Showing posts with label batagor abuy. Show all posts
Showing posts with label batagor abuy. Show all posts

Wednesday, May 22, 2019

12 Wisata Kuliner Wajib di Bandung

Namanya jalan-jalan, pastilah tidak lengkap jika tidak mencicipi kuliner khas di daerah tersebut. Demikian juga kami saat di Bandung. Apalagi kota Bandung itu memang terkenal dengan makanannya yang enak. Berikut kulineran kami selama short trip kemarin.

1. Nasi Timbel
Nasi Timbel Bawean
Mendengar nama timbel, pastilah terbayang nasi yang dibungkus daun pisang dan lengkap dengan lauk dan lalapan. Memang makanan Sunda yang satu ini sudah cukup terkenal di Jawa Barat. Di Bandung sendiri ada banyak rumah makan yang menjual nasi timbel. Bahkan saat kami di Floating Market pun ada.

Namun untuk menghemat waktu, kami pun memilih makan nasi timbel di daerah kota. Pilihan kami jatuh ke Nasi Timbel Bawean. Nasi timbel ini terkenal ramai dan harganya pun bersahabat. Saat kami tiba di sana pun sangatlah susah untuk mencari tempat duduk.

Di sini kita tinggal mengambil sendiri makanan yang kita inginkan, kemudian menghitungnya di kasir. Rasanya sih lumayan enak, namun memang kurang nyaman jika membawa anak kecil ke sini. Mungkin lain kali kami akan pesan untuk dibungkus.

Nasi Timbel Bawean
Alamat: Jl. Bawean No.3, Merdeka, Sumur Bandung, Bandung
Jam operasional: 07.30 – 17.00

2. Pujasera Gatsu 32
Yamien asin Pujasera Gatsu 32
Pujasera alias Pusat Jajanan Serba Ada ini sudah ada sejak zaman saya masih kecil. Pujasera ini merupakan kumpulan makanan-makanan khas Bandung yang enak-enak. Kami pergi ke sini untuk mencari makan malam. Pilihan yang banyak membuat kami pun bingung. Dari sate, soto sapi, otak-otak, yamien, mie kangkung, bubur, chinese food, kembang tahu, wedang ronde, semua ada. Dan semuanya rasanya mantab :)
Lomie Kangkung 
Pilihan kami jatuh ke bubur, yamien asin, dan mie kangkung. Rasanya enak dan porsinya lumayan banyak. 
Bubur ayam yang yummy.

Pujasera Gatsu 32
Alamat: Jl. Gatot Subroto no. 32 Malabar, Lengkong, Bandung.
Jam Operasional: 17.00 – 22.00

3. Kedai Hemat
Menu di Kedai Hemat
Kedai yang satu ini terletak tepat di belakang tempat kami menginap, IbisBudget Asia Afrika. Jam bukanya yang dari pagi membuat kami mampir ke sini saat mencari sarapan. Menu yang ada pun bervariasi, dari menu western ala Indo hingga menu lokal.
Aneka toast
Kekurangannya, waktu penyajian makanan di kedai ini sangatlah lama. Tetapi untuk rasa lumayan oke. Kedai Hemat ini hanya buka hari Senin hingga Sabtu.
Menu toast. 
Kedai Hemat
Alamat: Jl. Lengkong Kecil no. 1A, Bandung
Jam Operasional: 07.00 – 21.00 (Senin – Sabtu)

4. Dapur Ciamis Sayogi
Dapur Ciamis Sayogi. Sumber foto: zomato.com
Tempat yang satu ini tidak ada didaftar kuliner yang ingin kami datangi. Lokasinya berada di dekat perumahan Mekarwangi, cukup jauh dari pusat kota. Tetapi untuk rasanya menurut saya lebih mantap daripada Nasi Timbel Bawean. Makanan yang dijual juga makanan Sunda. Sambal dadak dan ayamnya menjadi salah satu unggulannya.

Dapur Ciamis Sayogi
Alamat: Kompleks Singgasana Pradana, Jalan Rangga Kencana No.15 Mekarwangi Bandung
No telepon: 022-85240607
Jam operasional: 08.00 – 21.00

5. Sosis dan Baso Pasir Kaliki
Sosis Baso Pasir Kaliki
Sosis dan Baso Pasir Kaliki ini menjadi langganan saya sejak saya kecil. Walaupun ada banyak cabang, namun tempat ini selalu menjadi pilihan orang-orang untuk membeli sosis dan baso. Si Oma suka sekali membeli ham dan juga sosis di sini. Selain menjual ham dan sosis, di sini juga ada beberapa cemilan khas Bandung. Di depannya pun juga ada banyak makanan yang dapat disantap. Oya, sosis dan basonya non halal ya.

Sosis dan Bakso Pasir Kaliki
Alamat: Jl. Pasir Kaliki No.178-172, Pamoyanan, Cicendo, Bandung
Jam Operasional: 08.00 – 18.00

6. Es Cendol Elizabeth
Es Cendol. Sumber foto: ayubandung.
Es cendol Bandung memang terkenal enak karena gula kelapa dan nangka yang ada di gula kelapanya. Dari semuanya, yang paling terkenal adalah Es Cendol Elizabeth. Es Cendol Elizabeth memang melegenda di Bandung. Nama es cendol ini muncul karena dulu si pemilik es cendol, Pak Rohman, berjualan di depan Toko Tas Elizabeth.

Sekarang ini ada banyak es cendol dengan nama Es Cendol Elizabeth. Kami membeli saat kami mampir ke Sosis dan Bakso Pasir Kaliki. Kekenyalan cendol dan wangi gulanya membuat makan satu gelas saja tidak cukup.

Es Cendol Elizabeth
Alamat utama: Jalan Inhoftank No.64, Astana Anyar, Bandung.
Dapat dijumpai juga diberbagai tempat.

7. Wedang Ronde Gardujati
Ronde Jahe Gardujati
Masih tentang wedang ronde, walau sudah makan wedang ronde di Tahu Susu Lembang, namun Duo Lynns masih mencari wedang ronde. Akhirnya kamipun mampir ke Gardujati. Jalan Gardujati ini terkenal sebagai tempat kuliner. Di sepanjang jalan penuh tenda-tenda makanan. Yang uniknya tempat ini tidak mengenal waktu, bahkan semakin malam semakin ramai. Bagaimana dengan rasanya? Mantab hangatnya :)
Si mas lagi sibuk membuat ronde.
8. Kuotie Gardujati
Kuotie Gardujati. Sumber foto: kompas.com
Selain wedang ronde, di sini juga ada kuotie. Kuotie, yang sekilas mirip gyoza, merupakan cemilan yang berasal dari negeri China. Dengan kulit yang terbuat dari adonan tepung terigu, air, telur dan garam, didalam kuotie sendiri berisi daging cincang yang enak. Biasanya daging yang digunakan adalah daging babi dan udang. Namun ada juga yang menggunakan daging ayam dan udang.

9. Batagor Abuy
Batagor Abuy
Ke Bandung tidaklah lengkap jika tidak makan batagor. Oleh sebab itu setiap kami ke Bandung pasti kami selalu pulang dengan membawa batagor. Pilihan kami selalu jatuh ke Batagor Abuy. Batagor ini enak untuk dimakan dengan atau tanpa saos kacangnya. Kebetulan lokasinya dekat dengan tempat kami menginap. Tetapi walaupun demikian, kami memesan saja supaya diantarkan.

Batagor Abuy
Alamat: Jl. Lengkong Besar No.47, Bandung.
No Telepon: 081320748535
Jam operasional: 15.30 - 22.00

10. Rumah Makan Sunda Nikmat
Rumah Makan Nikmat
Masakan yang paling kami suka kalau ke Bandung adalah masakan Sunda. Saat kami main ke daerah Lembang, kami pun menyempatkan diri mencari rumah makan sunda. Ada banyak rumah makan sunda di sepanjang Jalan Raya Lembang. Pilihan kami jatuh ke RM Nikmat. Ternyata memang makanan di sini sangat nikmat. Ayam kampungnya pun empuk dan lezat. Porsinya pun besar, sampai kami kekenyangan. Untuk harga, relatif murah loh.

Rumah Makan Nikmat
Alamat: Jl. Raya Lembang No. 141 Lembang, Bandung.
No Telepon: 022-2786696
Jam operasional: 08.00 - 21.00

11. Bolu Bakar Tunggal
Bolu Bakar Tunggal
Buat penggemar roti bakar, wajib deh cobain yang satu ini. Awalnya kami diberi tahu sahabat kami tentang bolu bakar ini. Akhirnya si oma pun penasaran untuk mencobanya. Bolu bakar ini menurut kami adalah roti bakar. Rotinya lembut seperti bolu. Yang membuat enak adalah isinya. Kami pun mencoba isi roombutter. Saat dimakan, isinya langsung lumer rasanya. Karena kami bukan penggemar makanan manis (kan kami sudah manis), buat kami roombutter ini sih kemanisan. Tetapi jika bareng dengan teh pahit, pasti enak sekali. 
Rotinya soft sekali

Bolu Bakar Tunggal
Alamat: Jl. Dr. Setiabudi No. 41 Bandung.
No Telepon: 022-2032938
Jam operasional: 09.30 - 21.00

12. Goela Semoet
Pisang Bolen. Sumber foto: goelasemoet.com
Selain batagor, Bandung terkenal dengan kue-kuenya. Salah satunya adalah pisang bolen. Yang sudah pasti diketahui orang adalah Kartikasari dan Primarasa. Namun pisang bolen rumahan Goela Semut menjadi pilihan kami. Rasanya yang tidak terlalu manis dan coklat atau kejunya yang banyak membuat pisang bolen ini menjadi enak. 
Mochi greentea dan red bean. Sumber foto: goelasemoet.com
Oya, mochi di sini juga enak sekali loh. Untuk membeli harus pesan dulu sehari sebelumnya ya, supaya tidak kehabisan.

Goela Semoet
Jl. Sukamulya Indah 5 No.7 Bandung
No Telepon: 087822034245
Jam Operasional: 08.00 -18.00

Tuesday, September 20, 2016

Bandung Getaway

Sebetulnya bulan ini kami tidak ada rencana untuk kelayapan ke luar kota. Bahkan karena satu dan lain hal, kami tidak ikut kegiatan field trip komunitas homeschool kami ke floating market (walau kepengen juga tahu floating market di Bandung seperti apa). Tapi, tak dinyana tak disangka, bulan ini malah kami dua minggu berturut-turut ke Bandung. Yang pertama karena ayah dari sahabat saya meninggal, dan yang kedua memenuhi undangan ulang tahun anak sahabat kami. 

Bandung merupakan kota yang menarik untuk dikunjungi. Waktu saya kecil, setiap bulan pasti saya dan mama saya berkunjung ke Bandung. Dulu sih selalu tinggal di rumah sahabat-sahabat mama. Sekarang, karena sudah ada buntut, jadi kurang enak hati mengganggu mereka. Jadi setiap datang, kami mencari penginapan yang nyaman dan dekat untuk berkunjung ke rumah-rumah sahabat. Nah, bagaimana cara mencari penginapan?

Penginapan di Bandung itu buanyak sekali. Bahkan di satu jalan, kita dapat menemukan beberapa hotel yang saling berdekatan. Cara memesannya pun gampang, bisa secara online. Biasa saya pesan melalui agoda. Kali ini, karena acara ulang tahun di Maxi's Resto di daerah Ciumbuleuit, maka kami mencari penginapan di daerah ini. Dulu saat orang tua dari anak yang ulang tahun ini menikah di Maxi's, kami menginap di hotel Ardjuna yang sekarang bernama SHEO hotel. Hotelnya sih bagus, makanannya enak, udaranya juga enak, tetapi sayangnya saat kami makan, hampir kebanyakan orang merokok dan tidak dipisahkan antara smoking dan non smoking area. Berbekal pengalaman itu, kali ini kami mencoba mencari di airbnb.com

Singkat cerita, kami mendapatkan tempat di Parahyangan Residence yang bernama Julie's apartment. Ibunya sangat komunikatif dan berdasarkan review dan foto, tempatnya enak. Apalagi apartemen ini termasuk apartemen baru yang ada di daerah Ciumbuleuit. Harganya? Lebih murah dari hotel dan lebih leluasa. Buat emak-emak kan ini jadi faktor utama. Dan saat kami sampai, memang betul tempatnya enak dan nyaman.
Pemandangan di pagi hari yang membuat saya ingin bernyanyi how great is our God
Kolam renang dan mini children playground. Menarik bukan?
Apa acara liburannya? Hmm....karena si adik tidak enak badan saat hari Idul Adha, maka rencana kami jalan-jalan ke Dusun Bambu pun batal. Akibatnya, kami hanya menikmati Parahyangan Residence dan sekitarnya, dan mencari makan siang di Paris Van Java (karena dekat dan ada Ta Wan). 

Bersyukur sekali di Parahyangan Residence ada rooftop garden yang dapat dinikmati. Tamannya sih belum jadi banget, tetapi pemandangan dari lantai 26 ini begitu memukau. Belum lagi udaranya yang segar. 
Bisa menikmati angin sore yang sejuk nih.
Jadinya pagi itu kami bahagia menikmati pemandangan di sekeliling kami. Terlalu indah alam ciptaanNya, sehingga membuat kami terkagum-kagum. 
View kota Bandung ke arah Ciumbuleuit siang dan malam hari.
Setelah agak siang, kami pun jalan-jalan ke Paris van Java. Walau kami sudah berkali-kali ke Bandung, kami tidak pernah ke sini loh. Mentok-mentok paling ke Cihampelas Walk. Jadi agak lieur juga saat mencari parkiran. Sangking lamanya mencari parkiran, si adik sampai tertidur :D

Paris van Java merupakan mall dengan konsep semi outdoor. Dan menurut saya, mall ini gabungan antara mall kelas atas dan menengah, karena ada Sogo department store (yang harga bajunya lumayan) tetapi juga ada Carrefour. Di sini juga ada bioskop CGV. Mungkin karena siang hari, rasanya panas juga kalau berjalan di daerah yang agak outdoor. Rasanya kalau malam tempat ini lebih menarik. 

Karena tujuan kami adalah mencari makan siang, maka kami segera menuju sisi yang dipenuhi restoran dan tempat makan. Tujuan utama kami adalah bubur Ta Wan, demi si adik. Tetapi saat sampai di depan Ta Wan, adik malah kepengen makan nasi sama chicken, alias ayam goreng. Akhirnya kami pun naik ke sky level untuk mencoba Richeese Factory. 

Ternyata sky level adalah surganya anak-anak. Ada banyak mainan untuk anak-anak. Dari miniapolis (yang seperti di Plaza Indonesia) , game master (sejenis timezone), dan bahkan trampoline park. Karena tujuan utama kami adalah makan, maka kami langsung menuju target operasi. 

Di depan Richeese terdapat kolecer yang begitu indah, yang membuat kami berhenti terlebih dahulu. Kolecer, atau baling-baling, atau pinwheel merupakan barang yang diidam-idamkan anak-anak. Saat kami berjalan-jalan di pasar di Singapore, anak-anak kepengen sekali membeli. Waktu itu kami sedang buru-buru, jadi kami tidak membelinya. Rencananya kalau lain kali ke sana, kami mau beli. Nah, berhubung ada di sini, kami jadi mampir untuk membeli. Harga kolecernya pun masih ok, untuk yang kecil Rp 25.000,00. Akhirnya kami membeli 2 kolecer. Kesampaian juga maunya Duo Lynns.
Kolecer alias baling-baling. Warnanya sungguh menarik.
Richeese factory merupakan restoran fast food yang menjual fried chicken. Yang membedakan Richeese dengan restoran fried chicken yang lain adalah di cocolannya. Di Richeese ada cheese sauce yang yummy dan ayamnya bisa dibuat pedas (seperti ayam korea gitu). Tapi memang antrinya lumayan. Rasanya lumayan pedas, kami memesan yang level 2, tetapi ada rasa tersendiri saat di-dip ke cheese sauce
Foto sambil menunggu papa membeli makanan, antrian di belakang adik cukup panjang.
Setelah makan, kami mampir sebentar di Carrefour untuk membeli air minum. Persediaan air minum kami sudah menipis. Selama berjalan menuju Carrefour kami melewati berbagai toko terkenal. Dan banyak sekali toko yang menjual handicraft. Bandung memang terkenal dengan handicraft-nya. Saya memang senang melihat pernak-pernik, walau tidak suka membelinya:D

Interior mall ini cukup menarik. Di setiap bagian ada interior tersendiri yang memang menarik untuk difoto. Ada yang berbentuk awan (kata adik ada bantal di atas), ada yang berbentuk snowflakes (yang membuat kakak bersemangat minta difoto), dan ada juga yang bertema taman dengan kupu-kupu dan sarang burung. Carrefour di PVJ terletak di lantai paling bawah. Setelah membeli, kami segera pulang karena kami ada janji dengan penjual batagor.
Sebagian interior di PVJ. So lovable.
Rasanya semua orang tahu bahwa salah satu makanan ciri khas Bandung adalah batagor alias baso tahu goreng. Ada banyak batagor di kota Bandung ini. Ada banyak penjual batagor dan beberapa yang terkenal adalah batagor Kingsley, batagor Riri, dan batagor Abuy. Teman-teman saya yang tinggal di Bandung sih lebih menyukai batagor Abuy. Sehingga saya lebih sering makan batagor Abuy. Untuk memesan batagor Abuy ini cukup mudah loh. Cukup menghubungi via telepon ke 0811223282, sebutkan pesanan kita, dan tempat kita menginap, maka batagor akan dikirimkan ke tempat kita pada waktu yang sudah disepakati. Satu besek isi 10 buah batagor (boleh campur antara siomai dan batagor), dengan harga Rp 95.000,00 per besek. Lumayan naik dibanding waktu kami memesan beberapa tahun lalu. Berhubung si opa suka sekali, maka kami kembali memesan, padahal seminggu sebelumnya kami baru memesan.

Sore harinya, setelah batagor pesanan kami diantar, sementara Duo Lynns tertidur, kami menikmati sore kami dengan mendengarkan suara hujan. Dari sejak kami datang, setiap sore kota Bandung diguyur hujan yang deras sekali. Angin membuat butiran hujan menari ke kanan dan ke kiri. Indah untuk dilihat, tetapi berarti anginnya kencang sekali.

Berhubung hujan, kami jadi males kemana-mana. Kami memutuskan untuk mencari makan di sekitar kami dan menikmati pemandangan malam hari dari lantai 26. Norak bukan? Saya memang senang melihat pemandangan.

Bagaimana dengan makan malamnya? Sebetulnya di lantai bawah Parahyangan Residence ada foodcourt bernama Foodstep yang menjual berbagai macam makanan, plus area itu dilengkapi dengan free WiFi. Tetapi saya penasaran dengan resto yang bernama Cawit Cafe. Cawit cafe merupakan café yang menjual masakan eastern dan juga western. Karena berada di lingkungan kampus, pasti harganya masih wajar dan dilengkapi dengan free WiFi. Bahkan berdasarkan review yang saya baca, cafe yang buka dari jam 09.00 – 04.00 pagi ini terkenal dengan menu nasi siram dan gehu rendang. Jadi kami berjalan ke sini, tetanggaan dengan Parahyangan Residence, dan membeli beberapa makanan untuk dimakan di apartment.

Saat kami kembali, kami mampir untuk melihat pemandangan kota di saat malam. Indahnya lampu-lampu yang ada dan ditambah dengan hawa yang sejuk membuat saya betah di situ (lebay mode on). Kami tidak lama-lama di atas karena perut kami sudah keroncongan. Kami pun segera kembali ke unit kami.
Pemandangan mengarah ke gunung, entah gunung apa, membuat saya merasa wow...
Bagaimana dengan makan malam kami? Gehu rendangnya memang enak, tidak heran menjadi menu favorit. Nasi siramnya juga enak. Entah karena lapar atau memang enak, tetapi anak-anak suka.
Menu makan malam kami yang didapatkan dari Cawit
Walaupun kami tidak jadi mengunjungi tempat-tempat yang sudah kami rencanakan untuk datangi hari ini, karena adik yang tidak enak badan, tetapi kami tetap menikmati liburan kami. Udara yang bersih memang sungguh enak untuk dinikmati dan merupakan barang langka bagi kami warga Jakarta. Selain itu, kebersamaan dengan anak-anak ini tidak tergantikan. Walaupun terkadang ada drama yang luar biasa yang dimainkan dua drama queen ini tentunya :)