Tuesday, August 1, 2017

Menikmati Tulipmania 2017 Gardens by The Bay

Tulipmania 2017
Waktu saya kecil, biasanya anak kecil akan menggambar gunung dengan matahari dan sawah saat disuruh menggambar bebas. Tetapi saya selalu dengan senang hati menggambar bunga. Hal ini ternyata menurun juga kepada Duo Lynns. Mereka paling suka menggambar bunga. Salah satu bunga yang mereka sukai adalah tulip. Tetapi mereka belum pernah melihat tulip secara langsung. Habis jauh sih ke Belanda =D

Di saat liburan kami kemarin, di Gardens by The Bay sedang ada pameran tulip. Tentu saja bukan cuma anak-anak yang akan senang jika melihat tulip, oma opa juga pasti senang. Dan betul saja, saat kami bertanya kepada oma opa, mereka pun bersemangat untuk melihatnya. Kalau kata oma, daripada harus jauh-jauh ke Belanda, kita lihat saja tulip di Singapore. Kami pun mulai mencari informasi lebih mengenai pameran tulip yang akan diadakan di Gardens by The Bay ini.

Siapa sih yang tidak pernah mendengar nama Gardens by The Bay (GBTB)? Rasanya semua orang tahu. Bahkan tempat ini termasuk salah satu tempat yang biasanya tidak pernah dilewatkan saat berwisata ke Singapore. Selain banyak yang gratisnya, siapa yang tidak tertarik dengan tempat gratis di luar negeri, tanaman di dalam tempat ini sangat bagus sehingga sayang untuk dilewatkan. Apalagi dengan adanya Children's Garden by Far East Organization, GBTB menjadi salah satu tempat wisata bagi keluarga yang membawa keluarga. Walaupun demikian, ada beberapa tempat yang memerlukan tiket masuk, alias tidak gratis, seperti Flower Dome, Cloud Forest, dan OCBC Skyway.
Flower dome
Dulu kami sempat mengunjungi GBTB saat tahun 2013. Saat itu kami hanya berkeliling taman, main di playground, duduk di depan Supertree. Intinya yang gratisan semua. Tetapi kali ini pameran tulip akan diadakan di Flower Dome. Untuk masuk ke dalam Flower Dome, kita harus membeli tiket masuk. Berbeda dengan warga setempat yang dapat memilih masuk ke Flower Dome atau Cloud Forest, untuk turis pembelian tiket mencakup dua tempat itu. Kami mencoba membeli tiket secara online, supaya tidak usah antri untuk beli tiket. Seperti biasa, kami membeli dari klook.com. Harga tiketnya cukup murah jika dibandingkan harga pesawat ke Belanda.
Ada kuda, rusa, dan trenggiling?
Kami sengaja memilih untuk mengunjungi taman ini di pagi hari. Supaya tidak terlalu ramai. Kali ini tante Duo Lynns sedang libur sehingga dapat menemani kami untuk melihat tulip. Saat kami datang, antrian untuk membeli tiket sudah cukup panjang. Bersyukur kami sudah membeli secara online. Kami segera masuk ke dalam Flower Dome. Suhu di dalam tempat ini cukup dingin. Maklum, tulip mulai tumbuh saat awal musim semi, otomatis untuk menjaga tulip ini tetap bagus, suhunya harus dibuat seperti suhu peralihan antara musim dingin ke musim semi.
Suasana di pagi hari
Tema pameran tulip kali ini adalah Tulipmania Inspired. Berdasarkan hasil riset, tulip sangat disukai orang-orang. Bahkan termasuk bunga ketiga yang sangat populer, setelah mawar dan krisantemum. Karena orang begitu suka dengan tulip, pada tahun 1634 dan 1637 muncul fenomena Tulip mania, yaitu saat permintaan terhadap umbi bunga tulip begitu tinggi tetapi tidak diimbangi dengan pasokan yang cukup.
Favorit kakak, warna pink
Banyak orang, termasuk saya, menganggap tulip berasal dari Belanda. Ternyata tulip berasal dari Asia Tengah, tumbuh liar di kawasan pegunungan Pamir dan pegunungan Hindu Kush dan Kazakhstan. Setelah itu tulip dibawa ke Turki dan bahkan menjadi bunga nasional Turki. Pada tahun 1500an, tulip mulai dibawa ke Eropa. Dan karena tumbuhnya di kawasan pegunungan, otomatis hawa sejuk yang ada di Eropa membuat Tulip tumbuh dengan banyak di Eropa, khususnya Belanda yang terkenal sebagai negeri bunga Tulip.
Foto dulu ah sebelum semakin ramai
Tulip atau Tulipa merupakan nama genus untuk 100 spesies tumbuhan berbunga yang termasuk ke dalam keluarga Liliaceae. Tulip merupakan tumbuhan tahunan berumbi yang tingginya antaran 10 - 70 cm, daunnya berlilin, berbentuk sempit memanjang berwarna hijau nuansa kebiru-biruan, dan bunganya berukuran besar yang terdiri dari 6 helai daun mahkota.
Atas: Taman penuh dengan tulip
Bawah: karya seni yang ada di GBTB
Beberapa fakta yang baru kami ketahui saat kami mengunjungi pameran Tulip ini:
1. Tulip berasal dari bahasa Persia 'turban', dulbend, yang berarti sorban. Hal ini disebabkan karena bunga tulip berlapis-lapis seperti sorban.
Tulipa
2. Tahun 1594 merupakan tahun resmi tulip bertumbuh di Belanda. Carolus Clusius, seorang dokter dan juga botanis, membawa umbi tulip dari Vienna dan melakukan riset di Hortus Botanicus.
Yang ini putih bercampur orange
3. Berdasarkan daun mahkotanya, ada tulip yang walau sedang mekar daun mahkotanya terlihat menguncup, ada juga yang saat mekar daun mahkotanya terbuka lebar, ada yang daun mahkotanya melengkung, dan ada yang meruncing.
Daun mahkota yang terbuka dan yang menguncup
4. Berdasarkan lapisan daun mahkotanya, tulip terbagi menjadi single (atau satu lapis) dan double (berlapis).
Daun mahkota yang single dan double
5. Berdasarkan waktu berbunganya, tulip terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu berbunga awal (single early, double early, kaufmaniana, fosteriana), berbunga agak lambat atau mid-season (triumph, darwin hybrid, greigii), dan berbunga terlambat (single late, double late, lily-flowered tulip, fringed group, viridiflora, rembrandt, dan parrot).

5. Tulip mempunyai warna yang bermacam-macam. Tetapi sebetulnya tulip tidak ada yang berwarna biru. Bahkan tulip hitam pun tidak sepenuhnya hitam pekat, tetapi seringkali perpaduan merah atau ungu yang pekat.
Colorful tulip
6. Umbi tulip menghasilkan satu atau dua anak umbi setiap tahunnya. Anak umbi yang besar biasanya digunakan atau dijual untuk produksi bunga, sedangkan yang lebih kecil akan ditanam kembali saat musim gugur. Selain itu, tulip juga dapat dikembangkan dari benih, tetapi membutuhkan waktu lebih dari 3 tahun untuk berbunga.
A boat of flower
Untung ada mas-mas koko yang siap membantu pengunjung berfoto
7. Tulip dapat dimakan, baik secara lalapan langsung ataupun dimasak dulu. Daun mahkota tulip warna merah muda, peach, dan putih rasanya manis. Sedangkan daun mahkota tulip warna merah dan kuning lebih gurih.
Warna kuning yang gurih kesukaan adik
Ternyata bukan hanya menampilkan bunga tulip yang beraneka ragam, GBTB juga mengambil tema karya lukisan Vincent van GoghVincent van Gogh adalah pelukis pasca- impresionisme ternama dari Belanda. Sayangnya kisah hidupnya cukup menyedihkan. Di akhir hidupnya, van Gogh merasa ia gila dan menghabiskan sisa hidupnya di RS Jiwa Saint-Paul-de-Mausole di Saint Remy de Provence Perancis. Justru saat ia di sini, karya-karya ternamanya mulai bermunculan, salah satunya The Starry Night. GBTB merangkai bunga-bunga tulip membentuk lukisan karya van Gogh. Luar biasa bukan?
The Starry Night
Self-Protrait with Straw Hat
Pameran tulip ini rasanya diadakan tiap tahun, antara April sampai dengan Mei. Jika ada yang kepingin lihat tulip, rajin-rajin saja mencari infonya sekitar bulan Maret. Apakah di dalam Flower Dome hanya ada bunga tulip saja? Tidak loh. Masih banyak bunga-bunga lainnya yang menarik untuk dilihat. Setelah puas menikmati bunga-bunga yang ada di Flower Dome, kami pun melanjutkan kunjungan kami ke Cloud Forest.
Hyacinths, salah satu keluarga Asparagaceae
Bunga lainnya
Tulipmania Floral Display
www.gardensbythebay.com.sg
Tanggal pameran: 1 April - 7 May 2017
Jam buka: 09.00 - 21.00
Location: Flower Dome, Gardens by The Bay
Cara menuju ke GBTB: MRT stasiun Bayfront exit B
Denah Flower Dome
Note: untuk mengetahui cerita perjalanan kami saat liburan di Singapore , silakan klik link berikut ini.

Monday, July 17, 2017

Free Wet Playground di Singapore

Namanya anak-anak, kalau mendengar kata playground dan main air pasti senangnya minta ampun. Sayangnya playground dan tempat main air adalah barang langka di lingkungan kami tinggal. Kalau mau main air pun lokasinya jauh dari rumah kami. Hal ini berbanding terbalik dengan Singapore. Di setiap area pasti ada playground dan beberapa diantaranya menyediakan wet playground. Hiburan yang menyenangkan bagi anak-anak kecil, dan sebagian dari wet playground tersebut gratis loh.

Nah sepanjang liburan kami kemarin, kami menemukan ada 3 wet playground yang gratis di tempat-tempat yang kami kunjungi. Dari ketiga tempat berikut, Duo Lynns pernah bermain di dua tempat pertama. Sedangkan tempat yang ketiga, karena keterbatasan waktu, hanya sekedar lewat saja.
I12 Katong wet playground
1. I12 Katong Wet Playground
I12 Katong merupakan mall di daerah East Coast atau Katong. Di I12, selain tempat makan dan belanja, di bagian atasnya disediakan outdoor wet playground. Outdoor wet playground di sini, salah satu tempat favorit Duo Lynns, bukan hanya sekedar air mancur air, tetapi lumayan lengkap loh mainannya. Dari perosotan, pipa berlubang, mainan pemadam kebakaran, dan bahkan pipa-pipa untuk bermain instrumen pun disediakan di playground ini. Kami selalu meluangkan waktu untuk bermain air di tempat ini setiap kali kami berkunjung ke Singapore. Dan tentu saja Duo Lynns selalu mendapatkan teman baru saat berkunjung ke sini.
Serunya bermain air, sampai ada bapak-bapak yang juga seru bermain air di pancuran =D
Di tempat ini juga ada area untuk berganti baju dan tempat siraman, walau terbuka, namanya juga untuk anak-anak. Saat kunjungan kami kemarin, ternyata bukan hanya anak-anak yang sibuk bermain, tetapi juga bapak-bapak. Rasanya tempat ini dapat menjadi favorit banyak orang =D

I12 Katong
www.112katong.com.sg
112 East Coast Road, Singapore, 428802
Jam buka: 10.00 - 22.00
Far East Children's Garden. Sumber foto: Gardensbythebay.com.sg
2. Far East Organization Children's Garden
Wet playground ini terletak di dalam area Gardens by The Bay. Di area ini terdapat wet playground dan playground yang dapat dikunjungi saat berkunjung ke Gardens by The Bay. Enaknya main di sini, ada locker-locker yang memudahkan kita untuk meletakkan barang bawaan kita. Tempat untuk berganti baju juga ada di area ini. Di area playground ini juga terdapat Children's Garden Cafe, alternatif tempat untuk mencari oleh-oleh dan makanan saat si kecil mulai kelaparan.

Far East Organization Children's Garden
http://www.gardensbythebay.com.sg/en/attractions/far-east-organization-childrens-garden.html
Gardens by The Bay
Jam buka: 10.00 - 19.00 dan 09.00 - 21.00 (weekend)
Vivo City Mall
3. Vivo City Mall
Kami mengunjungi tempat ini saat kami ingin menyeberang ke pulau Sentosa. Di mall ini ada dua area bermain air. Yang pertama adalah Vivo City Sky Park yang berada di lantai 3. Di lantai 3 ini ada Happy Paddle Boats yang dapat dimainkan juga permainan water boat yang dapat dicoba oleh anak-anak dengan membayar antara 8 sampai 16 SGD.

Yang kedua terletak di lantai 2, berupa air mancur menari yang tentunya menarik untuk anak-anak kecil. Di lantai 2 ini juga terdapat outdoor playground yang menarik untuk anak-anak. Jadi si kecil dapat sekalian main di playground.

Vivo City Mall
www.vivocity.com.sg
Harbour Front Walk, Singapore
Jam buka: 10.00 - 22.00 (playground) dan 11.00 - 21.00 (Sky Park)

Selain tempat-tempat diatas, sebetulnya masih banyak lagi tempat bermain air yang gratis di Singapore.Jadi bisa dicari sesuai dengan daerah yang akan dikunjungi. Pesan penting dari kami: untuk menikmati waktu bermain di playground, jangan lupa membawa dan memakai sunblock, bukan hanya untuk anaknya tetapi juga untuk mama papanya. Kan tidak seru jika setelah puas bermain, kulit kita jadi seperti zebra alias belang-belang :D

Note: untuk mengetahui cerita perjalanan kami saat liburan di Singapore , silakan klik link berikut ini.

Tuesday, July 11, 2017

Review Holiday Inn Express Katong


Masih dalam rangkaian liburan kami yang lalu, kali ini kami ingin me-review tempat kami menginap selama di Singapore. Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, berbekal tiket murah yang kami dapatkan saat GATF, kami melakukan liburan kami ke Singapore dan Johor Baru. Kali ini kami mencoba menginap di Hotel Holiday Inn Express Katong. 

Sekilas tentang Holiday Inn Express, Holiday Inn Express merupakan salah satu bagian dari IHG atau Intercontinental Hotel Groups. Jaringan hotel bintang tiga ini cukup terkenal dan berkualitas. Hotel ini, bersama dengan Hotel Indigo yang juga masih bagian dari IHG, tergolong hotel yang baru diarea East Coast. Dulunya di lokasi ini adalah kantor polisi Joo Chiat. Dengan lokasinya yang berada di dekat I12 Katong Mall, tinggal di hotel ini akan lebih menarik. Apalagi hotel yang berisi 451 kamar ini merupakan hotel Holiday Inn Express yang ketiga dan terbesar di Singapore. Saat kami memesan, di Agoda sedang ada promo hotel ini. Tentu saja kami tidak melewatkan promo yang ada.
Holiday inn express
Saat kami tiba, kurang lebih 15 menit dari airport, kami langsung menuju lobby yang berada di lantai 7. Papa pun langsung mengurus proses check in. Proses check in di hotel ini lumayan agak lama. Kami memanfaatkannya untuk berkeliling melihat-lihat sekeliling lobby. Di lobby ini ada mesin jus jeruk otomatis. Rasanya seru juga saat kepanasan membeli fresh orange juice. Selain itu ada juga area komputer. Di area ini disediakan beberapa komputer yang dapat digunakan oleh tamu hotel. Hotel ini juga bekerja sama dengan Grab. Pengunjung hotel dapat memesan Grab melalui aplikasi yang disediakan di hotel. Sedikit informasi, Grab di Singapore bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan taksi setempat (sama seperti Gocar). Jadi kalau memesan Grab di sini, kita bisa saja mendapatkan taksi lokal atau mobil pribadi yang akan menjemput kita.
Kiri atas: Area Komputer. Kiri bawah: jadwal shuttle service.
Kanan: Aplikasi Grab
Di bagian outdoor terdapat fitness centre dan laundry room yang dapat digunakan oleh setiap tamu hotel 24 jam. Laundry room ini self service dan ada biaya tersendiri. Untuk mencuci menggunakan mesin tersebut, tamu hotel harus merogoh 6 SGD dari kantong mereka. Dan untuk menggunakan mesin dryer, membuat baju jadi kering, dibutuhkan 6 SGD lagi, Fasilitas ini tentunya menarik bagi tamu hotel yang menginap lama dan tidak mau membawa banyak baju.
24 hours Laundry room and fitness centre
Setelah proses check in selesai, kami pun segera menuju kamar kami, standard room. Lift yang digunakan hanya dapat dioperasikan jika kita mempunyai smartcard. Jadi kita hanya dapat menuju lantai dimana kamar kita berada. Kamar berukuran 19 meter persegi ini dilengkapi dengan free WIFI, TV LED 32 inch yang dapat mirroring dengan android. Di kamar ini disediakan 2 bantal soft dan 2 bantal hard, yang bagi kami cukup menyenangkan, mengingat kami tidur jadi satu. Di sini juga ada blue tooth speaker dan disediakan juga smartphone yang dapat digunakan untuk menelpon lokal dan ke beberapa negara tertentu. Apakah ada biaya tambahan? Tidak, karena fasilitas telephone ini gratis. Luar biasa sekali bukan?
Kamar standard, lengkap dengan perlengkapan dan sofa yang nyaman.
Faktor yang tidak kalah penting adalah kamar mandinya. Yang unik dari dan kamar mandi ini adalah pintunya. Satu pintu yang ada dapat digunakan untuk menutup kamar mandi dan juga shower room. Jadi jika kita menggunakan shower room, pintu yang ada akan digunakan untuk menutup shower room, maka jika kepepet (namanya juga bawa anak kecil) penghuni kamar yang lain dapat menggunakan bagian lain dari kamar mandi tersebut. Hanya saja pintu kamar mandi ini tidak ada kuncinya. Handuk yang disediakan di sini ada 2 macam. Handuk kecil dan handuk besar untuk mandi. Selain itu di kamar mandi juga disediakan anti-slip mat.
Kamar mandi dan fasilitasnya, termasuk anti-slip mat
Bagaimana untuk mencari makan? Untuk sarapan, tamu hotel mendapatkan sarapan gratis (uhm...sudah termasuk di harga yang dibayarkan maksudnya). Berbeda dengan Holiday Inn yang sistemnya menyediakan sarapan di restoran hotel, Holiday Inn Express menyediakan buffet breakfast bagi setiap tamu hotel. Setelah jam 11, area sarapan ini menjadi public area untuk tamu ngobrol dan duduk-duduk. Sarapan yang disajikan di hotel ini adalah sarapan ala kontinental. Pilihannya pun bervariasi. Dimulai dari berbagai macam pastry, roti, berbagai macam cereal dengan berbagai macam susu, buah beraneka ragam, yoghurt, sosis, dan makanan khas Singapore. Belum lagi kopi dan teh dilmah beraneka rasa. Pihak hotel juga menyediakan Grab and Go bagi tamu hotel yang harus pergi pagi-pagi tanpa sempat sarapan di hotel. Cukup memilih makanan yang ingin dibawa, lalu pihak hotel akan membungkusnya bagi tamu. Serunya sarapan di sini adalah kami bertemu berbagai macam orang dari berbagai macam belahan benua. Maklum, daerah Katong merupakan daerah peranakan yang kaya dengan berbagai macam kebudayaan.
Hearty continental breakfast.
Untuk makan siang dan malam, di sekitar hotel ini banyak makanan-makanan yang menarik untuk dicoba, dari yang halal sampai yang non halal. Dalam jarak satu blok dari hotel ini ada pasar dan Parkway Parade. Mau belanja, mau cari makan, di situ ada semua. Parkway Parade termasuk mall yang lengkap menurut kami. Andaikan malas jalan, di lokasi yang sama dengan hotel ini terdapat Katong Square dan di sebelah hotel ini terdapat I12 Katong Mall. Jadi untuk urusan makan, rasanya tidak akan susah.
Salah satu fasilitas lain dari Holiday Inn Express yang kami manfaatkan adalah penitipan koper. Sebelum kami datang, kami sempat menghubungi pihak hotel melalui email untuk bertanya apakah kami dapat menitipkan koper kami selama 2 hari saat kami pergi ke Legoland. Toh setelah balik dari Legoland kami pun menginap di sini lagi. Pihak hotel menjawab kami boleh menitipkan, dengan menunjukkan bukti pemesanan kami dan tidak ada biaya tambahan yang dikenakan. Hal ini memudahkan kami saat pergi ke Johor, daripada bawa koper banyak-banyak. 
Pemandangan di pagi hari
Oya, di hotel ini tidak tersedia kolam renang. Tetapi hal ini tidak menajdi masalah karena di I12 Katong ada wet playground di bagian atasnya. Apakah kami menikmati tinggal di sini? Ya. Apakah anak-anak senang? Banget. Kalau kata kakak lain kali ke sini lagi supaya pas sarapan bisa dapat yoghurt dan minum teh buah. 
Pemandangan area Katong di sore hari. Langitnya cerah ya :)
Holiday Inn Express Katong
Website: www.ihg.com
Alamat: 88 East Coast Road Singapore 423371
Ph: +65 672320001
Email: info.sinka@ihg.com

Note: untuk mengetahui cerita perjalanan kami saat liburan di Singapore, silakan klik link berikut ini.

Friday, July 7, 2017

Cara Membuat Visa Korea Selatan Pribadi dan Keluarga


Negeri ginseng tempat dimana oppa yang ganteng dan onni yang cantik merupakan salah satu tujuan wisata yang digemari banyak orang. Kami pun mengunjungi tempat ini saat transit menuju dan dari tempat tante Duo Lynns. Saat kami ke sana, kami tidak membuat visa khusus karena kami memiliki visa dari negara Uncle Sam dan menuju ke negara tersebut. Jadi untuk mendapat visa waiver menuju Korea Selatan, dan juga Taiwan, passport biasa sudah bisa kok asalkan ada visa Uncle Sam dan tiket yang membuktikan bahwa kita menuju atau dari negara tersebut. 

Sebetulnya jika kita hanya mengunjungi pulau Jeju, maka kita tidak membutuhkan visa. Dalam rangka masuk nominasi 7 keajaiban dunia, pulau Jeju memberikan promosi untuk memasuki pulau tersebut tanpa menggunakan visa, kecuali bagi negara tertentu. Jadi selama tujuannya hanya pulau Jeju, naik pesawat atau ferry yang langsung menuju Jeju, maka tidak perlu membuat visa. Tetapi rasanya nanggung jika sudah sampai di Jeju namun tidak mengunjungi bagian lainnya dari Korea Selatan. 

Banyak yang mengira kami khusus membuat visa untuk masuk negara ginseng tersebut. Karena banyaknya pertanyaan kepada kami mengenai cara membuat visa Korea Selatan, kami pun jadi penasaran. Apalagi beberapa waktu lalu, anak sepupu kami mendapat beasiswa untuk program pertukaran pelajar di Seoul. Jadi kami pun sempat menghubungi konsulat untuk menanyakan prosedurnya. Hasil dan pengalaman yang kami dapatkan kami dokumentasikan di artikel ini, siapa tahu suatu saat nanti terpakai. 

Apa saja sih dokumen yang diperlukan? 
1. Passport asli (dengan masa berlaku minimal 6 bulan sebelum masa kadaluwarsa)
2. Fotokopi passport (halaman yang ada identitas dan halaman yang berisi visa atau cap negara-negara yang telah dikunjungi).
3. Formulir aplikasi visa yang dapat didownload di website kedutaan atau di link berikut.
4. Foto ukuran 3.5 x 4.5 cm sebanyak satu dan ditempelkan ke formulir aplikasi visa. Untuk foto, sebaiknya dilakukan di studio di daerah Sabang Thamrin yang memang sudah tahu ukuran yang tepat untuk pembuatan visa.
5. Fotokopi Kartu keluarga atau dokumen yang dapat membuktikan hubungan kekeluargaan (jika ada keluarga yang turut serta)
6. Fotokopi akte lahir
7. Surat keterangan kerja atau surat referensi
8. Fotokopi bukti keuangan SPT
9. Fotokopi rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir
10. Surat referensi bank

Setiap fotokopian yang dibawa, sebaiknya bawa juga yang aslinya. Biasanya dibutuhkan untuk pemeriksaan. Untuk ibu rumah tangga atau anak yang belum bekerja, dapat melampirkan bukti keuangan suami karena dianggap suami yang menjadi sponsor.

Bagaimana dengan biayanya? Biaya pembuatan visa tergantung jenis visa yang akan dibuat. Untuk mengunjungi Korea Selatan. Ada tiga jenis visa yang dapat dipilih bagi wisatawan yang akan mengunjungi Korea Selatan dengan tujuan wisata
- Single visa (visa kunjungan dibawah 90 hari): Rp 592.000,00
- Single visa (visa kunjungan diatas 90 hari): Rp 888.000,00
- Double visa (boleh 2 kali masuk dan berlaku untuk 6 bulan): Rp 1.036.000,00
- Multiple visa (berlaku untuk 5 tahun): Rp 1.332.000,00

Prosedur dalam pengurusan visa Korea Selatan
1. Layanan pengajuan visa dimulai dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 11.30. Biasanya sih dari pagi sudah antri, jadi disarankan untuk datang pagi hari. Andaikan datang sesudah pukul 09.00, selama masih dalam batas waktunya masih tetap dilayani. Dan mendekati waktu pengajuan visa habis, pengumpulan aplikasi dilakukan secara kilat oleh pihak kedutaan.
2. Setelah sampai di sana, ambillah nomor antrian dan tunggulah sampai dipanggil oleh petugas. Setelah itu masukkan berkas dan membayar biaya pembuatan visa di loket.
3. Lama proses pembuatan visa adalah 6 hari kerja yang terhitung setelah hari pengajuan, tidak termasuk hari libur Indonesia dan Korea Selatan. Untuk multiple visa yang selesai lebih cepat proses pengajuan bisa selesai lebih cepat. 
4. Untuk mengetahui status permohonan visa, dapat diperiksa di link ini atau melalui website kedutaan. 
5. Jika sudah selesai, maka kita tinggal datang ke Kedutaan diantara pukul 13.30 - 16.30 untuk mengambil passport. 
Contoh visa Korea Selatan. Sumber foto: visitkorea.or.kr
Tips dan beberapa hal yang perlu diingat saat membuat visa Korea Selatan:
1. Untuk parkiran, disarankan untuk parkir di RS Medistra. Tetapi saat pengambilan, jika di kedutaan sedang tidak ramai, dapat parkir di kedutaan. 
2. Pembuatan visa Korea Selatan dapat diwakilkan. Jadi jika memang kepepet, dapat diwakilkan kepada orang lain selama semua surat-suratnya lengkap. 
3. Pengurusan visa langsung ke kedutaan hanya membutuhkan waktu 6 hari kerja. Sedangkan jika lewat travel agent paling sedikit 10 hari.
4. Bagi single visa, karena masa berlakunya yang pendek hanya 90 hari, disarankan untuk membuat visa sebulan atau atau 1.5 bulan sebelum keberangkatan.
5. Berikan dokumen sesuai yang diminta. Jika ada dokumen yang dianggap berlebih, dokumen tersebut akan dibuang dan tidak dikembalikan. 
6. Untuk passport asli yang disertakan, usahakan masukkan passport yang ada visa dari negara lain. Jadi pihak kedutaan tidak ragu untuk memberikan kita visa. Kalau kata pihak kedutaan, lebih banyak lebih bagus. 
7. Jika sudah memesan tiket dan hotel, bukti tiket dan hotel dapat disertakan. Walaupun pihak kedutaan tidak menjamin bahwa pemegang passport pasti dapat visa jika sudah ada bukti pembelian atau pemesanan tiket pesawat dan hotel. 

Pertanyaan yang sering ditanyakan kepada kami adalah lebih mudah mengurus sendiri atau lewat travel agent? Masing-masing ada nilai lebih dan kurangnya. Enaknya urus sendiri, biaya lebih murah dan waktu selesai lebih cepat dibanding lewat travel agent. Tetapi enaknya kalau diurus travel agent, kita tidak usah bolak-balik ke kedutaan dan tidak usah antri di kedutaan. Tinggal bolak-balik ke travel agent dan antri di travel agent untuk memasukkan berkas dan mengambil passport kembali. Mungkin kalau hanya urus untuk satu orang saja, lewat travel agent atau sendiri selisihnya tidak jauh berbeda. Tetapi kalau yang diurus satu keluarga, mungkin selisihnya bisa dapat satu visa lagi :D

Jadi semua dikembalikan kepada pilihan masing-masing. Selamat membuat visa :)

Note: 
Per tanggal 2 Mei 2019, pembuatan Visa Korea tidak lagi dilakukan di kedutaan, tetapi di Korea Visa Application Center di Lotte Avenue lantai 5. 

Korea Visa Application Center
Alamat: Lotte Avenue lantai 5
Jam operasional: 09.00 - 15.00 (pengajuan visa), 10.00 - 16.00 (pengambilan passport)
Biaya administrasi: Rp 196.000,00 (diluar biaya visa)

Kedutaan Besar Korea Selatan
Website: idn.mofa.go.kr
Alamat: Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav 57, Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan 
(sebelah RS Medistra) 
No telephone: 021-29672580
Jam pengajuan visa: 09.00 - 11.30
Jam pengambilan: 13.30 - 16.30

Monday, June 19, 2017

Tips Perpanjang Passport Anak


Bagi orang yang gemar jalan-jalan, passport adalah salah satu dokumen yang penting. Bahkan saat anak-anak masih bayi, begitu mereka berusia 6 bulan, kami segera membuat passport bagi mereka walau dipakainya bukan saat mereka berumur 6 bulan. Antara beriman anak-anak bisa jalan-jalan dari mereka masih kecil atau karena papa mamanya doyan kelayapan memang beda tipis. Tetapi bagi kami namanya jalan-jalan ya berarti sekeluarga, termasuk dengan bayi. Jadi lebih baik mempersiapkan di awal.

Awalnya kami selalu membuat passport dan memperpanjang passport kami melalui salah satu travel agent langganan kami. Sebelum menikah saya tidak pernah memakai travel agent dan sudah terbiasa dengan repotnya saat membuat passport. Tetapi kalau anak-anak, yang saat itu masih bayi, rasanya membayangkan prosedur membuat passport dan bau rokok di sana sini membuat kami memutuskan untuk membuat melalui travel agent. Tahun ini passport adik harus segera diperbaharui. Kami mulai melihat tempat langganan kami. Namun karena biaya pembuatan yang semakin tinggi, biaya pembuatan atau perpanjang passport anak jauh lebih mahal dari dewasa dan memang dinaikkan biayanya. Kalau berurusan dengan uang, kalkulasi mama-mama selalu cepat, kami pun mencoba mencari tahu tentang perpanjang passport sendiri. Ternyata banyak review bahwa sejak pemerintahan yang baru ini, urusan dengan kantor imigrasi tidak separah dulu. Akhirnya kami memutuskan untuk mengurus sendiri.

Ada dua pilihan yang diberikan oleh kantor imigrasi dalam pengurusan passport, yaitu mendaftarkan secara online atau datang di tempat. Kalau dulu mungkin banyak yang menyarankan untuk daftar secara online karena layanan terhadap pembuat passport dibatasi dengan kuota. Akibatnya siapa cepat dia dapat. Tetapi sejak 11 Januari 2016, pelayanan di kantor imigrasi sudah tidak berdasarkan kuota tetapi berdasarkan jam. Jika kita mengantri sampai jam 10 pagi, maka pastilah kita akan dilayani, hanya saja dapat nomor antriannya yang aduhai. Kami memilih untuk datang ke tempat daripada online karena sistem untuk daftar secara online sedang error.

Passport sendiri ada 2 macam, yaitu e-passport dan passport biasa. Keuntungan e-passport adalah pemilik e-passport bisa mendapatkan visa waiver saat berkunjung ke Jepang. Maksudnya visa waiver adalah kita tidak perlu membuat visa untuk masuk Jepang tetapi tetap harus mengurus visa waiver ke kedutaan Jepang. Tetapi tentu saja harganya lebih mahal. E-passport 48 halaman dikenakan biaya Rp 600.000,00. Sedangkan biaya pembuatan passport biasa untuk passport 48 halaman adalah Rp 300.000,00 dan untuk passport 24 halaman adalah Rp 100.000,00. Kata petugas imigrasi, kalau yang berencana atau akan atau beriman jalan-jalan ke negara yang memerlukan visa, disarankan untuk membuat yang 48 halaman. Karena beberapa negara tidak mau memberikan visa untuk passport yang 24 halaman.

Dokumen apa saja yang diperlukan? Berdasarkan website kantor imigrasi, untuk memperpanjang atau membuat passport bagi anak memerlukan dokumen-dokumen sebagai berikut.
1. Passport asli (untuk perpanjangan)
2. Fotokopi Kartu Keluarga
3. Fotokopi Akte Lahir
4. Fotokopi passport orang tua
5. Fotokopi akte nikah orang tua
6. Fotokopi KTP orang tua
7. Fotokopi surat ganti nama/WNI (jika ada)
8. Surat pernyataan bermeterai yang ditandatangani orang tua.
9. Semua dokumen asli dari dokumen-dokumen diatas.

Untuk point nomor 8 ini bisa didapatkan blankonya di koperasi kantor imigrasi. Tetapi mau buat sendiri juga bisa, asalkan tahu formatnya. Isinya hanya merupakan surat kuasa, bagi yang anak dibawah umur 17 tahun, bahwa kedua orang tua akan bertanggung jawab terhadap keberadaan passport anak, keberangkatan dan kepulangannya ke Indonesia. Semua dokumen asli dibawa hanya untuk proses pemeriksaan saja. Yang harus diingat, semua fotokopi harus dalam kertas A4, dengan kata lain tidak boleh dipotong sama sekali.  Jadi kalau fotokopi KTP ya biarkan dalam bentuk kertas A4. Mungkin supaya tidak ada yang terhilang.

Untuk menghindari antrian, kami berusaha untuk jalan 6 lebih menuju kantor imigrasi Jakarta Pusat. Kantor Imigrasi Jakarta Pusat termasuk salah satu kantor imigrasi yang pelayanannya baik dan setidaknya kami terbiasa diminta ke tempat ini oleh travel agent kami. Saat kami sampai, sekitar jam 7 kurang, dari depan terlihat ada antrian tetapi masih sepi. Kami sudah senang membayangkan bahwa tidak usah menunggu terlalu lama. Tetapi saat kami menuju ke tempat antrian, ternyata yang kami lihat hanya ilusi semata. Antrian sudah mengekor ke belakang. Dan untungnya, selalu ada untung bagi kami, di belakang kami juga mengantri satu keluarga yang anaknya seumur adik. Jadi anak-anak ada teman bermain. Keluarga ini pernah mencoba untuk mendaftar secara online, tetapi tidak berhasil untuk upload foto. Jadinya mereka memilih untuk mendaftar langsung di tempat, walau perjalanannya jauh (dari Jakarta Barat ke Jakarta Pusat).
Kantor Imigrasi Jakarta Pusat
Saya cukup salut dengan para petugas yang berada di tempat saat itu. Mereka mondar-mandir dan mengumumkan dokumen apa saja yang diperlukan, dan jika ada yang kurang dapat menuju koperasi untuk melengkapi dokumen yang ada. Antrian di koperasi memang lumayan panjang. Kami pun ke koperasi untuk membeli surat pernyataan dan meterai karena kami tidak tahu harus membuat surat tersebut.
Antrian saat itu
Akhirnya loket imigrasi pun dibuka dan antrian mulai maju sedikit demi sedikit. Saat tiba giliran kami, kami hanya menyerahkan dokumen kami di loket yang ada, kemudian petugas memeriksa kelengkapan dan memberikan nomor antrian (nomor antrian adik 083). Setelah itu kami diminta naik ke lantai 2 untuk dipanggil wawancara dan foto. Awalnya agak hopeless melihat nomor antrian kami dan nomor yang sedang dipanggil saat itu. Hampir saja kami memutuskan untuk menunggu di mobil dan memantau nomor antrian lewat infoantrianpaspor.imigrasi.go.id, tetapi ternyata nomor lumayan cepat berganti. Jadi kami menunggu di situ. Tepat jam 10 kami dipanggil untuk masuk ke dalam ruangan.
Suasana di lantai 2
Berbeda dengan petugas di bagian bawah yang penuh senyum, petugas di sini mukanya serius semua. Setelah adik difoto, kami sebagai orang tua diminta untuk kembali menunjukkan dokumen asli dan ditanya apa tujuan kami memperpanjang passport. Setelah selesai ditanya, kami diberikan slip pembayaran biaya pembuatan passport. Pembayaran passport dapat dilakukan di bank manapun. Passport dapat diambil setelah 5 hari, terhitung dari tanggal pembayaran. Total biaya yang harus kami bayar adalah Rp 300.000,00 untuk passport 48 halaman (rasanya default dari petugasnya adalah passport 48 halaman) dan biaya penggunaan teknologi sistem informasi manajemen keimigrasian Rp 55.000,00. Jadi total biaya yang harus dibayar adalah Rp 355.000,00. Sebaiknya slip yang diberi ini difotokopi dahulu, jaga-jaga kalau ada apa-apa.

Bagaimana prosedur pengambilannya? Untuk pengambilan, anaknya tidak harus datang, cukup salah satu dari orang tua yang hadir. Pengambilan passport dilayani setelah jam 10 pagi. Cukup berikan bukti pembayaran dan keterangan tentang passport yang akan diambil. Nanti petugas akan memberikan passport yang baru dan yang lama. Antrian pun tidak panjang, dan pelayananya pun cepat.
Passport lama dan baru :)
Apa kesimpulan kami? Ternyata mengurus passport tidak sesusah dahulu. Sekarang semuanya cepat. Jadi rasanya kami akan kembali mengurus passport sendiri lagi . Semoga pelayanan dari kantor imigrasi semakin baik ;)
Informasi mengenai perubahan sistem

Tuesday, June 13, 2017

Cara Menuju ke dan Kembali Dari Legoland Malaysia

Bagi yang baru pertama kali berjalan-jalan ke Johor Bahru seperti saya, pastilah bingung dengan transportasi yang akan digunakan. Saya sampai membuat riset dan merangkum semua transportasi yang dapat digunakan, plus minus, waktu tempuh, biaya, dan keriweuhan lainnya. Sampai segitunya ya? Maklum, saya lebih suka repot sebelum pergi daripada repot saat di jalan. Hehehe.  

2 MACAM PERBATASAN
Namanya berpindah dari satu negara ke negara lainnya, berarti kita akan bertemu dengan namanya imigrasi. Ada dua jalur yang dapat ditempuh dari Singapore ke Johor Baru (JB) dan sebaliknya. Jalur yang pertama, merupakan jalur utama dan yang tertua, adalah Causeway atau First Link. Pada jalur ini kita melalui Woodlands CIQ (Custom Immigration Quarantine) di Singapore dan JB CIQ di Johor. Gedung yang digunakan untuk imigrasi di JB sering disebut gedung Sultan Iskandar yang jadi satu area dengan JB Sentral. Jalur Causeway ini jauh lebih padat dibanding jalur yang kedua. Jarak tempuh dari JB Sentral ke Legoland kurang lebih 1 jam perjalanan.
Causeway Link. Sumber foto: Businterchange.net
Jalur yang kedua, yang lebih baru, adalah Tuas atau Second Link. Jika kita menggunakan jalur ini, kita akan melalui imigrasi Tuas CIQ di Singapore dan JB Second Link CIQ di Johor. Gedung yang digunakan untuk imigrasi di JB 2nd Link ini sering disebut gedung Sultan Abu Bakar. Jalur yang ini lebih sepi, kecuali saat hari libur bisa jadi sama ramainya. Tetapi melalui jalur Tuas Second Link ini jarak tempuh ke Legoland lebih dekat, kurang lebih 15 menit.
Second Link
Jalur manakah yang lebih enak? Tergantung tujuannya kalau menurut saya. Jika memang ingin berbelanja atau wisata kuliner terlebih dahulu sebelum ke Legoland, maka saya menyarankan untuk melalui JB Sentral. Di JB Sentral ini terdapat JB City Square, Komtar JBCC, JB Sentral Bus Terminal, Jalan Wong Ah Fook, dan jalan Dhoby. Menurut hasil googling, makanan di daerah tersebut enak-enak. Tetapi jika tujuannya ingin langsung ke Legoland, saya menyarankan untuk lewat Second Link atau Tuas. Waktu tempuh ke Legoland tidak begitu lama dan tidak usah berputar sana-sini.

TRANSPORTASI MENUJU LEGOLAND
Bagaimana dengan cara menuju ke sana? Kurang lebih ada enam cara dari Singapore untuk menuju ke Legoland dan sebaiknya. Yang mana yang paling sesuai? Kalau menurut saya, tergantung dengan siapa saja kita pergi, banyaknya bawaan kita, budget kita, dan kondisi badan orang yang ikut bepergian dengan kita.

DENGAN TAXI
Bagi orang yang bepergian berempat dan ingin menghemat waktu, taksi dapat dijadikan opsi. Keuntungannya naik taksi adalah waktunya lebih fleksibel atau sesuai maunya kita. Apalagi saat melewati perbatasan kita dapat melewati drive thru Immigration (istilah kakak). Jadi kita tidak perlu turun saat di imigrasi dan hanya melewati pemeriksaan melalui loket seperti loket tol. Dengan demikian, waktu tempuh antara 45 - 90 menit. Tetapi kekurangannya adalah untuk menuju Legoland, kita harus dua kali naik turun taksi. Taksi Singapore tidak dapat masuk Malaysia dan juga taksi Malaysia tidak dapat masuk ke Singapore. Untuk harga, biasanya berdasarkan argo. Tetapi untuk taksi dari imigrasi JB ke Legoland harus hati-hati. 

Ada juga taksi kuning Malaysia yang dapat dicari di daerah Ban San Street, dekat daerah Bugis MRT,. Taksi ini dapat membawa penumpang langsung ke Johor, ke tujuan yang diinginkan. Taksi ini berisi 3 - 4 orang saja, bentuknya seperti taksi pada umumnya. Harganya kurang lebih 70 SGD, entah apakah sudah termasuk toll atau belum.

DENGAN CROSS BURDER LUXURY TAXI
Opsi ini mirip dengan opsi sebelumnya, tetapi karena taksi ini bisa cross burder, maka kita tinggal duduk manis dijemput, lalu duduk manis di mobil saat melewati imigrasi, dan duduk manis sampai tiba di Legoland. Enak sekali bukan? Tapi tentu saja ada fasilitas ada harga yang harus dibayar. Harga taksi ini, berdasarkan hasil googling, sekitar 170 - 320 SGD. Wow sekali bukan? 

DENGAN RENTAL CAR
Rental car menjadi pilihan bagi yang ingin dijemput dan diantar sampai tujuan tanpa harus repot turun naik di imigrasi. Waktunya pun lebih fleksibel, sesuai waktunya kita. Mobilnya pun ada dua pilihan, sejenis Innova untuk maksimal 7 orang ataupun mobil besar yang dapat muat 10 orang. Rental Car yang lumayan terkenal promosinya adalah sgmytaxi dan ezy taxi. Walaupun ada nama taxi, tetapi mereka melayani penyewaan mobil. Ada juga orang Indonesia yang tinggal di sana dan membuka travel dan menyediakan mobil untuk disewa. Sedangkan di TripAdvisor, ada seseorang yang merekomendasikan AJ Express. Intinya hunting dan kita akan mendapatkan sesuai budget kita. Harga untuk Innova bervariasi antara 90 - 150 SGD. Kalau ramai-ramai, dibanding naik coach bus, pilihan naik rental car dapat dipertimbangkan.  

DENGAN COACH BUS
Enaknya naik coach bus adalah jika dibandingkan dengan pilihan-pilihan sebelumnya, dari segi harga tentu saja lebih murah. Tetapi berbeda dengan taksi dan rental car, saat di imigrasi kita harus turun dan masuk ke dalam area imigrasi. Dengan kata lain, saat di imigrasi Woodlands Singapore barang bawaan kita boleh ditinggal di bus dan kita harus turun untuk proses imigrasi. Setelah proses imigrasi kita kembali ke bus yang tadi, lalu naik lagi sampai ke imigrasi Malaysia. Saat di imigrasi JB kita kembali turun untuk proses imigrasi dan setelah selesai kembali ke dalam bus dan melanjutkan kembali perjalanan sampai ke Legoland. Tetapi pilihan jam untuk coach bus agak terbatas dan harus booking terlebih dahulu supaya tidak kehabisan. 

Ada beberapa pilihan Coach bus:
1. WTS Travel. WTS Travel mempunyai dua lokasi keberangkatan. 
- dari Singapore Flyer. Dari MRT Promenade exit A, berjalanlah kurang lebih 10 menit menuju Singapore Flyer. Ada beberapa pilihan jam keberangkatan dan kepulangan. 
Menuju JB: 08.30, 09.00, 09.30, 10.30
Menuju Singapore: 16.15, 17.15, 18.15, 18.45, 19.15
- dari Bigbox Jurong East. Ada 2 pilihan jam keberangkatan dan kepulangan.
Menuju JB: 09.00, 11.00
Menuju Singapore: 16.15, 18.15
2. Superior Coach dari Lavender MRT. Berbeda dengan WTS Travel, Superior coach hanya mempunyai 1 kali jam keberangkatan yaitu jam 08.30 dan pulang jam 17.30.

Harga tiket sekitar 13 SGD untuk one way atau 25 SGD untuk PP. Bagaimana waktu tempuhnya? Perjalanan dan proses imigrasi memakan waktu kurang dari 3 jam. Opsi ini cocok untuk orang dewasa, senior, keluarga dengan anak yang berusia 7 - 18 tahun, dan para pengunjung yang ingin sampai di Legoland dalam waktu kurang dari 3 jam. 

DENGAN BUS UMUM
Dari semua alat transportasi yang dapat digunakan, menurut saya yang paling murah adalah bus umum. Dan jika dibanding dengan Coach Bus, tentu saja piilhan waktunya lebih bervariasi. Tetapi sisi minusnya naik bus umum adalah waktu tempuh lebih lama daripada 4 pilihan transportasi sebelumnya. Biasanya disarankan untuk naik bus Causeway (CW) yang tidak banyak berhenti-berhenti di setiap halte. Selain waktu yang lama, kita harus naik turun dari bus beserta barang bawaan kita saat memasuki imigrasi (akan ada dua imigrasi yang dilalui). Oleh sebab itu, pilihan menggunakan bus umum akan cocok bagi para backpackers atau keluarga yang tidak membawa banyak bawaan atau keluarga yang tidak membawa lansia. Disarankan untuk menyediakan uang pas saat membayar karena mereka tidak menyediakan kembalian (kecuali jika dapat menggunakan kartu EZ Link).

Berikut adalah alternatif rute yang dapat digunakan jika menggunakan bus umum.

Melalui Causeway Link
Secara garis besar, rute yang akan dilalui saat naik bus yang melalui Causeway Link akan selalu seperti ini:
Bus stop – bus Causeway – Woodlandss CIQ – bus Causeway – JB CIQ – JB Sentral Terminal – LM1 – Legoland
Yang harus diperhatikan adalah dari titik manapun kita naik, setelah menaiki bus Causeway (CW), simpanlah tiket yang ada. Saat bus CW ini berhenti di Woodlands Checkpoint untuk proses imigrasi (untuk keluar dari Singapore), maka penumpang harus turun beserta barang bawaannya. Penumpang akan naik ke lantai 2 untuk proses imigrasi. Setelah itu kembali lagi ke lantai 1 dan antri kembali di jalur bus untuk menuju ke JB CIQ. Busnya bisa jadi berganti, tetapi tetap naik jurusan yang sama. Misal tadi naik CW2, maka nanti bisa naik bus CW2 yang berbeda. Saat sudah berada di dalam bus, tunjukkan tiket yang ada dan yakinlah kita tidak akan diminta untuk membayar lagi. Sampai di JB CIQ, semua penumpang turun kembali untuk melalui proses imigrasi (untuk masuk ke dalam Malaysia). Setelah selesai proses imigasi, penumpang dapat langsung ke JB Sentral untuk menaiki bus LM1. Bus LM1 ini akan datang 90 menit sekali. Jadi perhitungan waktunya harus akurat supaya tidak terlalu lama menunggu bus LM1 ini. Oya, tarif busnya adalah 5.4 RM.

1. Dari Queen Street Terminal
Queen Street Terminal terletak di antara stasiun MRT Bugis dan Rochor. Terminal ini terletak di Queen Street, diantara Arab Street dan Ban San Street. Dari MRT Bugis, ambil saja exit A atau B, lalu berjalan melalui Victoria Street sampai bertemu Arab Street dan belok kiri.

Dari Queen Street Terminal ada tiga pilihan bus yang dapat digunakan, yaitu SBS Bus 170 red plate, CW 2, dan SJE (Singapore Johor Express). Harga tiket termurah adalah harga tike bus 170, tetapi banyak yang tidak menyarankan untuk naik bus ini karena bus ini akan berhenti di banyak halte. Daripada membuang waktu, disarankan naik bus CW 2 atau SJE (tarifnya 3.3 SGD). Seperti rute diatas, maka setelah sampai di JB CIQ, kita segera mencari bus LM1. Tarif bus LM1 adalah 5.4 RM.

2. Dari Kranji MRT
Untuk menuju bus stop, keluarlah dari Kranji MRT exit C. Dari halte ini ada 2 pilihan bus yaitu SBS bus 170 blue plate (170x) dan CW1. Tarifnya lebih murah CW1, yaitu 1.5 SGD. Untuk bus 170x dapat dijadikan alternatif karena halte yang akan dilalui dari bus stop dekat Kranji MRT ke JB Sentral hanyalah sedikit. Dan jika menggunakan EZ Link tentunya akan lebih hemat karena menggunakan transfer discount.

3. Dari Changi Airport
Dari Changi Airport, ada bus TS 1 yang dapat digunakan untuk menuju JB. Tarif untuk dewasa adalah 10 SGD dan untuk anak adalah 5 SGD. Lumayan mahal jika dibanding bus CW. Tetapi memang biasanya bus yang dari airport akan selalu lebih mahal, mengingat bus ini memudahkan kita untuk tidak wira-wiri ke downtown. Bus ini mulai bergerak dari Terminal 2, lalu berjalan menuju Terminal 3, dan lalu ke terminal 1. Waktu yang ditempuh dari Changi ke Woodlandss kurang lebih 45 menit, tergantung traffic. Prosedurnya hampir sama dengan saat naik bus Causeway. Saat selesai imigasi Woodlands, selama memiliki tiket TS1, kita dapat naik ke bus TS1 atau TS8 untuk menuju JB CIQ. Dari JB Sentral, kita dapat menggunakan bus LM1. Untuk info lebih jelas mengenai TS1, dapat dilihat di http://www.regentstar.travel/crossborder/

4. Dari Sentosa Island
Dari Sentosa Island kita dapat menggunakan bus TS8 untuk menuju JB. Bus TS8 ini dapat diambil di basement Sentosa Resort. Prosedurnya sama dengan saat naik bus Causeway. Tetapi yang menjadi nilai tambah dari bus TS8 ini, kita tidak perlu membawa koper kita turun. Bus ini akan setia menunggu kita sampai kita selesai urusan imigrasi Singapore dan mengantarkan kita ke JB CIQ.

Melalui Second Link
Secara garis besar, rute yang akan dilalui saat naik bus yang melalui Second Link akan selalu seperti ini:
Bus stop – bus Causeway –Tuas CIQ – bus Causeway –2nd Link CIQ –Bus to Legoland–– Legoland
Pilihan bus yang digunakan untuk menuju ke Legoland dari 2nd Link lebih banyak jika dibandingkan dengan pilihan bus yang ada di JB Sentral.

Sama seperti saat menggunakan Causeway Link, yang harus diperhatikan adalah dari titik manapun kita naik, setelah menaiki bus Causeway (CW), simpanlah tiket yang ada. Saat bus CW ini berhenti di Tuas CIQ untuk proses imigrasi (untuk keluar dari Singapore), maka penumpang harus turun beserta barang bawaannya. Setelah selesai urusan imigrasi, maka kita kembali antri di jalur bus untuk menuju ke JB CIQ. Busnya bisa jadi berganti, tetapi tetap naik jurusan yang sama. Saat sudah berada di dalam bus, tunjukkan tiket yang ada dan yakinlah kita tidak akan diminta untuk membayar lagi. Sampai di JB Second Link CIQ, semua penumpang turun kembali untuk melalui proses imigrasi (untuk masuk ke dalam Malaysia). Setelah selesai proses imigasi, penumpang dapat langsung ke pemberhentian bus yang berada di area yang sama.

Jika dari JB Sentral hanya ada LM1 untuk menuju Legoland, pilihan di JB Second Link lebih banyak. Ada JPO2, CW7L, dan SL1. JPO2 mempunyai rute yang lebih banyak, dengan harga tiket 2 RM. Tetapi interval waktu antara bus yang satu dengan yang lainnya adalah 3 jam. Untuk SL1 hanya ada saat weekend dan hari libur, dengan interval antar bus adalah 1.5 jam. Harga tiket SL1 adalah 2 RM. Sedangkan CW7L hanya beroperasi dari Second Link ke Legoland tetapi interval waktunya sekitar 20 menit. Hanya saja untuk fasilitas ini, harga tiket CW7L adalah 4 SGD.

1. Dari Jurong East
Dari stasiun MRT Jurong East ambillah exit A dan ikuti petunjuk menuju Jurong East Bus Interchange. Dari bus interchange ini ada 3 bus yang menuju Second Link, yaitu CW 3, CW 4, CW4S. Harga tiket adalah 4 SGD. Pilihannya tentu lebih banyak dibanding saat melalui MRT Kranji ataupun Queen Street Terminal.

2. Dari Boon Lay
Untuk menuju Bus Interchange, dari stasiun MRT Boon Lay, ambillah exit B, dan berjalanlah lurus sampai jalanan utama (Boon Lay Way), lalu belok kanan. Dari sini hanya ada satu bus menuju JB yaitu bus CW 6 dengan harga tiket 4 SGD. 
Public bus dari Singapore menuju Legoland
DENGAN KERETA API
Pilihan ini muncul dalam salah satu googling kami karena kami malas terkena macet dari Singapore ke JB. Apalagi waktu tempuh dari Woodlands ke JB Sentral hanya 5 menit dan proses imigrasi keluar dari Singapore dan masuk ke Malaysia hanya dilakukan satu kali saat di Woodlands. Untuk harga memang lebih mahal daripada bus Causeway, yaitu 5 SGD (dan 5 RM untuk arah JB ke Woodlands), tapi iming-iming tidak kena macet begitu menggoda hati kami. Opsi ini cocok untuk yang malas naik bis dan membawa barang.

Tapi tentu saja ada kekurangan jika naik kereta. Untuk jam, memang pilihan waktunya sekarang lumayan banyak, ada 12 kali pilihan jam dan mulai dari jam 05.30, tetapi tiketnya cepat sekali habis. Walaupun bisa beli online, tetapi seringkali sistemnya error. Apabila sedang dalam peak season, delay dapat mencapai 45 menit. Tetapi hal ini masih dapat diakali dengan datang lebih awal untuk membeli tiket dan untuk proses imigrasi. Hanya saja untuk menuju Woodlands Train Checkpoint agak repot jika dari tempat kami.

Untuk menuju Woodlands Train Checkpoint, kita harus menuju stasiun MRT Marsiling, lalu mengambil exit B. Dari situ kita harus menuju halte opposite Marsiling dan naik bus 856 untuk menuju halte Woodlands Train Checkpoint (kurang lebih 3 stop). Dari situ baru berjalan menuju Woodlands Train Checkpoint.

Setelah naik kereta dan tiba di JB Sentral, kita tidak perlu melalui imigrasi kembali dan dapat langsung menuju terminal untuk mencari bus LM1
Plus minus pilihan transportasi
Bagaimana dengan kami kemarin? Awalnya kami berpikir untuk naik kereta, untuk menghindari kena macet. Tetapi karena menuju Woodland Train Checkpoint lumayan repot dari tempat kami menginap, maka kami membatalkannya. Opsi naik bus juga mau tidak mau dicoret karena perjalanan kami membawa anak-anak dan oma opa. Jika hanya dengan anak-anak, kemungkinan besar kami memilih naik bus yang melalui Second Link. Lebih cepat daripada melalui Causeway Link. Tetapi kalau ada oma opa, maka faktor kenyamanan menjadi nomor dua, setelah budget tentunya. Maka kami mencoba membandingkan antara coach bus dan rental car. Karena jumlah kami lumayan banyak, maka jika dihitung, harga naik coach bus dengan harga sewa mobil tidak jauh berbeda. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa mobil dari AJ Express (enquiry@aj.com.my) karena harganya paling murah dan pelayanannya bagus.

Saat kami pergi, kami melalui Causeway Link dengan waktu tempuh sekitar 70 menit. Agak kaget juga karena driver membawa kami lewat Causeway Link padahal lebih dekat lewat Second Link. Untungnya tidak macet dan proses imigrasi berlangsung cepat. Kami hanya perlu menunjukkan muka kami dari jendela saat nama kami dipanggil. Saat kami pulang, kami melalui Second Link, tujuan kami Sentosa Island, dengan waktu tempuh hanya 40 menit (diluar urusan imigrasi). Hanya saja proses imigasi masuk ke Singapore lebih lama dibanding saat keluar.

Tips dari kami:
1. Saat memilih transportasi apa yang ingin dipakai, pertimbangkan faktor dana, kenyamanan, dan siapa saja yang pergi bersama kita. Jika dana, yang paling murah adalah bus umum. Jika ingin nyaman tapi tidak mahal, terutama jika hanya pergi sendiri atau berdua, maka coach bus dapat menjadi pilihan. Jika yang pergi ramai-ramai dan ada lansia atau anak kecil, sekitar 6 sampai 7 orang, maka menyewa mobil dapat menjadi pilihan.
2. Jika setelah dari Legoland kita akan kembali masuk ke Singapore, maka saat sampai di bandara Singapore, ambillah immigration card (kertas yang harus diisi saat masuk ke Singapore) tambahan. Hal ini memudahkan kita saat masuk kembali ke Singapore setelah dari Legoland.
3. Urusan imigrasi saat kita keluar dari Singapore dan masuk ke Malaysia sangat mudah. Mungkin karena kita mau keluar dari Singapore. Sebaliknya, saat masuk ke Singapore, pemeriksaan akan sangat ketat. Terkadang ada random check pada pria-pria yang berusia produktif, yang diperkirakan masih dapat bekerja. Kemarin pun papa kena random check. Memang hanya ditanya dari mana dan mau kemana, tetapi lumayan menyita waktu. Suami teman kami pun terkena random check.
4. Jika ingin langsung ke bandara Changi saat kembali dari Legoland, usahakan ambil penerbangan yang selisih waktunya agak jauh untuk mengantisipasi kalau kita kena random check
5. Bagi yang naik bus umum, karena saat membayar tiket bus tidak ada kembalian, maka sediakan uang ringgit dan uang dollar Singapore dalam nominal kecil . Katanya sih di imigrasi JB biasanya ada supermarket. Jadi sebelum naik bus, bisa beli sesuatu dulu untuk mendapatkan kembalian uang kecil. 

Happy Traveling :)

Note: Untuk cerita lebih lengkap mengenai liburan kami di Malaysia, silakan klik link berikut ini.

Monday, June 5, 2017

Review Japanese Style Airbnb dekat Legoland Malaysia

Taman dengan air terjunnya
Jika mendengar kata Legoland, pasti terbayang di pikiran kita untuk menginap di hotel Legoland. Kami  pun sempat berpikir seperti itu. Tetapi melihat harga hotelnya, kami membatalkan rencana untuk menginap di sana. Kami berpikir lebih baik tinggal di apartemen yang nyaman dan dekat dengan Legoland. Yang penting bisa bersama-sama dengan oma dan opa. Saat itu di pikiran kami adalah Somerset Medini, yang posisinya dekat dengan Legoland.

Sebulan sebelum kami pergi, tiba-tiba saya iseng membuka airbnb.com. Ternyata selain Somerset Medini, ada service apartment lagi yang letaknya lebih dekat dengan Legoland. Afiniti residence terletak tepat di depan Medini Mall. Setelah googling, akhirnya kami memutuskan untuk memilih airbnb dengan Japanese Style. Dan saat kami tiba, kami tidak kecewa dengan pilihan kami.
Kamar utama
Unit yang kami sewa cukup besar dan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang memadai. Kamarnya memang hanya dua, tetapi pemilik airbnb menyediakan banyak kasur lipat dan sofa bed. Total dapat menampung 8 orang dan harga sewanya merupakan harga sewa unit. Jadi kalau pergi ramai-ramai pun tempat ini muat dan tidak ada charge tambahan. Di kamar anak-anak pun disediakan beberapa mainan sederhana untuk anak-anak bermain. Anak-anak langsung minta cuci kaki dan duduk manis di kamar untuk bermain dengan mainan tersebut. Maklum, kami termasuk orang yang tidak suka kamar kotor, walaupun bukan kamar sendiri. 
Kamar anak dan mainannya. 
Penataannya pun sungguh homey. Setiap lemari diberikan label yang memudahkan kami mencari barang yang kami butuhkan. Enaknya tinggal di airbnb adalah adanya peralatan masak dan alat makan yang membuat serasa tinggal di rumah sendiri. Adik sampai berkata betah di sini dan mau punya rumah seperti ini. 
Pemandangan dari unit
Di Afiniti juga terdapat rooftop swimming pool. Awalnya saya hanya berpikiran menemani anak-anak berenang. Tetapi sampai diatas, saya tergoda juga untuk berenang. Berenang di rooftop jadi tambah nyaman karena view dari kolam renang ini adalah Legoland resort. 
View dari rooftop swimming pool. 
Salah satu nilai tambah tempat ini adalah playground-nya. Kami mengunjungi playground ini sebelum kami pergi ke Legoland. Playground di sini dilengkapi dengan keterangan permainan dan usia berapa yang boleh memainkan mainan ini. Saya yang tadinya was-was karena tangan kakak baru sembuh jadi tenang melihat keterangan dan keamanan di playground ini.
Playground untuk anak-anak
Playground untuk anak yang lebih besar.
Bagaimana dengan keamanan di sini? Di Afiniti agak susah untuk keluar masuk jika tidak memiliki kartu. Dan saat kami bermain dan berenang, sekuriti yang ada selalu mondar-mandir untuk memeriksa. Bahkan untuk menuju ke taman saja membutuhkan kartu. 
Keterangan di tiap lantai
Yang paling membuat kami betah tinggal di sini adalah jaringan internet dan portable wifi-nya. ini adalah pertama kalinya kami menginap di airbnb dan disediakan portable wifi. Dengan adanya portable wifi ini kami jadi berani untuk jalan-jalan diluar wilayah Legoland, seperti Aeon Bukit Indah. Tahu sendiri kan naik taksi di luar kadang lumayan menguras kantong. Jadi dengan disediakannya portable wifi ini membantu sekali. 

Kekurangan dari service apartment, bukan hanya Afiniti tetapi juga Somerset, yang terletak di lokasi ini adalah ramainya konstruksi di sekitar apartment. Para pekerja di sini melakukan pembangunan hampir 24 jam. Saat dini hari pun masih dapat terdengar suaranya. Memang di sekeliling area Medini ini lagi gencar dilakukan pembangunan. Tetapi suara berisiknya masih dapat diredam, setidaknya kalau kata kakak tidak seberisik sekeliling rumah tinggal kami. 

Bagaimana dengan pemilik unit? Pemilik unit sangat ramah dan mudah diajak berkomunikasi. Dari sebelum kami tiba pun komunikasi berjalan lancar. Di lemari-lemari juga dipersiapkan keperluan-keperluan pengguna unit sebagai cadangan dari stock yang ada. Tentu saja ini juga nilai penting saat menyewa unit ini. 
Laundry room.
Karena senangnya tinggal di sini, kami sampai merekomendasikan tempat ini ke beberapa teman yang mau ke Legoland. Lumayan kan, alternatif tempat tinggal yang tidak menguras kantong dan dekat dengan Legoland. Dan seperti kata adik, lain kali kalau tiket ke sini murah dan masuk ke Legoland murah, kita tinggal di sini lagi ya mama :) 
Rute jalan kaki dari Afiniti ke Legoland

Afiniti Residence
Lot 5, Jalan Medini Utara 4. Johor Bahru. Malaysia

Note: Untuk cerita lebih lengkap mengenai liburan kami di Malaysia, silakan klik link berikut ini.