Showing posts with label waterfall. Show all posts
Showing posts with label waterfall. Show all posts

Friday, January 13, 2023

Terpesona dengan Water Vortex Jewel


Jika ditanya bandara mana yang paling enak se Asia Tenggara, maka Duo Lynns akan cepat-cepat menjawab Changi. Sebagai tempat transit banyak maskapai, Changi Airport menyediakan banyak fasilitas. Dari kulineran, tempat wisata mini seperti butterfly garden, cactus garden, playground yang keren untuk anak-anak, bahkan sampai kursi pijat gratis, you named it, semua ada.

Namun ternyata itu saja tidak cukup. Setelah membuat terminal yang sangat kental dengan nuansa peranakan di terminal 4, mereka menambahkan lagi Jewel Changi Airport di terminal 1. Taman hiburan yang dibuka pada 17 April 2019 ini menempel dengan terminal 1 bagian kedatangan. Walaupun demikian, tempat ini juga terhubung dengan jembatan ke terminal 2 dan 3.

Salah satu atraksi yang menarik semua orang adalah HSBC Water Vortex. HSBC Water Vortex ini merupakan air terjun indoor tertinggi di dunia. Air terjun dengan tinggi kurang lebih 40 meter ini mengalirkan air dari langit-langit kaca sampai ke area basement. Air yang digunakan dibuat dari air hujan yang difiltrasi. Ditambah lagi pantulan sinar matahari terhadap air ini menampilkan efek pelangi. Kebayang dong kerennya. 

Walau backlight, tetap berfoto. Habis bagus ...

Setelah lewat tiga tahun, akhirnya kami berkesempatan juga untuk melihat Jewel. Saat kami mendarat di Changi, pas sekali kami mendarat di terminal 1. Jadi memudahkan kami untuk melihat-lihat Water Vortex. Saat kami melihatnya dari ground floor, basement, dan juga lantai 2, memang seperti melihat jewel from water. Bagus banget. 

Suasana Natal di Jewel

Di area yang sama dengan Water Vortex ini terdapat Shiseido Forest Valley. Shiseido Forest Valley merupakan rain forest indoor. Kalau pernah ke Garden by The Bay, bentuknya sedikit mirip tetapi di sini lebih rasanya rimbun. Mungkin karena ada lebih dari 100.000 semak dan pohon di sini dengan luas wilayah yang tidak begitu besar. Suasana di sini terasa asri dan damai (kalau sepi). 

Shiseido Forest Valley

Selain itu di Jewel ini terdapat banyak tempat-tempat makan yang enak-enak. Dari fast food seperti A&W, Subway, MOS Burger,  hingga restoran Michelin seperti Shiki Hotogisu Ramen, Kam’s Roast dan masih banyak lagi. 

Antrinya luar biasa....

Oya, buat Starbucks lovers, wajib banget buat minum di sini. Digadang sebagai Starbucks terbesar se Singapore, Starbucks di sini bernuansakan alam, seperti tema di Jewel. Karena keterbatasan waktu, kami tidak sempat mencoba untuk hang out di situ (uhm…memang jarang juga sih hang out di Starbucks =D) 

Interiornya keren yaaa. Sumber foto: asia361

Layaknya mall-mall pada umumnya, di sini juga ada supermarket yang cukup lengkap menurut kami. Kami sempat mampir untuk mencari air mineral, kami pencinta air putih. Harganya pun tidak jauh berbeda. Mungkin karena masih dibawah Fairprice Finest

Supermarket Fairprice Finest. Sumber foto: Fairprice

Bagian lain yang belum sempat kami eksplorasi adalah lantai lima dari Jewel. Di lantai atas ini terdapat beberapa area berbayar. Area berbayar ini berbentuk seperti taman bermain, yang disebut Canopy Park. Tike masuk ke Canopy Park cukup murah, dibanding dengan saat masuk ke indoor playground di Singapore. Untuk turis, harga tiket masuk ini dibandrol di 8 SGD. Dan dengan tiket ini, bisa bebas main di Discovery Slide, Foggy Bowls, Petal Garden, dan Topiary Walk

Discovery Slide, Foggy Bowls, Petal Garden, danTopiary Walk. Sumber foto: Jewel.

Walaupun demikian, di dalam Canopy Park ini juga terdapat beberapa atraksi yang tidak termasuk dalam tiket masuk tadi. Contohnya Walking Net, Mirror Maze, Hedge Maze, Bouncing Net, dan Canopy Bridge. Harga tiket pun berkisar antara 12 – 19 SGD per atraksi. Ini baru lumayan sih harganya.

Canopy Bridge, Mirror Maze, Hedge Maze, dan Bouncing Net. Sumber foto: Jewel

Oya, per akhir November kemarin, Don Don Donki buka di Jewel loh. Don Don Donki, atau Don Quijote kalau di Jepang, merupakan toko serba ada yang menjual pernak-pernik, snack, makanan, dan kosmetik Jepang. Anak-anak langsung berkata kalau kita ke Singapore lagi, nanti kita main ke Don Don Donki Jewel ah. 

Don Don Donki Jewel. Sumber foto: Don Donki

Selamat melihat ‘jewel’ di Jewel Changi Airport.

Berfoto dengan air terjun dan pohon natal

Next: Once Upon a Time in Chinatown

Sekilas Info

Jewel Changi Airport

Website: https://www.jewelchangiairport.com

Alamat: 18 Airport Boulevard Singapore 819666 (terhubung dengan terminal 1 kedatangan)

Jam Operasi: 24 Jam

Kamar mandinya pun bersih loh

Friday, August 11, 2017

The Cloud Forest di Gardens by The Bay

Cloud Forest
Setelah puas melihat Tulip di Flower Dome, kami pun berpindah untuk masuk ke Cloud Forest. Kali ini kami hanya masuk berenam karena tante Duo Lynns tidak membeli tiket untuk masuk Cloud Forest. Memang pameran di Cloud Forest tidak selalu berganti, sehingga warga lokal jarang bolak-balik mengunjungi Cloud Forest
Entrance to Cloud Forest
Berbeda dengan Flower Dome yang berisi bunga-bunga yang manis, Cloud Forest merupakan tempat pameran vegetasi dari daerah tropis yang berada di ketinggian diatas 2,000 meter diatas permukaan laut. Tempat ini berformat seperti gunung dengan ketinggian 35 meter yang ditutupi oleh vegetasi yang subur. Di sini juga ada air terjun indoor tertinggi sedunia yang tingginya 35 meter. Suhu di ruangan ini adalah 23 - 25 derajat celcius dan kelembapannya sekitar 80 - 90 persen. Jadi memang terasa dingin di dalam sini. Untungnya anak-anak menggunakan jaket.
Dekorasi di luar, penuh dengan hewan-hewan mitologi
Saat masuk ke dalam sini, kami disambut dengan cipratan air yang ternyata berasal air terjun. Walaupun demikian, masih banyak orang yang berfoto di bawah air terjun tersebut, termasuk kami. Saat melihat ke atas, kami melihat jarak menuju atas sangat jauh. Tentu ini membuat oma panik, karena pasti lelah untuk menuju ke atas. Ternyata ada lift yang dapat membawa kita ke lantai 6 dan setelah itu kita dapat menaiki eskalator ke lantai 7. Tetapi di lantai 6 juga tersedia lift menuju lantai 7 yang dikhususkan untuk senior.
Hewan-hewan mitologi yang menyambut kami di Cloud Forest, membuat saya teringat film Legenda Awan dan Angin
Vegetasi di dalam Cloud Forest. Lumutnya seperti karpet
Cloud Forest terbagi menjadi 7 lantai dan mempunyai dua lintasan yang mengelilingi gunung tersebut. Di paling atas atau di lantai 7 ada Lost World. Lost World menyajikan vegetasi Cloud Forest yang dapat ditemukan diketinggian sekitar 2,000 meter diatas permukaan laut. Salah satunya adalah tanaman pemakan serangga. Walaupun pemakan serangga, tetapi rasanya jika ada hewan kecil yang terjebak di situ tetap bisa mati.
Tanaman karnivora (yang ini dari lego). Kiri atas: venus fly-catcher. Kanan atas: Pitcher plants
Bawah: Raflesia arnoldi atau bunga bangkai
Kami melanjutkan perjalanan kami menuju Cloud Walk. Ini adalah lintasan elips yang paling atas. Awalnya saya kira akan ada lintasan yang membuat kita merasa seperti jalan di awan. Ternyata hanya lintasan besi. Di sini kita diajak untuk turun ke lantai 6 dengan berjalan mengelilingi gunung di dalam Cloud Forest. Hm....mungkin karena berjalan mengelilingi puncak gunung ini, kami seperti berjalan di awan. Buat orang yang takut ketinggian, tempat ini tidak direkomendasikan. Tetapi jika tidak ada fobia terhadap ketinggian, tempat ini sangat indah. Selain dapat melihat tanaman epifit (tanaman yang tumbuh menumpang pada pohon lain) yang ada di sekitar gunung, pemandangan di sekeliling tempat ini sangat bagus. Tapi buntutnya adalah Duo Lynns jadi ingin mengunjungi tempat-tempat tersebut.
View dari Cloud Walk. 
Akhir dari Cloud Walk ini adalah The Cavern di lantai 6. Di sini kami seperti berjalan di dalam gua terbuka dan ada banyak informasi mengenai Cloud Forest di seluruh dunia. Jalanan di sini juga menurun. Jadi tanpa disadari kami sudah turun ke lantai 5. Berhubung oma dan opa sudah berjalan memasuki Waterfall View, kami pun tidak meluangkan banyak waktu di sini. Nampaknya selain Cloud Walk, Waterfall View yang berada di lantai 5 ini merupakan salah satu bagian favorit dari Cloud Forest. Banyak orang, termasuk kami, yang menikmati memandang air terjun dari dekat. Tentunya ada sedikit cipratan air yang akan mengenai kita saat di Waterfall View.
View from Waterfall View
Kami pun berjalan menuju eskalator untuk turun ke Crystal Mountain. Di lantai 4 ini banyak sekali stalaktit dan stalagmit, seakan-akan kita berada di dalam gua kapur. Di dalam gua, air sering sekali menetes dan membentuk banyak kejadian alam yang luar biasa. Salah satunya adalah stalaktit dan stalagmit. Stalaktit adalah sejenis mineral sekunder yang menggantung di langit-langit gua. Sedangkan stalagmit adalah batuan yang terbentuk di lantai gua, yang terbentuk dari tetesan-tetesan air di langit-langit gua diatasnya.
Stalaktit dan stalagmit (kanan atas)
Udara yang dingin ini membuat perut kami menjadi sedikit bergejolak. Kami pun segera melanjutkan perjalanan secepat mungkin menuju Tree Top Walk. Ini adalah lintasan elips kedua, yang berada agak ke bawah gunung. Di lintasan ini kita mendapatkan kesempatan untuk mendekati kanopi hutan dan melihat pemandangan puncak pohon. Ternyata tidak perlu menjadi monyet untuk dapat melihat ujung dari suatu pohon. Eh...
Beberapa tanaman yang ada di Cloud Forest
Perjalanan kami memasuki suatu galeri. Di sini tidak ada tanaman yang dapat kami lihat, tetapi ada banyak data yang dapat dilihat. Termasuk tentang keadaan Bumi dan apa peran GBTB dalam menjaga lingkungan sekitar. Di sini juga ada +5 Degrees, simulasi apa yang akan terjadi di Bumi ini jika suhu naik 5 derajat celcius.

Perjalanan kami berakhir di bagian terakhir, Secret Garden. Apakah isinya sesuatu yang rahasia? Tidak juga sih. Hanya saja beberapa tanaman disini merupakan tanaman yang kini semakin langka. Di sini diperkenalkan juga Fossil Forrest dan juga tanaman prasejarah, seperti pakis prasejarah, begonia, dan sebagainya. Yang paling unik di sini adalah ukiran-ukiran kayu yang dibuat menyerupai binatang-binatang. Di akhir dari taman ini adalah pintu keluar dari Cloud Forest.
Ada kaca pembesarnya loh....
Kiri atas: Ukiran mulut singa yang besar. Kiri bawah: buaya
Kanan: capung raksasa
Petualangan kami di hutan ini sudah selesai. Sebetulnya ada banyak hal yang dapat dilihat di Gardens by The Bay, seperti skyway, supertree grove, dragonfly and kingfisher lake, children's garden, dan sebagainya. Karena kami sudah pernah mengunjunginya dan karena GBTB sangat penuh, kami datang saat hari libur nasional, maka kami memutuskan untuk pindah ke tempat lain untuk makan siang. Mungkin lain kali kalau kami dapat pergi saat malam hari akan lebih seru, seperti memasuki hutan di malam hari.
Atas: suvenir yang dapat dibeli.
Bawah: Soft ice cream Mc Donalds, cocok dengan udara yang panas
Super Tree yang juga dapat dikunjungi saat di GBTB
Gardens by The Bay
Alamat: 18 Marina Gardens Drive, Singapore
Jam operasional:
Bay south outdoor gardens
Setiap hari: 05.00 - 02.00

Flower Dome, Cloud Forest, OCBC Skyway 
Setiap Hari: 09.00 - 21.00 (penjualan tiket terakhir pada 20.00)

Far East Organization Children's Garden 
Selasa - Jumat: 10.00 - 19.00 (masuk terakhir 18.30)*
Akhir Pekan dan Hari libur: 09.00 - 21.00 (masuk terakhir pukul 20.30)
*Akan tutup di hari Selasa jika hari Senin sebelumnya merupakan hari libur nasional
Peta Cloud Forest. Sumber foto: www.gardensbythebay.com.sg

Note: untuk mengetahui cerita perjalanan kami saat liburan di Singapore, silakan klik link berikut ini.