Wednesday, June 3, 2020

Wisata Kuliner di Malaka Part 1


Memasuki bulan ketiga di rumah aja memanglah tidak mengenakkan. Demi memutuskan mata rantai covid ini, kita harus manis-manis di rumah. Dan saat manis-manis di rumah ini, Duo Lynns bertanya apakah kita akan ke Malaka tahun ini? Pertanyaan yang bagus.

Dua tahun yang lalu, dalam rangka mengikuti homeschool conference, kami pertama kali menginjakkan kaki ke Malaka. Anak-anak senang sekali dengan kegiatan dan acara jalan-jalan di sana. Tahun lalu, karena hadirnya anggota baru di rumah, kami tidak pergi ke Malaka. Jadi wajar saja jika Duo Lynns bertanya hal ini.

Memang Malaka sangat membekas di hati kami Sebagai tempat yang pernah dijajah oleh Portugis, Belanda, dan Inggris, Malaka menjadi terkenal sebagai salah satu tempat wisata budaya dan sejarah. Namun ternyata selain sebagai tempat wisata budaya dan sejarah, Malaka juga terkenal dengan wisata kuliner. Kuliner di Malaka sangat dipengaruhi kuliner dari Melayu, Cina, dan India. Karena alasan inilah, saat kami ke Malaka, kami pun mencoba beberapa makanan di Malaka.

Apa saja sih kuliner Malaka yang menarik untuk dicoba? Kami mencoba merangkum makanan-makanan yang sempat kami icipi. Jadi, kalau ada waktu ke sana lagi, kami masih ingat makanan-makanan apa saja yang bisa menjadi tujuan kulineran kami.

1. Chicken Rice Ball
Chicken Rice Ball merupakan salah satu makanan yang diincar orang saat datang ke Malaka. Saat kami makan di restoran A Famosa, kami mengira ini seperti bola nasi yang berisi ayam. Ternyata saat makanan datang, nasi dan ayamnya tidak menjadi satu melainkan terpisah. Nasi hainan yang datang berbentuk seperti bola-bola. Rasanya gurih dan dapat membuat orang ketagihan. Padahal biasanya kalau makan nasi hanya satu porsi, namun kalau makan rice ball ini bisa lebih dari lima (satu porsi nasi sama dengan 5 bola nasi).
Chicken rice ball 
Chicken rice ball ini hampir ada di setiap Chinese Food. Salah satu tempat yang terkenal dengan chicken rice ball adalah Chung Wah dan Hoe Kee. Keduanya buka dari pagi dan hanya sampai sore. Hanya saja antrian di kedua tempat tersebut luar biasa panjang. Saat kami di sana, kami sempat mengantri di Chung Wah, tetapi akhirnya membatalkan karena antrian yang tak kunjung berakhir.

A Famosa Restaurant
Jalan Hang Kasturi No.28,  Melaka (Jonker Area)
Jam operasional: 09.30 – 19.30

Kedai Kopi Chung Wah
Alamat: Jalan Hang Jebat No.18, Melaka (Jonker Area)
Jam operasional: 07.30 – 15.00

Kedai Hoe Kee
Alamat: Jalan Hang Jebat No 468, Melaka (Jonker Area)
Jam operasional: 09.00 – 16.00

2. Nasi Lemak
Nasi lemak, saudara dari nasi uduk ini sangat terkenal jika kita mengunjungi negara tetangga kita. Hampir di setiap sudut jalanan dapat ditemukan makanan yang satu ini. Nasi lemak di sini biasanya dipadukan dengan daging rendang ala Malaysia ataupun ayam.
Nasi lemak 
Melting Pot
Alamat: Jalan Hang Jebat No.62, Melaka
Jam operasional: 08.00 – 21.00

3. Coconut Shake
Pertama kali kami mendengar salah satu teman merekomendasikan minuman ini, di pikiran kami paling ini hanya es kelapa biasa. Tetapi saat kami membeli di tempat terdekat dari Hotel Ibis yang kami tempati, ternyata ini bukan es kelapa. Minuman yang terdiri dari daging buah kelapa yang diblender dengan airnya ini memang enak sekali. Apalagi diatasnya ditambahkan es krim. Rasanya cukup menawarkan panas yang terik di siang hari.
Coconut shake. Sumber foto: foodavisor.my
Sama seperti nasi lemak, minuman ini juga dapat dijumpai di setiap tempat wisata, seperti Jonker Street, dan di hampir setiap food court.

4. Masakan India
Sebetulnya di Indonesia juga banyak makanan India. Hanya saja kami belum pernah mencobanya. Dan kami memang penasaran sekali untuk mencoba masakan India saat di Melaka, yang tentunya pasti sangat otentik.
Sekilas seperti di restoran Padang :) 
Kami mencoba makanan India di sebelah hotel tempat kami menginap. Sayangnya roti prata sudah habis, sehingga kami memesan makanan utama saja. pesanan kami adalah paket nasi briani beserta ayam dan sayur-sayurannya. Kesan pertama adalah seperti nasi padang dengan menggunakan daun pisang tetapi rasanya lebih kental.
Nasi briani dan teman-temannya.  
Yang perlu diingat sebelum memesan adalah porsi makanan India itu besar. Jadi, jangan langsung memesan satu porsi sendiri. Kami memesan satu porsi untuk berdua dan itupun lebih dari cukup.
Nama minumannya. Lucu bukan? 
Saravana
Jalan Bendahara No.18, Melaka
Jam operasional: 07.00 – 22.00

5. Laksa Melaka
Masakan peranakan yang cukup terkenal di Melaka adalah laksa Melaka mempunyai ciri khas masakan nyonya. Dengan kuah santan yang gurih dan mie yang cukup besar, laksa Melaka menjadi salah satu favorit kami. Yang membuat laksa Melaka jadi enak adalah kuah santannya pas, tidak terlalu kental dan tidak terlalu dingin. Apalagi setelah itu minum teh tarik. Wah, mantap sekali pastinya.
Laksa Melaka
Lian Pang Kopitiam
Alamat: Pengkalan Rama, Melaka
Jam operasional: 06.30 – 14.30

6. Ondeh Melaka
Kalau mendengar kata onde, yang terbayang pastinya gorengan bola yang berisi kacang hijau dan bertaburan wijen. Namun saat kami di Melaka, ondeh di sana berbeda dengan onde yang ada di Indonesia. Ondeh Melaka merupakan kue yang berwarna hijau pandan yang dalamnya berisi gula Melaka. Atau, kata sederhana untuk menggambarkan ondeh Melaka adalah kue klepon. Ya, ondeh Melaka adalah klepon. 
Ondeh Melaka 
Saat kami di sana, kedai yang ingin kami kunjungi selalu tutup tiap kami datangi. Jadi, kami belum sempat mencobanya. Lain kali kami ingin mencobanya juga.

Kedai Aku dan Dia
Jalan Hang Kasturi No.25, Jonker.

7. Chinese Food
Melaka yang merupakan perpaduan berbagai macam budaya tentunya menghasilkan kuliner yang menarik. Chinese food di Melaka beda dengan Chinese Food di Jakarta. Ada rasa tersendiri yang membuat Chinese food di Melaka wajib untuk dicoba. Bagi kami, yang paling menarik adalah jenis pasta yang digunakan. Kalau di Indonesia, kita hanya mengenal mie, bihun, atau kuetiau. Kalau di Melaka, ada mie besar, mie kecil, kuetiau lebar, misua, dan sebagainya.
Kedai makan di samping Ibis Hotel 
Untuk penggemar makanan Hakka, ada satu restoran yang sempat dikunjungi oleh papa dan teman-teman saat beramah tamah dengan pembicara. Masakan Hakka di sini sangat otentik, seperti mutton soup alias sup kambing ataupun ayam arak. Bahkan teman kami yang tidak suka kambing pun bisa makan mutton soup yang ada.

Restoran Laksamana Hakka Zhan
Alamat: Jalan Laksamana 5 No 76, Melaka
Laksamana Hakka Zhan 

Selain tujuh makanan di atas, tentunya masih banyak lagi yang enak-enak di sana. Sayangnya belum semua kami eksplorasi, dan tahun ini pun belum tentu kami bisa kulineran di sana. Semoga pandemi ini segera berlalu dan vaksin pun dapat segera diketemukan. 


Tuesday, March 31, 2020

Lucky Number 17 Yumz Day di The Yumz


Karena masih dalam masa self-lockdown akibat corona, kami pun menjadi punya banyak waktu untuk menceritakan kulineran kami di Jakarta ini. Salah satunya adalah resto yang masih anggota dari Imperial Group, yaitu The Yumz. Restoran yang dibuka sejak tahun 2015 ini merupakan restoran yang memadukan makanan gaya Asian dan Western. Dengan konsep open kitchen, dimana pengunjung bisa melihat koki memasak, The Yumz mencoba menarik para konsumen yang sering main ke mall.

Perkenalan kami dengan The Yumz pun tidak direncanakan. Sebetulnya sih kami tidak berencana makan di mall. Apa boleh buat karena sudah jam makan malam dan jalanan macet, maka kami pun mencari tempat makan di Mal Artha Gading. Dan saat melewati The Yumz, mata mamak-mamak ini pun cepat sekali melihat tulisan hanya Rp 17.000,00 saja. Ternyata setiap tanggal 17, The Yumz mengadakan promo di beberapa menu.
Promo tanggal 17 
Kami pun jadi penasaran untuk mencoba. Menu yang kami makan saat itu adalah cheese baked rice dan claypot rice, yang ternyata merupakan menu andalan di The Yumz. Dengan lauk dimasak ala Asian, diatasnya diberikan keju mozarella, rasanya nasi yang kami makan terasa nikmat sekali. Kalau kata papa, ini kayak risotto.
Claypot Mongolian Beef
Claypot Chicken rice
Selain nasi, The Yumz juga ada mie dan makanan lainnya. Kami pernah mencoba spaghetty, nasi goreng cabe ijo, dan mie ayamnya. Hanya saja, kalau menurut kami, yang paling enak adalah cheese baked rice dan claypot rice.
Cheese Baked rice chicken chop.
Walaupun makanannya enak, The Yumz mempunyai satu kelemahan, yaitu lambatnya penyajian makanan. Entah karena manajemennya yang kurang baik atau karena kurangnya pelayan yang ada, sehingga seringkali kami melihat complain dari orang lain yang sudah lama menunggu makanannya, termasuk kami. Pelayannya pun kurang informatif dalam menyampaikan promo ataupun menu yang ada.
Chicken Teriyaki cheese baked rice. 
Untuk menyiasati kekurangan The Yumz, saran kami sih baca menu dan keterangan yang ada. Jangan lupa bertanya di awal supaya gak repot memanggil pelayannya.

Sambil menulis artikel ini, rasanya pengen jalan-jalan lagi ke The Yumz di tanggal 17. The Yumz ada di Mal Artha Gading, Lippo Mall Kemang Village, Pejaten Village, Summarecon Mall Serpong, Tangcity Mall, dan Transpark Mall Bintaro. Semoga corona segera berlalu, sehingga kita bisa jalan-jalan lagi dan perekonomian pun kembali membaik.
Snow ice-nya enak juga loh. 
Sekilas Info
The Yumz
Mal Artha Gading lantai 2
Telepon: 021-45864120
Jam operasional: 10.00 – 22.00


Saturday, March 14, 2020

Rice Bowl ala Indonesia di Mangkok Ku


Di bulan Maret ini, nampaknya si corona masih meramaikan berita-berita di Jakarta. Dunia traveling menjadi lesu, terutama negara-negara yang beresiko tinggi, seperti China, Jepang, Korea Selatan, Italy, dan Singapore. Beberapa maskapai pun mulai banting kursi harga untuk menarik wisatawan. Tapi kan ngeri juga ya sengaja beli tiket dan jalan-jalan lalu bawa pulang oleh-oleh virus.

Karena traveling sepertinya belum memungkinkan, maka alternatif untuk menggantikan traveling adalah cari makanan enak di kota tercinta ini. Dan sebetulnya kulineran tidak pernah ada habisnya. Banyak orang yang mencoba usaha kuliner. Salah satunya adalah Mangkok Ku yang pernah kami kunjungi tahun lalu (maaf, ceritanya baru sekarang).

Mangkok Ku (iya, nulisnya memang dipisah) merupakan resto yang digagas oleh juri Master Chef Indonesia, yaitu Chef Arnold Poernomo, Randy  Julius, dan dua anak presiden RI, yaitu Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming. Awalnya opa yang melihat iklan di koran dan bercerita ingin mencoba makan di sana. Kami antara mau dan tidak mau, males antrinya. Akhirnya kami pun pergi ke sana di hari ulang tahun opa.

Walaupun saat kami datang Mangkok Ku sudah sebulan lebih buka, namun antrinya masih luar biasa panjangnya. Dengan perut yang sudah bernyanyi, hati ini inginnya makan di tempat lain. Tetapi melihat opa masih semangat, ya sudah kami mengantri. Mungkin karena melihat ada anak-anak, lansia, dan bumil, maka begitu ada bangku kosong kami segera dipanggil.

Seperti namanya, Mangkok Ku, maka terbayang bahwa kita akan makan menggunakan mangkok. Kalau donburi kan nasi dengan daging atau telur dimasak gaya Jepang, kalau Mangkok Ku ini sebetulnya seperti donburi ala Indonesia. Cara pemesanannya pun sama seperti memesan di Yoshinoya. Hanya saja pilihan menunya tidak banyak.
6 menu yang ada 
Kami pun memesan menu yang berbeda-beda, dengan pikiran biar bisa saling nyicip. Mangkok Ku hanya menyediakan makanan. Untuk minuman dapat memesan TernaKopi-nya Kaesang. Kerja sama yang baik, bukan?
Mangkok Ku Brisket  
Mangkok Ku Omu Egg, kesukaan Duo Lynns.
Tidak perlu waktu lama untuk menunggu makanan kami datang. Dan tidak perlu waktu lama juga untuk menghabiskannya. Bagaimana review-nya? Menurut yang berulang tahun, rasanya biasa saja tapi masih ok. Menurut anak-anak, rasanya enak. Kalau menurut kami sih memang unik.
Mangkok Ku Crispy Chicken. Sambalnya enak 
Kalau dulu outlet Mangkok Ku hanya ada di Tanjung Duren, sekarang Mangkok Ku sudah ada di banyak tempat seperti Kokas, Sunter, Living World, Cikini, dan Setiabudi. Sleain datang langsung ke outletnya, Mangkok Ku dapat dipesan melalui ojek online loh. Jadi kalau malas pergi-pergi, bisa saja pesan online.
Menu terbaru. Sumber foto: antaranews

Sekilas Info
Mangkok Ku
Alamat: Jalan Tanjung Duren Raya No.359c Jakarta
Telepon: 081211382132
Jam operasional: 10.00 – 22.00











Friday, March 6, 2020

Weekend di Farmhouse Lembang


Di dua bulan pertama tahun ini Jakarta sedang dilanda dua topik. Yang pertama adalah banjir yang dalam dua bulan ini sudah empat kali terjadi. Yang kedua adalah wabah virus corona atau yang dikenal Covid-19. Covid-19 ini cukup membuat dunia pariwisata agak melesu. Bahkan beberapa travel atau airline fair yang diadakan di awal tahun ini tidaklah seramai biasanya. Hal ini wajar, karena orang jadi waswas mau kelayapan ke luar negeri.

Nah, apakah ini berarti kita tidak usah berlibur? Tentu saja kita bisa tetap berlibur, terutama yang dekat-dekat saja. Salah satunya adalah Farmhouse lembang. Sudah sekian lama kami mendengar tentang Farmhouse. Bersamaan dengan liburan yang lalu, kami pun mengunjungi Farmhouse bersama oma opa.

Kami sengaja pergi pagi supaya tidak terlalu ramai, apalagi kami datang di hari Minggu. Saat kami sampai di sana, kami agak bingung. Ada dua area parkir yang berseberangan. Kami mengambil yang di sebelah kanan, yang menjadi satu dengan area Farmhouse.

Memasuki area parkir, petugas yang ada langsung meminta uang untuk pembayaran tiket. Setiap orang dikenakan tiket seharga Rp.25.000,00. Sama seperti di Floating Market, tiket ini nantinya dapat ditukarkan dengan susu. Dan susu di sini sangat segar.
Oma opa dengan latar belakang botol susu.
Yummy susu :)
Ada apa saja sih di Farmhouse? Secara keseluruhan, Farmhouse menampilkan keindahan pemandangan dengan ala desa di Eropa. Dan memang cuaca di Lembang ini menambah suasana desa Eropa lebih terasa. Kami pun berjalan mengikuti arah. Tempat yang pertama kami kunjungi adalah Gembok Cinta.
Direction at Farmhouse
Mendengar kata Gembok Cinta, anak-anak langsung teringat Gembok Cinta di N Seoul Tower. Uhm, agak mirip sih. Banyak tempat yang dihias dengan gembok, baik oleh pasangan maupun anak-anak yang iseng pasang gembok.
Gembok Cinta
Tempat snack di Gembok Cinta
Setelah berkeliling di area Gembok Cinta, kami pun berjalan mengikuti arah yang ada. Tujuan selanjutnya adalah rumah hobbit. Berbeda dengan rumah Hobbit yang ada di Padma, rumah Hobbit ini tidak dapat dimasuki. Tetapi kita dapat berfoto di depannya. Saat kami datang, banyak orang berkostum viking yang berada di dekat rumah Hobbit. Ternyata mereka menyediakan foto bersama Vikings, tetapi bayar ya. 
Rumah Hobbit.
Sepedanya cantik ya
Wishing well di dekat Hobbit.
Setelah anak-anak puas berpose di depan wishing well, walaupun tidak ada wish apapun, kami pun menuju windmill. Windmill ini membawa kita seakan berada di salah satu negara Eropa, yaitu negara kincir angin aka Belanda. Apalagi banyak orang yang foto di depan windmill dengan menggunakan kostum Holland. 
Cemilan ala Eropa aka sosis.
Windmill dengan kostum Eropa.
Karena Farmhouse bertema Eropa, maka bangunan-bangunan di sini pun dirancang seakan kita berada di Eropa. Bangunan-bangunan ini merupakan tempat makan di Farmhouse. Jadi sambil makan bisa sambil melihat-lihat pemandangan di Farmhouse.
Resto dengan bangunan bergaya Eropa dan menu Asia =D
Ini ya, tempat sewa kostum Holland untuk berfoto di windmill.
Selain bangunan bergaya Eropa, salah satu atraksi terkenal di Farmhouse adalah memberi makan hewan dan berfoto dengan hewan yang ada. Hewan yang ada pun bermacam-macam, dari burung hantu, iguana, burung, domba, ular, kelinci, dan sebagainya. Hanya dengan membayar dua puluh ribu saja bisa memberi makan hewan. Kami memilih untuk melihat saja, toh nanti di tempat kami menginap juga ada dan gratis.
Memberi makan iguana dan burung hantu.
Domba pun pakai popok :D
Selain berkeliling, di Farmhouse juga banyak tempat untuk membeli oleh-oleh dan makanan. Jadi kalau sudah mulai bosan berkeliling, kita bisa berhenti dan membeli minuman ataupun makanan. Berhubung susu yang diberikan sudah membuat kami kenyang, maka kami pun membeli cemilan kentang. Cemilan kentang ini sama seperti tornado potato yang tiap malam dimakan anak-anak saat di Myeongdong. Yummy...
Milk roll alias roll susu
Croissant yang wanginya membuat perut lapar.
Tempat suvenir
Semua kerajinan dari kayu di Kakayuan
Selesai sudah acara kami berkeliling Farmhouse. Dan memang waktu pun sudah menunjukkan waktunya makan siang. Karena sudah ada di Lembang, maka kami pun bergegas menuju Rumah Makan Nikmat
Bunga lavender, kesukaan best friend kakak.
Sekilas Info
Farmhouse Lembang
Jl. Raya Lembang No.108 Lembang
Jam Operasional: 08.00 - 20.00
HTM: Rp 25.000,00 (dapat ditukar dengan satu gelas susu)

Saturday, February 8, 2020

Baby's Day Out


Happy New Year everyone!
Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya muncul juga postingan ini. Banyak petualangan yang ingin didokumentasikan, apa daya waktu tidak memadai. Hal ini dikarenakan ada yang ingin bergabung dalam petualangan kami. 

Ya, akhir tahun lalu anggota keluarga kami bertambah. Ada Baby Lynns yang juga ingin ikut jalan-jalan. Dan tentu saja kami juga senang dengan bertambahnya peserta kelayapan kami =D

Diawal tahun ini, kami pun mengadakan Baby Day's Out. Awalnya sih karena kebiasaan setiap tanggal 1 kami selalu kelayapan ke mall untuk melihat dekorasi natal. Maka seperti tahun-tahun sebelumnya, kami pun merencanakan untuk melihat dekorasi natal di mall. Tiba-tiba Papa punya ide untuk mengajak oma dan opa mencoba MRT. Mumpung orang-orang sedang istirahat setelah tahun baruan. 

Rupanya tahun baru kali ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hujan sudah mengguyur Jakarta dari sejak malam. Kami pun waswas takut MRT kebanjiran. Untungnya walaupun banyak berita banjir di sana-sini, MRT tetap beroperasi seperti biasa. 
Mesin tiket yang sudah mulai dapat digunakan.
Kami memilih naik dari Stasiun Blok M. Stasiun MRT Blok M berintegrasi dengan Blok M Plaza sehingga kami tidak perlu takut kehujanan. Tujuan kami adalah stasiun Istora. Stasiun Istora merupakan stasiun yang dekat dengan Pacific Place. Kalau tadi platform stasiun Blok M berada di atas, maka platform stasiun Istora berada di bawah tanah. Jadi opa bisa merasakan saat MRT diatas dan saat MRT di bawah tanah.
Buat yang mau beli ini-itu, bisa ke sini juga.
Saat kami tiba di Stasiun Istora, ternyata sudah waktu menyusu si kecil. Kami pun mencari ruang menyusui. Ruang menyusui terletak di dekat toilet dan ruang P3K. Awalnya kami menyangka bahwa ruang menyusui hanya ruang kecil saja. Ternyata ruang menyusuinya cukup besar, bersih, dan nyaman. Two thumbs up deh pokoknya. Semoga bertahan kebersihannya, ya.
Changing Station.
Setelah menyusui, kami kembali lagi naik kereta menuju Stasiun Blok M. Berbeda dengan pagi hari yang tidak begitu ramai, nampaknya sudah banyak orang yang bangun dan beraktivitas dengan menggunakan MRT. Kereta yang kami naiki pun lebih ramai dan banyak yang berdiri.
Berpose dulu sambil menunggu kereta tiba.
Tujuan kami berikutnya adalah melihat dekorasi natal bertema BT21 di Senayan City. Apa sih BT21? BT21 merupakan nama dari 8 karakter yang dibuat oleh BTS, group boyband asal negeri ginseng. Karakter ini diciptakan oleh BTS dan Line pada tahun 2017 silam. 8 karakter itu adalah Koya (RM), RJ(Jin), Shooky (Suga), Mang (J-Hope), Chimmy (Jimin), Tata (V), Cooky (Jungkook), dan robot Van.
Sally The Duck
Berfoto dengan Koya
Angkat beban dengan Cooky.
Adik pun ikut foto walaupun tidur.
Kok bisa tahu? Anak-anak mendengar cerita dari teman-teman lesnya. Jadi, siapa bilang anak homeschool kuper =D
Abaikan muka mereka...
Yang ini namanya Tata.
Setelah puas berfoto disetiap spot yang ada, kami pun makan siang di Burger King. Dan karena waktunya si kecil menyusu tiba (namanya juga bayi baru lahir, kerjaannya menyusu dan tidur), kami pun pergi ke ruang nursery mereka. Dibanding saat kakak masih kecil, Senci kini mempunyai ruang nursery istimewa. Di sini ada tiga bilik untuk menyusui dan empat changing station. Bahkan di sini disediakan breast pump medela jika si ibu ingin memompa tetapi lupa membawa pompa. Selain itu disediakan juga kulkas untuk menyimpan asip sementara si ibu ingin berkeliling mall. Luar biasa, bukan?
Bergaya imut seperti Chimmy.
Bahkan mereka (BT21) pun punya locker.
Semua karakter BT21 ada di pohon natal ini loh.
Pemberhentian kami berikutnya adalah Pacific Place. Tema dekorasi natal tahun ini adalah Pink Paradise. Karena temanya pink, maka pohon natalnya pun berwarna pink. Jika diamati, pohon natal ini disusun dari ban renang flamingo. Dengan kata lain, Pink Paradise merupakan dekorasi dengan nuansa flamingo yang berwarna pink.

Pink Paradise dari atas.
Pohon natal pink dengan dua flamingo di depannya=D
Flying Flamingo
Walaupun bernuansa pink, tetapi warna pink-nya tidak membosankan dan tidak norak. Bahkan adik yang tidak begitu suka warna pink juga tetap semangat berfoto di setiap spot yang disediakan.
Spot wajib di PP
Another beautiful spot.
Pose mirip flamingo kata adik.
Selesai sudah acara Baby's Day Out kami. Walau tidak selama biasanya, menyesuaikan dengan si kecil, namun cukup menghibur oma opa di awal tahun ini. Next time, petualangan kita akan lebih seru ya, nak :)