![]() |
Sudah dua tahun belakangan ini vibe Disney Cruise terasa di ibukota kita. Tentunya kalau kami melihat harga per orangnya, kami semua pasti tutup mata dan merasa sangat mahal. Tetapi sisi baiknya adalah mall-mall besar di Jakarta berlomba-lomba membuat dekor bertema Disney Cruise, salah satunya adalah Grand Indonesia.
Karena tahu kami tidak mungkin naik Disney Cruise, maka kami pun mengajak oma opa untuk jalan-jalan ke Grand Indonesia untuk jalan-jalan dan melihat dekorasi Disney dalam rangka promo Disney Cruise. Kami berkeliling sana-sini. Lalu oma pun berkata sepertinya enak juga kalau bisa naik cruise, walau bukan Disney punya. Lalu si opa pun menanggapi, tidak enak naik cruise. Cuma diam di dalam kapal.
Kami hanya mendengarkan, tetapi dalam hati berpikir pasti mahal. Tiba-tiba muncul iklan di IG tentang Genting Dream Cruise. Genting Dream Cruise merupakan kapal pesiar besar yang beroperasi dibawah Star Dream Cruises. Kapal megah yang memiliki berat kurang lebih 150,695 ton ini beroperasi dari Singapore. Genting Dream menawarkan banyak fasilitas dan pengalaman yg wah di dalam kapal ini.
Mereka mempromosikan beli 2 tiket di Astindo Fair, maka akan gratis tiket ke 3 dan 4 (tiket anak). Dan saat kami menghitung, kok jadi murah ya harga cruisenya. Bahkan jika ditambah biaya pesawat dan hotel pun, masih lebih murah daripada saat cruise ini berangkat dari Jakarta.
Kami pun pergi ke pameran bersama oma (hanya bertiga karena saat itu Jakarta sedang demo besar-besaran dan banyak pembakaran di halte busway dan jalanan protokol). Dan ternyata promo untuk balcony stateroom masih berlaku. Harga kamar dengan balkon lebih murah daripada kamar yang tanpa balkon.
Ada berbagai pilihan rute dan lama perjalanan. Ada yang Singapore – Malaka – Singapore (3D2N), ada Singapore – Malaka – Penang – Singapore (4D3N). Ada juga yang ke Port Klang. Dulu sekali, kami memang ingin mengajak orang tua kami ke Malaka. Namun keterbatasan gerak membuat rencana ini susah direalisasikan. Dengan naik Genting Dream ini, kami bisa sekalian berkunjung ke dua tempat ini. Ternyata selain harga yang miring, kami juga mendapatkan hadiah 2 koper ukuran sedang.
Akhirnya hari yang ditunggu pun tiba. Supaya kami gak kejar-kejaran dan masih punya waktu untuk bertemu dengan tante, oma opa Singapore, kami jalan satu hari lebih awal. Sudah lama juga tidak bertemu dengan Oma Opa Singapore.
Titik kumpul kami adalah Marina Bay Cruise Center. Dari hasil googling, banyak yang menyarankan untuk datang lebih awal karena pemeriksaan di awal biasa agak lama. Ya, walau terkesan hanya cruise center, tetapi cara pemeriksaannya sama seperti pemeriksaan imigrasi di airport. Kami pun tiba 4 jam sebelum keberangkatan.
Saat kami tiba, antrian sudah cukup panjang,walau counter imigrasi dan pemeriksaan belum dibuka. Maka kami pun juga ikut mengantri. Bayangan kami, kami sempat makan Subway yang kami bawa. Tetapi ternyata antrian berjalan dengan cepat saat pemeriksaan sudah dibuka. Oleh petugas yang memeriksa kami diinfokan bahwa kami tidak boleh membawa makanan ke area custom. Jadi bukan hanya air saja yang tidak boleh, makanan juga tidak boleh.
Petugas memberikan pilihan, membuang makanan kami atau kami keluar dari antrian untuk makan dulu, baru setelah itu mengantri kembali untuk pemeriksaan. Karena melihat waktu check in ke cruise yang masih panjang, papa pun memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Sayang kan kalau dibuang.
Setelah kami makan, antrian sudah tidak sepanjang sebelumnya. Mungkin tadi jadi panjang karena imigrasi belum dibuka. Kami pun mengantri dan dengan cepat melewati bagian imigrasi.
Karena opa membawa kursi roda, maka opa dan papa menunggu di area prioritas. Sementara kami dan oma diminta keatas untuk check in ke cruise. Proses check in pun mengantri terlebih dahulu. Kami diminta untuk menunjukkan passport dan mereka menyimpan passport kami. Passport ini akan disimpan selama cruise dan akan dikembalikan saat cruise selesai. Sebagai gantinya, kami diberikan kartu yang menjadi identitas kami selama kami cruise.
![]() |
| Identitas kami selama cruise. Kartu diberi nama dan dapat dibawa pulang. |
Kami baru tahu kalau kami baru akan bertemu opa dan papa saat di kapal nanti. Salah satu auntie, petugas dari Genting Dream, menginfokan kami bahwa kami bisa minta akses untuk turun ke bawah, supaya bergabung dengan papa dan opa. Kami pun mencoba bernegosiasi dengan petugas di atas. Puji Tuhan, kami diizinkan untuk ke bawah kembali.
![]() |
| Kertas ini harus ditunjukkan saat masuk. |
Saat kami masuk ke dalam kapal, ternyata kamar kami belum siap. Kami dipersilakan untuk makan terlebih dahulu. Satu-satunya yang masih buka saat itu, karena sudah sangat malam, adalah Lido. Akhirnya kami pun pergi ke deck 16 aft untuk menikmati supper di Lido.
Di dalam kapal ada 3 bagian yang menunjukkan navigasi kapal. Ada bagian forward, midship, dan aft. Bagian forward adalah bagian depan, yang merupakan arah haluan kapal. Bagian midship adalah bagian tengah. Sedangkan bagian aft adalah bagian belakang. Kamar-kamar ada di bagian midship. Sedangkan setiap fasilitas bisa berada di fwd ataupun aft. Oleh sebab itu kita harus tahu posisinya supaya memudahkan kita saat jalan ke sana ke sini.
![]() |
Lido merupakan restoran buffet terbesar di dalam Genting Dream. Lido juga merupakan satu-satunya resto buffet yang bersertifikat halal di dalam kapal. Saat kami masuk, pilihan makanan yang ada begitu banyak. Mau makanan gaya melayu? Ada. makanan India? Ada. Vegetarian? Ada. lengkap kan?
![]() |
| Indian food |
![]() |
| Salad |
Oya, jika kita naik cruise, harga yang kita bayar sudah termasuk fasilitas di dalam kapal. Secara garis besar, ada fasilitas berbayar (eksklusif) dan ada fasilitas tidak berbayar (inklusi). Tempat makan pun sama, ada yang inklusi dan ada yang eksklusif. Yang inklusi adalah Lido, Dream Dining Room Upper, Dream Dining Room Lower, Function 8, dan area buffet lainnya.
![]() |
| Roti di Lido |
Sedangkan yang berbayar lebih ke specialty restaurant, seperti Umi Uma dengan teppanyaki, Silk Road dan Blue Lagoon untuk makanan Asia, dan lain sebagainya. Kalau kami sih memutuskan untuk menikmati semua yang inklusi saja. Jadi kami tinggal menunjukkan kartu kami, lalu petugas men-scan kartu kami, dan kami tinggal masuk.
![]() |
![]() |
| Udangnya pun besar-besar. Menggoda sekali.... |
Selesai makan, kami kembali ke kamar untuk beristirahat. Karena kamar yang kami dapatkan adalah balcony stateroom, maka kami pun membuka pintu menuju balkon dan menikmati saat kapal mulai berjalan.
Di pagi harinya, kami merencanakan untuk makan di Dream Dining Upper. Dream Dining Upper menyajikan Chinese food. Bedanya dengan Lido, makanan yang disajikan sudah ada menu set. Tetapi jika kita masih ingin menambah menu yang kita inginkan, kita tinggal minta lagi. incaran kami adalah dimsum dan bubur di pagi hari.
![]() |
| Dream Dining Upper. |
Menurut jadwal, Genting Dream ini akan berlabuh di Malaka pada pukul 08.00 pagi dan akan berangkat kembali pukul 18.00. Setelah kami selesai makan pagi, petugas kapal menginformasikan bahwa bagi yang ingin keluar dan menikmati Malaka dapat berkumpul ke Zodiac Theatre. Karena kami tidak memesan short excursion dari Genting Dream, maka kami baru bisa keluar setelah penumpang kapal yang memesan trip dari Genting Dream turun.
Selama di Malaka, proses naik dan turun penumpang dilakukan di ICQS Terminal (Immigration, Customs, Quarantine and Security Complex). Namun karena ukuran kapal yang sangat besar, kapal tidak bisa langsung merapat di dermaga. Oleh sebab itu kapal akan berlabuh jangkar di lepas pantai Malaka.
Dari tempat kapal berlabuh, kami diminta masuk ke dalam tender boat (sekoci penyelamat) yang akan membawa kami ke dermaga. Perjalanan kami tempuh selama kurang lebih 15 – 20 menit. Pengalaman baru bagi kami naik sekoci, tetapi kami tidak mau naik dalam keadaan darurat =D
Setelah tiba di ICQS Terminal, kami hanya berjalan melalui jalur khusus untuk keluar gedung. Wow, kartu yang kami gunakan ternyata sangat berkuasa, membuat kami lewat imigrasi dengan cepat.
Berbekalkan pengalaman kami jalan-jalan ke Malaka di tahun 2018 dan di tahun 2023, maka kami berniat mengajak oma dan opa ke area A’Famosa. Setelah itu mengajak oma dan opa menikmati becak menuju stadthuys Malaka. Intinya adalah oma dan opa bisa foto di spot-spot iconic di Malaka :)
![]() |
| Mamee Cafe |
Tujuan berikutnya adalah Jonker Street. Target Trio Lynns adalah minum coconut shake. Sementara taget oma adalah makan durian.
![]() |
| Jonker Street |
Setelah kami makan siang, kami kembali ke ICQS Terminal. Oleh petugas yang ada, kami diarahkan untuk masuk lewat jalur khusus ke area dermaga. Kali ini kapal yang digunakan untuk kembali ke Cruise adalah kapal feri, seperti kapal yang digunakan untuk menyeberang dari Hong Kong ke Macau.
Setelah tiba di kapal Genting kembali, kami berencana untuk berenang dan bermain di water park. Tetapi supaya tidak masuk angin, maka kami mau makan snack dulu di Lido.
Genting Dream menyediakan beberapa hiburan berbau olahraga di dalam kapal. Ada rock climbing wall, sportsplex, ropes course, 35m zipline, swimming pools, waterslide park dengan 6 slides, dan juga jacuzzi. Karena si kecil belum cukup umur dan tingginya, dia hanya bisa main waterslide yang sederhana. Sementara kakak dan adik mencoba waterpark yang besar.
![]() |
Selain olahraga, di dalam kapal juga terdapat entertainment and nightlife seperti Bar 360, Zodiac Theatre untuk live show, Zouk & Zouk Beach Club (dengan foam parties yang berbayar) dan juga casino complex yang besar. Untuk anak-anak kecil, di jam 5 sore akan ada acara di area atrium. Selain itu di zodiac theatre akan ada show di jam 7.30 malam.
Hari kedua aktivitas kami diakhiri dengan menonton Talent Show dari para crew yang ada di Genting Dream. Kami tidak menyangka crew di kapal ini dapat menampilkan pertunjukan yang keren. Dari pertunjukan tarian, nyanyian, dan bahkan drama singkat.
![]() |
| Zodiac Theatre |
Bersambung ke Part 2
Note: untuk video lengkap saat kami di Genting Dream Cruise, bisa dilihat di dua link berikut (part 1, part 2)














No comments:
Post a Comment