Showing posts with label T-Money. Show all posts
Showing posts with label T-Money. Show all posts

Saturday, January 31, 2026

Seoul Spring Day 1: Myeongdong Pasca Pandemi


Setelah berada di dalam pesawat dari Xiamen selama 2jam dan 50 menit, pesawat yang kami naiki akhirnya mendarat di bandara Incheon. Kami pun mengikuti orang-orang yang menuju bagian imigrasi. Kami diminta untuk mengisi arrival card. Memang saat kami pergi, e-arrival card di Seoul baru berlaku. Jadi kami belum dapat mengisi secara online.

Proses imigrasi tidaklah lama. Setelah mengambil bagasi, kami pun menuju basement 1 (B1). B1 merupakan area public transportation. Tujuan kami adalah mencari makan siang dan juga top up kartu T-money kami.

T-money adalah kartu transportasi yang mirip seperti EZ Link atau e-money. Di kunjungan kami sebelumnya, kami menggunakan T-Money dan menyimpannya, dengan asumsi bisa dipakai lagi saat kami datang. Karena saat itu, kakak dan adik masih anak-anak, maka T-Money mereka adalah T-Money anak-anak yang berlaku hingga usia 12 tahun. Tetapi karena kakak sudah remaja, maka T-Money yang digunakan kakak haruslah T-Money untuk remaja.

Kami pun membeli di CU dan juga melakukan top up hanya sedikit. Rencana kami penggunaan T-Money hanya di beberapa hari pertama. Karena setelah itu kami akan menggunakan Climate Card.

Climate Card merupakan kartu unlimited yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat (Seoul). Awalnya kartu ini ditujukan untuk warga supaya menekan biaya perjalanan, baik dengan metro, bus, ataupun sepeda. Dari yang awalnya kartu unlimited untuk 30 hari, lama-lama mereka menyediakan untuk 1 hari, 2 hari, 3 hari, 5 hari, 7 hari, atau 30 hari. Biaya pembelian kartu di awal adalah 3.000 Won. Setelah itu dapat di top up sesuai kebutuhan. 

Climate Card

Untuk wilayah cakupan Climate Card, yang awalnya hanya di Seoul, sekarang juga sudah mencakup Incheon dan Gyeonggi. Jadi setelah melakukan kalkulasi sebelum jalan, kami pun memilih menggunakan T-Money di 4 hari pertama kami dan menggunakan Climate Card di 7 hari berikutnya.

Setelah urusan T-Money dan pembelian makanan (onigiri yang beraneka rasa) selesai, kami mencari tempat duduk untuk makan. Kami bertemu salah satu pekerja yang menggunakan robot. Paman tersebut dapat berbahasa Inggris dan bertanya dari mana kami berasal dan juga tujuan kami liburan.

Tujuan kami selanjutnya adalah menuju downtown. Karena ini sudah kunjungan kami yang keempat, maka dari empat cara menuju Seoul, kami memilih menggunakan Arex All Stop menuju Seoul Station. Dari Seoul Station, kami lanjut ke line 4 menuju Myeongdong. 

AREX masih kosong.

Ada tempat untuk taro koper di dalam AREX.

Kali ini, kami memilih exit 1 karena ada lift. Saat kami berada di luar, ternyata exit 1 dekat dengan Daiso 12 lantai. Anak-anak pun langsung berkata setelah ini kita harus ke sana.

Tempat kami menginap masih sama, yaitu Step Inn Myeongdong. Alasan kami menginap di sini pun masih sama, karena lokasinya yang strategis dan harganya yang cukup ramah di kantong kami. Apalagi kali ini kami berlima, tidak semua tempat bisa memuat lima orang dalam 1 kamar=D

Proses check in berlangsung dengan cepat. Kami juga bisa langsung meletakkan koper-koper kami. Karena besok kami akan pergi pagi-pagi ke Snowyland, maka sore ini kami hanya akan main-main di Myeongdong.

Myeongdong sendiri terkenal dengan banyak tempat makan, tempat jualan kosmetik, tempat jualan baju, dan official store dari berbagai brand terkenal. Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah SPAO. SPAO adalah UNIQLO versi Korea. Di sini ada berbagai macam baju-baju. Konon kabarnya harganya dibawah UNIQLO. Berhubung anak-anak sudah semakin besar, maka kami pun berpikir siapa tahu ada baju yang menarik dengan harga yang cantik. Tetapi sepanjang mata memandang, ternyata harganya tidak semurah yang kami bayangkan. 

SPAO

Kami berkeliling di setiap gang dan melihat-lihat. Ternyata pandemi cukup berpengaruh. Salah satunya UNIQLO di Myeongdong sudah tutup. Padahal dulu UNIQLO di Myeongdong termasuk yang terbesar di Seoul. Namun convenience store kecil masih tetap bertahan. Toko-toko yang menjual kaos kaki, sarung tangan masih tetap berjaya.

ABC Mart dengan snack favorit semua orang.

Melihat hari yang semakin sore, kami memutuskan untuk early dinner. Tujuan kami adalah Myeongdong Kyoja. Kali ini kami makan di cabang utama, yang terletak berseberangan dengan Daiso. Kami diminta ke lantai 2, karena lantai 1 sudah penuh. 

Kaos kaki lucu

Pesanan kami tetap sama, kalguksu dan juga mandu. Tidak lama kemudian makanan kami pun datang. Bagaimana dengan rasanya? Masih sama enaknya. Kimchinya masih terasa bawang putihnya. Rasanya mantab.

Our first dinner in Seoul.

Tujuan kami berikutnya adalah Daiso 12 lantai. Berbicara tentang Daiso, semua pasti tahu Daiso berasal dari Jepang. Tetapi sejak tahun 2023, Daiso Korea sudah terpisah secara total dari pusat di Jepang dan berdiri sendiri. Dengan kata lain, semua produk, disain, dan brand menjadi milik brand milik Korea. Tidak heran barangnya berbeda dengan Daiso di negara lain.


Karena ada 12 lantai, dan lift hanya  ada 2, maka kami pun menyusuri dari lantai atas terlebih dahulu. Secara garis besar, berikut klasifikasi dari tiap lantai.

  • Lantai 12: Olahraga, berkemah, dan perlengkapan perjalanan.
  • Lantai 11: Perkakas, aksesori kendaraan, dan kerajinan tangan/DIY.
  • Lantai 10: Perlengkapan taman, bunga buatan, dan produk hewan peliharaan.
  • Lantai 9: Dekorasi rumah dan solusi penyimpanan.
  • Lantai 8: Perlengkapan mandi, produk kebersihan, dan binatu.
  • Lantai 7: Peralatan dapur, peralatan rumah tangga, dan sendok garpu.
  • Lantai 6: Peralatan makan, keramik, dan pecah belah.
  • Lantai 5: Makanan, minuman, dan camilan Korea.
  • Lantai 4: Beragam produk karakter dan mainan.
  • Lantai 3: Alat tulis dan produk kertas.
  • Lantai 2: Produk kecantikan, riasan wajah, perawatan kulit, dan perawatan rambut.
  • Lantai 1: Kasir utama, produk musiman, dan barang fast-moving lainnya.  
Floor Guide

Dari 12 lantai yang ada, kami cukup lama berada di lantai 5 ke bawah. Apalagi membawa ABG, semua dilihat dan dikomentari. Tetapi memang bukan hanya mereka yang heboh, yang kecil pun heboh. 

Si kakak yang sibuk melihat barang-barang.

Yang menarik di sini, harga dari barang-barang yang ada di sini, rata-rata barang di sini berada di kisaran 1.000 – 5.000 won. Dan jika kita membeli sebesar minimal 15.000 won, maka kita dapat meng-klaim tax refund. Yang harus diingat adalah jangan lupa membawa passport.

Interiornya lucu kan

Selesai berbelanja, kami pun berjalan kembali menuju Step Inn. Tentunya tidak lupa untuk membeli street food. Kali ini pilihan kami adalah garlic bun. Garlic Bun, yang dikira si kecil hot cross bun, merupakan roti yang kaya dengan cream cheese dan mentega bawang putih yang manis. Untuk kami, rasanya ok saja. Dan si kecil, yang tadi minta dibelikan, hanya menggigit sedikit dan berkata tidak suka =D

Garlic Bun yang membawa kehangatan di tengah malam dingin.

Note: Untuk video lengkap Spring Holiday kami di Seoul, bisa dilihat di 3 link berikut (part 1, part 2, dan part 3)  

Next: Seoul Spring Day 2: Snowyland 

Sekilas Info

SPAO Myeongdong

Alamat: 15 Myeongdong 8na-gil, Jung District, Seoul, Korea Selatan.

Jam Operasional: 10.00 – 22.00

 

Daiso 12th Store Myeongdong

Alamat: 134-1 Toegye-ro, Jung-gu, Seoul

Jam Operasional: 10.00 – 22.00

 

Myeongdong Kyoja

Alamat: 29 Myeongdong 10-gil, Jung District, Seoul.

Jam Buka: 10.30–21.00

Tuesday, October 23, 2018

Tips Menggunakan Public Transport di Seoul

”Kemarin jalan-jalan ke Seoul itu sendiri?””Wah, berani juga ya jalan sendiri bawa anak-anak untuk pergi ke negara orang.”
Celetukan-celetukan seperti itu sering saya dengar saat teman-teman bertanya tentang jalan-jalan ke luar negeri. Sebagian cukup aneh takjub saat mendengar kami selalu membawa anak-anak saat kami jalan-jalan, apalagi keluar negeri dan sendiri alias tidak gabung dengan tour dan travel. Dan biasanya mereka pun takut ngeteng alias jalan sendiri karena takut kesasar saat bawa anak-anak jalan. Pemikiran seperti itu memang wajar, apalagi kalau membawa anak-anak. Kebanyakan takut anaknya rewel saat naik transportasi umum.

Tetapi bagi kami, naik turun transportasi umum di negara orang itu sangat seru. Anak-anak pun senang saat diajak naik transportasi umum. Saat  kami ke Seoul pun kami menambah pengalaman kami, selain naik turun MRT, dengan naik turun bus umum. Selain karena harganya yang murah, kami dapat melihat langsung dan berinteraksi dengan masyarakat setempat, bahkan disangka sebagai orang lokal. Pengalaman seperti ini belum tentu didapatkan jika kami menggunakan tour atau travel ataupun taksi.

Ada beberapa tips saat menggunakan alat transportasi umum di Seoul.
1. Gunakan kartu transport untuk mempermudah kita dalam berkendaraan.
Di Seoul ada banyak pilihan kartu transportasi yang dapat mempermudah kita untuk naik turun transportasi umum. Ada yang namanya T-Money, Cashbee, Discover Seoul Pass, dan Seoul City Pass+. Bedanya apa?
T Money 
T-Money adalah kartu transportasi yang bisa digunakan sebagai alat membayar taksi, kereta dan beberapa supermarket. Kartu ini dapat dibeli di stasiun ataupun supermarket. Hampir mirip seperti ez link di Singapura atau octopus card di Hong Kong. Keuntungan menggunakan T-Money adalah potongan 100 won (kurang lebih Rp 1.200,00) saat menggunakan kendaraan umum. Lalu dengan T-Money, kita tidak perlu mencari mesin untuk membeli tiket dan mencari mesin untuk me-refund tiket. Efisiensi waktu jadinya. Cashbee hampir sama dengan T-Money, hanya saja dikeluarkan oleh perusahaan yang berbeda.
 
Discover Seoul Pass. Sumber foto: visit korea.
Sedangkan Discover Seoul Pass, Seoul City Pass+ merupakan gabungan dari T-Money dan tiket masuk atau potongan diskon ke beberapa tempat wisata. Biasanya mereka menawarkan paket 1 hari atau 2 hari masuk secara bebas ke tempat-tempat wisata atau mendapatkan potongan di beberapa tempat wisata. Bagi yang memang mau menghabiskan waktu berkeliling Seoul dalam 1 hari, maka memiliki kartu-kartu ini akan sangat membantu.

Bagaimana dengan kami? Kami memilih menggunakan T-Money. Kami membelinya di toko buku di airport. Harga dari kartu T-Money adalah 2.500 won. Itu harga kartu saja. Untuk menggunakannya harus top up lagi. Top Up kartu ini pun lumayan mudah. Dapat melalui counter di subway, atau ke supermarket.

Jika sudah tidak digunakan lagi, nilai nominal yang ada di kartu tersebut bisa di refund tetapi dikenai biaya 500 won dan kartunya tidak bisa diganti uang, tidak seperti octopus card. Kartu menjadi milik kita. Ya anggap saja kenang-kenangan atau suvenir. Dan kalau ke Korea lagi (siapa tahu ada kesempatan berikutnya), kartu ini bisa digunakan lagi. Oya, untuk anak-anak, selama dibawah 7 tahun dihitung gratis loh.

2. Pelajari sistem metro subway yang ada.
Seoul Subway Map.
Bagi yang sudah pernah jalan-jalan ke Singapore, pastinya tidak asing dengan yang namanya MRT atau Metro Subway. Di Seoul sendiri ada 9 line dan kurang lebih 10 line lintas wilayah yang dikenali dengan warna yang berbeda. Yang membuat sedikit berbeda adalah karena MRT sudah lama ada di Seoul, terkadang susah mencari eskalator atau lift di MRT. Dan terkadang di beberapa stasiun persimpangan, platform antara line yang satu dengan yang lainnya lumayan jauh. Jadi siapkan tenaga untuk berjalan

Selain memelajari sistem metro subway yang ada, ada baiknya jika kita juga mengetahui jam-jam sibuk alias rush hour-nya. Seperti lalu lintas yang padat di Jakarta, pukul 07.00 – 08.00 dan 18.00 – 19.00 merupakan jam-jam dimana subway sangat padat. Walaupun demikian, kita masih dapat kelayapan pada jam-jam diatas, hanya saja kita juga harus mampu bergerak dengan cepat.

3. Pahami istilah dan kode yang ada di stasiun metro.
Petunjuk yang ada di setiap subway. Sumber foto: Seoulistic.com
Walau sistem metro di Seoul terlihat ribet jika belum pernah menaikinya, ternyata kode dan sistem yang ada cukup memudahkan. Biasanya di lantai platform terdapat segitiga dan ada dua angka di dalam segitiga tersebut. Angka pertama merupakan nomor gerbong dan angka kedua adalah nomor pintu. Misal 9-3, berarti tempat kita berdiri adalah gerbong kesembilan dan pintu ketiga. Apa sih fungsinya? Selain untuk membantu kita mengetahui di gerbong dan pintu mana kita berdiri, ternyata angka-angka ini membantu saat kita transfer dari satu line ke line yang lain.

Seperti yang tadi diutarakan, di Seoul ada begitu banyak line dan terkadang jarak tempuhnya lumayan. Nah biasanya ada beberapa aplikasi yang memberi tahu kita harus berdiri di pintu ke berapa dan gerbong berapa supaya kita tidak usah berjalan jauh saat transfer ke line lainnya.

4. Pelajari bus dan sistem bus yang ada
Bus di Seoul
Bus di Seoul dibedakan berdasarkan empat warna. Bus berwarna biru beroperasi menghubungkan stasiun subway dengan rute biru seperti perumahan. Bus dengan warna hijau beroperasi antara distrik satu dengan yang lainnya di kota yang sama atau jarak dekat. Bus dengan warna kuning berarti circular bus, seperti bus yang digunakan saat menuju N Seoul Tower. Sedangkan bus dengan warna merah berarti bus ekspress, yang biasanya melayani rute antar kota terdekat. Yang menariknya, jika kita baru saja menaiki subway lalu pindah ke bus (atau sebaliknya), harga yang dibayarkan bukan harga masing-masing (subway dan bus), tetapi ada potongan dari salah satu.

Salah satu hal yang mempermudah urusan naik bus di Seoul adalah di setiap halte bus disediakan nomor-nomor bus yang akan lewat halte tersebut dan berapa lama lagi bus tersebut akan tiba di halte tersebut. Jadi kita pun tahu berapa lama kita harus menunggu. Dan tentunya naiknya pun harus berbaris, tidak bisa main serobot.

5. Gunakan map yang dapat memetakan perjalanan, baik dengan bus, subway, ataupun berjalan kaki.
Kebiasaan kami saat traveling adalah mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara menuju ke suatu tempat. Saat kami mau jalan-jalan ke Seoul, kami mengandalkan tiga sumber untuk melihat peta. Yang pertama adalah Google Map. Dengan Google Map, kita dapat mengetahui bus mana yang harus dinaiki, subway apa yang harus dinaiki. Namun kelemahan Google Map adalah ketidakmampuannya untuk memetakan perjalanan dengan berjalan kaki. Untuk mengatasi ini, kami menggunakan Rome2rio.com. Situs yang satu ini sangat bermanfaat jika kita mau berjalan dari suatu titik ke titik yang lainnya.

Sedangkan untuk mengetahui berapa besar biaya saat naik subway, lama perjalanan, lalu harus transit dimana dan gerbong dan pintu manakah yang mempermudah perpindahan jalur, kami biasa menggunakan Seoul Metro atau  smrt.co.kr. Dengan program ini kami mendapatkan gambaran sebelum kami menuju suatu tempat.

6. Download aplikasi untuk bus dan metro.
Aplikasi public transport di Metro.
Pada kunjungan kami yang kedua, karena lebih lama dibanding kunjungan yang pertama, maka kami pun men-download app yang mempermudah kami. Ada beberapa aplikasi yang kami download, yaitu Seoul Subway, Korea Subway Bus, dan Korea Tour. Keuntungan dari Korea Tour adalah dapat digunakan saat tidak ada koneksi internet.

7. Jangan malu untuk bertanya.
Seperti pepatah berkata:’malu bertanya sesat di jalan’, yang namanya jalan-jalan itu tidak boleh malu bertanya jika sudah bingung. Hal ini selalu kami terapkan. Memang akan mudah jika jalan-jalannya ke Negara tetangga yang mengerti bahasa Melayu dan Inggris. Bagaimana kalau penduduk setempat tidak mengerti bahasa Inggris?

Kata kuncinya adalah bertanyalah kepada orang, baik muda atau tua, biasanya mereka mengerti bahasa Inggris. Saat kami menuju Onemount, kami sempat bingung harus naik dari halte yang ada di tengah jalan atau yang di pinggir jalan. Kami pun bertanya kepada salah satu anak muda, dan dia pun bilang harus naik dari halte tengah jalan. Saat sudah di halte yang ada di tengah jalan pun kami bingung melihat rute bus nomor 80 berbeda dengan rute yang ada di catatan. Ternyata bus nomor 080 dan 80 itu berbeda. Untungnya supir bus, seorang ahjussi, mengerti saat kami bertanya.


Bagaimana jika sudah mempersiapkan, sudah bertanya tetapi tetap kesasar? Anggap saja kita sedang mengajak anak-anak berpetualang. Dan dari pengalaman kesasar, anak-anak pun akan menyadari kalau kesasar tidak usah panik. Tetap tenang dan cari jalan yang benar :)

Note: Untuk cerita lebih lengkap mengenai liburan kami di Seoul, beserta tips dan informasi lainnya, silakan klik link berikut ini.