Tuesday, April 30, 2019

Perkampungan Eropa di Kota Mini Lembang


Pertama kali kami mendengar tentang Kota Mini, bayangan kami Kota Mini ini bagaikan suatu perkampungan Eropa yang luas. Namun setelah beberapa kali melihat foto teman-teman yang sempat mengunjungi Kota Mini, ternyata Kota Mini ini merupakan kota kecil tetapi cantik untuk dilihat dan difoto. Akhirnya kami pun memutuskan untuk sekalian mengunjungi tempat ini saat kami ke Floating Market Lembang.
Kereta di depan Kota Mini. 
Mari dibaca dulu tata tertibnya :)
Walau berada di kompleks yang sama dengan Floating Market, kita tetap harus membayar tiket untuk masuk ke dalam Kota Mini ini. Harga tiket ini hanya untuk masuk ke dalam Kota Mini. Sedangkan untuk bermain di dalam Kota Mini, kita harus membayar terpisah.
Bergaya sambil naik kuda.
Little Cowgirl 
Ada apa saja di Kota Mini? Saat kami masuk ke area Kota Mini, deretan rumah bernuansa Eropa, dengan pagar putih dan manis, menyambut kami.
Jalanan Kota Mini
Di rumah paling depan terdapat rumah untuk menyewa kostum. Di sini disediakan kostum Belanda yang dapat disewa dan digunakan selama anak-anak, dan juga orang dewasa, berkeliling di dalam Kota Mini. Walaupun demikian, karena satu dan lain hal, kami tidak menyewa kostum yang ada. Namun banyak ibu-ibu yang menyewa kostum tersebut dan jalan-jalan dengan kostum tersebut.
Rumah Kostum.
Salon Bella
Tempat belanja pertama yang kami jumpai.
Setiap rumah ini bukan hanya rumah biasa, tetapi merupakan tempat anak-anak melakukan kegiatan. Ada rumah yang berfungsi sebagai kantor pos. Yang unik di sini, anak-anak dapat menggunakan kostum superhero saat beraktifitas di dalam kantor pos ini.
Kantor Pos yang putih.
Suasana dalam Kantor Pos, lengkap dengan kostum Superhero.
Keterangan di depan pintu. Mirip di mana ayo?
Untuk yang suka jajan dan makan, di Kota Mini juga ada rumah yang menjadi tempat belanja, kafe, Bakery, dan juga restaurant. Jadi selama anak-anak beraktivitas, orang tua bisa duduk-duduk dan makan juga.
Bisa ditebak kan isinya apa?
Mini Bakery. 
Science Centre di Kota Mini. 
Di Kota Mini juga ada Mirror Castle, Kantor Polisi dan Pemadam Kebakaran. Tempat memadamkan apinya cukup unik, karena berbau seperti bangunan terbakar.
Pom Bensin juga ada di sini. Self service ya.
Stasiun Radio dan mainan outdoor.
Kantor Polisi.
Mirror Castle
Kantor Pemadam Kebakaran.
Hotel yang terbakar. 
Untuk yang suka main jadi suster, di Kota Mini juga ada klinik lengkap dengan boneka mainan dan strollernya. Jadi anak-anak bisa mendorong stroller berkeliling Kota.
Klinik biru.
Stroller mini yang bisa dibawa berkeliling.
Bear House yang lengkap dengan boneka beruang yang besar.
Selain rumah-rumah, di ujung Kota Mini ini juga terdapat Playground dan Food Court. Di foodcourt ini ada banyak makanan yang dapat dicoba. Tujuan kami adalah untuk menukarkan tiket kami dengan cemilan.
Cemilan yang kami tukar.
Ini juga bisa dibeli loh.
Playground di ujung jalan Kota Mini.
Pasar sayuran dan buah-buahan.
Selesailah acara mengelilingi Kota Mini di sini. Jika dihitung tidak sampai satu jam. Mungkin karena kami tidak bermain di dalam sini. Secara keseluruhan mainan yang ada di dalam sini adalah bermain peran. Anak-anak mengenal banyak profesi yang dapat dilakukan saat mereka dewasa nanti. Jadi seperti di Kidzania tetapi outdoor.
Rumah Kucing yang tidak beroperasi saat kami datang.
Rumah gempa, membuat anak tahu ini salah satu akibat gempa.
Museum, masih dalam proses pembuatan.
Apa yang menarik di sini? Uhm....di sini banyak spot foto yang bagus. Bangunan Eropa yang colorful dengan pagar putih terlihat sayang untuk tidak difoto. Apalagi Duo Lynns hobi bergaya =D
Salah satu telephone umum yang ada
Ambil surat dulu ya =D

Sekilas Informasi
Kota Mini Lembang
Alamat: Jalan Grand Hotel no 33E, Lembang, Bandung.
Jam Operasional: 09.00 – 19.00 (Senin-Kamis), 08.00 – 20.00 (Jumat- Minggu)
Harga Tiket Masuk: Rp 25.000,00 (dapat ditukarkan dengan snack, tidak termasuk aktivitas di dalam)

Saturday, April 20, 2019

Kampung Jepang Kyotoku di Floating Market Lembang


Setelah puas jajan dan melihat pembuatan tahu di Tahu Susu Lembang, kami melanjutkan perjalanan kami ke Floating Market. Jaraknya tidak jauh dari Tahu Susu Lembang karena Floating Market juga berlokasi di Lembang. Untuk menuju Floating Market memang tidak semudah Tahu Susu yang ada di pinggir jalan. Namun untung ada Google Map yang membantu kami supaya tidak tersasar.

Floating Market berada di dalam gang. Namun walau didalam gang, Floating Market ini sangat besar. Saat masuk ke area parkiran, ada petugas yang langsung menghitung jumlah orang yang ada. Ternyata tiket langsung dibeli di area parkiran. Kami pun mencari spot untuk parkir supaya tidak terlalu panas. Oya, jangan lupa bawa tiketnya saat turun, karena tiket dapat ditukarkan dengan minuman.
Sebelum masuk, baca dulu tata tertibnya ya.
Berbeda dengan Pasar Apung yang ada di Batu, di Floating Market Lembang ini tempat makannya tidak berada di tengah-tengah danau buatannya, tetapi tetap dengan konsep pasar apung. Di sini bukan makanan dan barang-barang yang dijual, tetapi juga spot-spot yang cantik untuk berfoto.
Jangan lupa foto di depan dulu. 
Damai rasanya melihat pemandangan ini.
Floating Market Lembang ini sudah ada sejak tahun 2012. Walau awalnya hanya Floating Market, tetapi sekarang sudah berkembang menjadi banyak tempat di dalamnya, seperti wahana permainan, Rainbow Garden, Kota Mini, Miniatur Kereta Api, Kampung Jepang Kyotoku, dan sebagainya. Tujuan kami di sini pun sudah jelas, yaitu berkeliling Floating Market dan juga mampir ke Kota Mini.
Warna-warninya cantik :)
Kegiatan yang pertama kami lakukan adalah menukarkan tiket kami dengan minuman hangat. Pilihan yang ada dari lemon tea, coklat hangat, teh, dan kopi.
Drink Station untuk menukar tiket dengan segelas minuman.
Foto minum ala iklan =D
Kolam Teratai
Di bagian luar drink station ini pengunjung dapat memilih berjalan menuju ke kiri atau ke kanan. Arah ke kiri adalah tempat-tempat makan dan juga Kampung Jepang Kyotoku. Sedangkan ke arah kanan adalah Taman Kelinci, tempat memberi makan hewan, taman bermain, Rainbow Garden, Miniatur Kereta Api, Kolam Renang dan Kota Mini. Untuk masuk ke Rainbow Garden, Miniatur Kereta Api, Kolam Renang,dan Kota Mini kita harus membeli tiket terpisah. Melihat arah kiri yang penuh orang, maka kami pun berjalan ke kanan.
Peta Floating Market. 
Kakak yang tidak boleh melihat tempat untuk menari.
Yang ini ala India.
Di dekat sini terdapat kolam angsa. Pengunjung dapat memberikan makanan kepada angsa-angsa ini, dengan membayar tentunya. Di sebelah yang lain terdapat kelinci dan juga kambing yang dapat diberi makan. Karena tujuan kami adalah Kota Mini, maka kami pun segera menuju ke Kota Mini, supaya tidak terlalu panas. Untuk cerita tentang Kota Mini, akan dibahas di cerita selanjutnya.
Swan Lake.
Taman Kelinci. 
Bagaimana dengan bagian sebelah kiri? Bagian sebelah kiri tidaklah sepadat bagian sebelah kanan, namun Kampung Jepang Kyotoku menarik untuk dikunjungi. Dengan dikelilingi pohon-pohon bambu, kita memang seakan berada di negara Matahari Terbit, kecuali bagian bambu yang bunyi jika diinjak. 
Berpose dulu ah....
Dengan pohon bambu di belakang.
Tempat jajanan Jepang dan Korea.
Untuk masuk ke Kampung Jepang Kyotoku tidaklah ditarik biaya tambahan. Di Kampung Jepang Kyotoku ini ada juga kostum-kostum Jepang dan Korea yang dapat disewa untuk berfoto.
Salah satu foto om Duo Lynns saat di Floating Market. 
Foto keluarga sambil silau =D
Pohon bambu dan perahu Jepang yang menarik hati Duo Lynns.
Bagi pengunjung yang kelaparan, di area ini terdapat banyak pilihan makanan. Ada rumah makan yang menjual nasi timbel, cemilan khas Bandung seperti pisang keju, gorengan, dan juga ada tahu susu serta wedang jahe Gardujati. Berhubung kami ingin makan nasi timbel di tempat lain, kami hanya membeli tahu susu yang kotak untuk dibawa ke hotel.
Satu-satunya perahu berjualan yang kami lihat.
Acara jalan-jalan kami di Floating Market pun usai sudah. Saat kami pulang, banyak rombongan sekolah yang masih berkeliling. Memang tempat ini menarik untuk dikunjungi baik bersama pasangan, teman dan keluarga. Saran kami sebaiknya mengunjungi tempat ini pagi hari, karena semakin siang semakin panas.
Taman yang cantik, kata adik.

Sekilas Info
FLOATING MARKET LEMBANG
Alamat: Jalan Grand Hotel no 33E, Lembang, Bandung.
Jam Operasional: 09.00 – 19.00 (Senin-Kamis), 08.00 – 20.00 (Jumat- Minggu)
Harga Tiket Masuk Floating Market: Rp 20.000

Monday, April 1, 2019

Melihat Pembuatan Tahu di Tahu Susu Lembang


Sebagai salah satu kota yang dekat dengan Jakarta, Bandung memang selalu menawarkan begitu banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, baik untuk bertamasya maupun untuk kulineran. Tidak heran jalan-jalan ke Bandung merupakan kegiatan favorit orang Jakata.

Setelah absen jalan-jalan ke Bandung lebih dari 1 tahun, akhirnya kami berkesempatan lagi untuk jalan-jalan ke Bandung. Ada saudara yang menikah di bulan Januari kemarin. Dan supaya tidak sia-sia kami jalan ke Bandung, kami pun merancangkan jalan-jalan. Tujuan kami kali ini adalah Floating Market.

Floating Market ini sudah berkali-kali kami dengar dan ingin kami kunjungi. Hanya saja setiap kali kami ke Bandung, tidak pernah kesampaian. Akhirnya kali ini kami memantapkan tekad untuk ke Floating Market. Berhubung kami sampai lebih awal dari perkiraan kami, maka kami pun mampir dulu ke Tahu Susu Lembang. Tujuannya adalah jajan di pagi hari.
Factory Outlet dan Rumah Sosis di Tahu Susu Lembang
Tahu Susu Lembang merupakan pujasera yang menjual berbagai macam makanan. Cuaca yang sejuk ini membuat kami tergoda untuk makan wedang ronde. Sayangnya wedang ronde belum siap. Maka kami pun membeli tahu susu yang sudah digoreng. Di tempat ini ada 2 jenis tahu susu, yaitu tahu susu kotak (seporsi Rp 15.000,00 isi 10 buah) dan tahu susu bulat (seporsi Rp 20.000,00 isi 10 buah). Kami memilih tahu susu bulat karena kangen dengan tahu bulat. Tetapi tahu bulat ini beda dengan tahu bulat yang biasa dijual. Tahu bulat ini memang tahu susu biasa yang dibentuk bulat seperti bola. Jadi padat dan tidak kopong. Namun memang tahu susu berbeda dengan tahu pada umumnya. Teksturnya yang lembut sangat enak saat dimakan.
Foodcourt dengan banyak pilihan makanan.
Tahu susu bulat yang berbeda dari tahu bulat.
Di tempat ini juga tersedia tempat pembuatan tahu yang dapat dikunjungi anak-anak. Saat kami bertanya apakah kami boleh masuk atau tidak, petugas yang bekerja berkata bahwa mereka sedang membersihkan area pembuatan tahu. Kami pun berkeliling kembali.
Taman yang cantik.
Walaupun awalnya Tahu Susu Lembang merupakan foodcourt, namun di area tempat ini juga terdapat factory outlet dan tempat hiburan anak-anak. Kami menikmati udara yang dingin sambil berkeliling di taman. Di dekat taman ini ada beberapa hewan yang dapat digunakan untuk berfoto dan juga diberi makan. Ada juga kuda dan beberapa mainan anak-anak. Karena masih terlalu pagi, kudanya pun belum keluar. Hanya iguana dan kelinci saja yang sudah siap untuk diberi makan.
Animal Show. 
Iguana yang sedang sunbathing.
Tempat mancing untuk anak-anak bermain.
Kami kembali ke bagian dalam foodcourt untuk memeriksa apakah wedang ronde sudah siap. Ternyata wedang rondenya sudah siap. Wedang ronde Gardujati ini ada bermacam-macam pilihan, dari ronde besar, ronde kecil., ronde campur, dan sekoteng. Kami pun memesan ronde campur. Satu porsi ronde ini adalah 20.000 rupiah. Cukup kaget juga karena di lebih mahal daripada di Jakarta. Tetapi memang kualitas wedang jahenya top markotop dan menggunakan gula jawa. Badan kami pun langsung hangat.
Ronde Jahe Gardujati
Kami mencoba untuk melihat tempat pembuatan tahu susu yang sudah dapat dikunjungi. Ternyata tahu susu memang menggunakan susu dalam proses pembuatannya. Tak heran teksturnya sangat lembut. Untuk menghasilkan tahu susu yang lembut ini, dibutuhkan 9 tahapan.
Bahan-bahan dan langkah-langkah pembuatan tahu susu.
Di tahap pertama, kacang kedelai dicuci direndam dan dicuci sampai bersih. Selanjutnya masuk ke dalam tahap kedua yaitu penggilingan kacang kedelai dengan menggunakan mesin giling. Selanjutnya kacang kedelai yang telah digiling tersebut direbus dan diaduk. Tahap keempat adalah pemisahan antara ampas dan sarinya.
Tempat untuk melakukan tahap satu dan dua.
Bagian perebusan, penggilingan, dan pencetakan.
Setelah dipisahkan, sari yang ada diberikan susu, mentega, biang tahu, dan juga garam. Tahap selanjutnya biang tahu yang sudah jadi ini dicetak dan setelahnya diangkat dan dipotong. Setelah itu tahu yang sudah dipotong tersebut direbus dengan air dan bawang putih selama 15 menit. Banyak juga bukan tahapnya?
Bagian pemotongan
Tahap-tahap terakhir dalam pembuatan tahu susu.
Setelah puas berkeliling di tempat pembuatan, kami pun kembali melanjutkan perjalanan kami ke Floating Market. Sayangnya kami masih berkeliling, mungkin lain kali kami khusus membeli tahu susu untuk digoreng di rumah.
Karyawan baru =D 
Karyawan magang selanjutnya =D
TAHU SUSU LEMBANG
Alamat: Jl. Raya Lembang no 177, Jayagiri, Lembang, Bandung.
Jam Operasional: 08.00 - 19.00 (Senin - Jumat), 09.00 - 20.00 (Sabtu - Minggu)