuk remaja.

Kami pun membeli di CU dan juga melakukan top up hanya sedikit. Rencana kami penggunaan T-Money hanya di beberapa hari pertama. Karena setelah itu kami akan menggunakan Climate Card.

Climate Card merupakan kartu unlimited yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat (Seoul). Awalnya kartu ini ditujukan untuk warga supaya menekan biaya perjalanan, baik dengan metro, bus, ataupun sepeda. Dari yang awalnya kartu unlimited untuk 30 hari, lama-lama mereka menyediakan untuk 1 hari, 2 hari, 3 hari, 5 hari, 7 hari, atau 30 hari. Biaya pembelian kartu di awal adalah 3.000 Won. Setelah itu dapat di top up sesuai kebutuhan. 

Climate Card

Untuk wilayah cakupan Climate Card, yang awalnya hanya di Seoul, sekarang juga sudah mencakup Incheon dan Gyeonggi. Jadi setelah melakukan kalkulasi sebelum jalan, kami pun memilih menggunakan T-Money di 4 hari pertama kami dan menggunakan Climate Card di 7 hari berikutnya.

Setelah urusan T-Money dan pembelian makanan (onigiri yang beraneka rasa) selesai, kami mencari tempat duduk untuk makan. Kami bertemu salah satu pekerja yang menggunakan robot. Paman tersebut dapat berbahasa Inggris dan bertanya dari mana kami berasal dan juga tujuan kami liburan.

Tujuan kami selanjutnya adalah menuju downtown. Karena ini sudah kunjungan kami yang keempat, maka dari empat cara menuju Seoul, kami memilih menggunakan Arex All Stop menuju Seoul Station. Dari Seoul Station, kami lanjut ke line 4 menuju Myeongdong. 

AREX masih kosong.

Ada tempat untuk taro koper di dalam AREX.

Kali ini, kami memilih exit 1 karena ada lift. Saat kami berada di luar, ternyata exit 1 dekat dengan Daiso 12 lantai. Anak-anak pun langsung berkata setelah ini kita harus ke sana.

Tempat kami menginap masih sama, yaitu Step Inn Myeongdong. Alasan kami menginap di sini pun masih sama, karena lokasinya yang strategis dan harganya yang cukup ramah di kantong kami. Apalagi kali ini kami berlima, tidak semua tempat bisa memuat lima orang dalam 1 kamar=D

Proses check in berlangsung dengan cepat. Kami juga bisa langsung meletakkan koper-koper kami. Karena besok kami akan pergi pagi-pagi ke Snowyland, maka sore ini kami hanya akan main-main di Myeongdong.

Myeongdong sendiri terkenal dengan banyak tempat makan, tempat jualan kosmetik, tempat jualan baju, dan official store dari berbagai brand terkenal. Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah SPAO. SPAO adalah UNIQLO versi Korea. Di sini ada berbagai macam baju-baju. Konon kabarnya harganya dibawah UNIQLO. Berhubung anak-anak sudah semakin besar, maka kami pun berpikir siapa tahu ada baju yang menarik dengan harga yang cantik. Tetapi sepanjang mata memandang, ternyata harganya tidak semurah yang kami bayangkan. 

SPAO

Kami berkeliling di setiap gang dan melihat-lihat. Ternyata pandemi cukup berpengaruh. Salah satunya UNIQLO di Myeongdong sudah tutup. Padahal dulu UNIQLO di Myeongdong termasuk yang terbesar di Seoul. Namun convenience store kecil masih tetap bertahan. Toko-toko yang menjual kaos kaki, sarung tangan masih tetap berjaya.

ABC Mart dengan snack favorit semua orang.

Melihat hari yang semakin sore, kami memutuskan untuk early dinner. Tujuan kami adalah Myeongdong Kyoja. Kali ini kami makan di cabang utama, yang terletak berseberangan dengan Daiso. Kami diminta ke lantai 2, karena lantai 1 sudah penuh. 

Kaos kaki lucu

Pesanan kami tetap sama, kalguksu dan juga mandu. Tidak lama kemudian makanan kami pun datang. Bagaimana dengan rasanya? Masih sama enaknya. Kimchinya masih terasa bawang putihnya. Rasanya mantab.

Our first dinner in Seoul.

Tujuan kami berikutnya adalah Daiso 12 lantai. Berbicara tentang Daiso, semua pasti tahu Daiso berasal dari Jepang. Tetapi sejak tahun 2023, Daiso Korea sudah terpisah secara total dari pusat di Jepang dan berdiri sendiri. Dengan kata lain, semua produk, disain, dan brand menjadi milik brand milik Korea. Tidak heran barangnya berbeda dengan Daiso di negara lain.


Karena ada 12 lantai, dan lift hanya  ada 2, maka kami pun menyusuri dari lantai atas terlebih dahulu. Secara garis besar, berikut klasifikasi dari tiap lantai.

  • Lantai 12: Olahraga, berkemah, dan perlengkapan perjalanan.
  • Lantai 11: Perkakas, aksesori kendaraan, dan kerajinan tangan/DIY.
  • Lantai 10: Perlengkapan taman, bunga buatan, dan produk hewan peliharaan.
  • Lantai 9: Dekorasi rumah dan solusi penyimpanan.
  • Lantai 8: Perlengkapan mandi, produk kebersihan, dan binatu.
  • Lantai 7: Peralatan dapur, peralatan rumah tangga, dan sendok garpu.
  • Lantai 6: Peralatan makan, keramik, dan pecah belah.
  • Lantai 5: Makanan, minuman, dan camilan Korea.
  • Lantai 4: Beragam produk karakter dan mainan.
  • Lantai 3: Alat tulis dan produk kertas.
  • Lantai 2: Produk kecantikan, riasan wajah, perawatan kulit, dan perawatan rambut.
  • Lantai 1: Kasir utama, produk musiman, dan barang fast-moving lainnya.  
Floor Guide

Dari 12 lantai yang ada, kami cukup lama berada di lantai 5 ke bawah. Apalagi membawa ABG, semua dilihat dan dikomentari. Tetapi memang bukan hanya mereka yang heboh, yang kecil pun heboh. 

Si kakak yang sibuk melihat barang-barang.

Yang menarik di sini, harga dari barang-barang yang ada di sini, rata-rata barang di sini berada di kisaran 1.000 – 5.000 won. Dan jika kita membeli sebesar minimal 15.000 won, maka kita dapat meng-klaim tax refund. Yang harus diingat adalah jangan lupa membawa passport.

Interiornya lucu kan

Selesai berbelanja, kami pun berjalan kembali menuju Step Inn. Tentunya tidak lupa untuk membeli street food. Kali ini pilihan kami adalah garlic bun. Garlic Bun, yang dikira si kecil hot cross bun, merupakan roti yang kaya dengan cream cheese dan mentega bawang putih yang manis. Untuk kami, rasanya ok saja. Dan si kecil, yang tadi minta dibelikan, hanya menggigit sedikit dan berkata tidak suka =D

Garlic Bun yang membawa kehangatan di tengah malam dingin.

Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)  

Next: Seoul Spring Day 2: Snowyland 

Sekilas Info

SPAO Myeongdong

Alamat: 15 Myeongdong 8na-gil, Jung District, Seoul, Korea Selatan.

Jam Operasional: 10.00 – 22.00

 

Daiso 12th Store Myeongdong

Alamat: 134-1 Toegye-ro, Jung-gu, Seoul

Jam Operasional: 10.00 – 22.00

 

Myeongdong Kyoja

Alamat: 29 Myeongdong 10-gil, Jung District, Seoul.

Jam Buka: 10.30–21.00