Thursday, March 16, 2017

Mengejar Cashback di GATF 2017 Fase 1


Masih ingat kisah kami saat berburu tiket murah di GATF 2016 kemarin? Kali ini Garuda mengadakan kembali acara GATF di JCC dari tanggal 10 sampai 12 Maret 2017. Berdasarkan pengalaman kami dua kali membeli tiket di GATF fase 2, maka kali ini kami berencana mencoba untuk mencari tiket murah di GATF 2017 Fase 1. Dan .....kami berencana untuk mengantri mendapatkan gelang cashback. Apa sih fungsinya gelang cashback

Saat GATF, harga tiket Garuda menjadi murah. Di jam-jam tertentu, jam 10.00 - 13.00 dan 16.00 - 18.00, harga tiket yang tadi sudah murah didiskon lagi. Bagi yang mempunyai gelang cashback, harga yang sudah murah tersebut akan mendapatkan cashback. Contohnya tiket ke Jepang (tiket yang paling banyak diincar saat GATF 2016 kemarin) saat GATF dijual sekitar Rp 5,2 juta. Harga saat happy hour menjadi Rp 4,7 juta. Dan jika punya gelang cashback, maka pemegang tiket dapat potongan sebesar Rp 1,5 juta sehingga harga tiket menjadi Rp 3,2 juta. Lumayan banget kan selisihnya?

Selisih yang lumayan itu tentunya membutuhkan perjuangan. Untuk mendapatkan gelang tersebut, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
1. Jenis kartu kredit yang berhak mendapatkan promo cashback adalah: Kartu Kredit Garuda BNI Platinum & Signature, Kartu Kredit BNI Platinum (VISA, Mastercard, JCB) dan Kartu Kredit BNI Infinite (Tidak berlaku untuk iB Hasanah dan Corporate Card).
2. Tersedia 275 gelang cashback / hari / nama nasabah untuk 550 (lima ratus lima puluh) tiket return / PP. Untuk mendapatkan cashback, Pemegang Kartu Kredit melakukan antrian terlebih dahulu untuk mendapatkan gelang di BNI Ticket Box dengan menunjukkan KTP / SIM / Paspor asli yang masih berlaku (bukan fotocopy atau picture di WA / BBM).1 (satu) orang Pemegang Kartu Kredit hanya berhak mendapatkan 1 (satu) gelang dan hanya berlaku di hari yang sama.
3. 1 (satu) gelang berhak mendapatkan cashback untuk maksimal 2 (dua) tiket return / PP (tidak berlaku untuk pembelian paket tur). Cashback tidak berlaku apabila hanya melakukan pembelian tiket one way. Total transaksi yang tertera di sales draft harus sesuai dengan total transaksi di bukti pembelian / invoice / print out ticket.
4. Selanjutnya Pemegang Kartu kredit harus bertransaksi di Travel Agent peserta GATF selama event berlangsung.
5. Setelah melakukan pembelian tiket, Pemegang Kartu Kredit BNI menuju Redemption Booth Kartu Kredit di area Assembly Hall untuk klaim cashback dengan menunjukkan gelang, Kartu Kredit, bukti pembayaran (sales draft) dan bukti pembelian (invoice dan print out tiket). BNI tidak akan memberikan cashback apabila gelang dalam kondisi rusak atau dilepas.Nama yang tertera di Kartu Kredit BNI harus sama dengan KTP / SIM / Pasport asli.
6. Pemegang Kartu Kredit BNI tidak harus ikut dalam perjalanan.

Kalau dilihat dari GATF tahun lalu, jumlah kuota gelang berkurang 75 gelang. Yang berarti perjuangan untuk mendapatkan cashback cukup panjang.Kalau disimpulkan, ada dua hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan gelang tersebut, yaitu. 
1. Pemegang kartu kredit BNI harus mengantri dari pagi untuk mendapatkan gelang.
2. Setelah mendapatkan gelang dan membeli tiket yang diinginkan, pemegang gelang harus mengantri kembali untuk mendapatkan cashback di redemption booth BNI. Walaupun tertulis ada 550 cashback, tetapi cashback-nya berdasarkan kuota juga. Intinya, siap cepat dia dapat. 

Berbekal informasi yang kami dapatkan, papa berencana datang pagi-pagi untuk mencoba keberuntungannya, sementara saya dan anak-anak pergi belakangan. Papa sengaja tidak membawa mobil daripada repot cari parkir dan antri keluar. Saat papa sampai di JCC, antrian yang ada sudah mengular sampai ke area jalanan. Ternyata peminatnya banyak sekali. Papa sempat ngobrol dengan pak satpam dan pak satpam bilang yang sudah antri kurang lebih 400 orang dan ada yang datang dari malam (ternyata oh ternyata).
Antrian saat pukul 06.45.
Saat kami datang menyusul, pembagian gelang cashback sudah tinggal 5 lagi, sedangkan antrian di depan papa masih ada 50 orang. Sekarang tujuan mengantrinya hanya untuk mendapatkan tiket masuk travel fair secara gratis. Selesai mengantri untuk mendapatkan tiket masuk, kami kembali mengantri untuk masuk ke dalam travel fair. Pengalaman pertama bagi kami. Selama ini kami tidak perlu mengantri untuk masuk. Kami hanya mengantri untuk mendapatkan tiket gratis untuk masuk dari garuda members dan masuk setelah semua yang mengantri sudah masuk. 

Setelah masuk, kami segera menuju area travel agent. Pembagian untuk travel agent pun terbagi menjadi tiga kelompok yaitu Platinum, Gold, dan Potensial. Kelompok Platinum adalah travel agent yang lumayan besar seperti Bayu Buana, Dwi Daya, Avia, Panorama, Obaja, dan sebagainya. Lokasi booth mereka berada di dekat pintu masuk. Langganan kami pun ada di kelompok ini. Kami segera menuju travel langganan kami. Tetapi kali ini antriannya sudah mengular. 
Floor plan GATF 2017
Saya pun mengajak anak-anak mengunjungi Kidzone, yang disponsori oleh Kidzania, sementara papa mengantri. Setelah puas bermain, kami kembali menemui papa. Dan antrian hanya berjalan sedikit. Anak-anak mulai bosan karena kali ini pembagian 'goodie bag' dan tempat foto-foto di GATF ini tidak sebanyak sebelumnya. Akhirnya saya mencoba berkeliling mencari travel agent yang tidak begitu ramai sementara papa tetap mengantri. Karena melihat antrian di Obaja tidak begitu ramai, saya mencoba untuk menanyakan harga tiket tujuan kami. Ternyata harganya tidak jauh berbeda dengan tempat langganan kami. Demi menghemat waktu, semakin mendekati makan siang, maka kami pun berpindah tempat ke Obaja.
Kidzone by Kidzania
Proses pembelian pun berlangsung dengan cepat karena kami langsung memberikan data yang berisi nama dan tanggal perjalanan kami di kertas. Mas yang bekerja di Obaja senang dan berkata andai semua pembeli tiket seperti ini, proses dapat berjalan dengan cepat. 
Antrian di travel agent
Kesimpulan kami dari pengejaran cashback kami kali ini adalah:
1. Bagi pemegang kartu kredit BNI, jika memang ingin mengejar cashback, maka sebaiknya datang lebih awal (baca: dari dini hari kalau perlu). Tetapi jika tidak mengejar cashback, cukup dengan mengejar happy hour dan pembayaran dengan cicilan 0% saja.
2. Bagi setiap pemburu tiket murah, sediakan pilihan tanggal keberangkatan. Jadi andaikan tanggal yang diinginkan tidak tersedia, ada pilihan tanggal lain. Seringkali yang jadi lama antrinya adalah karena si pemburu tiket tidak mempersiapkan data dan tanggal.
3. Selain cashback kartu kredit BNI, ada juga cashback debit BNI yang tidak perlu menggunakan gelang. Tetapi memang kelebihan pembayaran dengan kartu kredit BNI adalah promo cicilan 0%-nya. 
4. Jangan lupa mencari booth untuk permainan setelah membeli tiket. Setelah mengikuti permainan, biasanya akan mendapatkan voucher yang dapat digunakan. Lumayan kan :)
Atas: antrian untuk cashback BNI, panjangnya... 
Jam operational: 10.00 -  22.00
Jam buka loket tiket: 08.00 (BNI) dan 09.00 (umum)

HTM:
-Rp 35.000,00 (gratis untuk anak dibawah 5 tahun dan lansia diatas 65 tahun)
Gratis biaya masuk bagi:
Member GarudaMiles Platinum : 1 (satu) orang
Pemegang Kartu Kredit BNI Infinite, Platinum, dan Emerald : 2 (dua) orang
Pemegang Kartu Kredit GA BNI Co-Brand Visa Signature & Visa Platinum : 2 (dua) orang
Pemegang Kartu Debit Garuda-BNI : 1 (satu) orang
Pemegang Kartu BNI iB Hasanah : 1 (one) orang

Periode Pemesanan: 10 - 12 Maret 2017
Periode Penerbangan: 10 Maret 2017 - 28 Februari 2018
Blackout date:
- Rute internasional: 22 - 29 Juni 2017
- Rute domestik: 16 Juni -  2 Juli 2017 dan 21 Desember 2017 - 3 Januari 2018

Happy hour (Jakarta)
10.00 - 13.00 WIB
16.00 - 18.00 WIB
Jadwal Shuttle Bus
Disclaimer: Postingan ini murni dari pengalaman kami dalam mencari tiket murah. Tujuannya supaya banyak keluarga yang dapat mengajak anak-anaknya untuk jalan-jalan bersama orang tuanya. (Biasanya kan anak-anak tidak diajak dengan alasan harga tiket mahal). So...ini bukan postingan promosi terhadap salah satu pihak ya :)

Monday, March 6, 2017

Di Saat Kidzania ramai....


Kidzania, kotanya anak-anak, merupakan salah satu tempat favorit Duo Lynns. Setelah kunjungan ke Kidzania waktu yang lalu, kakak dan adik sering  berpura-pura sedang di dalam Kidzania. Kakak jadi petugas lab Yakult, sambil minum Yakult yang ada di kulkas, sedang adik jadi mbak yang ada di kebun teh. Mereka mengulang semua kata-kata yang mereka dengar dan menyampaikannya dengan gaya mereka. Setiap bermain, mereka akan bertanya kapan mereka main ke Kidzania lagi. Apalagi setelah mereka tahu bahwa kami mendapatkan satu voucher Kidzania saat GATF 2016 kemarin.

Pucuk dicinta ulam tiba. Setelah mereka bernyanyi di salah satu seri lagu tentang karakter, mereka diajak bermain ke Kidzania oleh oma J bersama Duo A, teman mereka. Berhubung sudah memasuki waktu liburan, maka papa melihat hari apa yang masih ada slot untuk orang dewasa. Ternyata penuh loh kalau masa liburan. Yang kosong hanya hari terakhir sebelum Kidzania memasuki peak season. Kami, para orang tua, berpikir daripada peak season, sudah harga liburan tetapi satu sesi hanya 5 jam, lebih baik kami bermain di hari terakhir sebelum peak season walau sesinya juga hanya 5 jam. Kalau sebelumnya papa membeli tiket online di website resmi Kidzania, kali ini saya mencoba mencari tiket Kidzania di Groupon dan Lakupon. Akhirnya kami membeli dari Lakupon, karena kuota untuk Groupon sudah habis. Karena saya sudah ada voucher Kidzania, maka kami hanya membeli 2 untuk Duo Lynns dan 3 untuk Duo A dan maminya, karena sang kepala keluarga sedang bekerja. Saat di detik-detik terakhir papa dari Duo A memutuskan untuk ikut.

Saat hari h, kami berangkat lebih awal dengan menggunakan Grab dan petualangan kami di Pacific Place dimulai. Kami datang lebih awal supaya tidak susah mengurus tiket dari lakupon dan voucher Kidzania dari  GATF. Saat kami datang, rombongan anak sekolah juga sudah banyak. Dari anak TK sampai anak SMP atau SMA. Bagaimana dengan acara bermain di dalam sana? Dibanding saat kami mengunjungi Kidzania waktu lalu, antrian kali ini sangat ramai dan penuh. Karena Duo A belum datang, maka anak-anak mulai bermain. Yang mereka incar adalah suster lagi. Antrian suster sih sedikit, yang banyak adalah antrian medical check up untuk membuat SIM. 
4 suster yang sedang memberi susu sambil menyanyikan lagu 
Setelah bermain peran menjadi suster, kami mencoba mencari tempat yang antriannya tidak banyak. Sembari menunggu Duo A yang belum datang, anak-anak mampir ke Indomart. Saat itu hanya tiga anak, termasuk Duo Lynns, yang masuk ke dalam. Kali ini kakak berkesempatan menjadi kasir. Senangnya kakak dan adik pun menjadi pembeli yang baik. 
Bermain kasir dan pembeli di supermarket.
Selesai bermain, Duo A sudah sampai di depan Kidzania. Kami pun menunggu mereka masuk, dan setelah itu 4 anak ini mencoba bermain bersama di kokpit pesawat. Sayangnya karena adik masih 4 tahun, maka adik tidak dapat ikut bermain. Maka adik pun memilih untuk bermain di Teh Pucuk. Tetapi antrian Teh Pucuk itu panjangnya minta ampun. Akhirnya adik memilih untuk bermain menjadi apoteker di Farmasi. Kalau waktu yang dulu di bagian farmasi adalah mencampurkan asam dan basa, kali ini anak-anak diminta untuk menggerus obat hingga halus, kemudian memasukkan ke dalam botol dan memberi air ke dalamnya.
Adik sedang meracik obat.
Bagaimana dengan yang bermain di kokpit pesawat? Kalau biasanya orang tua hanya melihat dari kaca, tetapi untuk permainan pesawat ini orang tua diminta melihat dari screen di lantai bawah. Masalahnya adalah gambarnya begitu gelap, sehingga tidak jelas apa yang mau dilihat.  Selesai bermain, keempat anak ini mencoba mengantri bersama-sama di Teh Pucuk. Antrian ini tidak begitu jelas, karena yang mengantri adalah orang tua atau nenek-kakeknya. Saya pun memeriksa apakah ada mainan di bawah yang agak lengang. Untungnya blibli.com kosong. Maka anak-anak pun berlari ke bawah untuk bermain di blibli.com.

Masih sama seperti sebelumnya, anak-anak bertugas untuk mengirimkan paket. Mereka dibekali dengan ipad yang berisi data customer dan lokasinya. Yang kami bingung adalah keempat anak ini dilepas sendiri. Mbak yang bertugas tidak ada yang mendampingi. Kalau yang sebelumnya, ada satu petugas yang mendampingi Duo Lynns dan K untuk berkeliling. Tetap anak-anak yang mengantar barang, tetapi petugasnya yang mengawasi karena akan menggunakan lift dan sebagainya. Yang kali ini mbaknya asyik ngobrol. Akhirnya kami, mama-mama, memutuskan untuk mendampingi. Dan untungnya kami mendampingi, karena anak-anak ini akan menggunakan lift.

Selesai bermain di blibli.com, mendekati jam makan siang, anak-anak bermain membuat pizza. Membuat pizza dan burger tidak seramai tempat yang lain, bahkan nyaris sepi. Mungkin karena harus membayar untuk membuat makanan ini. Kalau di kunjungan sebelumnya dua anak boleh membuat pizza ukuran medium, kali ini 2 anak diharuskan membuat pizza ukuran besar. Sekalian untuk makan siang kami, pikir saya (dan oleh-oleh untuk papa kata adik). 
Membuat pizza.
Untuk menghemat waktu, anak-anak makan sambil mengantri untuk bermain. Setelah membandingkan, waktu antrian yang sedikit hanyalah dibagian stasiun TV. Awalnya kami mau bermain ke tempat pembuatan mie, tetapi sayangnya antrian panjang (sekitar 40-50 menit) dan mesin packaging mie-nya rusak. Akhirnya kami kembali ke stasiun TV. Kakak dan Big A, yang usianya lebih besar dari kakak, menjadi reporter. Sedang adik dan Little A, yang usianya belum genap 6 tahun, bermain di ruang audio.
Reporter cilik
Selesai bermain, kami memutuskan untuk ke bawah mencari permainan yang antriannya tidak panjang sekali. Sudah pasti pemadam dan racing car dilupakan, karena antriannya dari awal sudah tidak masuk akal. Akhirnya kami berpencar karena Big A mau main menjadi petugas Yakult. Kakak pun mau main lagi, dengan tujuan supaya bisa mendapatkan pin I'm scientist yang dapat diberikan ke adik karena adik belum punya. Saya membawa adik dan Little A berkeliling untuk mencari mainan yang dapat dimainkan oleh mereka. Akhirnya mereka memilih menjadi petugas pembersih jendela, karena antriannya masuk akal dan sesuai umur mereka. 

Di permainan ini, anak-anak akan mengenakan helm dan naik ke atas gondola. Setelah itu gondola akan naik ke atas dan mereka tinggal menyemprot air ke jendela dan membersihkan jendela. Permainan ini menarik bagi saya, karena pada kenyataannya tidak mungkin kita mencoba gondola pembersih jendela. Hmm..... Saya juga mau coba naik ke atas gondola itu, sayang tidak boleh.
Pembersih jendela yang helmnya kebesaran
Selesai bermain, papinya Duo A berkata bahwa di tempat penambangan agak kosong. Tetapi ternyata tinggal 2 tempat tersisa. Adik tidak dapat mengikuti karena masih 4 tahun. Kakak memutuskan tidak mau juga karena tidak mau bertemu cacing (mainan ini disponsori oleh Combantrin). Akhirnya Duo A bermain di situ.

Duo Lynns memilih bermain membuat baju di Vita's Cloth. Waktu sebelumnya berkunjung ke sini, Vita's Cloth tutup. Jadi kali ini mereka dengan semangat mencoba bermain di sini. Di Vita's Cloth, anak-anak akan membuat dan menghias baju. Tentunya tidak menggunakan jarum dan benang, hanya double tape. Berhubung Duo Lynns cepat membuatnya, maka kami masih ada sisa waktu untuk bermain satu permainan lagi. 
Sebagian spot yang ramai, mama anak-anak sedang antri
Pilihan yang tersisa adalah Tango. Duo Lynns dengan semangat masuk ke tempat bermain Tango bersama dua anak lagi yang sudah cukup besar. Aktivitas di sini masih sama, membuat 2 kemasan wafer Tango sendiri dan boleh dibawa pulang. Mereka sudah berniat untuk membagi dengan papanya dan omnya, adik saya. Alasannya, karena papa tidak ikut dan omnya belum pernah ke Kidzania.
Tango factory
Kami ke bawah untuk menjumpai Duo A dan orang tuanya. Melihat waktu yang tersisa hanya sedikit dan tidak ada lagi mainan yang dapat dimainkan di sisa waktu yang ada, maka kami memutuskan untuk keluar. Ternyata untuk keluar pun kami harus antri. Antrinya pun sekitar 1 jam. Wow.... Perjuangan sekali untuk keluar. Kami sempat berbincang dengan 1 keluarga lainnya yang ternyata juga membeli tiket untuk sesi kedua. Mereka tetap harus keluar dahulu, kemudian nanti antri untuk masuk lagi. Petugas Kidzania juga berkata hari ini memang ramai sekali, bukan hanya oleh rombongan sekolah tetapi juga oleh anak-anak SMP dan SMA. Akhirnya kami berhasil keluar dari Kidzania dan saat melihat antrian yang akan masuk lagi, kami tidak terbayang jika harus mengantri lagi untuk masuk. 

Di pintu keluar, papa sudah datang dan Duo Lynns dengan semangat bercerita pada papa kalau mereka bermain ini dan itu. Total ada 9 permainan yang dapat mereka mainkan. Lumayan banyak sih, melihat keadaan yang super duper ramai. Oma J menghubungi kami dan berkata masih dalam perjalanan ke Pacific Place. Rencananya kami akan makan bersama dengan oma J. Sambil menunggu oma J yang sedang dalam perjalanan ke sini, kami berkeliling sebentar. Karena tadi di dalam sudah makan pizza, maka Papa Duo A memutuskan untuk makan mie di Ikkudo Ichi. Saat oma J datang, anak-anak senang sekali. Mereka berterima kasih dan semangat bercerita. Senangnya melihat anak-anak ini bercerita dengan semangat :)
Keseruan mereka menjadi awak kapal di PP
Beberapa hal yang harus diperhatikan jika bermain saat Kidzania ramai:
1. Pilihlah permainan yang tidak antri terlebih dahulu. Saat anak sedang bermain, mamanya yang pro aktif berkeliling untuk mencari tempat-tempat yang antriannya sedikit. 
2. Jika memang ada permainan yang memang diincar oleh anak-anak, seperti pemadam, dokter gigi, bermain mobil, maka harus siap mengantri.
3. Saat peak season, sebagian petugas di sana agak judes tidak ramah. Bahkan ada yang terkesan cuek dan memberikan informasi yang berbeda dengan keterangan di dinding. Daripada kita emosi, lebih baik harap maklum saja karena mereka harus bertemu banyak orang dan anak yang terkadang memang membuat sakit kepala. 
4. Pastikan anak sudah bersama dengan papa, mama, sus, mbak, oma atau opa. Keadaan yang super penuh dapat membuat anak terhilang. Kalau mau aman, selalu pegang tangan anak. Little A sempat terhilang karena berhenti dan asyik menonton permainan yang lain. Dan ada baiknya anak diberi tahu jika mendadak tersesat, mereka berdiri di tempat yang ramai dan jangan berkeliling juga. Biar lebih mudah untuk mencari. Daripada kita bermain petak umpet di Kidzania =P
5. Jika melihat di website kuota untuk orang tua mendadak habis, kita dapat membeli on the spot. Biasanya pihak Kidzania menyimpan beberapa kuota yang dijual di tempat. Tetapi lebih baik dipersiapkan sebelumnya. 
6. Saat ramai, antri untuk keluar juga menghabiskan waktu. Jadi jika tidak ada lagi yang mau dimainkan atau mau buru-buru pulang, disarankan keluar lebih awal.

Kidzania
website: kidzania.co.id
Tempat: Mall Pacific Place lantai 6 - 601 Sudirman Central Business District
No telepon: 021 - 5154888

Jam buka:
Senin - Kamis:  Sesi 1: 09.00 - 16.00 (7 Jam), 
Jumat - Minggu dan Hari libur: Sesi 1: 09.00 - 14.00 (5 Jam) dan Sesi 2: 15.00 - 20.00

HTM untuk Senin - Jumat:
Batita (2 - 3 tahun) : Rp 50.000,00
Anak-anak (4 - 16 tahun) : Rp 150.000,00
Dewasa (17 - 64 tahun) : Rp 100.000,00
Senior (>65 tahun) : free

HTM untuk Sabtu, Minggu, Hari Libur:
Batita (2 - 3 tahun) : Rp 100.000,00
Anak-anak (4 - 16 tahun) : Rp 250.000,00
Dewasa (17 - 64 tahun) : Rp 200.000,00
Senior (>65 tahun) : free

Update HTM berdasarkan website resmi per Juli 2018

Friday, February 24, 2017

Menikmati Mie Porsi Jumbo di Noodle King Lotte Avenue


Liburan tahun baru kemarin kami menghabiskan waktu kami untuk menjelajah mall. Mengapa? Karena anak-anak berkata sudah lama nih kita tidak ke mall (Aduh, kasihan sekali sih anak-anak, jarang diajak ke mall). Adik ingin ke Neo Soho, karena ingin melihat akuarium. Kakak ingin melihat Pororo di Lotte Avenue. Kami mencoba menjelaskan bahwa belum tentu akuarium itu sudah jadi dan Lotte Avenue sudah berganti tema, bukan Pororo lagi. Tetapi anak-anak ini masih tetap mau melihat mall. Akhirnya kami pun melakukan kunjungan ke mall di awal tahun kemarin. Pas kebetulan papa libur.
Duo Lynns sibuk berfoto
Tujuan kami adalah Lotte Avenue. Berdasarkan website resmi Lotte Avenue, tema dekorasi mereka adalah Gaspard et Lisa. Dan saat kami datang dekorasi itu masih ada dan suasana natal masih terasa. Duo Lynns sibuk mengajak oma dan opa untuk berfoto dengan dekorasi natal yang ada. Hampir di setiap tempat yang ada di sini digunakan oleh anak-anak untuk berfoto (entah nurunin siapa ya). Di sini banyak tempat mainan juga untuk anak-anak. Dari kereta choo-choo train, trampolin n ball pool, racing car, dan sebagainya. Tetapi karena sudah disepakati kita hanya akan berjalan-jalan saja, jadi tema kunjungan kali ini adalah berjalan-jalan dan makan siang.  
Lobby dengan bertema Gaspard et Lisa
Setelah puas berkeliling, waktunya kami mengisi perut. Pilihan kami saat itu adalah Noodle King. Oma penasaran dengan restoran mie ala Korea ini. Kami pun masuk dan disambut dengan pelayan yang mengatakan anneyong haseo dengan nada selamat datang =D 
Adik yang sibuk bergaya di setiap spot.
Seperti nama restorannya, Noodle King menawarkan berbagai menu. Pilihan menunya dibagi menjadi 3 bagian, yaitu menu dengan mie, nasi, dan daging saja. Berhubung makanan khas Korea, maka tentunya ada menu halal dan non halal. Tapi petunjuk di menu-nya jelas kok. Kalau yang ada gambar muka piglet yang imut, berarti non halal. Mie khas Korea (lebih tepatnya China-Korea) yang ada di menu ada jjampong, jjajangmyun, dan kalguksu. Jjampong adalah mi kuah yang pedas yang berisi seafood. Jjajangmyun, seperti yang ada di drakor pada umumnya, adalah mi yg diberi saos hitam dan daging. Kalguksu adalah mie dengan kuah kaldu, biasanya tidak pedas. Jadi yang satu ini aman untuk anak-anak biasanya. 
Kalguksu
Kalau tadi menu yang berhubungan dengan mie, berikut menu-menu yang berhubungan dengan nasi. Ada nasi goreng seafood ala Korea yang disebut haemul bokkeumbap (haemul = seafood, bokkeumbap = nasi goreng). Selain itu ada donkatsu, yaitu nasi yang dilengkapi dengan daging babi goreng tepung dan diberi saos. Menu yang satu ini aman juga untuk anak-anak alias tidak pedas. Ada juga menu nasi disiram saos jjampong dan saos jjajang. 
Donkatsu yang non halal.
Di Noodle King juga ada cheese buldak yaitu ayam ditumis dengan bumbu pedas dan diatasnya diberi keju mozarella. Hampir mirip dengan dakgalbi di Yoogane. Gambarnya menggoda hati banget. Bagi penggemar drakor, pasti sudah hapal jika si artis lagi makan jjajangmyun, pasti selalu ditemani dengan ttangsuyuk. Ttangsuyuk kalau di restoran chinese food adalah kuluyuk alias daging digoreng dengan tepung dan diberi saos asam manis. Biasanya menu ini adalah menu non halal. Tapi di sini diberikan pilihan dalam versi halal dengan menggunakan dagung ayam (dak). 

Setelah mencoba memelajari semua menu, akhirnya kami memesan jjampong (dari yang haemul alias seafood, yang dengan daging sapi dan yang pedas), kalguksu untuk anak-anak, dan donkatsu untuk oma. Sambil menunggu pesanan kami, mereka menyajikan banchan atau side dish yang free refill. Kimchi yang mereka sajikan memang mantap rasanya, mirip dengan kimchi yang pernah kami makan saat di Korea. 
Ban chan atau side dish. Kimchi dan acar timun yang yummy
Saat makanan datang, kami semua kaget. Porsinya jumbo alias besar sekali. Rasanya satu porsi bisa untuk berdua. Dan daging plus seafood yang disajikan pun banyak. 
Haemul Jjampong dan donkatsu pesanan oma opa
Chadol Jjampong dengan daging sapi.
Noodle King yang tadi sepi mulai ramai dengan orang kantoran, keluarga yang sedang menikmati hari libur, dan bahkan ada orang Korea yang sedang makan bersama dengan anak-anaknya. Wajar sih, karena rasanya mirip dengan rasa makanan di negeri ginseng tersebut.

Chadol hayan Jjampong yang tidak pedas.
Bagaimana rasanya? Melihat opa makan dengan semangat dan tanpa komentar, berarti rasanya enak. Duo Lynns juga makan dengan lahap. Ditambah lagi teh jagung khas Korea yang enak menambah keseruan kami saat makan. Rasanya Noodle King dapat dimasukkan ke dalam list tempat makan kami, tapi lain kali pesan satu porsi untuk berdua =D


Wednesday, February 15, 2017

Review Yello Hotel Jemursari

Yello Jemursari
Beberapa waktu lalu beberapa teman saya bertanya hotel apa yang dekat dengan bandara Juanda? Langsung saya menjawab hotel Yello Jemursari. Loh kok Jemursari? Begini, banyak hotel di jalanan yang dekat ke bandara, tetapi lalu lintas Surabaya itu lumayan parah juga. Kalau dari Jemursari, kata orang Surabaya, lebih mudah menuju Bandara. Sekitar 25 menit kalau menurut info di websitenya. Karena alasan seperti itulah maka kami memilih untuk menginap di Yello di hari terakhir liburan kami di Surabaya.

Hotel Yello ini didominasi oleh warna kuning. Kami kira Yello ini maksudnya Yellow alias kuning. Ternyata Yello di sini berarti Yes dan Hello, bahasa yang digunakan saat staf menjawab telepon dan customernya. Yello ini terkesan gaul, cocok untuk anak muda (kami kan masih muda =D). Stafnya pun tidak mengenakan dress yang panjang, tetapi memakai sepatu kets dan kaos berkerah berwarna kuning. Saat kami menunggu untuk check in, Duo Lynns sibuk minta foto di sini dan di situ. Memang dekorasi di sini begitu menarik untuk difoto. 

Sambil menunggu papa check in, kami menjelajah lantai ini. Di lobby hotel ini terdapat cafe yang bernama Wok 'n Tok. Menurut saya, wok berarti wajan, yang biasa digunakan untuk menumis makanan. Tok mungkin plesetan dari talk. Jadi wajan yang berbicara. Kalau melihat menunya sih, sepertinya menarik. Tetapi harganya hampir sama dengan makanan di Jakarta. Di lobby tersebut juga ada gaming station, area untuk bermain game. Saat kami datang, ada seorang ibu yang sedang menyuapi anaknya di tempat duduk yang dilengkapi dengan tab. Hmm....baru pertama kali saya melihat hotel yang menyediakan tab untuk pengunjung di area makan.
Kiri: tempat duduk-duduk dan di beberapa meja dilengkapi dengan tab untuk anak-anak.
Kanan atas: gaming staion. Kanan bawah: Wok 'n Tok
Setelah proses check in yang lumayan cepat, kami diantar oleh staf hotel ke kamar kami. Kabarnya di sini ada 150 kamar yang tersedia. Tidak heran banyak rombongan turis asing yang menginap di sini. Saat  kami memesan lewat Agoda, kami sudah melihat review dan foto kamarnya. Tetapi ternyata kamar ini diatas ekspektasi kami. Adanya sofa panjang di situ menambah kenyamanan untuk duduk dan mengopi. 
Dominasi warna kuning dan gambar barang-barang yang tidak boleh ditinggalkan.
Yang paling saya suka di sini adalah tiap kamar dilengkapi dengan quote yang berbeda dan bagus-bagus quotenya. Kakak dengan semangat membacanya. Dan uniknya, kita tidak akan menemukan korden untuk menutup jendela. Di sini jendela ditutup dengan sliding wall. Adik pun semangat mencoba membuka dan menutupnya =)) 
Atas: quote yang berbeda di tiap kamar. Bawah: Jendela dengan sliding wall.
Jika kemarin kami tidak mendapatkan kettle untuk memasak air panas, kali ini kami mendapatkan kettle untuk air panas. Hal yang penting bagi kami tentunya. Sedang untuk kulkas, di sini tidak disediakan kulkas. Tetapi jika kita ingin menitipkan barang di kulkas mereka, mereka membolehkannya kok. Kami sempat menitipkan makanan di kulkas milik Wok 'n Tok.
Perlengkapan yang disediakan. Sendalnya lucu pula.
Untuk kamar mandi, antara tempat shower dengan bagian lain di kamar mandi diberikan penyekat agar kamar mandi tidak menjadi basah semua. Selain itu pihak Yello menyediakan sabun dan shampoo 2 in 1. Sepertinya sabun dan shampoo 2 in 1 selalu ada di budget hotel. Lebih simple sih. 
Kamar mandi yang ada penyekatnya.
Bagaimana dengan urusan makan? Bagi yang malas keluar dapat makan di kafe Wok 'n Tok tadi. Ya tentu saja ada harga untuk kenyamanan tersebut. Tetapi kalau mau keluar, di sekitar tempat ini lumayan banyak makanan, salah satunya Oishii yang enak. Ada juga Superindo jika kita ingin membeli minuman dan makanan ringan. Selain itu, di dekat hotel juga ada tempat membeli oleh-oleh Wisata Rasa. Ditambah pula jarak tempuh menuju Surabaya Carnival Park yang dekat dari sini menambah point dari hotel Yello ini. 
Gaya Duo Lynns =D
Akibat menginap di sini, anak-anak jadi suka norak kalau melihat hotel Yello di Harmoni. Kata adik yuk kita bobo di Yello lagi. Staycation maksudnya ya, de? :) 

HOTEL YELLO JEMURSARI
Email: info-yello-jemursari@tauzia.com
Jl Raya Jemursari no. 176 Surabaya 
Telp: 031- 8431999

Disclaimer: Ini bukan posting berbayar, ya. Kami hanya me-review berdasarkan pengalaman kami :)

Monday, February 6, 2017

Wisata Kuliner di Jawa Timur

Berbicara tentang wisata kuliner, tentu saja Jawa Timur punya segudang tempat-tempat kulineran yang menarik. Setiap pulang ke Jawa Timur, bawaan saya maunya makan melulu. Ditambah jalanan yang tidak macet, jarak tempuh ke beberapa kota terdekat pun sekitar 30 menit. Dapat dibayangkan betapa serunya wisata kuliner di sini. Berikut beberapa makanan ataupun tempat yang menarik untuk dicari saat jalan-jalan ke Jawa Timur.

1. Bu Mamiek. 
Bu Mamiek merupakan restoran ayam bakar di daerah Blitar. Warung lesehan Bu Mamiek ini terletak di jalan Kalimantan no 11ASuasana tempat ini sangat berbau Jawa, di pintu masuk terdapat punakawan yang menyambut para tamu. Furnitur di sini semuanya menggunakan kayu berukir. Menu makanan di sini ya sama seperti rumah makan yang menjual menu bakar-bakaran dan goreng-gorengan. Di sini kami bertemu tahu petis yang enak, jauh lebih enak dari yang kami makan di Batu. Dan karena sempat terkena hujan, kami memesan wedang jahe. Rasanya hangat dan pas.
Atas: patung punakawan dan wayang dibagian depan.
Bawah: Jajanan yang uenak.
Selain menjual makanan, di tempat ini juga tersedia jajanan-jajanan khas Jawa Timur. Roti bluder dan roti warmbol dari tempat ini juga enak. Duo Lynns doyan sekali. Roti bluder adalah roti yang bentuknya seperti cupcake yang agak besar tetapi teksturnya sangat halus. Kalau roti warmbol bentuknya agak bulat. Kakak sepupu saya biasanya memborong roti ini karena anak-anaknya doyan sekali. 
Atas: roti bluder dan warmbol. Bawah: tahu petis favorit kami.
2. Sego Pecel Tulung Agung
Saya penggemar pecel. Dulu saya pikir pecel ya berarti sayur yang diberi bumbu kacang. Sehingga dulu saya pikir pecel lele berarti makan lele pakai sayur pecel. Makanya waktu saya kecil saya suka bertanya dimana sayur dan bumbu kacangnya.

Pecel artinya tumbukan, yang berarti ada sesuatu yang ditumbuk. Untuk pecel sayur, berarti yang ditumbuk adalah bumbu kacang dan bumbu-bumbu lainnya. Jadi kalau pecel ayam ya cabe dan bumbu-bumbu lain yang ditumbuk. Sego pecel merupakan campuran nasi dan sayur-sayuran yang diberi bumbu kacang yang wangi daun jeruk.  Biasanya bisa ditambah lauk lainnya. Buat saya, pecel paling enak di Jawa Timur ya pecel Tulung Agung dan Blitar. Bumbu kacangnya itu pas, halus, tidak keenceran dan juga tidak terlalu kental. Ditambah lagi rempeyek yang kriuk dan trasi dele (bentuk olahan tempe khas daerah sana). Setiap kali saya pulang ke kota ini, pasti menu makan pagi saya adalah sego pecel.
Kiri: sego pecel. Kanan: sego lodho.
3. Sego Lodho
Untuk orang yang belum pernah ke sini pasti bingung mendengar istilah lodho. Atau mungkin makan lodho tetapi mengira kari ayam. Ayam lodho hampir mirip dengan kari ayam tetapi beda cara pengolahannya. Kalau kari ayam, ayamnya langsung dimasukkan ke dalam kuah bumbu santan. Sedangkan ayam lodho, selalu menggunakan ayam kampung yang dibakar terlebih dahulu lalu dimasak dengan kuah bumbu santan.

Ayam lodho menjadi makanan khas Tulungagung yang selalu ngangeni. Ini salah satu makanan favorit papa dan anak-anak karena selain daging ayam kampungnya empuk sekali, kuahnya pun tidak pedas. Ada juga sih yang jualnya pedas. Salah satu warung ayam lodho yang terkenal katanya berada di dekat terminal Tulungagung. Tetapi cepat sekali habis, jadi harus beli pagi-pagi. 

4. Depot Monginsidi
Depot ini terletak di daerah Kediri. Letaknya memang bukan di jalan besar, jadi hanya orang lokal yang tahu tempat ini. Bukanya pun dari jam 6 pagi sampai malam. Hampir semua menu makanan di sini pernah kami coba, baik saat sarapan maupun saat makan siang dan rasanya memang enak.

Depot ini menjual makanan rumahan dan makanan khas lainnya seperti rawon, soto, pecel, dan lain-lain. Bahagianya kalau makan di Jawa Timur adalah mereka menggunakan ayam kampung dan dagingnya empuk. Es jeruknya pun segar rasanya. Ditambah lagi pecelnya yang khas Kediri, yaitu dengan sambal tumpang. Kalau pecel Tulungagung menggunakan sambal kacang, kalau pecel tumpang sambalnya terbuat dari tempe busuk (bukan tempe yang fresh). Orang Jawa Tengah, Jogjakarta, dan Jawa Timur paling suka membuat olahan dengan menggunakan tempe busuk. Aneh memang kalau pertama kali mendengar, tetapi rasanya enak sekali loh. 

Depot Monginsidi 
Jalan Monginsidi, gang 1 no 12/16, Pakelan, Kediri. 64123.
0851-0460-4411

5. Istana
Restoran ini merupakan restoran Chinese food yang cukup terkenal di wilayah Tulungagung. Seringkali acara keluarga kami diadakan di sini baik kumpul keluarga maupun acara pernikahan. Menu makanan di sini pun enak-enak. Bumbunya memang kencang, tetapi memang ciri khas makanan di Tulungagung adalah berani pakai bumbu. Udangnya besar dan bumbunya mantap. Di sini juga menjual menu non-halal. Tetapi jangan kuatir bagi yang tidak dapat makan makanan non halal. Koki di sini terbiasa melayani orang dari berbagai macam latar belakang. Jadinya mereka memasak secara terpisah. Kakak saya pun berani makan di sini karena alasan tersebut. 

Rumah Makan istana
Jl. Pahlawan no. 4A, Kedungwaru, Tulungagung. 66229
(0355)-321854

5. Depot Anda
Depot ini terletak di pinggir jalan menuju Surabaya. Rasanya depot ini menjadi tempat persinggahan yang wajib bagi para pengguna jalan menuju Surabaya. Kami mampir di tempat ini untuk sarapan. Menu yang ada masih sama seperti di tempat lain yaitu rawon, lontong cap gomeh, pecel (dengan empal), soto ayam, rujak cingur, dan segala macam penyet-penyetan. Selain itu mereka juga menjual jajanan-jajanan khas Jawa Timur.

Depot Anda
Jl. Raya Bypass km 50. Mojokerto
(0321) 383838
Depot Anda
6. Lauk Pauk
Sama seperti restoran lainnya, Lauk Pauk menjual makanan yang berbau penyet-penyetan, nasi goreng, sayur macam-macam, mie goreng dan sebagainya. Kalau kata kakak sepupu saya, orang Jawa Timur itu suka yang pedas-pedas, jadi apapun makanannya, pasti ada menu penyet. Yang menarik di sini adalah iga bakarnya. Biasanya daging iga suka agak alot, tetapi daging iga bakar di sini sangat empuk dan gampang copot dari tulangnya. Belum lagi porsi nasi goreng  dan mi goreng yang sangat besar. Satu porsi bisa untuk dua orang. 

Lauk Pauk
Jl. Taman Asri 196F-G (ruko Rambutan). Pondok Candra. 
Telp: 082220832828

Jl. Raya Nginden no 38. Surabaya
Telp: (031)-5012546
Lauk Pauk Pondok Candra
7. Layar
Sesuai dengan namanya, Layar menjual seafood. Dari kerang, udang, kepiting, ikan dengan segala macam saos. Rasanya pun mantab. Menu yang bagi kami cukup baru ditelinga kami adalah daun pepaya saos x.o Rasanya memang agak pedas, tetapi enak. Restoran Layar bukan hanya ada di Surabaya. Ada cabangnya juga di Jakarta. Untuk keterangan lokasi tempat, dapat dibuka di link ini.  
Layarseafood.com
8. Mon Cheri
Bagi penggemar ice cream, tempat ini boleh dikunjungi. Mon Cheri terletak di mall Ciputra World lantai 2. Mon Cheri ini cukup terkenal karena rasanya yang lembut seperti ice cream Zangrandi. Apa lagi Zangrandi? Kalau di Jakarta ada ice cream rumahan Ragusa, yang untuk beli sampai antri keluar-luar, di Surabaya ada 'saudaranya' yaitu Zangrandi.
Mon Cheri Ciputra World 
Di Mon Cheri ada yang seperti spaghetti ice cream, banana split, dan macedonia. Mau pesan 1 scoop juga bisa. Selain ice cream, di sini juga ada cemilan-cemilan asin. Tempat ini bisa jadi alternatif yang pas untuk tea time.

Mon Cheri 
Ciputra World lantai 2

9. Kedai si Mbok.
Kalau kita main ke mall apapun di Surabaya dan kemudian pergi ke food court untuk makan, pasti kita dapat menemui kedai si Mbok di situ. Maklum saja, kedai ini lumayan menjamur di sana. Sebetulnya jenis makanan di tempat ini hampir sebelas dua belas dengan makanan di tempat lain. Tetapi yang membedakannya adalah suasana dari kedai mereka. Kedai si Mbok ini dirancang begitu unik. Semua karyawannya memakai kebaya dan jarik, seperti mbok-mbok tapi masih muda. Sementara interior kedai mereka bernuansakan kayu-kayu ukiran dan peralatan-peralatan lawas seperti teko tua, termos tua, termos nasi lama. Efeknya, kita seperti sedang memesan makanan di warung di desa.
Kedai si Mbok Ciputra World.

Cara membelinya mudah kok. Cukup pesan makanan yang kita mau, disertai level kepedasannya. Yang lucu lagi level kepedasan suatu makanan diberi istilah yang unik-unik. Level 5 disebut mampus, level 4 disebut dower, level 3 disebut gila, level 2 disebut garuk, dan level 1 disebut anak-anak (tidak pedas). Saya memesan menu mie kuah level 3. Rasanya saja sudah cukup pedas, apalagi kalau tidak sengaja menggigit rawit. Saat melihat menu, papa cukup bingung dengan istilah jangan bening. Jangan dalam bahasa Jawa artinya sayur. Jadi kalau jangan bening komplit berarti sayur bening komplit.

Hal lain yang unik dari kedai ini, setelah kita memesan makanan, kita akan mendapatkan nomor meja yang terbuat dari bilah kayu tipis yang bergambar perempuan menggunakan baju kebaya. Setelah makanan diantar, maka bilah kayu ini akan diambil kembali oleh pelayan yang mengantarkan makanan kita. 

10. Restoran Jepang Oishii
Restoran ini kami temukan secara tidak sengaja saat kami hendak mencari makan siang di sekitar hotel Yello Jemursari. Melihat tempatnya yang sepi, kami tidak menaruh ekspektasi terlalu tinggi. Tujuannya saat itu adalah cepat-cepat makan dan pergi menjemput oma yang sedang menginap di rumah sepupu. 
Interior
Interiornya sih cukup oke, dengan origami, tirai, dan topeng noh. Saat makanan datang, ternyata rasanya juga enak, diatas ekspektasi kami. Anak-anak pun makan dengan lahap. Kami sempat memesan sushi, take away, untuk oma. Oma juga penggemar sushi soalnya. Di sini juga ada free WiFi, termasuk nilai tambah juga untuk resto ini sih.

Oishii Japanese Restaurant
Jl. Raya Jemursari no.154. Surabaya
Makanan yang sempat kami foto, yang lain sudah masuk perut.
Memang pulang ke Jatim selalu menjadi kebahagiaan bagi kami, terutama untuk kulineran. Bahkan memikirkan makanan-makanan ini membuat saya kepengen balik untuk kulineran lagi :)

Monday, January 30, 2017

Review Fave Hotel Rungkut Surabaya

Surabaya saat malam 
Masih dalam rangka liburan kami akhir tahun lalu, kali ini kami mau menceritakan tentang Fave Hotel Rungkut. Hotel ini menjadi hotel pertama yang kami tinggali dalam rangka liburan kami kemarin. Setelah berputar-putar menemui sesepuh dan mengantar oma ke rumah sepupu di daerah Delta, maka kakak sepupu kami mengantarkan kami untuk beristirahat di hotel ini. Hotel ini kami booking pagi hari saat kami dalam perjalanan dari Tulung Agung menuju Surabaya. Awalnya agak ragu untuk membooking hotel ini, karena Fave Hotel di kota lain yang pernah kami tempati kurang bersih. Tetapi setelah melihat review teman SMA saya di TripAdvisor, saya terbiasa melihat review dari TripAdvisor dan Agoda, dan langsung menanyakan kepada yang bersangkutan, akhirnya kami memilih untuk menginap di sini. 

Kami memilih hotel ini karena letaknya yang strategis jika saya ingin berkunjung ke rumah sepupu yang lainnya dan dekat ke hotel yang sudah kami pesan untuk hari ketiga kami di Surabaya. Selain itu di depan hotel terdapat Carefour, jadi lebih mudah untuk belanja. Favehotel sebetulnya ada tiga di Surabaya, tetapi yang di Rungkut ini yang termuda diantara ketiganya. Favehotel sendiri masih bagian dari jaringan hotel Aston. 

Saat kami sampai, kami langsung check in dan langsung diantar ke kamar oleh staf yang ada. Ternyata memang pilihan yang tepat bagi kami menginap di sini. Jika dibandingkan dengam Favehotel di kota lain, kamar di Favehotel Rungkut ini jauh lebih nyaman. Koridor hotel tidak berbau rokok dan penataan kamarnya nyaman. Kamar yang ditawarkan adalah standard room dan suite room. Kami sendiri memilih standard room yang non smoking
Ranjang yang nyaman untuk berempat
Standard room mempunyai luas 18 m2. Penataan kamarnya membuat kamar tersebut terlihat tidak sempit. Di dalam kamar ada TV LED 32", meja tulis, safety box, dan lemari baju minimalis. Bagi kami sih cukup untuk kami. Dan ternyata di sini juga ada connecting room. Berarti kalau ke sini ramai-ramai, bisa minta kamar yang ada connecting room, jadi memudahkan anak-anak untuk pindah-pindah kamar. 

Kamar mandi di kamar ini bersih. Perlengkapan di kamar mandi memang tidak selengkap di hotel lain, tetapi handuk, sikat gigi, odol, sabun dan shampo tetap disediakan. Jika membutuhkan sikat gigi ekstra dan teman-temannya, kita dapat membelinya. Tetapi kebiasaan kami sih kami membawa sikat gigi dan pasta gigi sendiri saat jalan-jalan. 
Kamar mandinya minimalis tetapi bersih
Yang kurang di kamar ini adalah ketel air panas, kulkas dan hair dryer. Ternyata hair dryer dipinjamkan sesuai permintaan. Saat saya menelpon ke bagian housekeeping, mereka langsung mengantarkan hair dryer dan bukti peminjaman. Kata mbak yang mengantarkan hair dryer ini boleh dipakai selama kami menginap dan dikembalikan saat check out, tidak usah langsung dikembalikan setelah dipakai. Berhubung saat itu kakak sepupu saya memberikan puding untuk anak-anak, maka saya bertanya apakah saya dapat menitipkan di kulkas mereka. Si mbak ini dengan ramah berkata bisa  dan saya pun diberi bukti penitipan barang. 
Kiri atas: Amenities yang tersedia. Kiri bawah: tambahan items dan harganya.
Kanan: dispencer air yang disediakan di tiap lantai.
Walaupun tidak ada ketel air panas, pihak Favehotel menyediakan dispenser khusus air panas di tiap lantai. Hal ini penting buat saya. Saya adalah coffee lover. Kalau tidak ada ketel, bagaimana saya dapat membuat kopi. Dengan adanya dispenser air panas, saya tinggal mengambil air panas dari dispenser. Pihak hotel juga meminjamkan ketel air panas, tetapi hanya untuk keluarga yang membawa bayi. Berhubung tidak ada bayi lagi, kami cukup mengambil air panas di dispenser yang ada.

Untuk urusan makan, di sekitar hotel terdapat ruko-ruko dan beberapa ruko tersebut menjual makanan. Karena kami jalan dari pagi sampai malam, kami tidak sempat mencoba. Dan sepanjang kami menginap di sini, tiap sore mereka menyiapkan pondokan-pondokan untuk makanan. Saya sempat bertanya untuk apakah ini. Ternyata mereka menyediakan untuk malam hari, dengan harga Rp 75.000,00 all in. Sistemnya sih seperti buffet. Dan terbuka untuk siapa saja, walau tidak menginap di situ.  
View saat sore hari.
Salah satu yang menarik minat kami adalah Favehotel ini memiliki kolam renang. Walau ukurannya tidak besar sekali, tetapi mereka menyediakan kolam untuk anak-anak dengan kedalaman 50 cm dan kolam untuk dewasa dengan kedalaman 150 cm. Bahkan ada papan pelampung di situ. Kami sudah semangat sekali mau mengajak anak-anak berenang. Apa daya saat kami mau berenang, hujan turun dari pagi. Alhasil kami tidak jadi berenang. 
kolam renang di Favehotel Rungkut
Akibat menginap di sini, anak-anak selalu bertanya kapan kita menginap lagi di favehotel. Wajar sih, karena Favehotel di sini enak dan harganya terjangkau =D

Favehotel Rungkut 
Email: RungkutInfo@favehotels.com
Alamat: jl. Raya Kalirungkut 23 - 25, Surabaya 60239
Telp: +6231-8790222