Showing posts with label ciumbuleuit. Show all posts
Showing posts with label ciumbuleuit. Show all posts

Thursday, December 21, 2017

Short Staycation di Padma Hotel Bandung



Staycation di hotel? Apaan sih itu? Staycation di hotel, stay alias tinggal dan vacation alias liburan, adalah menghabiskan liburan dengan budget yang tidak besar dengan cara menikmati hotel di kota kita atau kota tetangga yang dekat. Walau terdengar aneh, jauh-jauh dari Jakarta ke Bandung, namun kali ini dalam rangka anniversary, kami memilih untuk staycation di Padma Hotel Bandung. 

Hotel yang satu ini sudah sering kami dengar sebagai hotel yang keren pemandangannya. Namun memang harganya juga lumayan. Kami selalu berpikir kalau jalan-jalan lebih baik memilih penginapan yang bersih namun tidak mahal. Alasannya sederhana sih. Namanya juga jalan-jalan, jadi penginapan hanyalah persinggahan untuk istirahat malam saja. Makanya kami selalu memilih budget hotel. Tetapi karena papa mendapatkan email tentang promo Padma menggunakan kartu kredit, maka saya pun iseng memeriksa. Dulu, pertama kali diperiksa, harga promonya masih mahal juga. Akhirya setelah lewat hampir setengah tahun, saya iseng periksa lagi. Dan ajaibnya, di tanggal yang kami inginkan harganya bisa turun jauuuuuh sekali dari harga biasanya. Tuhan baik sekali bukan?

Untuk menghindari macet, kami berangkat pagi sekali dari Jakarta. Tahu sendiri kan jalan tol sekarang sering banget macet. Setelah mengunjungi teman rasa saudara yang tinggal di daerah Batu Nunggal, kami pun menuju Ciumbuleuit. Lokasi hotel Padma tidak langsung dipinggir jalan, tetapi kita harus masuk ke dalam gang. Saat kami sampai, kami disambut dengan welcome drink sambil melakukan check in. Staf yang bertugas pun ramah sekali dan children friendly. Proses check in pun berjalan dengan cepat. Staf yang bertugas mengantarkan kami ke kamar mengatakan kalau kami dapat meminta air mineral kapanpun kami membutuhkannya.
View dari lantai 5
Kami mendapatkan kejutan saat masuk ke kamar. Kami mendapatkan free upgrade dan di dalam kamar kami terdapat bunga, coklat, dan kartu ucapan. Terharu rasanya, akhirnya saya mendapatkan bunga. Siapa yang paling senang? Anak-anak tentunya. Mereka juga belum pernah mendapatkan bunga =))
Pretty hand bouquet.
Deluxe Balcony View. 
Karena tujuan kami hanya staycation, maka kami memeriksa jadwal kegiatan yang ada di Padma. Enaknya menginap di Padma, banyak sekali kegiatan, outdoor dan indoor, baik untuk orang dewasa dan anak-anak. Dan semua kegiatan itu disediakan secara cuma-cuma bagi tamu yang menginap di sana.  
Jadwal kegiatan saat kami datang.
Kegiatan pertama yang kami ikuti setelah anak-anak tidur siang adalah jar craft. Anak-anak dengan semangat turun ke lantai 5 untuk menuju tempat kegiatan. Kok turun? Ternyata semakin besar angkanya, semakin turun ke bawahlah kita. 
Jar craft
Setelah menghias toples, kami kembali naik ke lantai 1 untuk menikmati tea time. Tea time yang disediakan dari pukul 15.00 - 17.00 ini terdiri dari jajanan-jajanan seperti tahu susu, pukis, pisang goreng, bajigur, dan wedang ronde terlihat sangat menggiurkan. Selain itu juga ada kue-kue ala western tea time
Gerobak cemilan incaran Duo Lynns.
Jajanan untuk tea time.
Incaran kami selanjutnya adalah berenang. Bersyukurnya kami ditengah cuaca yang tak menentu ini kami bisa berenang. Di Padma ada tiga kolam, yaitu kolam dewasa, kolam anak-anak, dan kolam air panas alias jacuzzi. Jadi kalau kedinginan, kita bisa nyemplung ke jacuzzi untuk menghangatkan badan. Suhu air di jacuzzi sekitar 40 derajat celcius. Jadi kalau pertama kali masuk, pasti rasanya panas. Namun lama-lama suhu tubuh kita sudah dapat menyesuaikan dan air akan terasa hangat. Karena mulai gerimis, kami pun menyudahi acara berenang ini. 
Kolam renang dan pod untuk duduk-duduk. 
Bagaimana untuk mencari makanan? Mencari makan di daerah sini pun tidak susah. Jika malas keluar, Padma juga mempunyai restoran yang makanannya menarik dengan harga yang sepadan. Tetapi karena berada di daerah kampus, jika kita mau sekalian kelayapan, pilihan makan pun bervariasi dari harga mahasiswa sampai harga eksekutif muda. Ada cawit, eat boss, maxi's, Miss Bee, dan masih banyak lagi. Karena kami mendapatkan undangan untuk makan di Fresco, maka kali ini kami tidak hunting makanan di sekitar Ciumbuleuit. 

Keesokan harinya, kami menikmati pagi kami dengan pemandangan dari balkon. Di pagi yang cerah ini kami melihat instruktu yoga sudah bersiap-siap. Memang setiap pagi akan ada kelas yoga selama satu jam untuk orang dewasa. Kakak langsung berpikir kalau opa pasti senang ke sini karena bisa ikut yoga. Apa jadwal kami pagi ini? Rencananya setelah sarapan, kami akan mengikuti kegiatan untuk anak-anak di dekat kolam renang dan setelah itu kami akan menikmati outdoor playground.
Suasana pagi hari yang cerah.
Seandainya ada Coffee maker ini di rumah (ngarep.com)
Berbeda dengan kemarin saat tea time kakak bisa ikutan tanpa harus membayar, saat sarapan anak-anak yang berusia 6 tahun keatas dikenakan biaya tambahan sebesar tujuh puluh lima ribu plus plus, jadi kurang lebih 95 ribuan. Ada apa saja? Area yang ada terbagi lima bagian. Area bakery dan salad, area makanan Indonesia dan dimsum, area makanan India, area kids corner dan area western breakfast
Masakan Indonesia dan dimsum. Tersedia jamu untuk diminum.
Atas: pasta dan sosis, bisa request bacon di sini.
Bawah: kids corner dan Indian food.
Area bakery dan salad. Ada bagel juga:)
Bagaimana rasa makanannya? Untuk makanan sih menurut kami rasanya standard, bukan yang wah sekali. Namun yang membuat sarapan menjadi enak adalah suasana dan pemandangan di sini.
Wafel, jajanan pasar, dan roti tawar aneka rasa
Atas: batagor. Bawah: bubur ayam.
Atas: cold cut and salad.
Bawah: Sarapan ala papa, Australian breakfast and bakery.
Kegiatan outdoor yang kami lakukan di pagi hari ini adalah painting class. Painting class diadakan di dekat kolam renang. Selain painting class, juga ada nail art and tattoo. Saya penasaran dengan nail art. Saya kira kukunya akan digambar, tetapi nail art di sini berarti pemakaian kutek. Ini adalah pertama kalinya mereka memakai kutek.
Little painters.
Kuku-kuku cantik ;)

Di dekat tempat aktivitas terdapat ikan mas koi yang dapat diberi makan. Makanannya pun disediakan oleh mereka secara cuma-cuma. Anak-anak pun bersemangat untuk memberi makan ikan-ikan ini, apalagi ada ikan mas koi jumbo.
Kolam ikan mas koi.
Karena waktu yang semakin siang, kami bergegas menuju lantai delapan untuk bermain di outdoor playground. Di lantai delapan ini terdapat flying fox, wall climbing, panahan, mini golf dan lintasan untuk jogging.
Mini golf.
Outdoor playground.
Selain itu juga ada mini zoo dimana kita dapat memberi makan hewan-hewan di sini. 
Ada kambing, angsa, dan burung merpati.
Love bird.
Kelinci dan bayinya yang baru lahir. Polos tanpa bulu.
Lucu dan montok deh anak kelincinya.
Terima kasih auntie untuk mengambil foto kami sekeluarga.
Tree house to explore. 
Karena anak-anak masih kepengen bermain, maka kami pun melakukan late check out hingga jam satu siang. Untungnya staf yang ada memberikan late check out. Anak-anak ingin melihat indoor playground. Indoor playground terletak di lantai 2. Tempat ini hanya dapat diakses dari dekat tempat resepsionis. 

Indoor playground sangat kecil dan terdiri dari mainan-mainan untuk bermain peran seperti masak-masakan, dokter, tukang bangunan, dan sebagainya. Dan memang hanya dapat memuat 3 anak saja, kalau tidak mau sempit-sempitan. Saat kami datang pun tidak ada anak-anak lainnya. Di dekat indoor playground terdapat ruang karaoke yang dapat digunakan oleh tamu yang menginap di Padma, tetapi harus daftar terlebih dahulu. Maklum, peminat tempat ini banyak. 
Indoor playground.
Setelah bermain, kami pun kembali ke kamar kami. Kami mandi terlebih dahulu sebelum pulang, jaga-jaga kalau kami sampai rumah kemalaman, anak-anak sudah dalam keadaan bersih. Saat keluar, rasanya agak berat hati untuk pulang. Ada sedikit drama dari adik yang sepertinya belum rela untuk pulang. Ternyata memang satu malam saja tidak cukup. Hotel yang memberikan banyak aktifitas untuk keluarga ini memang membuat kami betah. Saat di mobil, adik berkata bahwa dia ingin menginap lagi di Padma kalau hotel lagi murah. Iya ya,nak :)

Padma Hotel Bandung
www.padmahotelbandung.com
Jl. Ranca Bentang no.56 - 58 Ciumbuleuit. Bandung
022-2030333

Monday, October 31, 2016

Sore Hari di Miss Bee Providore

Miss Bee Providore di sore hari
Masih dalam rangka tamasya singkat kami bulan lalu ke Bandung, yang kelupaan untuk diceritakan karena kesibukan ini itu dan baru teringat saat merapikan foto di handphone, salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi bersama anak-anak dan juga keluarga adalah Miss Bee Providore. Miss Bee Providore terletak di daerah Ciumbuleuit yang udaranya adem dan sejuk. 

Ceritanya sore hari setelah acara ulang tahun temannya Duo Lynns, saya dan maminya K berencana untuk mengajak anak-anak jalan-jalan. Sambil menunggu, tercetuslah ide untuk melihat 'hutan' di daerah Dago dari papinya K yang memang orang Bandung. Tetapi melihat sudah sore dan anak-anak sudah mandi, rasanya agak tidak visible. Akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi tempat yang dekat dengan tempat kami menginap, yaitu Miss Bee Providore. 

Miss Bee Providore terletak di jalan Rancabentang. Bangunannya pun cukup unik, ada bangunan rumah tua zaman Belanda dan ada juga rumah kaca. Di bagian bawah juga ada kafe Rabbit Hole. Kafe dan resto ini terkenal family friendly karena menyediakan playground dan kandang kelinci untuk anak-anak. Menarik bukan? 

Saat kami sampai di sana, cuaca mulai tambah gelap. Bahkan sudah ada beberapa tetesan air dari langit air hujan. Kami mengira kalau kami sampai di situ sekitar jam empat sore pasti sudah sepi. Ternyata tidak saudara-saudara. Parkiran penuh sampai susah sekali untuk parkir, dan semuanya plat B. Aduh, sesama orang Jakarta mungkin mikirnya sama =)) Maafkan kami ya orang Bandung, membuat Bandung penuh =D

Di bagian teras atas pun orang yang menunggu antrian banyak sekali. Kami mendapatkan giliran nomor 10. Mau ngapain ya sambil nungguin? Rencana mau melihat kelinci dan main ayunan dan papan jungkat-jungkit di playgroundnya pun batal karena hujan.
Kiri: bangku dan meja di playground yang berbentuk kupu-kupu dan bunga.
Kanan: tempat lilin yang ada di playground.
Bersyukurnya kami karena mami K ingat kalau Miss Bee juga punya semi indoor playground. Kami pun menuju bagian belakang dan anak-anak pun bermain di playground sambil menunggu antrian.
Playground yang semi indoor. Lumayan untuk menghibur anak-anak saat orang tuanya makan.
Sambil menunggu, kami melihat-lihat toko pernak-pernik dibagian bangunan utama. Toko ini menyediakan cemilan-cemilan yang dikemas dengan lucu, mainan-mainan yang unik-unik dan juga benda-benda yang unik. 
Pernak-pernik yang dijual. Lucu-lucu deh.....
Akhirnya hujan pun turun dengan penuh semangat. Anak-anak sudah tidak dapat main di playground lagi karena tampiasan hujan juga mengenai mainan yang ada. Eh, pas sedang bingung-bingung seperti itu, nama mami K dipanggil untuk duduk. Kami pun mendapatkan meja di ruangan di depan playground tadi. Pas sekali timing-nya :)
Ruangan Aster, di depannya ada playground untuk anak-anak.
Setelah kami duduk, anak-anak sibuk meminta kertas untuk menggambar, waiter pun datang untuk membawakan menu. Menunya bervariasi. Gambarnya menarik hati pula. Baik menu western maupun menu asia semuanya terlihat menarik.
Beberapa minuman yang ada.
Karena saat itu adik sedang lucu perutnya, maka saya memesan Japanese sizzling tofu. Namanya menu asia pasti ada nasinya kan, jadi aman untuk adik. Sedang untuk kakak kami mencoba roasted cherry tomato pasta. Mama papanya? Kami makan si-food, sisa sisa food, alias menghabiskan sisa anak-anak, hehehe. Kami berpikir untuk mencoba dessert dari kafe Rabbit Hole, yang ada di bawah, yang dapat dipesan di Miss Bee juga. Dengan asumsi seperti itu, jadinya kami hanya memesan dua menu untuk kami berempat supaya perut ini masih bisa diisi dessert lagi.
Sebagian dari menu yang ada. Menu yang kami pesan yang berada di tengah
Tak lama kemudian makanan kami pun datang. Wah, porsinya lumayan besar dan penataannya cukup menarik. Untungnya kami hanya pesan dua macam untuk kami berempat, karena dua menu saja lumayan kenyang loh. K dan mami papinya juga sudah kenyang. Akhirnya kami membatalkan rencana untuk makan dessert. Ditambah lagi adik yang sudah makin teler. Akhirnya kami menyudahi acara makan kami.

Saat kami keluar, diluar masih hujan, tetapi antrian untuk makan masih panjang. Ternyata hujan yang ada tidak menyurutkan semangat orang untuk makan di Miss Bee ini. Sambil berjalan ke mobil, saya membayangkan rasanya enak juga makan pagi di sini. Menikmati udara yang segar dan sinar matahari di rumah kaca, lalu main di playground dan kandang kelincinya. Hmmm.....boleh juga dimasukkan ke list kunjungan kami berikutnya :)
Glass house di Miss Bee Providore. Rasanya enak juga sarapan atau tea time di situ. Sumber foto: missbeeprovidore

Miss Bee Providore
Jl. Rancabentang no 11.A, Bandung
Jam buka: 07.00 - 23.00
Harga makanan: Rp 10.000,00 - Rp 85.000,00











Tuesday, September 20, 2016

Bandung Getaway

Sebetulnya bulan ini kami tidak ada rencana untuk kelayapan ke luar kota. Bahkan karena satu dan lain hal, kami tidak ikut kegiatan field trip komunitas homeschool kami ke floating market (walau kepengen juga tahu floating market di Bandung seperti apa). Tapi, tak dinyana tak disangka, bulan ini malah kami dua minggu berturut-turut ke Bandung. Yang pertama karena ayah dari sahabat saya meninggal, dan yang kedua memenuhi undangan ulang tahun anak sahabat kami. 

Bandung merupakan kota yang menarik untuk dikunjungi. Waktu saya kecil, setiap bulan pasti saya dan mama saya berkunjung ke Bandung. Dulu sih selalu tinggal di rumah sahabat-sahabat mama. Sekarang, karena sudah ada buntut, jadi kurang enak hati mengganggu mereka. Jadi setiap datang, kami mencari penginapan yang nyaman dan dekat untuk berkunjung ke rumah-rumah sahabat. Nah, bagaimana cara mencari penginapan?

Penginapan di Bandung itu buanyak sekali. Bahkan di satu jalan, kita dapat menemukan beberapa hotel yang saling berdekatan. Cara memesannya pun gampang, bisa secara online. Biasa saya pesan melalui agoda. Kali ini, karena acara ulang tahun di Maxi's Resto di daerah Ciumbuleuit, maka kami mencari penginapan di daerah ini. Dulu saat orang tua dari anak yang ulang tahun ini menikah di Maxi's, kami menginap di hotel Ardjuna yang sekarang bernama SHEO hotel. Hotelnya sih bagus, makanannya enak, udaranya juga enak, tetapi sayangnya saat kami makan, hampir kebanyakan orang merokok dan tidak dipisahkan antara smoking dan non smoking area. Berbekal pengalaman itu, kali ini kami mencoba mencari di airbnb.com

Singkat cerita, kami mendapatkan tempat di Parahyangan Residence yang bernama Julie's apartment. Ibunya sangat komunikatif dan berdasarkan review dan foto, tempatnya enak. Apalagi apartemen ini termasuk apartemen baru yang ada di daerah Ciumbuleuit. Harganya? Lebih murah dari hotel dan lebih leluasa. Buat emak-emak kan ini jadi faktor utama. Dan saat kami sampai, memang betul tempatnya enak dan nyaman.
Pemandangan di pagi hari yang membuat saya ingin bernyanyi how great is our God
Kolam renang dan mini children playground. Menarik bukan?
Apa acara liburannya? Hmm....karena si adik tidak enak badan saat hari Idul Adha, maka rencana kami jalan-jalan ke Dusun Bambu pun batal. Akibatnya, kami hanya menikmati Parahyangan Residence dan sekitarnya, dan mencari makan siang di Paris Van Java (karena dekat dan ada Ta Wan). 

Bersyukur sekali di Parahyangan Residence ada rooftop garden yang dapat dinikmati. Tamannya sih belum jadi banget, tetapi pemandangan dari lantai 26 ini begitu memukau. Belum lagi udaranya yang segar. 
Bisa menikmati angin sore yang sejuk nih.
Jadinya pagi itu kami bahagia menikmati pemandangan di sekeliling kami. Terlalu indah alam ciptaanNya, sehingga membuat kami terkagum-kagum. 
View kota Bandung ke arah Ciumbuleuit siang dan malam hari.
Setelah agak siang, kami pun jalan-jalan ke Paris van Java. Walau kami sudah berkali-kali ke Bandung, kami tidak pernah ke sini loh. Mentok-mentok paling ke Cihampelas Walk. Jadi agak lieur juga saat mencari parkiran. Sangking lamanya mencari parkiran, si adik sampai tertidur :D

Paris van Java merupakan mall dengan konsep semi outdoor. Dan menurut saya, mall ini gabungan antara mall kelas atas dan menengah, karena ada Sogo department store (yang harga bajunya lumayan) tetapi juga ada Carrefour. Di sini juga ada bioskop CGV. Mungkin karena siang hari, rasanya panas juga kalau berjalan di daerah yang agak outdoor. Rasanya kalau malam tempat ini lebih menarik. 

Karena tujuan kami adalah mencari makan siang, maka kami segera menuju sisi yang dipenuhi restoran dan tempat makan. Tujuan utama kami adalah bubur Ta Wan, demi si adik. Tetapi saat sampai di depan Ta Wan, adik malah kepengen makan nasi sama chicken, alias ayam goreng. Akhirnya kami pun naik ke sky level untuk mencoba Richeese Factory. 

Ternyata sky level adalah surganya anak-anak. Ada banyak mainan untuk anak-anak. Dari miniapolis (yang seperti di Plaza Indonesia) , game master (sejenis timezone), dan bahkan trampoline park. Karena tujuan utama kami adalah makan, maka kami langsung menuju target operasi. 

Di depan Richeese terdapat kolecer yang begitu indah, yang membuat kami berhenti terlebih dahulu. Kolecer, atau baling-baling, atau pinwheel merupakan barang yang diidam-idamkan anak-anak. Saat kami berjalan-jalan di pasar di Singapore, anak-anak kepengen sekali membeli. Waktu itu kami sedang buru-buru, jadi kami tidak membelinya. Rencananya kalau lain kali ke sana, kami mau beli. Nah, berhubung ada di sini, kami jadi mampir untuk membeli. Harga kolecernya pun masih ok, untuk yang kecil Rp 25.000,00. Akhirnya kami membeli 2 kolecer. Kesampaian juga maunya Duo Lynns.
Kolecer alias baling-baling. Warnanya sungguh menarik.
Richeese factory merupakan restoran fast food yang menjual fried chicken. Yang membedakan Richeese dengan restoran fried chicken yang lain adalah di cocolannya. Di Richeese ada cheese sauce yang yummy dan ayamnya bisa dibuat pedas (seperti ayam korea gitu). Tapi memang antrinya lumayan. Rasanya lumayan pedas, kami memesan yang level 2, tetapi ada rasa tersendiri saat di-dip ke cheese sauce
Foto sambil menunggu papa membeli makanan, antrian di belakang adik cukup panjang.
Setelah makan, kami mampir sebentar di Carrefour untuk membeli air minum. Persediaan air minum kami sudah menipis. Selama berjalan menuju Carrefour kami melewati berbagai toko terkenal. Dan banyak sekali toko yang menjual handicraft. Bandung memang terkenal dengan handicraft-nya. Saya memang senang melihat pernak-pernik, walau tidak suka membelinya:D

Interior mall ini cukup menarik. Di setiap bagian ada interior tersendiri yang memang menarik untuk difoto. Ada yang berbentuk awan (kata adik ada bantal di atas), ada yang berbentuk snowflakes (yang membuat kakak bersemangat minta difoto), dan ada juga yang bertema taman dengan kupu-kupu dan sarang burung. Carrefour di PVJ terletak di lantai paling bawah. Setelah membeli, kami segera pulang karena kami ada janji dengan penjual batagor.
Sebagian interior di PVJ. So lovable.
Rasanya semua orang tahu bahwa salah satu makanan ciri khas Bandung adalah batagor alias baso tahu goreng. Ada banyak batagor di kota Bandung ini. Ada banyak penjual batagor dan beberapa yang terkenal adalah batagor Kingsley, batagor Riri, dan batagor Abuy. Teman-teman saya yang tinggal di Bandung sih lebih menyukai batagor Abuy. Sehingga saya lebih sering makan batagor Abuy. Untuk memesan batagor Abuy ini cukup mudah loh. Cukup menghubungi via telepon ke 0811223282, sebutkan pesanan kita, dan tempat kita menginap, maka batagor akan dikirimkan ke tempat kita pada waktu yang sudah disepakati. Satu besek isi 10 buah batagor (boleh campur antara siomai dan batagor), dengan harga Rp 95.000,00 per besek. Lumayan naik dibanding waktu kami memesan beberapa tahun lalu. Berhubung si opa suka sekali, maka kami kembali memesan, padahal seminggu sebelumnya kami baru memesan.

Sore harinya, setelah batagor pesanan kami diantar, sementara Duo Lynns tertidur, kami menikmati sore kami dengan mendengarkan suara hujan. Dari sejak kami datang, setiap sore kota Bandung diguyur hujan yang deras sekali. Angin membuat butiran hujan menari ke kanan dan ke kiri. Indah untuk dilihat, tetapi berarti anginnya kencang sekali.

Berhubung hujan, kami jadi males kemana-mana. Kami memutuskan untuk mencari makan di sekitar kami dan menikmati pemandangan malam hari dari lantai 26. Norak bukan? Saya memang senang melihat pemandangan.

Bagaimana dengan makan malamnya? Sebetulnya di lantai bawah Parahyangan Residence ada foodcourt bernama Foodstep yang menjual berbagai macam makanan, plus area itu dilengkapi dengan free WiFi. Tetapi saya penasaran dengan resto yang bernama Cawit Cafe. Cawit cafe merupakan café yang menjual masakan eastern dan juga western. Karena berada di lingkungan kampus, pasti harganya masih wajar dan dilengkapi dengan free WiFi. Bahkan berdasarkan review yang saya baca, cafe yang buka dari jam 09.00 – 04.00 pagi ini terkenal dengan menu nasi siram dan gehu rendang. Jadi kami berjalan ke sini, tetanggaan dengan Parahyangan Residence, dan membeli beberapa makanan untuk dimakan di apartment.

Saat kami kembali, kami mampir untuk melihat pemandangan kota di saat malam. Indahnya lampu-lampu yang ada dan ditambah dengan hawa yang sejuk membuat saya betah di situ (lebay mode on). Kami tidak lama-lama di atas karena perut kami sudah keroncongan. Kami pun segera kembali ke unit kami.
Pemandangan mengarah ke gunung, entah gunung apa, membuat saya merasa wow...
Bagaimana dengan makan malam kami? Gehu rendangnya memang enak, tidak heran menjadi menu favorit. Nasi siramnya juga enak. Entah karena lapar atau memang enak, tetapi anak-anak suka.
Menu makan malam kami yang didapatkan dari Cawit
Walaupun kami tidak jadi mengunjungi tempat-tempat yang sudah kami rencanakan untuk datangi hari ini, karena adik yang tidak enak badan, tetapi kami tetap menikmati liburan kami. Udara yang bersih memang sungguh enak untuk dinikmati dan merupakan barang langka bagi kami warga Jakarta. Selain itu, kebersamaan dengan anak-anak ini tidak tergantikan. Walaupun terkadang ada drama yang luar biasa yang dimainkan dua drama queen ini tentunya :)