Showing posts with label china. Show all posts
Showing posts with label china. Show all posts

Monday, January 26, 2026

Petualangan Singkat di Bandara Xiamen


Seperti di artikel sebelumnya, proses transit kami tidaklah susah. Kami hanya perlu menunjukkan kalau kami akan melanjutkan perjalanan ke Seoul, maka kami mendapatkan visa transit. Petualangan kami dimulai di saat kami telah mengambil bagasi.

Instruksi yang diberikan Xiamen Airline

Tujuan kami selanjutnya adalah beristirahat di New East Asia Hotel. Hotel ini terletak dekat dengan bandara dan menyediakan airport pick up secara free.  Berdasarkan chat kami dengan pihak hotel sebelum kami pergi, sesampainya kami di bandara, kami cukup menggunakan telepon umum di situ untuk menelpon ke hotel supaya dijemput. Telepon umum di situ umum untuk nomor lokal, sehingga kami berpikir pasti mudah.

Ternyata, yang menerima telepon tidak dapat berbahasa Inggris. Akhirnya kami menggunakan aplikasi terjemahan offline untuk berkomunikasi dengan salah satu petugas yang sedang bersih-bersih. Petugas tersebut mau membantu untuk menelepon. Lalu kami diminta untuk pergi ke lantai dua untuk menunggu mobil jemputan. Saat kami berjalan menuju titik temu, kami melihat mobil hotel tersebut menurunkan orang dan langsung berjalan. 

Thanks to this offline apps.

Kami pun panik dan mencoba mengejar. Tetapi mobil tersebut tetap berjalan (yang akhirnya kami ketahui memang ini hanya tempat menurunkan penumpang, bukan untuk berhenti). Kami pun bertanya ke counter Trip.Com (karena kami memesan hotel dari Trip.Com). Kembali lagi kami bertemu petugas yang tidak bisa bahasa Inggris. Segala kemampuan berbahasa dikerahkan, tetapi mungkin karena nadanya beda, mereka tidak mengerti.

Untungnya papa melihat customer service Xiamen Airline. Mereka bisa berbahasa Inggris. Mereka membantu untuk menghubungi. Lalu mereka menjelaskan bahwa pick up service dari hotel ada di lantai dasar dekat dengan area parkir. Kami pun bergegas ke bawah untuk menunggu shuttle service datang.

Dari gak pakai jaket sampai pakai jaket karena udara menggigit.

Setelah menunggu kedinginan hampir 30 menit, akhirnya shuttle service kami tiba juga. Mobil yang digunakan tidak besar, tetapi banyak juga yang ternyata ingin menuju New East Asia Hotel. Ada orang Singapore, Malaysia, dan juga Indonesia.

Area parkir

Perjalanan dari bandara menuju hotel hanya 5 menit. Selama 5 menit itu kami menikmati lampu-lampu yang ada. rasanya semua teratur dan rapi.  Sampai di hotel, proses check in berlangsung cepat. Mereka meminta passport kami untuk diperiksa. Kami diberikan kartu dan kami pun menuju kamar kami untuk beristirahat.

Twin bed room.

New East Asia Hotel merupakan hotel yang terletak di distrik Huli. Walau hotel ini dekat dengan bandara dan sering digunakan sebagai hotel transit, tetapi banyak fasilitas yang diberikan. Apalagi lokasinya juga dekat dengan tempat wisata. 

Kamar mandinya, sedikit remang.

Hotel ini juga menyediakan free Wi-Fi dan 24-hour Front Desk. Jadi kapan saja datang pasti tetap dilayani. Tetapi kami tidak berani untuk connect ke Wi-Fi mereka. seperti diketahui Whatsapp termasuk salah satu yang di-band di sana. Dan karena hanya sebentar saja, kami pun tidak roaming atapun membeli local sim card

Shower area.

Kamar yang kami pesan cukup nyaman. Mereka menyediakan sarapan juga. Tetapi kami tidak mengambil sarapan kami karena kami akan jalan kembali pada pukul 05.30. Kalau menurut kakak, sebetulnya sayang juga hanya digunakan sebentar padahal kamarnya nyaman.

Keesokan harinya, kami menggunakan fasilitas airport drop off dari hotel. Kami mengira hanya kami saja yang akan naik mobil. Ternyata banyak juga yang akan ke bandara di jam sepagi itu. Dan saat kami tiba, antrian di bandara cukup panjang. Mungkin karena pintu bandara belum dibuka.

Screening di Xiamen Airport cukup ketat. Antrian yang ada cukup panjang. Tetapi semua berjalan dengan tertib. Selesai memasukkan bagasi, kami menuju gate kami. 

Antrian yang ada.

Waktu yang ada kami gunakan untuk berkeliling di area custom. Walau sepagi itu, banyak tempat makan yang sudah buka. Mau pilihan halal atau non halal pun ada. Chain restaurant seperti Burger King, McDonalds juga ada.

Karena adik sudah lapar, maka kami pun membeli Whooper Jr dan fries di Burger King untuk anak-anak. Toh nanti di pesawat juga dapat breakfast. Awalnya kami mengira pasti rasanya sama dengan yang ada di Indonesia. Ternyata rasanya lebih enak dan ukurannya lebih besar. Kalau menurut adik, ini Whooper terenak yang pernah dia makan (lebay.com).


Selain tempat makan, tempat souvenir juga banyak yang sudah berjualan. Bermacam-macam teh, cookies dari almond, dan juga paket-paket oleh-oleh yang cantik tersedia. Banyak yang bilang harganya lebih murah dibanding beli di Hong Kong.

Petualangan kami di Xiamen selesai saat kami diminta untuk boarding. Sepertinya traveling di Xiamen menarik juga. Apalagi ada Gu Lang Yu yang menarik untuk dikunjungi.

Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)  

Next: Seoul Spring Day 1: Myeongdong Pasca Pandemi

 

Sekilas Info 

New East Asia Hotel

Alamat: 136-1 Xiangyun 3 Rd, Huli District, Xiamen, Fujian, Tiongkok, 361000

Phone: +8617770149006 


Saturday, January 24, 2026

Berkenalan dengan Xiamen Airline


Kalau ditanya liburan apa yang selalu disukai anak-anak, maka mereka pasti akan menjawab liburan yang nggak panas. Memang betul sih. Sebagai orang yang tinggal di daerah tropis, pasti ingin mencari suasana yang enak saat liburan. Kalau bisa tidak kepanasan, kenapa harus kepanasan kan.

Hal inilah yang membuat kami kembali mengunjungi Seoul. Dimulai dari miles yang akan hangus di tahun ini. Kami berpikir sayang kan kalau hangus. Semua negara tujuan wisata kami lihat dan kami pertimbangkan untung dan ruginya dengan miles yang ditukar.

Pilihan kami pun mengerucut antara Jepang dan Seoul. Apalagi waktu liburan ke Jepang yang lalu belum terasa maksimal, karena menyesuaikan dengan oma opa. Namun walaupun miles yang ditukar sama, tetapi tambahan uang untuk membayarnya jauh lebih tinggi kalau tujuannya Jepang. Jadi kami pun memilih Seoul. Dan supaya lebih menghemat, kami pun memilih tanggal yang agak nanggung, yaitu akhir Februari hingga awal Maret.

Karena miles yang kami punya hanya bisa untuk oneway, maka kami memilih pergi menggunakan budget airline. Namun setelah diperiksa, budget airline terasa mahal juga. Entah mengapa tiba-tiba melihat review salah satu airline dari China yang bernama Xiamen Airline.

Xiamen Airline bukan budget airline, karena harga tiket sudah termasuk bagasi dan makan. Tetapi harganya bisa lebih murah daripada budget airline. Bahkan saat transit dapat fasilitas free lounge atau free hotel. Hotelnya pun bagus.

Menu breakfast si kecil, lengkap dengan cookies.

Kami pun tergoda mencoba dan akhirnya memesan tiket pergi yang overnight. Sayangnya beberapa bulan sebelum kami terbang, pihak Xiamen mengubah kebijakan untuk free hotel. Bagi pelancong tujuan Taiwan ataupun Seoul tidak mendapatkan free hotel. Kami pun akhirnya mencari hotel untuk transit karena ternyata bandara dikunci pada pukul 10 malam dan dibuka kembali jam 6 pagi. Jadi tidak bisa menginap di bandara. 

Our food.

Bagaimana rasanya naik Xiamen Airline? Secara pelayanan, kualitasnya bagus, karena Xiamen termasuk dalam Star Alliance. Pramugari begitu sopan dan akan berlutut jika ingin berbicara dengan kita (supaya sejajar dengan kita saat duduk). Warna bajunya yang mirip dengan Korean Air, membuat kami berpikir apa yang termasuk dalam Star Alliance model bajunya begini semua ya. 

Seat di Xiamen Airline

Untuk makanan, kita bisa request, terutama untuk teman-teman Muslim. Mereka sangat professional dan variasi makanan yang disediakan cukup banyak. Kami memesan kids meal untuk si kecil, dan makanannya juga enak. 

Kids Meal

Yang kurang dari penerbangan kami adalah entertainment. Untuk tujuan Xiamen dan juga Seoul, mereka tidak menempatkan TV di tiap bangku. Posisi TV ada di atas, sehingga tiga baris kursi bisa melihat bersama di satu TV. Tontonannya pun mereka yang set, dan tentunya tipikal film lepas China semuanya ya.

Satu screen untuk beberapa baris kursi.

Penerbangan kami cukup nyaman. Proses transit pun mudah. Kami mendapatkan visa transit yang berlaku 72 jam. Setelah mengambil bagasi, kami pun menunggu mobil jemputan hotel (drama ini di artikel terpisah ya).

Secara keseluruhan, naik Xiamen Airline termasuk nyaman. Sisi kurang untuk entertainment bisa diakali dengan menyiapkan aktivitas untuk si kecil ataupun tontonan sendiri. Apalagi jika dibandingkan dengan harganya yang lebih murah dari budget airline, Xiamen menjadi salah satu pilihan kami untuk traveling. 

Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3) 

Next: Berpetualang di Xiamen

Monday, September 14, 2020

Virtual Trip to China


Beijing Lantern Festival. Sumber foto: chinadaily.com.cn
Jalan-jalan di masa covid ini sepertinya hal yang sangat tidak memungkinkan. Bagaimana tidak, untuk pergi ke suatu tempat kita harus diperiksa dulu (baik rapid test ataupun PCR). Setelah itupun, jika kita pergi keluar negeri, kita harus dikarantina selama 2 minggu (dengan biaya pribadi pula). Setelah itu baru bisa kelayapan.

Namun, bulan Juli kemarin, kami jalan-jalan ke China. Kok bisa? Secara virtual dong. Hehehe. Bersama dengan teman-teman dalam komunitas homeschool, kami ramai-ramai ke negeri yang sering disebut Negeri Tirai Bambu.
The Summer Palace saat musim semi. Sumber foto: pinterest
Tentunya info untuk jalan-jalan secara virtual ini disambut dengan penuh sukacita oleh anak-anak. Maklum, setelah tahun lalu puasa jalan-jalan ke luar karena ingin menyambut anggota baru, anak-anak berpikir kalau tahun ini bisa jalan-jalan. Eh, ternyata corona melanda sehingga tahun ini tidak dapat jalan-jalan. Alhasil, mereka suka halu jalan-jalan, dengan semangat menyiapkan ’koper’ dan perlengkapan untuk jalan-jalan.
Salah satu bentuk kehaluan anak-anak. 
Di hari H, auntie-auntie kreatif yang menjadi PIC ini sudah menyiapkan beberapa keterangan mengenai China. Setelah menunjukkan passport dan boarding pass, anak-anak siap untuk berpetualang. Petualangan anak-anak dimulai dengan mengunjungi Forbidden City secara virtual.
Are you ready, kids? 
Forbidden City atau Kota Terlarang merupakan kompleks istana kekaisaran dan kediaman kaisar dari mulai zaman dinasti Ming hingga dinasti Qing. Forbidden City ini terletak di pusat kota Beijing. Kompleks ini disebut Forbidden City karena memang pada zaman dahulu tidak mudah untuk masuk ke kawasan ini, kecuali memang diundang oleh kaisar sendiri. Ingat kan betapa susahnya Xiao Yan Zi untuk mengantar Xia Zi Wei menemui kaisar (huang a ma) di film Putri Huan Zhu? =D
Welcome to The Forbidden City 
Tian an men, gerbang kedamaian surgawi, di malam hari. Sumber foto: wikipedia.
Melihat bangunannya yang kokoh dan tahan gempa, tidak heran bangunan ini dinobatkan sebagai salah satu cagar budaya oleh UNESCO. Saat melihat gambarnya, anak-anak pun mengira bahwa istana ini adalah Gyeongbokgung di Seoul. Ya, agak mirip. Hanya saja yang ini jauh lebiiiiih luas.
Taman yang cantik. Sumber foto: mywowo.net.
Destinasi berikutnya adalah Xi’an, yang terletak di propinsi Shaanxi. Sebelum Beijing menjadi ibukota China, Xi’an merupakan ibukota pertama dari negara China. Tercatat ada 13 dinasti kekaisaran yang pernah memerintah dari Xi’an, salah satunya dinasti Qin.
Ancient City Wall Xi'an. Sumber foto: visitourchina.com
Di Xi’an sendiri sekarang terkenal dengan situs bersejarah, yang diresmikan oleh UNESCO di tahun 1987, yang sering disebut Tentara Terracotta atau Terracotta Army. Apa sih Tentara Terracotta? Seperti arti dari kata terracota itu sendiri, yaitu tanah liat atau tembikar, Tentara Terracota merupakan adalah kumpulan koleksi dari 8.099 tanah liat berbentuk prajurit dan kuda dalam ukuran asli. Tentara Terracotta ini dibuat pada zaman pemerintahan Kaisar Qin Shi di tahun 210 – 209 SM di kompleks pemakaman kaisar dan keluarganya. Tujuannya adalah agar untuk melindungi Kaisar Qin Shi setelah ia meninggal.
Terracotta Army. Sumber foto: wikipedia. 
Berbicara tentang China, pastilah tidak lepas dari yang namanya The Great Wall atau Wanli ChangCheng yang menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia. Tembok besar yang panjangnya 21.196 km ini memiliki penampakan seperti naga awalnya dibangun oleh dinasti sebelum dinasti Qin dengan tujuan untuk menahan serangan musuh dan suku-suku dari utara negara Tiong Kok (kalau kata anak-anak: jadi terbayang film Mulan). Hal ini terus berlanjut ke dinasti Qin, yang diprakarsai oleh Kaisar Qin Shi hingga ke dinasti Ming.
The Great Wall. Sumber foto: wikipedia. 
Kami pernah melihat film dokumenter di Discovery Channel tentang pembuatan tembok di salah satu daerah orang Hakka. Untuk membuat tembok tersebut kokoh, setiap lapisan tanah digemburkan dan dipadatkan. Untuk beberapa bagian pun terkadang menggunakan batu. Saat itu naratornya pun berkata pembuatan The Great Wall pun seperti pembuatan tembok ini. Wow, luar biasa sekali. Hanya dengan memadatkan, temboknya tetap kokoh hingga sekarang.
Salah satu gerbang Great Wall di malam hari. Sumber foto: detik.com 
Setelah puas ’berkeliling’, anak-anak diberikan beberapa fakta tentang China. China merupakan negara terbesar di Asia. Berbicara tentang China, maka tidak akan jauh-jauh dari Panda, hewan khas yang suka makan bambu. Selain itu, China juga terkenal dengan bunga teratai. Oya, jangan lupakan juga kegemaran orang China dengan yang namanya teh (dengan temannya dimsum tentunya).
Kungfu Panda =D
Lotus atau Teratai. Sumber foto: wikipedia. 
Setelah selesai, saya pun bertanya kepada anak-anak apakah mereka senang dengan virtual trip ke China? Dengan muka agak sedih mereka menjawab pengennya pergi betulan, melihat apakah Disneyland Shanghai lebih bagus dari Disneyland HK, dan melihat setiap tempat wisata secara langsung.
Shanghai Disneyland yang katanya jauh lebih besar dari DLHK. Sumber foto: shanghaidisneyresort.
Memang, jika membahas tempat wisata di China, sepertinya ada banyaaak sekali tempat wisata yang menarik, secara China sangat luas. Tetapi memang tidak mungkin mengunjungi semuanya sekaligus. Well, bersabar ya nak. Berdoa dan menabung dulu. Tunggu sampai covid selesai, baru kita bisa tamasya kembali.
Elephant Trunk Hill di Guilin. Sumber foto: Chinahighlights.com
Mau lihat panda yang imut dan lucu? Ada di Chengdu loh. Sumber foto: Chinahighlights.com