Monday, November 2, 2026

First Experience with Genting Dream Cruise (Part 1)

Sudah dua tahun belakangan ini vibe Disney Cruise terasa di ibukota kita. Tentunya kalau kami melihat harga per orangnya, kami semua pasti tutup mata dan merasa sangat mahal. Tetapi sisi baiknya adalah mall-mall besar di Jakarta berlomba-lomba membuat dekor bertema Disney Cruise, salah satunya adalah Grand Indonesia.

Karena tahu kami tidak mungkin naik Disney Cruise, maka kami pun mengajak oma opa untuk jalan-jalan ke Grand Indonesia untuk jalan-jalan dan melihat dekorasi Disney dalam rangka promo Disney Cruise. Kami berkeliling sana-sini. Lalu oma pun berkata sepertinya enak juga kalau bisa naik cruise, walau bukan Disney punya. Lalu si opa pun menanggapi, tidak enak naik cruise. Cuma diam di dalam kapal.

Kami hanya mendengarkan, tetapi dalam hati berpikir pasti mahal. Tiba-tiba muncul iklan di IG tentang Genting Dream Cruise. Genting Dream Cruise merupakan kapal pesiar besar yang beroperasi dibawah Star Dream Cruises. Kapal megah yang memiliki berat kurang lebih 150,695 ton ini beroperasi dari Singapore. Genting Dream menawarkan banyak fasilitas dan pengalaman yg wah di dalam kapal ini.

Mereka mempromosikan beli 2 tiket di Astindo Fair, maka akan gratis tiket ke 3 dan 4 (tiket anak). Dan saat kami menghitung, kok jadi murah ya harga cruisenya. Bahkan jika ditambah biaya pesawat dan hotel pun, masih lebih murah daripada saat cruise ini berangkat dari Jakarta.

Kami pun pergi ke pameran bersama oma (hanya bertiga karena saat itu Jakarta sedang demo besar-besaran dan banyak pembakaran di halte busway dan jalanan protokol). Dan ternyata promo untuk balcony stateroom masih berlaku. Harga kamar dengan balkon lebih murah daripada kamar yang tanpa balkon.

Ada berbagai pilihan rute dan lama perjalanan. Ada yang Singapore – Malaka – Singapore (3D2N), ada Singapore – Malaka – Penang – Singapore (4D3N). Ada juga yang ke Port Klang. Dulu sekali, kami memang ingin mengajak orang tua kami ke Malaka. Namun keterbatasan gerak membuat rencana ini susah direalisasikan. Dengan naik Genting Dream ini, kami bisa sekalian berkunjung ke dua tempat ini. Ternyata selain harga yang miring, kami juga mendapatkan hadiah 2 koper ukuran sedang.

Akhirnya hari yang ditunggu pun tiba. Supaya kami gak kejar-kejaran dan masih punya waktu untuk bertemu dengan tante, oma opa Singapore, kami jalan satu hari lebih awal. Sudah lama juga tidak bertemu dengan Oma Opa Singapore.

Titik kumpul kami adalah Marina Bay Cruise Center. Dari hasil googling, banyak yang menyarankan untuk datang lebih awal karena pemeriksaan di awal biasa agak lama. Ya, walau terkesan hanya cruise center, tetapi cara pemeriksaannya sama seperti pemeriksaan imigrasi di airport. Kami pun tiba 4 jam sebelum keberangkatan.

Saat kami tiba, antrian sudah cukup panjang,walau counter imigrasi dan pemeriksaan belum dibuka. Maka kami pun juga ikut mengantri. Bayangan kami, kami sempat makan Subway yang kami bawa. Tetapi ternyata antrian berjalan dengan cepat saat pemeriksaan sudah dibuka. Oleh petugas yang memeriksa kami diinfokan bahwa kami tidak boleh membawa makanan ke area custom. Jadi bukan hanya air saja yang tidak boleh, makanan juga tidak boleh.

Petugas memberikan pilihan, membuang makanan kami atau kami keluar dari antrian untuk makan dulu, baru setelah itu mengantri kembali untuk pemeriksaan. Karena melihat waktu check in ke cruise yang masih panjang, papa pun memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Sayang kan kalau dibuang.

Setelah kami makan, antrian sudah tidak sepanjang sebelumnya. Mungkin tadi jadi panjang karena imigrasi belum dibuka. Kami pun mengantri dan dengan cepat melewati bagian imigrasi.

Karena opa membawa kursi roda, maka opa dan papa menunggu di area prioritas. Sementara kami dan oma diminta keatas untuk check in ke cruise. Proses check in pun mengantri terlebih dahulu. Kami diminta untuk menunjukkan passport dan mereka menyimpan passport kami. Passport ini akan disimpan selama cruise dan akan dikembalikan saat cruise selesai. Sebagai gantinya, kami diberikan kartu yang menjadi identitas kami selama kami cruise. 

Identitas kami selama cruise. Kartu diberi nama dan dapat dibawa pulang.

Kami baru tahu kalau kami baru akan bertemu opa dan papa saat di kapal nanti. Salah satu auntie, petugas dari Genting Dream, menginfokan kami bahwa kami bisa minta akses untuk turun ke bawah, supaya bergabung dengan papa dan opa. Kami pun mencoba bernegosiasi dengan petugas di atas. Puji Tuhan, kami diizinkan untuk ke bawah kembali.

Kertas ini harus ditunjukkan saat masuk.

Saat kami masuk ke dalam kapal, ternyata kamar kami belum siap. Kami dipersilakan untuk makan terlebih dahulu. Satu-satunya yang masih buka saat itu, karena sudah sangat malam, adalah Lido. Akhirnya kami pun pergi ke deck 16 aft untuk menikmati supper di Lido. 

Di dalam kapal ada 3 bagian yang menunjukkan navigasi kapal. Ada bagian forward, midship, dan aft. Bagian forward adalah bagian depan, yang merupakan arah haluan kapal. Bagian midship adalah bagian tengah. Sedangkan bagian aft adalah bagian belakang. Kamar-kamar ada di bagian midship. Sedangkan setiap fasilitas bisa berada di fwd ataupun aft. Oleh sebab itu kita harus tahu posisinya supaya memudahkan kita saat jalan ke sana ke sini. 

Lido merupakan restoran buffet terbesar di dalam Genting Dream. Lido juga merupakan satu-satunya resto buffet yang bersertifikat halal di dalam kapal. Saat kami masuk, pilihan makanan yang ada begitu banyak. Mau makanan gaya melayu? Ada. makanan India? Ada. Vegetarian? Ada. lengkap kan?

Indian food
Salad

Oya, jika kita naik cruise, harga yang kita bayar sudah termasuk fasilitas di dalam kapal. Secara garis besar, ada fasilitas berbayar (eksklusif) dan ada fasilitas tidak berbayar (inklusi). Tempat makan pun sama, ada yang inklusi dan ada yang eksklusif. Yang inklusi adalah Lido, Dream Dining Room Upper, Dream Dining Room Lower, Function 8, dan area buffet lainnya. 

Roti di Lido

Sedangkan yang berbayar lebih ke specialty restaurant, seperti Umi Uma dengan teppanyaki, Silk Road dan Blue Lagoon untuk makanan Asia, dan lain sebagainya. Kalau kami sih memutuskan untuk menikmati semua yang inklusi saja. Jadi kami tinggal menunjukkan kartu kami, lalu petugas men-scan kartu kami, dan kami tinggal masuk.


Udangnya pun besar-besar. Menggoda sekali....

Selesai makan, kami kembali ke kamar untuk beristirahat. Karena kamar yang kami dapatkan adalah balcony stateroom, maka kami pun membuka pintu menuju balkon dan menikmati saat kapal mulai berjalan.

Di pagi harinya, kami merencanakan untuk makan di Dream Dining Upper. Dream Dining Upper menyajikan Chinese food. Bedanya dengan Lido, makanan yang disajikan sudah ada menu set. Tetapi jika kita masih ingin menambah menu yang kita inginkan, kita tinggal minta lagi. incaran kami adalah dimsum dan bubur di pagi hari. 

Dream Dining Upper.

Menurut jadwal, Genting Dream ini akan berlabuh di Malaka pada pukul 08.00 pagi dan akan berangkat kembali pukul 18.00.  Setelah kami selesai makan pagi, petugas kapal menginformasikan bahwa bagi yang ingin keluar dan menikmati Malaka dapat berkumpul ke Zodiac Theatre. Karena kami tidak memesan short excursion dari Genting Dream, maka kami baru bisa keluar setelah penumpang kapal yang memesan trip dari Genting Dream turun.

Selama di Malaka, proses naik dan turun penumpang dilakukan di ICQS Terminal (Immigration, Customs, Quarantine and Security Complex). Namun karena ukuran kapal yang sangat besar, kapal tidak bisa langsung merapat di dermaga. Oleh sebab itu kapal akan berlabuh jangkar di lepas pantai Malaka.

Dari tempat kapal berlabuh, kami diminta masuk ke dalam tender boat (sekoci penyelamat) yang akan membawa kami ke dermaga. Perjalanan kami tempuh selama kurang lebih 15 – 20 menit. Pengalaman baru bagi kami naik sekoci, tetapi kami tidak mau naik dalam keadaan darurat =D

Setelah tiba di ICQS Terminal, kami hanya berjalan melalui jalur khusus untuk keluar gedung. Wow, kartu yang kami gunakan ternyata sangat berkuasa, membuat kami lewat imigrasi dengan cepat.

Berbekalkan pengalaman kami jalan-jalan ke Malaka di tahun 2018 dan di tahun 2023, maka kami berniat mengajak oma dan opa ke area A’Famosa. Setelah itu mengajak oma dan opa menikmati becak menuju stadthuys Malaka. Intinya adalah oma dan opa bisa foto di spot-spot iconic di Malaka :)

Mamee Cafe

Tujuan berikutnya adalah Jonker Street. Target Trio Lynns adalah minum coconut shake. Sementara taget oma adalah makan durian. 

Jonker Street

Setelah kami makan siang, kami kembali ke ICQS Terminal. Oleh petugas yang ada, kami diarahkan untuk masuk lewat jalur khusus ke area dermaga. Kali ini kapal yang digunakan untuk kembali ke Cruise adalah kapal feri, seperti kapal yang digunakan untuk menyeberang dari Hong Kong ke Macau.

Setelah tiba di kapal Genting kembali, kami berencana untuk berenang dan bermain di water park. Tetapi supaya tidak masuk angin, maka kami mau makan snack dulu di Lido.

Genting Dream menyediakan beberapa hiburan berbau olahraga di dalam kapal. Ada rock climbing wall, sportsplex, ropes course, 35m zipline, swimming pools, waterslide park dengan 6 slides, dan juga jacuzzi. Karena si kecil belum cukup umur dan tingginya, dia hanya bisa main waterslide yang sederhana. Sementara kakak dan adik mencoba waterpark yang besar. 

Selain olahraga, di dalam kapal juga terdapat entertainment and nightlife seperti Bar 360, Zodiac Theatre untuk live show, Zouk & Zouk Beach Club (dengan foam parties yang berbayar) dan juga casino complex yang besar. Untuk anak-anak kecil, di jam 5 sore akan ada acara di area atrium. Selain itu di zodiac theatre akan ada show di jam 7.30 malam.

Hari kedua aktivitas kami diakhiri dengan menonton Talent Show dari para crew yang ada di Genting Dream. Kami tidak menyangka crew di kapal ini dapat menampilkan pertunjukan yang keren. Dari pertunjukan tarian, nyanyian, dan bahkan drama singkat. 

Zodiac Theatre

Bersambung ke Part 2

Note: untuk video lengkap saat kami di Genting Dream Cruise, bisa dilihat di dua link berikut (part 1, part 2)

Monday, September 14, 2026

Seoul Day 11: Our Last Day in Seoul


Tidak terasa liburan kami di Seoul akan berakhir di hari ini. Jadwal pesawat kami adalah di sore hari. Dengan demikian, kami masih punya waktu lowong dari pagi sampai siang. Setelah kemarin kami menikmati kota Seoul seperti orang lokal, maka dari pagi sampai siang ini anak-anak berencana untuk berfoto di depan Line Friends Square di Myeongdong dan melihat Olive Young. 

Lucky Store tepat depan hotel kami.

Dulu toko flagship ini terkenal dengan toko yang ada boneka Mega Brown yang berada di depan stasiun. Tetapi toko ini ditutup, lalu mereka membuka Line Friends Square Myeongdong yang berada di bagian dalam Myeongdong. Dengan konsep multi-IP Character Platform, mereka berusaha menyeimbangkan karakter LINE, BT21, dan kolaborasi IP lainnya.

Menanti di depan

This is BT 21
Eh, ada yang ngintip nih

Lalu apa sih bedanya dengan yang ada di Hongdae? Saat kami mengunjungi yang di Hongdae, flagship store ini berfokus pada fandom K-Pop global. Secara luas, yang di Hongdae memang lebih luas dan didominasi oleh merchandise idol pop-up. Tetapi bagi yang mau melihat handprint asli 7 member BTS, harus ke Myeongdong.


Setelah itu kami pun mampir ke Olive Young. Perlu diketahui, di Myeongdong ada dua toko Olive Young. Ada flagship store yang dekat dengan Line Friends, yang dikenal sebagai Olive Young Myeongdown Town. Ada juga Myeongdong Town Branch, yang terletak dekat dengan exit 6, yang digadang-gadang sebagai toko Olive Young terbesar di Korsel saat ini. 

Ticket Box Office

Kami memilih yang dekat Line Friends. Olive Young Flagship Store ini dikenal sebagai pusat belanja K-Beauty Global.  Tujuan kami adalah membeli parfum titipan tante dari Trio Lynns.

Morning View, masih tidak begitu ramai

Bagi yang suka make up dan skincare, tempat ini adalah surga mereka. Ada banyak pilihan produk dan harga yang dapat dilihat-lihat. Bagi kami yang setengah cewek ini, pilihan yang banyak membuat kami bingung. Kami hanya fokus membeli barang yang dicari. Oya, jangan lupa bawa passport karena ada konter instant tax refund di sini.

Second floor

Kami kembali ke hotel untuk mengambil koper kami dan segera berjalan menuju stasiun untuk menuju Seoul Station. Tujuan kami adalah Incheon Airport terminal 1. Dan untuk menghemat, kami kembali naik Arex all stop. 

Melipir foto dulu dengan kucing imut ini

Yang menarik dari Incheon Airport adalah mereka selalu menawarkan hal-hal yang menarik untuk pengunjung. Salah satunya adalah K-Culture Museum. Di museum ini terdapat 12 konten digital interaktif bertema keindahan alam Korea dan dunia virtual. Karena museum ini berada di lantai yang sama dengan Arex, maka kami memutuskan untuk langsung melihat-lihat.

K-Culture Museum
Big screen dan interaktif
Di dalam sini masih ada juga ya.

Karena Incheon Airport terkenal panjang antrian imigrasinya, maka kami pun memutuskan untuk menggunakan ICN SmartPass. ICN SmartPass merupakan layanan facial regonition dari Incheon Airport. Dengan menggunakan ICN SmartPass, maka kami dapat melewati pemeriksaan passport dan boarding gate tanpa perlu mengantri terlalu panjang. 

Buat yang mau tax refund, di sini ya.

Kakak dan papa dapat menggunakan aplikasi ini. Setelah data mereka didaftarkan, maka data biometric mereka akan berlaku selama 5 tahun. Layanan ini gratis dan dapat digunakan oleh warga negara asing yang berusia 7 tahun ke atas dan memiliki e-passport.

Sayangnya si kecil masih belum berusia 7 tahun, sehingga saya, adik, dan si kecil lewat jalur biasa. Kami berdoa semoga antrian tidak panjang, sehingga kami dapat makan siang di dalam. Dan surprisingly, hampir tidak ada antrian saat kami melewati imigrasi.

Setelah selesai imigrasi, ternyata papa dan kakak masih belum selesai. Kami pun berkeliling untuk melihat-lihat.  

Apa lagi yang dapat dilakukan di Incheon Airport? Ada banyak yang dapat dilakukan. Buat yang suka berbelanja, barang-barang di Duty Free boleh diliihat-lihat. Kalau mau makan, ada Food Avenue, food court dengan berbagai macam pilihan makanan. Bagi yang suka dengan kebudayaan tradisional, bisa ke Korean Traditional Culture Center di lantai 3 untuk mencoba kerajinan tangan gratis. Atau seperti kami, menonton parade Kerajaan Walk of the Royal Family di area duty free lantai 3. 

Walk of the Royal Family

Ternyata kali ini orang-orang yang menggunakan ICN SmartPass sangat banyak. Akibatnya selesainya jadi lebih lama. Setelah bertemu papa dan kakak, kami pergi late lunch ke Food Avenue.

Pilihan menu yang ada. Setelah dibayar, tinggal diambil di konter makanan.
Jajangmyun
Soup dan soup.

Akhirnya waktu kami bermain-main di Incheon sudah selesai. Waktunya kami untuk boarding. See you again Seoul.

Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)  

Before: Seoul Day 10 Part 2: Seoul Forest, Under Stand Avenue, dan Cheonggyecheon Night View


Sekilas Info

Line Friend Square Myeongdong

Alamat: 43 Myeongdong-gil, Jung-gu, Seoul, Korea Selatan

Jam Operasional: 11.00 – 22.00

Cara menuju ke sana: Myeongdong Station exit 6.

 

Olive Young Myeongdong Town (Global Flagship Store)

Alamat: 43 Myeongdong-gil, Jung-gu (dekat Line Friends Square yang baru)

Jam Operasional: 10.00 – 22.30

Cara menuju ke sana: Myeongdong Station exit 6.

 

K-Culture Museum

Lokasi: Pusat Transportasi Terminal 1 (B1) Incheon Airport

Jam Operasional: 10.00 – 20.00 (tutup setiap hari Rabu terakhir)

Friday, September 11, 2026

Seoul Day 10 Part 2: Seoul Forest, Under Stand Avenue dan Cheonggyecheon Night View


Setelah berkeliling di Gwanghwamun, Seoul Forest merupakan hutan kota yang berada di distrik Seongdong-gu. Hutan yang dibuka pada 18 Juni 2005 ini awalnya dibuat dengan tujuan untuk fasilitas water treatment. Namun sekarang Seoul Forest menjadi hutan kota yang menarik bukan hanya bagi warga local tetapi juga pengunjung.

Untuk menuju Seoul Forest ini memanglah tidak semudah mengunjungi tempat wisata lainnya. Dengan menggunakan Naver Map, kami disarankan untuk naik metro sampai stasiun Oksu. Dari sana kami naik bus no 13. Di benak kami, bus no 13 adalah bus besar. Ternyata bus ini adalah bus kecil. Waktu keberangkatan pun menunggu bus penuh baru jalan. 

Sambil menunggu bus untuk jalan.

Perjalanan menuju Seoul Forest cukup panjang. Namun pemandangan yang ada terlihat begitu indah. Mungkin karena melalui bukit-bukit yang tidak pernah kami lihat sebelumnya di Seoul. Hampir saja kami tertidur, si kecil pun sempat tertidur, karena perjalanan yang ada.

Di Seoul Forest ini ada empat Kawasan bertema. Ada Culture and Arts Park, Eco Forest, Experience Learning Park, dan Wetland Ecological Garden. Tempat terdekat dengan kami adalah Eco Forest. Kawasan ini merupakan habitat alami yang dirancang khusus agar hewan-hewan seperti rusa dan bebek dapat hidup di lingkungan yang menyerupai alam liar. Tentunya ini menjadi daya tarik utama bagi si kecil. Yang awalnya masih mengantuk, matanya membesar begitu melihat rusa.

Rusanya tidak bisa dipegang ya
Rules
Penghuni lain di Eco Forest
Jembatan di Eco Forest menuju Hangang
Melihat rusa dari jembatan
Five of Us

Di Experience Learning Park, kami menemukan insect garden, bee garden, dan juga butterfly garden. Sayangnya butterfly garden beroperasi dari bulan Mei sampai Oktober. Jadi kami tidak dapat melihat ke dalam.

Butterfly Garden
Bee Garden
My little butterfly
Burung apakah ini?

Kawasan lain yang kami kunjungi adalah Culture and Arts Park. Ini merupakan Kawasan utama dan juga pusat dari Seoul Forest Park. Di Kawasan ini terdapat Seoul Forest Square alias alun-alun yang besar. Ada juga Ground Fountain yang biasanya populer di musim panas. Terkadang kegiatan seni pun dilakukan di Kawasan ini. 

Kami tidak mengunjungi Wetland, karena udara yang semakin dingin, walaupun masih belum gelap. Kami berniat mencari café yang searah dengan perjalanan kami menuju stasiun. Tanpa kami sadari, kami melalui Under Stand Avenue. 

Under Stand Avenue
Instalasi art mereka
Instalasi art yang lain.
View sore hari di sana. Cantik ya
Under Stand Avenue merupakan area yang dipenuhi dengan 116 kontainer pengiriman barang yang didekorasi dan disulap menjadi toko-toko berbeda tetapi unik. Trio Lynns langsung mengenali tempat ini sebagai tempat shooting salah satu K-Pop Dance Christian Contemporary yang sering mereka lihat saat pandemi.

Mampir di instalasi D21-1, Cafe Seoul For'est

Pesanan kami: bagel. Enak loh

Sebelum semakin gelap, kami kembali ke Cheonggyecheon. Tujuannya jelas, yaitu untuk melihat suasana malam di Cheonggye.

Melewati salah satu bangunan yang sedang ada siaran di sini.
Nampaknya ini adalah pose favorit si kecil hari ini.
Trio Lynns and the Spring

Malam yang begitu dingin membuat kami tidak kuat untuk berlama-lama. Kami segera kembali ke area Myeongdong. Bagaimana dengan makan malam kami? Anak-anak memilih membungkus makanan dari Food Café dan membeli street food dan memakannya di hotel saja.

Rainbow under the bridge
Foto sambil menahan dingin
Mata uang rupiah ada di tembok Cheonggye

Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)  

Next: Seoul Day 11: Our Last Day in Seoul 

Before: Seoul Day 10 Part 1: Half Day Strolling di HiKR dan Gwanghwamun Square

 

Sekilas Info

Seoul Forest

Alamat: 273 Ttukseom-ro, Seongdong-gu, Seoul (link di google map)

Jam Operasional:

- Seoul Forest: buka sepanjang hari 

- Eco Forest: 05:30-21:30

- Insectarium: Mar - Okt 10:00-17:00 / Nov- Feb: 10:00-16:00 

- Butterfly Garden: 10:00-17:00 (Open May-October only)

 

Under Stand Avenue

Website: https://www.understandavenue.com/default/main/main.php

Alamat: 685-704 Seongsu-dong 1(il)-ga, Seongdong-gu, Seoul, Korea Selatan (link di google map)

 

Cheonggye Plaza
Jam operasi: 24 jam
HTM: free
Cara menuju ke sana: Stasiun Gwanghwamun exit 5