Showing posts with label bus. Show all posts
Showing posts with label bus. Show all posts

Saturday, March 29, 2025

Short Escape ke Hong Kong

One Dimsum 

Bermula dari mendapatkan potongan harga di travel fair, kami pun berencana menggunakan potongan tersebut untuk mencari tiket murah ke Singapore. Maklum, oma dan opa senang mengunjungi besan di sana. Tetapi saat price list tiket sudah keluar, kami sekeluarga terkejut melihat tiket ke Singapore yang harganya cukup jauh naiknya dibanding promo tahun sebelumnya (tahun lalu itu harganya hampir sama dengan budget airline).

Flower Market Road

Tetapi di tengah keanehan tersebut, kami tergoda dengan tiket ke Hong Kong. Dengan waktu tempuh yang lumayan jauh, harga tiket hanya selisih sedikit dengan tiket ke Singapore. Oma dan opa pun tertarik dengan harga tiket tersebut. Apalagi harga makanan dan transportasi di Hong Kong lebih murah dari Singapore (kalau bukan makan di tempat yang wah ya). Akhirnya kami pun mengalihkan acara jalan-jalan sekeluarga dari Singapore ke Hong Kong. 

Golden hour

Karena harga tiket yang murah tersebut, maka jangan heran kalau jamnya kurang cantik. Kami landing di Hong Kong pukul 22.45. Selesai urusan imigrasi, kami pun segera menuju transportation center untuk membeli kartu On Loan Octopus. Kali ini, si kecil juga memegang kartu Octopus.

On Loan Octopus. Sumber foto: Octopus.com.hk

Melihat jam yang cukup malam dan oma opa yang sudah tidak kuat naik turun tangga, kami memang sudah berencana untuk menggunakan bis menuju Mong Kok. Enaknya naik bis dari HKIA adalah banyaknya rute yang memudahkan kita menuju downtown. Anak-anak sibuk melihat pemandangan Hong Kong di malam hari. Maklum, ini pertama kalinya mereka naik bis airport di Hong Kong. Sementara mamanya nostalgia ke masa-masa naik turun bis di Hong Kong saat sebelum menikah =D

Tempat penginapan kami masih sama seperti saat kami ke ke Hong Kong di tahun 2016, yaitu unit di Kiu Ming Mansion. Saat kami berjalan dari tempat perhentian bis hingga ke mansion, banyak toko yang sudah tutup. Tetapi  tempat-tempat makan masih buka dan masih ada orang yang sedang menikmati makanan. Tidak heran kalau banyak orang berkata bahwa Hong Kong is city that never sleep

Pose sebelum tidur

Apakah agenda kami di hari pertama? Tentunya setelah tiba di dini hari, agenda pertama kami adalah istirahat. Semua kegiatan dilakukan setelah makan siang. Makan siang kami kali adalah menikmati dimsum di One Dimsum. 

Langit yang biru.

Dimsum di Hong Kong bukanlah hal yang asing. Hampir setiap pojok jalanan ada yang menjual dimsum. Kalau dulu kami makan di Dimdimsum Dimsum, kali ini kami mau mencoba One Dimsum yang terletak dekat dengan MTR Prince Edward. 

Take away area.

One Dimsum ini terkenal dengan antriannya yang panjang. Sebab itu kami datang sebelum makan siang. Ternyata antrian tetap panjang. Setelah memasukkan nama dalam list antrian, kami pun menunggu dengan sabar. 

Antrian di luar, banyak juga orang lokal yang mengantri.

Menu di One Dimsum dibagi menjadi 9 macam menu. Dari crispy dimsum, steamed bun, steamed dumplings, steamed rice rolls, Chinese dimsum, sayur, nasi, bubur, hingga dessert, semua ada. Yang cukup berbeda, setiap orang wajib memesan teh.

Menu One Dimsum.
Chong Fan

All steamed food.
Fong chau aka ceker ayam.

Seperti ciri khas resto di Hong Kong (kalau bisa cepat, kenapa pakai lama), pesanan kami datang dengan segera. Kali ini, selain dimsum, ada tambahan pesanan nasi. Kalau kata oma, belum kenyang kalau belum ketemu nasi.

Kue lobak.
Sayur yang masih sempat difoto, nasi sudah masuk perut oma.

Bagaimana dengan rasa makanannya? Top sekali. Rasanya penantian kami saat mengantri terbayar saat makan dimsum. Bagi kami penggemar kaki ayam, kaki ayam One Dimsum patut dicoba. Untuk penggemar chasiu pao, menurut adik, isi chasiu pao di sini enak sekali. Ukuran yang besar dan rasa yang enak membuat kami kenyang. Perut kenyang, hati senang, siap melanjutkan petualangan =D

Happy face part 1
Happy face part 2.

Next: Perpaduan Modern dan Klasik di Nan Lian Garden

Note: Untuk cerita lebih lengkap mengenai tamasya kami di Hong Kong dan Macau, silakan klik link ini ya. 

Pasar di Fa Yuen Street.

Sekilas Info

One Dimsum

Alamat: G/F, 209A Tung Choi St, Prince Edward, Hong Kong

Jam Operasional: 09.30 – 24.00 (Sabtu dan Minggu buka dari jam 08.30)

Thursday, December 20, 2018

Transportasi dari Kuala Lumpur ke Melaka



Melaka merupakan salah satu kota yang terkenal sebagai salah satu tempat wisata. Sebagai negara yang menjadi tempat berpadunya kebudayaan barat dan timur, Melaka menjadi menarik untuk dikunjungi. Sayangnya tidak ada pesawat yang langsung menuju kota Melaka ini. Pilihan yang terdekat adalah transit ke Kuala Lumpur dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan alat transportasi darat.

Menuju Melaka dari KLIA (dan sebaliknya)
Bagi para turis yang ingin langsung menuju Melaka langsung dari bandara, ada dua pilihan kendaraan yang dapat digunakan. Yang pertama adalah dengan menyewa mobil. Tentunya akan lebih nyaman namun biayanya pun lumayan.

Yang kedua adalah dengan menggunakan bus umum. Satu-satunya bus umum yang ada adalah bus Transnasional. Bus ini cukup nyaman dan tentunya harganya bersahabat di kantong. Untuk orang dewasa, harga tiket bus menuju Melaka Sentral adalah 24.1 RM dan harga tiket untuk anak-anak adalah 18 RM. Lama perjalanan dari KLIA atau KLIA2 menuju Melaka kurang lebih 2.5 jam.
Transnasional bus. Sumber foto: klia2.info
Untuk menuju bandara langsung dari Melaka, disarankan lebih baik membeli tiket terlebih dahulu supaya tidak repot dan dapat memilih jam yang diinginkan.

Menuju Melaka dari Downtown (dan sebaliknya)
Untuk menuju Melaka dari downtown, kita harus mengetahui terminal manakah yang melayani transportasi antar negara bagian. Berbeda dengan saat datang ke KL kita akan berhenti di terminal KL Sentral, untuk menuju ke Melaka kita harus naik bus dari TBS atau Terminal Bersepadu Selatan. TBS merupakan salah satu terminal besar. Di TBS segala tujuan menuju negara bagian atau negara tetangga pun ada.

Yang menarik dari TBS, terminal ini berintegrasi dengan stasiun LRT Bandar Tasik Selatan atau BTS. BTS terletak di lajur LRT laluan Sri Petaling. Jadi untuk menuju ke TBS, kami hanya perlu naik LRT ke stasiun BTS lalu menyeberang ke TBS untuk menaiki bus. Karena hotel kami dekat dengan stasiun Masjid Jamek, maka kami hanya perlu naik LRT menuju stasiun Putra Heights dan berhenti di BTS. Dari sana kami berjalan menuju TBS. Sepanjang jembatan penyeberangan cukup banyak pengemis (termasuk pengemis bule) dan penjual barang walaupun ada tulisan dilarang menjajakan barang atau meminta-minta. Pemandangan yang cukup membingungkan anak-anak.
TBS yang penuh orang.
Awalnya kami berpikir bahwa proses pembelian tiket akan cepat. Namun kami baru sadar bahwa saat kami pergi adalah hari Deepavali yang merupakan hari libur nasional. Jadinya TBS pun penuh dengan turis domestik dan turis internasional. Untungnya sistem penjualan tiket yang digunakan di BTS ini lumayan canggih. Kami dapat membeli tiket dari loket manapun karena sistem penjualan tiket ini online. 
Counter tiket.
Berbeda dengan pembelian tiket dari KLIA menuju KL Sentral ataupun Melaka, anak-anak harus membeli tiket dewasa karena kami adalah turis. Harga tiket dewasa ini 11.40 RM dan bus akan berhenti di Melaka Sentral. Berhubung waktu sudah mendekati makan siang, maka kami memilih bus Mayangsari yang jalan pukul 12.30. Oleh petugas di loket, kami diminta untuk menuju gate di sebelah kanan bagian ticketing. Kami pun mampir sebentar ke Seven Eleven untuk membeli makanan, biar bisa makan sambil menunggu bus.
Ruang tunggu di lantai bawah.
Yang paling menarik di BTS ini adalah ruang tunggunya. Bayangan saya, ruang tunggunya ya sama seperti ruang tunggu terminal di Indonesia pada umumnya, yaitu duduk di bangku di depan nomor lajur bus. Namun saat kami turun ke bawah, ruang tunggu dan lajur bus berada di bagian bawah, ruang tunggunya nyaman dan ber-AC. Kami dapat duduk dengan santai sambil memakan makanan samgak kimbap yang kami beli. Bahkan papa sempat ke atas untuk membeli roti lagi, sebagai persediaan andaikan lapar di jalan. Tak lama kemudian bus datang dan kamipun dipanggil untuk segera naik ke bus. Perjalanan menuju Melaka ditempuh dalam waktu 2 jam.
Ruang tunggu untuk gate 10.
Bagaimana dengan perjalanan pulangnya? Berbeda dengan saat kami berangkat yang langsung membeli tiket saat kami mau jalan, kami disarankan oleh teman-teman yang sudah sering bolak-balik ke Melaka untuk membeli tiket perjalanan dari Melaka ke KL. Pembelian tiket pun secara kolektif, biar tidak usah semua orang pergi ke Melaka Sentral. Oleh para senior ini kami dibelikan tiket KKKL Express. Bus KKKL Express ini termasuk bus eksekutif. Dan memang ternyata untuk tiket kembali ke Kuala Lumpur, memang akan lebih baik jika kita membeli tiket di awal.
Melaka Sentral. 
Berbeda dengan TBS yang sangat wah, suasana di Melaka Sentral mirip seperti plaza kecil. Namun untuk makanan, di sini pun sangat lengkap. Bahkan ada McDonald’s di tempat ini. Kami hanya menunggu sebentar dan tidak lama kemudian bus kami pun datang. Bus KKKL memang terlihat nyaman tapi sayangnya bau rokok lumayan kencang. Namun bus KKKL ini sangat on time, sehingga jangan sampai kita telat atau akan ditinggal bus.

Sebagai kesimpulan, bepergian dari Kuala Lumpur ke Melaka dan juga sebaliknya sangatlah mudah. Bus apapun yang kita pilih, dari yang lumayan premium maupun yang biasa saja pun nyaman. Hanya saja, satu yang harus diingat adalah mereka sangat on time. Jadi lebih baik kita menunggu daripada kita ditinggal dan tiket hangus. Selamat berpetualang :)