Hari keenam kami di Seoul jatuh di hari Minggu. Kalau dulu kami mengejar untuk ibadah di gereja lokal yang ada English Service. Namun untuk kali ini, setelah dilihat jamnya, rasanya agak susah untuk mengatur jadwal kami. Bersyukurnya kali ini karena adanya ibadah online dari gereja kami, maka kami memilih beribadah secara online.
| Di dalam Stasiun Gyeongbokgung |
| Serba digital yang dulu belum ada. |
Jadwal kami hari ini adalah menyusuri jejak masa lalu. Diawali dari kunjungan kami ke Palace Museum. Palace Museum ini terletak di area Gyeongbokgung. Berhubung kami juga sudah pernah masuk ke Gyeongbokgung, maka kami pun hanya mengunjungi musium. Walaupun demikian, untuk mengunjungi musium ini kita tidak perlu untuk membeli tiket masuk Gyeongbokgung.
![]() |
| Perpaduan modern dan masa lalu. |
![]() |
| Palace Museum |
Palace Museum ini baru berlokasi di Gyeongbokgung di tahun 2005. Musium yang didirikan di bulan September tahun 1908 ini awalnya dikenal sebagai Korean Imperial Museum. Dalam perkembangannya, musium ini sudah berpindah Lokasi sebanyak tiga kali, yaitu Changgyeonggung, Deoksugung, dan terakhir di Gyeongbokgung.
![]() |
| Denah tiap lantai |
Di dalam Palace Museum ini ada lebih dari 40.000 artefak dari dinasti Joseon dan kekaisaran Korea. Di musium yang terdiri dari tiga lantai ini kita dapat melihat kehidupan kerajaan, ilmu pengetahuan dan budaya yang sudah ada di masa itu, bahkan kita dapat melihat mobil yang dimiliki oleh Kaisar Sunjong dan Permaisuri Sunjeonghyo.
| Kami baru tahu kalau Kaisar juga punya mobil, bukan kereta kuda. |
| The throne |
Awalnya kami berpikir isi dari tempat ini hanyalah artefak-artefak. Tetapi kami cukup kaget saat masuk dan menemukan musium ini juga modern. Ada robot dan bahkan tampilan interaktif yang menarik untuk dimainkan. Bagi yang ingin mendengarkan penjelasan secara audio pun bisa, asal bawa earphone dan scan QR Code di sana. Rasanya langsung berharap musium di Indonesia bisa secanggih ini.
![]() |
| Bermain dengan robot. |
| Layar interaktif lainnya. |
Kunjungan yang kami kira hanya akan sebentar ternyata menjadi lama. Apalagi anak-anak sibuk mengumpulkan stempel dari setiap bagian. Karena sudah semakin siang, maka kami pun berjalan ke arah utara.
Tujuan kami berikutnya adalah Tongin Market atau Pasar Tongin. Pasar ini didirikan di tahun 1941, sebagai pasar umum yang didirikan untuk penduduk Jepang (saat Korea masih dibawah penjajahan Jepang) di dekat lingkungan Hyojadong. Namun setelah Korea tidak lagi dijajah Jepang, Tongin Market digunakan oleh para pedagang kaki lima dan toko-toko di daerah tersebut sebagai tempat jualan mereka. Dengan kurang lebih 75 toko yang ada, barang-barang yang dijual pun beraneka ragam, dari makanan, toko kelontong, dan juga pakaian.
|
Yang menarik dari pasar ini adalah Dosirak Cafe. Dosirak berarti bekal makan siang atau bento . Jadi kafe ini memang dibuka di jam makan siang. Yang membuat Dosirak Cafe ini menarik adalah pembelian makanan harus dengan menggunakan koin jaman baheula sehingga kami seakan menjadi pembeli di zaman kerajaan masih berjaya.
![]() |
| Petunjuk yang jelas untuk menuju Dosirak Cafe. |
Bagaimana cara membeli makanan di sini? Pertama, kami harus membeli koin di Dosirak Cafe di lantai 2. Setiap orang wajib membeli 10.000 KRW per orang. Saat membeli, kami mendapatkan 1 set lunch box dan 20 koin kuno per 10.000 KRW. Kami juga mengambil sendok di sini. Setelah itu kami bebas membeli makanan di outlet-outlet yang menerima koin untuk alat pembayaran yang berada di lantai 1.
![]() |
| Koin kami |
Untuk area makan, kami memilih untuk kembali ke cafe dan naik ke lantai 3. Tetapi bisa juga kalau malas naik, makan saja sambil berdiri di bawah. Bagi yang mau nasi, juga dapat membeli di lantai 2. Nasi dan cup noodle dijual dengan harga 1000 KRW per item. Atau bagi yang mau menghangatkan makanan, disediakan microwave juga di situ.
![]() | ||
|
Bagaimana jika ada sisa koin? Tenang saja, dapat ditukarkan kembali. Satu koin setara dengan 500 KRW. Saat kami ke sana, tidak ada minimal pembelanjaan untuk menukarkan sisa koinnya. Tetapi sekarang, koin bisa ditukarkan jika pembelanjaan minimal 8.000 KRW.
![]() |
| Kembali ke lantai 2 untuk menukarkan koin. |
Lanjut ke Part 2 ya....
Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)
Before: Seoul Day 5: Weekend Kami di N Seoul Tower, HIKR, Insadong, Ikseondong, dan DDP
Sekilas Info
National Palace Museum of Korea
Website: https://www.gogung.go.kr/gogungEn/main/main.do
Alamat: 12 Hyoja-ro, Jongno-gu, Seoul (di samping gerbang Heungnyemun, Istana Gyeongbokgung)
Jam Operasional: 09.30 – 17.30 (Senin – Jumat, Minggu), 09.30 – 21.00 (Sabtu dan hari Rabu terakhir)
Cara menuju ke sana: Stasiun Gyeongbokgung (line 3) exit 5
Tongin Market
Website:
Alamat: 18 Jahamun-ro 15-gil, Jongno-gu, Seoul
Jam Operasional Pasar: 07.00 – 21.00 (tutup setiap hari Senin dan hari Minggu ketiga)
Jam Operasional Dosirak Café: 11.00 – 15.00 (Senin – Jumat), 11.00 – 16.00 (Sabtu – Minggu)
Cara menuju ke sana: Stasiun Gyeongbokgung (Line 3) exit 2, berjalan 10 menit ke utara.
National Folk Museum
Website: http://www.nfm.go.kr/english/index.do
Jam operasional: 09.00 - 18.00 (kecuali winter hanya sampai jam 17.00), tutup setiap Selasa
Harga Tiket Masuk: Gratis
Children Folk Museum
Website: http://www.kidsnfm.go.kr/nfmkid/index.do
Jam operasional: 09.00 - 18.00 (kecuali winter hanya sampai jam 17.00), tutup setiap Selasa
Harga Tiket Masuk: Gratis










No comments:
Post a Comment