Sunday, January 2, 2022

Bermain ke IKEA JGC di Masa Pandemi

IKEA pohon natal
IKEA JGC

Halo semuanya….

Setelah lama tidak pernah menulis di blog ini, akhirnya mamak menyempatkan waktu untuk mendokumentasikan acara kelayapan dengan anak-anak kembali. Memang pandemi ini sesuatu banget loh. Kalau pergi, jangankan berpikir foto-foto, semuanya serba cepat-cepat. Apalagi mamak sibuk kalau mau pergi dan pulang dari pergi. Maklum, dalam rumah kami ada dua kelompok yang rawan, yaitu lansia dan bayi. Jadi mau tidak mau, kami lebih hati-hati.

Akhir tahun kemarin, kami sering sekali cari barang main ke IKEA dan mampir ke Aeon. Tapi kali ini bukan ke IKEA dan AEON daerah Tangerang, saudara-saudara. Melainkan ke daerah Jakarta Timur. Ya, IKEA buka di Jakarta Garden City, seberang-seberangan dengan Aeon. Bahagia sekali bukan, andai sedang tidak pandemi. 

IKEA JGC kitchen set display
Kitchen set yang so greeny

IKEA JGC sendiri sebetulnya sudah lama proses pembangunannya, bahkan sebelum pandemic. Namun IKEA JGC baru resmi dibuka tanggal 16 September 2021 kemarin. Bahkan selama sebulan setelah pembukaan, untuk masuk ke sini harus mendaftar dulu secara online. Dan setiap pengunjung dibatasi hanya 2 jam.

Bagaimana cara masuk ke dalam IKEA? Syarat yang diberikan IKEA adalah sudah tervaksin dua kali dan mempunyai aplikasi peduli lindungi. Lalu wajib untuk memakai masker dan harus mau diperiksa suhu tubuhnya. Jika suhunya diatas 37.50c, maka tidak diizinkan masuk ke IKEA. Dan jangan lupakan, pengunjung wajib mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer di area pintu masuk. 

IKEA JGC entrance
Setelah selesai screening

Sebagai IKEA keempat yang dibuka di Indonesia, IKEA JGC tidaklah seluas IKEA Alam Sutra. Tetapi tetap saja mengelilingi IKEA membawa kesenangan bagi kami. Kami mulai dari lantai 2, dimana ada 54 room set yang disediakan. Room set ini mempunyai tema-tema dan luas ruangan berbeda-beda.  

IKEA JGC dining display
Cantiknya nuansa merah-hijau ini....
IKEA JGC Display1
Back to nature
IKEA JGC kids area
Kids area

Di lantai 1 terdapat barang-barang yang di-display di room set di lantai 2. Yang harus diingat, jika ingin membeli barang seperti yang ada di display, catat nomor lorong yang tertera. Nanti di lantai 1, tinggal mencari barang tersebut di lorong yang ditunjukkan.

IKEA tag
Artikel barang ada di warna merah

IKEA JGC Panda
Hello Pandas
IKEA JGC orang utan
Bahkan orang utan pun ikut mandi

Berbicara tentang IKEA, pasti yang ada di benak kita adalah furniture dan juga makanan. Untuk makanan, resto mereka berada di lantai 2. Meatball dan fish n chips mereka masih tetap menjadi favorit semua orang. Dan biasanya mendekati jam makan siang, hampir semua tempat penuh dengan orang yang makan. 

IKEA JGC resto
Menu yang ada di IKEA.

Karena oma kangen sekali makan di IKEA, kami pun memberanikan diri untuk makan di sini. Sebelum jam makan siang, kami sudah masuk dan mencari spot yang sepi. Tujuannya sih bukan untuk makan siang, tetapi untuk tombo kangen akan makanan IKEA. Jadi beli untuk dimakan rame-rame. 

Atas: Meatball. Bawah: Fish n Chips

Seperti di Alsut, bistro dan Swedish Food Market berada di lantai 1, di depan kasir. Favorit kami masih original hotdog dan ice cream mereka. Untuk keamanan, kami memilih membeli es krim matcha dan bukan ice cream cone

Makanan kesukaan kami saat ke Bistro

Yang menarik di sini ada spot untuk foto-foto. Mereka menyediakan tempat yang penuh dengan lampu-lampu dan juga tempat duduk yang menarik. Duo Lynns tidak melewatkan setiap spot untuk berfoto.  

IKEA JGC spot foto
Spot 1 untuk foto
Spot 2 untuk foto

IKEA JGC spot foto3
Spot 3 untuk li'l Lynns

Yang terasa sekali perbedaan antara IKEA Alsut dan JGC adalah Smaland. Hutan Ajaib IKEA ini tidaklah ada di JGC. Wajar memang, karena jika anak-anak masuk sendirian dalam kondisi pandemic seperti ini, pasti kita lebih was-was.

IKEA JGC spot foto4
Pretty

Memang sekarang jalan-jalan tidaklah semudah dulu. Tetapi saat kasus menurun, kita bisa mengajak anak-anak untuk jalan-jalan. Selamat berjalan-jalan di masa new normal :)


Note:

Duo Lynns tidak melewatkan kesempatan kelayapan ini dan mendokumentasikannya dalam v-log pertama mereka di YouTube Allaboutlynns Journal. YouTube ini berisi portofolio mereka, some are with link and some are for publics. Untuk v-log jalan-jalan ke IKEA, silakan klik link berikut ini ya.

 

Sekilas Info

IKEA Jakarta Garden City

Website: https://www.ikea.co.id/in/lokasi-kami/toko/ikea-jakarta-garden-city

Jl. Jakarta Garden City Boulevard, JGC Cakung 13910

Jam operasional:

Senin – Minggu (termasuk hari libur), pukul 09.00 – 22.00


Foto-foto makanan berasal dari website IKEA.
 

Monday, September 14, 2020

Virtual Trip to China


Beijing Lantern Festival. Sumber foto: chinadaily.com.cn
Jalan-jalan di masa covid ini sepertinya hal yang sangat tidak memungkinkan. Bagaimana tidak, untuk pergi ke suatu tempat kita harus diperiksa dulu (baik rapid test ataupun PCR). Setelah itupun, jika kita pergi keluar negeri, kita harus dikarantina selama 2 minggu (dengan biaya pribadi pula). Setelah itu baru bisa kelayapan.

Namun, bulan Juli kemarin, kami jalan-jalan ke China. Kok bisa? Secara virtual dong. Hehehe. Bersama dengan teman-teman dalam komunitas homeschool, kami ramai-ramai ke negeri yang sering disebut Negeri Tirai Bambu.
The Summer Palace saat musim semi. Sumber foto: pinterest
Tentunya info untuk jalan-jalan secara virtual ini disambut dengan penuh sukacita oleh anak-anak. Maklum, setelah tahun lalu puasa jalan-jalan ke luar karena ingin menyambut anggota baru, anak-anak berpikir kalau tahun ini bisa jalan-jalan. Eh, ternyata corona melanda sehingga tahun ini tidak dapat jalan-jalan. Alhasil, mereka suka halu jalan-jalan, dengan semangat menyiapkan ’koper’ dan perlengkapan untuk jalan-jalan.
Salah satu bentuk kehaluan anak-anak. 
Di hari H, auntie-auntie kreatif yang menjadi PIC ini sudah menyiapkan beberapa keterangan mengenai China. Setelah menunjukkan passport dan boarding pass, anak-anak siap untuk berpetualang. Petualangan anak-anak dimulai dengan mengunjungi Forbidden City secara virtual.
Are you ready, kids? 
Forbidden City atau Kota Terlarang merupakan kompleks istana kekaisaran dan kediaman kaisar dari mulai zaman dinasti Ming hingga dinasti Qing. Forbidden City ini terletak di pusat kota Beijing. Kompleks ini disebut Forbidden City karena memang pada zaman dahulu tidak mudah untuk masuk ke kawasan ini, kecuali memang diundang oleh kaisar sendiri. Ingat kan betapa susahnya Xiao Yan Zi untuk mengantar Xia Zi Wei menemui kaisar (huang a ma) di film Putri Huan Zhu? =D
Welcome to The Forbidden City 
Tian an men, gerbang kedamaian surgawi, di malam hari. Sumber foto: wikipedia.
Melihat bangunannya yang kokoh dan tahan gempa, tidak heran bangunan ini dinobatkan sebagai salah satu cagar budaya oleh UNESCO. Saat melihat gambarnya, anak-anak pun mengira bahwa istana ini adalah Gyeongbokgung di Seoul. Ya, agak mirip. Hanya saja yang ini jauh lebiiiiih luas.
Taman yang cantik. Sumber foto: mywowo.net.
Destinasi berikutnya adalah Xi’an, yang terletak di propinsi Shaanxi. Sebelum Beijing menjadi ibukota China, Xi’an merupakan ibukota pertama dari negara China. Tercatat ada 13 dinasti kekaisaran yang pernah memerintah dari Xi’an, salah satunya dinasti Qin.
Ancient City Wall Xi'an. Sumber foto: visitourchina.com
Di Xi’an sendiri sekarang terkenal dengan situs bersejarah, yang diresmikan oleh UNESCO di tahun 1987, yang sering disebut Tentara Terracotta atau Terracotta Army. Apa sih Tentara Terracotta? Seperti arti dari kata terracota itu sendiri, yaitu tanah liat atau tembikar, Tentara Terracota merupakan adalah kumpulan koleksi dari 8.099 tanah liat berbentuk prajurit dan kuda dalam ukuran asli. Tentara Terracotta ini dibuat pada zaman pemerintahan Kaisar Qin Shi di tahun 210 – 209 SM di kompleks pemakaman kaisar dan keluarganya. Tujuannya adalah agar untuk melindungi Kaisar Qin Shi setelah ia meninggal.
Terracotta Army. Sumber foto: wikipedia. 
Berbicara tentang China, pastilah tidak lepas dari yang namanya The Great Wall atau Wanli ChangCheng yang menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia. Tembok besar yang panjangnya 21.196 km ini memiliki penampakan seperti naga awalnya dibangun oleh dinasti sebelum dinasti Qin dengan tujuan untuk menahan serangan musuh dan suku-suku dari utara negara Tiong Kok (kalau kata anak-anak: jadi terbayang film Mulan). Hal ini terus berlanjut ke dinasti Qin, yang diprakarsai oleh Kaisar Qin Shi hingga ke dinasti Ming.
The Great Wall. Sumber foto: wikipedia. 
Kami pernah melihat film dokumenter di Discovery Channel tentang pembuatan tembok di salah satu daerah orang Hakka. Untuk membuat tembok tersebut kokoh, setiap lapisan tanah digemburkan dan dipadatkan. Untuk beberapa bagian pun terkadang menggunakan batu. Saat itu naratornya pun berkata pembuatan The Great Wall pun seperti pembuatan tembok ini. Wow, luar biasa sekali. Hanya dengan memadatkan, temboknya tetap kokoh hingga sekarang.
Salah satu gerbang Great Wall di malam hari. Sumber foto: detik.com 
Setelah puas ’berkeliling’, anak-anak diberikan beberapa fakta tentang China. China merupakan negara terbesar di Asia. Berbicara tentang China, maka tidak akan jauh-jauh dari Panda, hewan khas yang suka makan bambu. Selain itu, China juga terkenal dengan bunga teratai. Oya, jangan lupakan juga kegemaran orang China dengan yang namanya teh (dengan temannya dimsum tentunya).
Kungfu Panda =D
Lotus atau Teratai. Sumber foto: wikipedia. 
Setelah selesai, saya pun bertanya kepada anak-anak apakah mereka senang dengan virtual trip ke China? Dengan muka agak sedih mereka menjawab pengennya pergi betulan, melihat apakah Disneyland Shanghai lebih bagus dari Disneyland HK, dan melihat setiap tempat wisata secara langsung.
Shanghai Disneyland yang katanya jauh lebih besar dari DLHK. Sumber foto: shanghaidisneyresort.
Memang, jika membahas tempat wisata di China, sepertinya ada banyaaak sekali tempat wisata yang menarik, secara China sangat luas. Tetapi memang tidak mungkin mengunjungi semuanya sekaligus. Well, bersabar ya nak. Berdoa dan menabung dulu. Tunggu sampai covid selesai, baru kita bisa tamasya kembali.
Elephant Trunk Hill di Guilin. Sumber foto: Chinahighlights.com
Mau lihat panda yang imut dan lucu? Ada di Chengdu loh. Sumber foto: Chinahighlights.com 

Sunday, July 5, 2020

Pergantian Paspor Biasa ke E-Paspor



Buat orang yang suka jalan-jalan, paspor merupakan dokumen penting. Apalagi kalau lagi musim tiket murah. Jalan-jalan keluar negeri lebih murah daripada jalan-jalan di dalam negeri. Oleh sebab itu, bagi kami, paspor merupakan salah satu dokumen penting.

Namun sayangnya, tanggal masa berlaku paspor kami berbeda. Hal ini membuat urusan perpanjangan paspor menjadi repot. Apalagi sekarang kami berlima. Oleh sebab itu, kami terpikir untuk membuat e-paspor. Jadi bisa barengan ganti paspornya. Sambil berdoa agar dapat berkat lebih sehingga bisa pergi ke negara-negara yang bisa visa waiver karena menggunakan e-paspor.

Apa sih sebetulnya bedanya e-paspor dengan paspor biasa? Memang kalau dilihat sepintas, rasanya mirip saja. Hanya beda di tampilan depan saja. Namun tentunya lebih dari itu.

E-paspor atau elektronik paspor, yang sering disebut paspor biometri, merupakan jenis paspor yang mempunyai data biometri sebagai salah satu unsur pengaman paspor. Data biometri tersebut disimpan dalam bentuk chip yang tertanam pada bagian depan dari paspor tersebut. Otomatis data kita tersimpan lebih aman di situ. Dengan adanya chip tersebut, kita dapat melewati autogate dan tidak perlu membuka lembaran halaman saat melewati bagian imigrasi.
E-paspor, dengan lambang di bawah. 
Sedangkan di paspor biasa data kita tidak selengkap dan seaman di e-paspor. Dan saat melewati imigrasi, kita harus membuka lembar halamannya saat melewati imigrasi. Karena tidak adanya chip di paspor, kita tidak dapat melewati autogate.
Paspor biasa, tanpa lambang di bawah.
Nilai lain yang tidak kalah penting, karena data tersimpan dalam bentuk chip, maka beberapa negara memberikan visa waiver bagi pemilik e-paspor. Visa waiver berarti kita dapat masuk ke negara tujuan tanpa harus menggunakan visa. Yang paling terkenal adalah Jepang. Jepang memberikan visa waiver bagi pemilik e-paspor, dengan mengurus ke konsulat mereka tentunya.

Bagaimana dengan biaya? Biaya untuk pembuatan paspor biasa (48 halaman) adalah Rp 355.000,00. Sedangkan biaya untuk pembuatan e-paspor adalah Rp 655.000,00. Memang lebih mahal, tetapi hal ini wajar karena adanya chip di e-paspor. Apalagi elihat keadaan sekarang, sepertinya e-paspor akan menjadi hal yang penting saat ingin jalan-jalan ke luar negeri. 

Karena paspor kami masih belum habis masa berlakunya, kami agak ragu apakah bisa mengganti paspor biasa ke e-paspor. Kami pun sempat bertanya kepada petugas yang ada di kantor imigrasi saat kami mengurus paspor si kecil. Petugas yang ada berkata tidak masalah. Cukup lampirkan paspor yang lama dan fotokopi e-KTP katanya.

Bagaimana untuk pergantian paspor biasa ke e-paspor bagi anak-anak? Selain melampirkan paspor yang lama, untuk pergantian paspor anak diminta juga untuk melampirkan fotokopi KTP ayah-ibu, fotokopi Kartu keluarga, fotokopi Akta kelahiran anak, fotokopi Akta pernikahan orang tua, fotokopi halaman depan paspor ortu, dan surat pernyataan bermeterai (biasanya disediakan di kantor imigrasi, jadi bawa saja meterai). Untuk fotokopi KTP ayah-ibu dapat difotokopi satu halaman A4, jangan dipotong. Begitu juga dengan fotokopi paspor ayah-ibu.
Persyaratan yang harus dilengkapi.
Kami pun kembali mendaftar secara online melalui aplikasi Layanan Paspor Online. Langkah-langkah pendaftaran kurang lebih sama seperti saat membuat baru, yaitu:
1. Pilih antrian paspor pada menu utama aplikasi.
2. Pilih kantor imigrasi sesuai dengan ketersediaan kuota yang terdapat di kantor imigrasi.
3. Pilih jenis permohonan (pembuatan paspor baru atau pergantian/perpanjangan paspor).
4. Pilih tanggal tesedia/tanggal dengan tanda ‘hijau’.
5. Pilih waktu kedatangan pagi (08.00 – 12.00) atau siang (13.00 – 15.00). Saat kita memilih, nanti akan muncul berapa kuota yang tersedia.
6. Tekan tombol Lanjut untuk meneruskan proses penggantian/perpanjangan paspor.
7. Pilih jumlah pemohon dan masukkan sesuai jumlah pemohon yang diinginkan. Satu akun dapat mengisi maksimal 5 orang asalkan masih dalam satu Kartu Keluarga.
8. Pilih masukkan data dan arahkan paspor pada kamera handphone.
9. Pilih keterangan mengenai siapa yang akan membuat perjanjian (pribadi, ayah/ibu, anak, suami/istri).
10. Setelah memastikan tidak ada data yang salah, maka tekan tombol simpan.
Yang perlu diperhatikan adalah jika kita membatalkan pendaftaran ini, maka kita tidak dapat mendaftar lagi selama 1 bulan. Jadi, saat mendaftar, harus teliti dan jangan sampai salah.

Di hari yang sudah ditentukan, kami datang ke kantor imigrasi Jakarta Pusat dengan membawa data-data yang diminta. Setelah mengisi form yang disediakan, kami menyerahkan data tersebut ke petugas yang berada di counter pemeriksaan. Petugas memberikan nomor antrian elektronik untuk kami dan meminta kami menunggu di atas.

Saat kami ke atas, sistem yang ada sudah berbeda jauh dibanding saat kami mengurus paspor adik sebelumnya. Kami pun menunggu giliran kami untuk wawancara. Petugas yang berada di tempat wawancara pun jauh lebih ramah dibanding dulu. Setelah selesai pun kami diberikan blanko untuk pembayaran dan blanko yang berisi keterangan dan QR code.

Saat paspor sudah jadi, saya dan papa pun pergi untuk mengambil paspor yang baru. Prosesnya pun berbeda dibanding dulu. Saya harus men-scan QR code yang ada di blanko yang diberikan oleh petugas. Saat di-scan, maka akan keluar data kita di monitor yang ada. Jika memang sesuai (harusnya sih pasti sesuai, kecuali ada kesalahan sistem), kita tinggal tekan tombol untuk cetak. Maka mesin akan mengeluarkan nomor antrian.

Saat nomor kita dipanggil, kita tinggal memberikan nomor antrian tersebut. Nanti petugas akan mengambilkan paspor yang baru dan meminta kita menulis data paspor yang baru di buku yang disediakan. Setelah kita memeriksa paspor kita, memastikan tidak ada yang salah tulis, maka kita bisa membawa paspor yang baru dan yang lama pulang.

Bagaimana jika kita ingin diwakilkan? Selama yang mengambil masih satu Kartu Keluarga, maka pengambilan paspor dapat diwakilkan. Jangan lupa bawa KTP dan Kartu Keluarga asli untuk buktinya ya. 

Pembuatan E-Passport Bayi



Sebagai keluarga yang senang jalan-jalan, bagi kami membuat paspor untuk anak-anak itu penting. Maklum, kami memang selalu jalan-jalan ramai-ramai. Demikian juga saat si bayi ini lahir. Biasanya kami akan mengajak anak-anak membuat paspor di usia ke 5 bulan.

Namun kali ini, saat si bayi berusia 3 bulan, kami berinisiatif untuk memajukan jadwal pembuatan paspor. Alasannya saat itu sangat sederhana, yaitu kalau ada tiket promo, untuk ke Malaka (mengikuti homeschool conference), kan dibutuhkan nomor paspor. Kalau sudah ada kan jadi tidak repot.

Berbeda dengan pembuatan paspor sebelumnya, kali ini pendaftaran untuk membuat paspor harus dengan menggunakan aplikasi Layanan Paspor Online. Cara untuk mendaftarnya pun tidak susah. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
1. Buatlah perjanjian untuk bertemu (pendaftaran) melalui aplikasi Layanan Paspor Online.
Untuk pendaftaran tinggal mengikuti langkah-langkah yang diberikan. Satu kali permohonan dapat untuk maksimal 5 orang dalam satu Kartu Keluarga. Namun harus diingat kalau kita membatalkan pendaftaran yang sudah diajukan, maka kita baru dapat mendaftar 1 bulan kemudian. Untuk mendaftar secara online, berikut adalah langkah-langkahnya:
- Pilih antrian paspor pada menu utama aplikasi.
- Pilih kantor imigrasi sesuai dengan ketersediaan kuota yang terdapat di kantor imigrasi.
- Pilih jumlah pemohon yang akan membuat paspor baru (1 kali pembuatan permohonan hanya untuk 5 orang dalam satu kartu keluarga).
- Pilih tanggal yang masih tersedia (yang ditandai dengan tanda hijau’).
- Pilih waktu kedatangan pagi (08.00 – 12.00) atau siang (13.00 – 15.00). Saat kita memilih, nanti akan muncul berapa kuota yang tersedia.
- Isi form data sesuai dengan data yang diminta dan simpan setelah itu.

2. Persiapkan berkas-berkas yang harus dibawa. 
Untuk pembuatan paspor anak, dibutuhkan berkas-berkas sebagai berikut:
- Fotokopi KTP ayah-ibu (difotokopi satu halaman A4, jangan dipotong)
- Fotokopi Kartu keluarga
- Fotokopi Akta kelahiran anak
- Fotokopi Akta pernikahan orang tua
- Fotokopi halaman depan paspor ortu (difotokopi satu halaman A4, jangan dipotong)
- Surat pernyataan bermeterai (biasanya disediakan di kantor imigrasi, jadi bawa saja meterai)
Persyaratan Pembuatan/Perpanjangan Paspor
3. Di hari yang sudah ditentukan, bawalah fotokopi berkas-berkas dan juga surat aslinya. 
Ada baiknya jika kita datang 30 menit sebelum waktu perjanjian. Jadi kita dapat mengisi form yang disediakan. Selain itu, kita dapat memperlengkapi dokumen-dokumen jika ada yang kurang.

4. Ambil map dan lembaran yang harus diisi di meja yang telah disediakan. 
Di bagian formulir, terdapat banyak formulir dan map. Kita bisa bertanya kepada petugas yang ada jika kita bingung. Isi form sesuai dengan data yang diminta. Jika bingung, bisa dikosongkan terlebih dahulu dan ditanyakan ke petugas.

5. Serahkan map yang berisi form yang sudah diisi data beserta fotokopi berkas-berkas yang harus dilampirkan untuk diperiksa oleh petugas. 
Jika tidak ada yang kurang, kita akan mendapatkan nomor antrian untuk dipanggil wawancara. Jika ada yang kurang, maka kita akan diminta untuk melengkapi.

6. Tunggu panggilan untuk wawancara. 
Petugas akan memberikan kita nomor antrian elektronik. Kita tinggal duduk manis untuk dipanggil. Dan setelah selesai, kita akan mendapatkan blanko untuk pembayaran dan juga form yang berasa data dan QR code pembuatan paspor kita.

Karena kami membuat paspor untuk bayi, maka kami pun masuk ke jalur antrian khusus untuk lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi. Kami cukup menunggu panggilan dari petugas. Dan tanpa memakan waktu lama, setelah selesai foto, kami diberikan form untuk pembayaran. Si papa pun membayar ke salah satu bank terdekat. Karena kami memilih membuat e-paspor, maka biaya yang dikenakan adalah Rp 655.000,00.

Bagaimana dengan hasilnya? Untuk hasilnya, kita dapat memeriksa melalui nomor whatsapp yang diberikan. Petugasnya sih bilang bisa sampai 7 hari kerja. Tetapi di hari keempat, kami mendapatkan whatsapp yang menginformasikan bahwa paspor sudah jadi.

Walaupun sekarang paspor si kecil belum dapat digunakan, tetapi kami bersyukur karena sudah mengurus paspor tersebut sebelum corona melanda Indonesia. Tidak terbayangkan kalau harus mengurus paspor dalam masa pandemi ini. Semoga pandemi ini cepat berlalu. ;)