Tuesday, June 12, 2018

Cara Menuju ke Nami Island


Bagi para penggemar drakor, pasti sudah tidak asing lagi mendengar nama Nami Island. Nami Island, atau Republik Naminara, merupakan salah satu tempat yang ada dan terkenal dan biasanya selalu dikunjungi. Nami Island ini awalnya hanyalah tempat yang terbentuk sebagai hasil konstruksi dari bendungan Cheongpyeong. Pulau kecil yang mempunyai keliling sepanjang 5 km ini terletak di wilayah Chuncheon-si, propinsi Gangwondo.

Nami Island saat musim dingin
Jalanan yang selalu ramai dengan turis.
Kata Nami berasal dari nama salah satu jenderal yang dimakamkan di pulau ini, yaitu jenderal Nami. Jenderal Nami merupakan tokoh pahlawan terkenal dalam sejarah Korea. Jenderal ini terkenal sebagai pahlawan yang sangat berani di medan pertempuran, dan meninggal dalam usia muda yaitu 26 tahun.
Sambutan dalam berbagai bahasa.
Pulau ini dulunya tidak begitu terkenal. Namun sejak film Winter Sonata booming, tempat ini menjadi terkenal. Choi Ji Woo dan Bae Yong Jun berhasil membuat orang jadi penasaran untuk melihat lokasi dari film Winter Sonata ini. Namun terlepas dari film Winter Sonata, tempat ini memang menarik untuk dikunjungi, dalam setiap musim yang berbeda.
Para pemeran Winter Sonata :)

Karena lokasinya yang hanya berjarak 63 km dari Seoul, banyak orang melakukan day trip menuju Nami Island. Rutenya pun cukup mudah, yaitu dari Seoul menuju ke dermaga terlebih dahulu, baru setelah itu dari dermaga menuju pulau Nami.

Dari Seoul menuju Dermaga Namiseom
1. Dengan memilih paket day trip melalui travel agent.
Banyak travel yang menawarkan paket untuk mengunjungi pulau yang cantik ini secara online, baik hanya ke Nami Island atau paket mengunjungi tempat wisata di sekitarnya. Kita tinggal menuju tempat kumpul atau ada beberapa yang mau menjemput kita di tempat kita menginap, lalu duduk manis di van hingga tempat tujuan dan mengikuti jadwal dari mereka. Tentunya dengan memilih yang ini kita lebih tidak lelah di jalan, namun ya harganya juga tidak murah.
Snowman yang siap menyambut di pintu masuk.
2. Dengan menggunakan shuttle bus
Cara yang paling mudah berikutnya adalah dengan menggunakan shuttle bus. Pihak Nami Island menyediakan shuttle bus di jam-jam tertentu di beberapa lokasi seperti Insadong, Namdaemun, dan Myeongdong. Dari lokasi yang ditentukan kita akan diantar hingga tempat tujuan. Kita dapat memilih mau one way (7.500 won untuk orang dewasa) atau mau round trip (15.000 won untuk orang dewasa). Untuk tempat dan paket yang ada, silakan buka link berikut.

Deretan pohon-pohon yang seakan menyambut kita
3. Dengan menggunakan kereta.
Cara yang termurah adalah dengan menggunakan kereta. Jika kita menggunakan kereta, maka rute yang kita gunakan adalah dari Seoul menuju stasiun Gapyeong terlebih dahulu, baru setelah itu kita naik bus atau taxi menuju dermaga. Ada dua cara untuk menuju stasiun Gapyeong, yang pertama dengan menggunakan ITX - Cheongchun dan yang kedua dengan menggunakan subway Gyeongchun line menuju stasiun Gapyeong.

Menuju Stasiun Gapyeong
ITX – Cheongchun
ITX atau Intercity Train Express merupakan kereta ekspress yang menghubungkan Seoul dengan kota-kota lainnya di sekitar Seoul. Karena namanya express, berarti secara waktu tempuh akan lebih cepat dibandingkan menggunakan kereta metro pada umumnya. Tidak semua stasiun dilalui oleh kereta express ini. Untuk menuju ke stasiun Gapyeong, kita harus naik dari stasiun Yongsan atau stasiun Cheongnyangni. Jika kita memilih stasiun Yongsan, maka waktu tempuh menuju stasiun Gapyeong adalah 55 menit dengan biaya 5.200 won untuk dewasa dan 2.600 won untuk anak-anak. Sedangkan jika kita memilih naik ITX dari stasiun Cheongnyangni, waktu tempuh menuju stasiun Gapyeong adalah 40 menit dengan biaya 4.300 won dan 2.100 won untuk anak-anak. Biaya dan waktu ini belum termasuk biaya dari stasiun awal menuju stasiun Yongsan ataupun stasiun Cheongnyangni.
Untuk memesan tiketnya, dilakukan secara online di website resmi mereka.

Subway line Gyeongchun
Dibanding dengan naik ITX, cara yang ini akan lebih lama dan lebih ribet sedikit karena kita harus naik turun kereta dari stasiun awal hingga stasiun Gapyeong. Waktu tempuhnya kurang lebih 1,5 jam (dari stasiun awal) dan biayanya berkisar 2,250 won untuk dewasa dan 900 won untuk anak-anak.

Dari Stasiun Gapyeong menuju Dermaga
Dari stasiun Gapyeong, ada dua cara untuk menuju dermaga. Yang pertama adalah dengan menggunakan taksi, kurang lebih 4.000 – 5.000 won. Yang kedua dengan menggunakan Gapyeong City Tour Bus dengan harga tiket 6.000 won untuk dewasa dan 4.000 won untuk anak-anak. Gapyeong City Tour Bus merupakan hop on hop off bus untuk tempat-tempat wisata disekitar Gapyeong, seperti Petite France dan Garden of Morning Calm. Jadi jika memang tujuannya sekalian mampir ke tempat-tempat tersebut, lebih baik menggunakan Gapyeong City Tour Bus.
Time table dari Stasiun Gapyeong menuju Morning Calm
Time table dari Morning Calm menuju Stasiun Gapyeong.
Dari cara-cara diatas, kita dapat memilih alat transportasi mana yang enak digunakan sesuai budget dan jumlah orang yang ikut. Tentunya ada harga ada kualitas. Kami memilih menggunakan kereta biasa menuju stasiun Gapyeong. Alasannya sederhana, dari tempat kami menginap, total waktu tempuh perjalanan hanya berbeda 15 menit dari kereta express namun harganya bisa beda dua hingga tiga kali lipat (belum lagi dikali jumlah orang). Apalagi dari tempat kami menginap, kami tetap harus naik turun kereta sebanyak tiga kali jika kami harus melalui Cheongnyangni.
Air mancur yang membeku saat musim dingin.
Karena hostel yang kami tempati, Step Inn Myeongdong, berada di tengah-tengah Myeongdong, maka kami mengambil rute melalui line 2 terlebih dahulu. Rute kami adalah:
1. Dari Euljiro 1-ga, ambil line 2 (hijau) menuju stasiun Wangsimni
2. Dari stasiun Wangsimni, ambil line Jungang menuju stasiun Mangu
3. Dari stasiun Mangu ambil line Gyeongchun menuju stasiun Gapyeong.
Walaupun harus turun naik kereta, namun anak-anak tetap senang. Petualangan naik turun kendaraan umum selalu menyenangkan bagi mereka. :)
Ferry menuju Nami Island
Next: Snowman Village di Nami Island 
Note: Untuk cerita lebih lengkap mengenai liburan kami di Seoul, silakan klik link berikut ini.


Bahkan tempat sabunnya pun cute banget...

Wednesday, June 6, 2018

Day 5: Children's Museum of The National Museum of Korea, Seoullo, dan Lotte Mart Seoul Station


Day 5...
Tak terasa kami sudah memasuki hari kelima di liburan kami kali ini. Dan seiring dengan bertambahnya hari di liburan kami ini, cuaca hari ini pun semakin bertambah rendah. Berdasarkan weather forecast, hari ini suhu tertinggi akan menyentuh -10 celcius dan suhu terendah akan mencapai -15 celcius. Ya ditambah angin jadi terasa menjadi -20 celcius. Luar biasa bukan? 

Rencana kami hari ini adalah menjelajah bagian Gyeonggi-do yang lain. Namun apa daya, kaki saya yang terkilir membuat saya meriang gembira tengah malam dan baru dapat tidur di pagi hari (Sempat waswas jangan sampai karena kaki terkilir ini kami tidak dapat menikmati liburan, namun semua dipasrahkan dalam doa). Rasanya tidak mungkin berjalan jauh seharian. Akhirnya jadwal menjelajah bagian lain ini ditukar dengan jadwal hari ke enam, yaitu berkunjung ke The National Museum of Korea. Memang enaknya pergi tanpa tour kan ya yang seperti ini, bisa menyesuaikan dengan keadaan darurat.

Mungkin banyak yang berpikir, kok senang sekali sih ke museum. Percaya deh, museum di luar negeri itu bagus-bagus loh. Membuat anak-anak betah. Di kunjungan kami yang pertama dulu, kami sempat mengunjungi Seoul Children's Museum yang keren banget. Nah di National Museum of Korea ini terdapat Children's Museum yang sangat terkenal. Jadi kami memang memasukkan kunjungan ke museum ini. Apalagi gratis, jadi tambah semangat untuk mengunjunginya. Bagus, mendidik, dan gratis adalah kesukaan buat mama-mama =D

Kalau biasanya kami selalu kelayapan setelah sarapan, kali ini kami memulai dengan santai. Maklum, kaki terasa nyut-nyutan (untungnya bawa counterpain, jadi lumayan mengurangi rasa sakit). Menjelang jam makan siang, kami menuju ke salah satu restoran di dekat tempat kami tinggal, Gimgane (review untuk kuliner akan dilakukan di artikel lainnya ya). Selesai mengisi tenaga, kami memulai petualangan kami hari ini.

The National Museum of Korea adalah museum terbesar di Korea yang berisi barang-barang peninggalan bersejarah baik dunia maupun sejarah bangsa Korea sendiri, dari zaman purbakala hingga zaman modern. Museum yang terdiri dari 5 lantai ini terletak di dekat taman Yongsan. Di dekat sini juga ada war memorial park. Jadi biasanya kalau mengunjungi tempat ini sekalian main ke daerah sekitar ini. Namun kami hanya memilih museum ini karena ingin menghabiskan waktu di Children's Museum mereka. 
Pemandangan dari museum.
Untuk memasuki Children’s Museum ini memang tidak dikenai biaya, namun ada 5 sesi berbeda. Karena kami tiba di sana jam 13.00, maka kami mengambil sesi yang mulainya pukul 13.30.
Menunggu sesi dengan berpose di sana-sini.
Tak lupa berpose dengan maskot kesukaan mereka.
Ruang makan yang disediakan untuk keluarga ang ingin makan.
The Children's Museum of the National Museum of korea berisi tentang warisan kebudayaan Korea. Di sini anak-anak dapat mempelajari cara hidup dan petuah-petuah orang-orang pada masa lampau dengan cara yang menyenangkan, yaitu melalui aktivitas dan pameran. Dari mulai rumah zaman dulu, tembikar dan keramik masa lalu, baju-baju dan aksesoris kerajaan, dan sebagainya. Permainannya pun cukup bervariasi, dari puzzle hingga interaktif dengan komputer. 
Aktivitas motorik pun dapat digunakan untuk mempelajari sejarah.
Mengenal pakaian kerajaan dan aksesorisnya.
Tembikar dan gua penyimpanannya.
Rumah penyimpanan bahan makanan.
Rumah dan isinya.
Salah satu isinya dan tamu =))
Jika dibandingkan dengan pengalaman kami saat di Children's Folk Museum, tentu ini dua hal yang berbeda. Namun kami lebih mengerti saat berkeliling di museum di dalam Gyeongbokgung tersebut karena banyak terjemahan bahasa Inggris untuk setiap keterangan yang tentunya membantu kami yang hanya dapat membaca hangeul tanpa mengerti artinya. Beruntunglah di museum ini ada  free wifi, sehingga kami dapat menerjemahkan beberapa keterangan yang ada di sana.
Aktivitas untuk anak-anak saat memahami sejarah.
Mengenal berbagai bentuk rumah dan mencoba menyusunnya.
Puzzle dan aktivitas lainnya.
Setelah puas menjelajah Children's Museum, dengan setengah memaksa kami mengajak anak-anak untuk melihat The National Museum of Korea. Museum ini memang besar sekali. Kami hanya berkeliling di lantai satu dan itupun tidak habis karena anak-anak sudah mulai kelaparan. Kami pun memutuskan untuk beranjak ke Seoullo.
Hall The National Museum of Korea.
Seoullo 7017 atau Seoul Sky Garden merupakan jembatan yang disulap menjadi taman kota yang panjang, sekitar 1.024 km, yang memang dikhususkan untuk pejalan kaki. Awalnya jalan ini merupakan jalan layang yang menghubungkan daerah timur dan barat dari Seoul Station. Namun sejak tahun 2015, jalan layang ini sudah tidak digunakan lagi dikarenakan kemacetan jalan dan safety issue. Akhirnya jalan ini disulap menjadi taman kota yang indah. 7017 ini mempunyai arti jalan ini digunakan sejak tahun 1970 dan sejak 20 Mei 2017 jalan ini menjadi taman kota dengan 17 bagian dan ketinggian 17 meter di atas permukaan.
Culture Seoul Station
Culture Seoul Station dari Seoullo 7017 di sore hari.
Seoullo 7017
Seoullo mempunyai 3 rute bagi pejalan kaki. Melalui Seoullo ini, kita bisa berjalan menuju Namdaemun Market, Culture Seoul Station, dan beberapa tempat lainnya. Karena udara yang sangat dingin ini, kami tidak berniat untuk jalan terlalu jauh. Kami memilih naik melalui exit 1 stasiun Seoul dan manis-manis di sini saja. Walaupun kedinginan, kami tetap berfoto-foto diatas. Pemandangan yang indah membuat kami sayang untuk melewatkan tempat ini. Kami berpikir setelah ini kami tinggal mampir ke cafe di dalam Lotte Mart untuk membeli coklat hangat.
Taman buatan yang cantik, sayang untuk dilewatkan.
Pose kedinginan di depan ahjussi.
Tujuan kami selanjutnya adalah Lotte Mart. Tempat yang satu ini pasti akan selalu masuk di list kunjungan kami, apalagi Lotte Mart di stasiun Seoul. Selain lengkap, di sini banyak free tester. Kalau mereka melihat anak-anak, mereka akan memberikan tester yang banyak sekali. Makin bahagialah anak-anak ini. Karena free tester minuman hangat, kami pun tidak jadi mampir membeli coklat hangat, tetapi langsung berbelanja. 
Tester segala jenis almond ini juga ada loh.
Oya, di dalam sini juga ada free wifi loh. Jadi lumayan, sambil berbelanja bisa memeriksa whatsApp yang sudah menggunung. Apalagi saat itu di Jakarta terasa goyangan akibat gempa. Sambil berbelanja kami pun mengecek keluarga dan teman-teman di Jakarta. Bersyukur semuanya baik-baik saja. 
Kesukaan anak-anak.
Bagaimana saat membayar? Berbeda dengan saat dulu kami berbelanja di sini, sekarang jalur untuk foreigner dan warga setempat dibedakan. Yang untuk foreigner bisa langsung mengambil tax refund asal menunjukkan passport. Lumayan juga begini, jadi kan tidak usah repot. 
Aneka teh dan Banana Milk.
Selesai mengepak belanjaan kami, kami berjalan kembali ke stasiun Seoul dan menuju Step Inn. Bagaimana dengan kaki yang tadi sakit? Puji Tuhan, sakitnya semakin berkurang dan dapat berjalan dengan normal.



Next: Day 6: Cara Menuju Nami Island

Note: Untuk cerita lebih lengkap mengenai liburan kami di Seoul, silakan klik link berikut ini.

Sekilas Informasi
The National Museum of Korea and Children's Museum
Website: http://www.museum.go.kr/site/childeng/home
Alamat: 137, Seobinggo-ro, Yongsan-gu, Seoul 
Jam operasional: 
- Senin, Selasa, Kamis, Jumat : 10.00 - 18.00
- Rabu dan Sabtu: 10.00 - 21.00
- Minggu dan hari libur: 10.00 - 19.00
tutup setiap hari Senin minggu pertama
Cara menuju ke sana: stasiun Ichon exit 2, jalan melalui underpass Moving Museum, lalu melintasi taman Yongsan kurang lebih 150 meter.
Peta yang ada di underpass Moving Museum.
Seoullo 7017
Cara menuju ke sana:
Stasiun Seoul exit 1, belok ke kanan dan berjalan kurang lebih 130 meter. Setelah berjumpa lift, bisa langsung naik lift ke Seoullo.

Lotte Mart Seoul Station
Jam operasi: 10.00 - 24.00, tutup hari Minggu (minggu kedua dan keempat)
Cara menuju ke sana: stasiun Seoul exit 1, jalan mengikuti petunjuk (kurang lebih 15 menit)
Pose di dekat taman

Thursday, May 24, 2018

Day 4: Onemount Snowpark dan Kalguksu Alley di Namdaemun Market

Onemount Snowpark
Di hari keempat kami di Seoul, suhu udara semakin drop. Suhu terendah di Seoul hari ini diperkirakan minus 12, yang terasa seperti minus 18 celcius. Walaupun demikian, hari ini merupakan hari yang kami nanti-nantikan. Mengapa? Karena sesuatu yang kami tunggu-tunggu dan merupakan alasan kami kembali mengunjungi negara empat musim di bulan Januari akan tiba. Menurut prakiraan cuaca, hari ini akan turun hujan bercampur salju dan pada malam hari akan ada light snow. Kami berharap semoga kami dapat merasakan salju tersebut, walau hanya sedikit. 

Hari ini kami berencana untuk menjelajah area Gyeonggi-do. Gyeonggi-do merupakan area di luar Seoul (seperti Tangerangnya Jakarta) yang jauh lebih luas dari Seoul. Kalau dilihat di peta, Gyeonggi-do seperti cincin yang mengelilingi Seoul. Di Gyeonggi-Do banyak tempat-tempat yang menarik dikunjungi dan sering muncul di film. 

Kali ini kami mau main ke Onemount di Goyang, salah satu bagian di Gyeonggi-do. Onemount adalah mall yang berisi snowpark dan waterpark. Onemount Snowpark merupakan taman bermain indoor berkonsep musim dingin. Snowpark ini bertemakan Perkampungan Santa dengan konsep Eropa Utara. Uniknya theme park ini buka sepanjang tahun. Jadi kita dapat merasakan musim dingin setiap saat di tempat ini. Kurang lebih seperti snowcity di Singapore ataupun Genting Highland.

Awalnya kami tidak sengaja menemukan tiket murah Onemount Snowpark di situs online kesukaan kami, Klook. Kami pun penasaran dan mencari info mengenai taman bermain satu ini. Tidak seperti snowcity di negara-negara tetangga kita yang membatasi durasi bermain di dalam sana, salah satu alasan papa tidak mau main di Snowcity, Onemount tidak membatasi durasi bermain selama di dalam Snowpark. Dan jika membandingkan harga tiketnya, harga tiket Onemount sangat murah dibanding Snowcity (Perlu diketahui, harga tiket masuk themepark di Korea itu cukup unik karena turis akan mendapatkan diskon 50% jika menunjukkan passport). Akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Onemount dan membeli tiket di Klook. 

Untuk menuju ke Onemount tidaklah susah. Kami naik kereta menuju stasiun Juyeop dan setelah sampai di stasiun Juyeop, kami menyeberang menuju halte yang berada di tengah jalan (seperti halte bus Transjakarta) dan naik bus 080 menuju Onemount. Namun perlu diingat, bus 080 tidaklah sama dengan bus 80. Jadi kalau tidak yakin, saat mau naik, pastikan untuk bertanya kepada ahjussi apakah bus ini melalui Onemount. Lama perjalanan dari Myeongdong ke Onemount kurang lebih 90 menit.

Onemount mall tidak seramai yang kami bayangkan. Tepatnya seperti plaza saja. Di tengah-tengah mall tersebut terdapat ice rink yang dapat digunakan untuk bermain. Berhubung sudah mendekati jam makan siang, kami berkeliling di dalam untuk mencari makan. Tidak banyak tempat makan yang buka. Mungkin karena hari biasa. Pilihan kami jatuh ke Mom's Gimbab, supaya cepat.
Mom's Gimbab
Setelah makan, kami segera berjalan menuju Onemount Snowpark. Karena kami membeli tiket di klook, maka kami harus mengganti voucher kami dengan tiket yang seharusnya. Tempat untuk mengganti voucher berada di lantai dua di depan pintu masuk Snowpark. Untungnya proses mengganti voucher tidaklah lama. 
Atas: pintu masuk waterpark dan snowpark.
Bawah kiri: Waterpark yang namoak dari mall. Bawah kanan: ice rink di mall Onemount.
Duo Lynns sibuk berfoto saat mamanya tukar voucher.
Onemount Snowpark terbagi menjadi dua area, yaitu indoor dan outdoor. Di area indoor terdapat Ice Lake, Merry-go-round, Snow Hill, dan tree house. Saat masuk ke dalam area indoor, kami berempat terpesona dengan view yang ada. Hal yang pertama kami lihat adalah merry-go-round alias komidi putar yang berada di samping rink yang besar yang disebut Ice Lake. Langsunglah merry-go-round menjadi tujuan pertama kami.
Carousel mania.
Tampang bahagia boleh bermain di Ice Lake.
Setelah menaiki merry-go-round dan bermain sled di Ice Lake, kami berpindah menuju suatu ruangan. Di dalam ruangan tersebut terdapat igloo dan Snow Hill. Dengan konsep seperti pemukiman di Kutub Utara, anak-anak dapat bermain dengan salju buatan. Ternyata banyak anak sekolah yang sedang bermain di sini. Ada dua 'bukit' yang dapat digunakan untuk bermain snow sled. Yang pendek hanya untuk anak-anak kecil. Sedangkan yang tinggi boleh digunakan jika si anak lebih tinggi dari 100 cm. Awalnya kami bermain di yang pendek dulu. Setelah itu kami pun mengantri untuk bermain di yang tinggi.
Snow Hill
Atas: igloo dan snowman.
Bawah kiri: snow sled yang tinggi. Bawah kanan: snow sled yang pendek.
Tree house dengan surat untuk Santa.
Setelah bermain di area indoor, kami menuju area outdoor. Untuk menuju outdoor, kami harus menuju lantai teratas dan keluar melalui food court. Di atas ini terdapat dua slide besar, yaitu Roof Slide dan Rainbow Slide, dan satu slide pendel untuk anak-anak. Intinya, anak-anak di sini sangat dimanjakan karena dimana saja ada snow sled. Sayangnya Rainbow Slide sedang tidak berfungsi.
Spot foto yang ada di Onemount Snowpark.
Karena cuaca semakin dingin dan gelap, seakan mau hujan, kami pun kembali masuk untuk bermain di dalam. Anak-anak kembali berputar dari satu mainan ke mainan lainnya. Saat kami sedang bermain, kami mendengarkan suara gonggongan anjing. Nampaknya animal sled sudah dimulai. Animal sled adalah atraksi naik kereta mengelilingi Ice Road. Yang membuat menarik adalah kereta ini ditarik oleh segerombolan anjing Siberian Husky. Untuk atraksi ini, setiap pengunjung yang ingin naik harus membayar biaya tambahan 7.000 KRW. Dengan berat hati kami melewatkan atraksi yang satu ini. Namun kami masih dapat bermain di Ice Road.
Ice road yang berbentuk lingkaran dengan keliling 300 meter.
Foto dulu di dekat exit, tampang yang tidak rela berpisah dari tempat ini.
Waktu menunjukkan pukul tiga sore, yang berarti sudah waktunya kami mengakhiri kunjungan kami di sini. Saat kami keluar, ternyata sedang turun hujan dan salju. Kami bergegas menuju keluar dan mengenakan jaket kami dengan lengkap. Kali ini, anak-anak diberi izin main hujan salju.
Bermain hujan salju. Ah....bahagia melihat ekspresi mereka :)
Kami pun kembali ke stasiun Juyeop dari halte bus terdekat. Kembali kami menaiki bus 080 dan berhenti di stasiun Juyeop. Tujuan kami berikutnya adalah Namdaemun Market. Namdaemun market merupakan pasar terbesar di Korea dengan berbagai macam barang. Hampir semua barang ada di sini. Dari baju sampai makanan, perabotan rumah tangga, jam, kamera, dan sebagainya. Sistemnya semakin banyak kita membeli, semakin murah. Dan banyak yang bilang, berbelanja di dalam gedung (katanya gedung D), jauh lebih murah daripada berbelanja di abang-abang oppa yang ada gang-gang.
Peta Namdaemun Market
Selain dengan belanjaannya, Namdaemun Market terkenal dengan banyak makanan yang enak. Tujuan kami adalah kalguksu alley. Gang yang satu ini dipenuhi dengan penjual kalguksu atau mie. Saat kami keluar dari stasiun, ternyata hujan salju masih cukup deras. Karena berjalan sambil membuka payung, saya tidak melihat undakan dan akibatnya kaki saya keplitek alias terkilir. Untungnya udara yang dingin dan membeku ini menjadi kompres alami bagi kaki ini. Sepanjang perjalanan kami menuju kalguksu alley, kami melihat transisi dari hujan es serut sampai salju yang tipis sekali alias flurries.

Kalguksu alley ditandai dengan adanya gang kecil yang ditutupi dengan plastik putih transparan. Di gang ini terdapat banyak kedai-kedai yang menjual kalguksu dan rasanya kurang lebih sama. Saat kami hendak memasuki, gang tersebut, seorang ahjumma menarik kami untuk masuk ke dalam kedainya yang paling depan. Berhubung hujan makin deras dan rasa sakit di kaki makin terasa, maka kami pun mengiyakan ajakan ahjumma ini. Kami memesan dua kalguksu. Dalam waktu cepat pesanan kami datang beserta dua mangkok kecil boribab, semangkok rumput laut dan banchan.
Banchan yang disuguhkan untuk kami.
Boribab, nasi dengan kacang-kacangan.
Berbeda dengan kalguksu di Myeongdong Kyoja, kalguksu atau mie yang dibuat dengan cara dipotong ini terlihat penuh dengan tahu, wijen dan rumput laut. Rasanya pun berbeda, sama enaknya. Sup yang hangat membuat setiap usaha kami berjalan menembus hujan salju dengan kaki terkilir terbayar dengan seimbang. Apalagi ahjumma ini rela mengantar kami ke toko terdekat saat adik ingin ke toilet.
Kalguksu ini aslinya semangkok besar ya...
Setelah kami selesai makan, kami pun berjalan menuju tempat kami menginap. Hujan sudah tidak turun, namun salju yang turun terlihat jelas sekali. What a nice experience, kata kakak.

Note: Untuk cerita lebih lengkap mengenai liburan kami di Seoul, silakan klik link berikut ini.

Sekilas Informasi
Onemount Snowpark
Alamat: 300, Hallyu world-ro, Ilsanseo-gu, Goyang-si, Gyeonggi-do
Jam Operasional: 09.00 - 19.00
Note: Jangan lupa bawa passport. Jika membeli tiket di sana, harga turis setengah dari harga normal (asal menunjukkan passport)
Cara menuju ke sana: stasiun MRT Juyeop exit 5, naik bus 080

Namdaemun Market
Jam buka: 22.30 - 16.00. (ada yang sampai malam lagi)
Cara menuju ke sana: stasiun MRT Hoehyoen exit 5, jalan lurus 100 meter. Kalguksu alley berada di sebelah kiri, ditandai dengan pintu yang berplastik transparan.
Wishing Well.

Friday, May 11, 2018

LED Rose Garden di Dongdaemun Design Plaza


Masih melanjutkan kisah perjalanan kami di hari Minggu. Setelah beribadah di YEM, main sebentar di Yeouido Park, mengelilingi Gyeongbokgung dan folk museum, dan makan ddung cake di Ssamzigil, kami berencana melihat taman bunga mawar di 'pesawat UFO' alias Dongdaemun Design Plaza. Untuk menuju DDP, dari Insadong, akan lebih mudah jika naik MRT melalui stasiun Jongno 3ga. Namun karena sudah gelap dan rasanya lebih dekat jika kami berjalan menuju stasiun Anguk, maka kami memilih untuk naik MRT dari stasiun Anguk. Tujuannya sederhana, supaya tidak terlalu lama berjalan di luar. Kalau musim dingin dan sudah gelap seperti ini, kami lebih memilih berjalan di dalam stasiun daripada berjalan di luar dan tersesat karena sudah gelap.

Namun sesampainya kami di stasiun Anguk, terjadi hal yang tidak kami duga. Udara yang begitu kering membuat hidung Papa berdarah alias mimisan. Alhasil kami harus menepi sebentar sampai darahnya tidak keluar lagi. Pelajaran untuk hari berikutnya adalah kami, bukan hanya anak-anak, juga harus menggunakan pentutup hidung. Kami pun kembali melanjutkan perjalanan kami dan berhenti di stasiun Dongdaemun History and Culture Park.

Dongdaemun Design Plaza merupakan kompleks multi-cultural yang berlokasi di dekat stasiun MRT Dongdaemun History and Culture Park. Kompleks yang sering disebut DDP ini diresmikan pada 21 Maret 2014. Dengan mengusung konsep Dream, Design, and Play, DDP menjadi salah satu tempat diadalannya pameran dan acara-acara istimewa. Gedung ini dirancang oleh Zaha Hadid, wanita pertama yang memenangkan penghargaan Prizker Architecture Prize.

Saat keluar dari exit 1, kami menjumpai banyak turis Indonesia yang sedang berfoto-foto bersama tour leader mereka. Memang gedung yang berbentuk seperti pesawat UFO ini memang terlihat artistik dan menarik untuk menjadi objek foto. Apalagi di sekeliling DDP ini banyak tempat perbelanjaan yang katanya murmer, bagi yang suka belanja. Bahkan ada beberapa toko yang penjualnya dapat berbahasa Indonesia. 
Kalau seperti ini, persis pesawat UFO kan?
Walaupun bentuknya seperti pesawat UFO, tetapi isi di dalam gedung ini tidak ada yang berbau luar angkasa. Di dalam gedung ini terdapat Art Hall, Museum, Design Lab, Design Market, Dongdaemun History and Culture Park, dan taman terbuka seperti Oulim Square. Sebagian tempat ini bebas untuk dikunjungi. Hanya saja karena kami datang di hari Minggu, maka banyak hall yang tutup.

Ternyata mencari LED Rose Garden tidak semudah yang kami bayangkan. Kami akhirnya masuk ke dalam Design Market untuk menghangatkan badan. Di dalam Design Market terdapat banyak barang-barang yang unik dan lucu. Namanya juga market, berarti barang-barang ini boleh dibeli. Banyak juga papercraft dari Superhero yang menarik perhatian anak-anak.   
B.Duck di Design Market
Setelah bertanya kepada anak muda yang bekerja di situ, kami kembali menuju luar gedung dan berjalan mengikuti track yang ada. Kali ini kami menemukan taman bunga mawar putih.  
LED Rose Garden
Duo Lynns yang langsung semangat foto di depan bunga.
Pameran LED Rose Garden pertama kali diadakan sebagai peringatan 70 tahun kemerdekaan Korea Selatan. Di lapangan ini terdapat 25,550 bunga mawar putih, sebagai lambang jumlah hari kemerdekaan bangsa mereka, yaitu 70 x 365 hari. Saat matahari masih bersinar, mawar-mawar ini terlihat seperti kristal putih. Namun saat matahari sudah terbenam, lampu yang menyala membuat mawar-mawar ini terlihat cantik.

Awalnya pameran ini bersifat sementara. Namun karena penggemarnya banyak, akhirnya pameran ini bersifat permanen dan menjadi salah satu daya tarik DDP. 
Mama kalah gaya sama anak =D
Udara yang semakin dingin dan perut yang bergemuruh membuat kami menyudahi acara foto-foto kami. Kami pun berjalan kembali menuju stasiun untuk kembali ke Myeongdong. Sudah waktunya kami mengisi perut kami :) 

Before: The National Folk Museum and Children's Folk Museum
Next: Taman Salju di Onemount Snowpark dan Kalguksu Alley di Namdaemun Market


Note: Untuk cerita lebih lengkap mengenai liburan kami di Seoul, beserta tips dan informasi lainnya, silakan klik link berikut ini.

Sekilas Informasi
Dongdaemun Design Plaza (DDP)
Jam operasional:
- Museum: 10.00 - 19.00. Tutup setiap hari Senin
- Design shop: 10.00 - 21.00 (weekdays), 10.00 - 22.00 (weekend). Tutup setiap Senin minggu ketiga.
- LED Rose Garden: 19.00 - 00.00 
Cara menuju ke sana:
- Stasiun Dongdaemun Hstory and Culture Park (line 2, 4, dan 5) exit 1 atau exit 2.