Monday, October 3, 2016

Bandung Science Center



Setelah kemarin kami menikmati liburan kami di Parahyangan Residence, karena adik tidak enak badan, hari ini kami berencana mengunjungi Bandung Science Center. Tujuannya adalah selain dekat dengan tempat kami menginap, sepertinya tempat ini cukup menarik untuk anak-anak. 

Sayangnya, saat bangun di pagi hari, adik terlihat lemas lagi. Diperiksa sih suhu tubuhnya tidak panas, tetapi anaknya lemas. Tetapi kami tidak mungkin membatalkan rencana ke BSC karena anak-anak sudah tahu kalau pagi ini mau ke science center. Akhirnya kami memutuskan tetap pergi dan membawa tempra untuk jaga-jaga. Berdasarkan pengalaman kami dengan kakak, tempra menjadi salah satu andalan kami jika anak-anak demam, karena tempra yang berisi paracetamol ini cepat menurunkan demam anak-anak.

Setelah sarapan, kami pun segera pergi ke BSC. Permasalahan muncul saat kami mencoba memasukkan alamat BSC ke GPS kami. Alamat BSC yang kami dapatkan melalui google adalah sirnagalih. Tetapi di GPS, alamat ini tidak muncul. Yang ada hanyalah sirna galih (pakai spasi). Kami mencoba memilih alamat tersebut, tetapi hasilnya kami berputar jauh sampai jembatan Pasopati yang sebelumnya kami lihat saat kami menginap di hotel California. Kami pun segera menepi, dan mencoba mencari patokan terdekat di GPS, setelah itu mengikuti google map. Akhirnya kami sampai ke jalan sirnagalih (yang di GPS tertulis sindang sima). Ternyata alamat yang ada di google tersebut adalah alamat untuk masuk dari belakang, yang tidak ada tempat parkirnya. Kami berputar sampai dua kali dan akhirnya bertanya pada penjaga di daerah tersebut. Si bapak berkata untuk lurus saja, seperti ke arah tol Pasteur, nanti di sebelah kiri terlihat BSC. Kami pun mengikuti saran si bapak, dan akhirnya menemukan BSC dengan alamat jalan Sindang Sirna.
Tampak luar BSC
BSC
Saat kami sampai, BSC terlihat begitu sepi. Kami masuk ke bagian pendaftaran dan membeli tiket masuk. Setiap orang akan mendapat sticker yang dapat ditulis nama. Petugas bagian pendaftaran mengatakan bahwa nanti akan ada satu orang yang memandu. Dan memang setelah kami memasang sticker nama kami, salah seorang staf menghampiri kami dan memandu kami ke bawah. 

Di bagian bawah anak-anak ditanya mengenai hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan yang ada di Indonesia. Setelah itu mereka diperkenalkan dengan planet tempat kita tinggal, yaitu bumi dan bagian-bagiannya. Mereka diminta menunjukkan yang manakah Indonesia. Kakak dengan cepat menunjuk gambar yang mewakili Indonesia. Staf yang ada menjelaskan sedikit mengenai nama pulau-pulau yang ada dan kemudian mengajak kami masuk ke bagian dalam.
Kiri: Lorong menuju bagian dalam BSC dengan sistem tata surya
Kanan: Bumi dan bagiannya.
Ternyata BSC dibagi menjadi tiga lantai. Lantai pendaftaran dan pembelian tiket berada di paling atas. Lantai kedua berisi beberapa bagian. Yang pertama adalah bagian bermain puzzle. Bagian kedua adalah bagian dimana anak-anak diajak untuk melihat video singkat tentang tata surya dan galaksi. Di bagian ketiga anak-anak akan belajar mengenai hukum-hukum dalam fisika dengan cara yang menarik. Di bagian keempat, anak-anak diajak untuk mengenal DNA. Di bagian kelima adalah bagian mengenai satelit dan orbit. 
Selamat Datang di BSC
Sedangkan lantai pertama, yang berada di bawahnya lagi, merupakan bagian terakhir yang nanti akan dikunjungi. Di lantai ini, pertama-tama anak-anak akan melihat simulasi gunung meletus. Kemudian mereka akan diajak untuk masuk ke ruangan yang berisi roket dan pakaian astronot. Setelah itu mereka akan melihat ruangan yang berisi ilusi optik. Dari ruangan ilusi optik, mereka akan diajak masuk ke ruangan robotik dan ruangan alat-alat musik dengan sistem sensor. Kemudian anak-anak akan diajak mengenal pembangkit listrik. Dan yang terakhir mereka akan memasuki ruangan yang berisi simulasi menyalakan lampu rumah dari jauh. 

Yang pertama adalah bagian puzzle. Anak-anak diberikan suatu puzzle amoba yang besar dan anak-anak diminta untuk menyusun ulang. Selama anak-anak menyusun, saya berkeliling di ruangan ini. Secara konsep, tempat ini memang bagus. Tetapi sayangnya pencahayaannya kurang terang. Setelah selesai menyusun amoba, anak-anak mencoba menyusun puzzle hieroglif yang ada. Setelah jadi, staf yang menemani kami berkata arti tulisan ini adalah Selamat Datang di BSC. Dan anak-anak menjawab oooo.... Staf tersebut menjelaskan bahwa jaman dulu belum ada alfabet sehingga orang menulis dengan menggunakan lambang. Setelah staf tersebut menjelaskan sedikit tentang hieroglif, anak-anak diajak untuk beranjak ke bagian dinding yang ada angka dan bangun ruang. Stafnya bertanya apakah kakak tahu atau tidak. Kakak segera menjawab semua pertanyaannya, lebih tepatnya membaca tulisan yang ada di dinding :D 
Karena adik lebih tertarik dengan puzzle, maka mereka berpindah ke bagian puzzle bangun geometri, seperti segitiga, lingkaran, dan persegi panjang.
Kiri atas: puzzle bidang dua dimensi. Kiri bawah: tabel periodik unsur (beserta tahun dan penemunya)
Kanan: rumus volume bangun ruang.
Setelah melihat tabel periodik unsur yang ada, kami masuk ke suatu ruangan yang gelap. Di ruangan ini anak-anak akan diajak melihat slide video tentang tata surya, teori big bang, dan galaksi kita. Sayangnya perpindahan antara slide ke slide begitu cepat, jadinya staf di sana pun harus mengulang videonya berkali-kali. Adik langsung mengajak papa pindah ke ruangan lain, bosan soalnya. Sedangkan kakak masih sibuk menjawab pertanyaan staf sambil melihat slide yang ada. 
Penjelasan tentang galaksi dan tata surya
Ruangan berikutnya adalah ruangan dimana ilmu fisika diterapkan. Ada apa saja sih? Ada katrol, air track, tesla, fiber optik, listrik statis dan hologram. Dimulai dari katrol. Anak-anak diminta duduk di bangku dan membedakan apa rasanya menarik bangku dengan satu katrol, tiga katrol, dan tanpa katrol. Ternyata semakin banyak katrol, semakin mudah untuk menarik bangku tersebut. Selanjutnya anak-anak diajak mengenal air track atau rel udara. Di sepanjang rel terdapat bolongan-bolongan udara yang membuat gaya gesek lebih kecil sehingga benda diatasnya dapat bergerak lebih cepat. Sistem ini digunakan di Jepang untuk kereta api mereka yang sering disebut bullet train.
Katrol, semakin banyak katrolnya, semakin mudah menarik bebannya.
Selain air track, ada juga tesla yang sering digunakan di film Warehouse 13. Tesla adalah kumparan yang dapat menghantarkan arus listrik tinggi tanpa menggunakan kabel. Atau dalam bahasa sederhananya adalah seperti alat kejut listrik tapi dapat digunakan jarah jauh. Kemudian anak-anak bermain dengan fiber optik, listrik statis dan hologram. Hologram terbentuk dari perpaduan dua sinar cahaya yang koheren dalam bentuk mikroskopik. Hologram ini menyimpan informasi-informasi optik yang kemudian dapat membentuk suatu gambar objek, pemandangan, ataupun adegan. Itulah sebabnya kita dapat melihat seakan-akan benda tersebut nyata di depan kita, tetapi tidak dapat dipegang. Anak-anak penasaran mau menangkap gambar tersebut tetapi tidak dapat.
Searah jarum jam: kabel optik, air track, tesla, listrik statis, dan hologram.
Kami pun berpindah ke bagian lain. Kali ini anak-anak diajak berkenalan dengan DNA. Mereka diminta untuk melipat tangan mereka dan melihat tangan manakah yang diatas. Lalu mereka juga diminta untuk menggenggam tangan mereka dan mengamati jari tangan manakah yang ada diatas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui otak bagian manakah yang dominan, kiri atau kanan. Tentunya kedua bagian otak besar ini pasti berfungsi, hanya saja dalam penggunaannya pasti ada yang lebih dominan. Ternyata Duo Lynns mengikuti mamanya, dua-duanya otak kiri lebih dominan. Tetapi tidak berarti otak kanannya tidak berfungsi ya :)

Di situ juga ada Dino yang 3D. Asal kita menutup salah satu mata kita, lalu mata yang satunya melihat ke dino dan kita bergeser ke kanan, ke kiri, depan ataupun belakang, maka lama-kelamaan Dino ini seakan mengikuti kita.
Kiri: rangkaian DNA. Kanan: Dino 3D. 
Tak lama kemudian datang dua anak perempuan beserta orang tuanya dan bergabung bersama kami. Sekarang jadinya ada empat anak perempuan yang seumuran. Keempat anak ini diajak untuk melihat orbit dan satelit di planet Mars. Yang paling khas adalah quadcopter. Tidak seperti helikopter yang memiliki  satu set baling-baling, maka quadcopter mempunyai dua set baling-baling. Kalau saya amati, bentuknya seperti drone. 
Kiri atas: Iron Man yang dapat digerakkan oleh sensor, sayang hanya satu sisi yang berfungsi.
Kiri bawah: robot pengamat yang pertama kali mendarat di Mars.
Kanan: quadcopter yang seperti drone.
Orbit beserta negara yang meluncurkannya.
Selesai sudah lantai kedua ini. Kami pun turun melalui tangga. Dekorasi di sepanjang tangga adalah serangga. Tiba-tiba empat anak perempuan ini berteriak dino sambil melompat ke mamanya. Ternyata saat kami sampai di lantai bawah, kami disambut dengan Barney alias T-rex. T-rex ini memang terlihat menakutkan, walau kecil dan kurus :D
Hiasan yang ada di BSC, beserta T-Rex yang kurus.
Di lantai bawah ini kami diajak melihat simulasi gunung meletus tetapi dengan menggunakan air. Diawali dengan getaran, lama kelamaan akan keluar lava dalam bentuk air. Seharusnya alat ini menggunakan sensor, tetapi karena rusak, maka dioperasikan dengan saklar yang ada. Anak-anak ini meletakkan tangannya di permukaan gunung untuk merasakan getarannya. Duo Lynns sudah pernah melihat simulasi volkano dengan baking soda. Jadinya mereka bertanya kok airnya tidak bisa meluap-luap. Kalau meluap-luap, semuanya jadi basah dong, nak.
Lava air yang keluar dari gunung .
Setelah itu anak-anak masuk ke suatu ruangan yang agak gelap. Di ruangan ini terdapat roket mini dan baju astronot. Hmm.... Jadi teringat saat mengunjungi Air and Space Museum, kakak dengan polosnya bertanya bagaimana cara mereka pipis (dan ternyata ada jawabannya loh). Sayangnya kali ini penjelasan tentang astronot bukanlah fokus utama dari ruangan ini. 
Roket mini
Ruangan selanjutnya adalah ruangan dengan ilusi optik dan trik pada gambar. Anak-anak diminta menebak gambar apakah yang mereka lihat. Bagi anak-anak, mereka akan melihat gambar secara keseluruhan, bukan bagian per bagian. Acara tebak gambar ini tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Tergantung dari arah mana kita melihat.  
Enam gambar yang memiliki banyak arti.
Old and young Einstein
Berhubung kami harus segera kembali untuk check out, maka kami bertanya kepada staf yang ada apakah masih lama. Stafnya pun berkata sebentar lagi penjelasan mereka akan selesai. 

Selanjutnya anak-anak diajak bermain mobil-mobilan. Mobil ini akan berjalan di lintasan yang ada. Apa sih yang membuat mobil ini bergerak? Di bagian bawah lintasan ada sensor, sehingga mobilnya akan bergerak mengikuti sensor yang ada dan pada lintasannya. Awalnya dari dua mobil yang ada disitu hanya ada satu mobil yang dapat digunakan. Adik iseng menoel mobil tersebut dan tiba-tiba jalan. Akhirnya empat anak perempuan ini sibuk main mobil. 
Atas: Mobil dengan sensor, pembangkit listrik tenaga gerak.
Bawah: alat musik dari pipa, harpa yang senarnya menggunakan sinar laser dan sensor, ilusi gambar bintang
Kami masuk ke hall yang besar dan di hall tersebut terdapat berbagai macam alat musik yang unik. Mulai dari angklung, harpa yang dimainkan dengan sensor, dan alat musik dari pipa buatan mahasiswa ITB. 
Pembangkit listrik tenaga matahari dan angin
Ruangan yang terakhir berisi maket-maket rumah dan ruangan yang ada di dalamnya. Untuk menyalakan lampunya, cukup masuk ke salah satu website dan ikuti petunjuk yang ada. Ini seperti alat-alat yang dijual di pasaran yang digunakan untuk mengendalikan lampu rumah dari jauh. Asalkan koneksi internet bagus, dan semua sistem sudah terhubung, kita bisa menyalakan lampu rumah walau kita berada di luar kota. Seru juga ya. 
Lampunya dapat dinyalakan secara online
Di ruangan ini juga ada game yang dapat dimainkan anak-anak loh. Game interaktif yang membuat mereka bergerak dan meloncat untuk menangkap kelinci. Sayangnya waktu menunjukkan pukul 11.30 dan kami harus segera mengambil barang. Kami pun pamit kepada keluarga lain dan staf yang ada dan segera kembali ke lantai paling atas. 

Apa kesimpulan kunjungan kami ke BSC? Secara keseluruhan, konsep yang ada menarik dan edukatif. Sayangnya banyak barang yang rusak, entah rusak karena kurangnya perawatan dari pihak pengelola ataupun tangan isengnya pihak pengunjung. Banyak sensor yang tidak berfungsi. Bagaimana dengan anak-anak yang datang? Menurut kami, anak SD akan lebih menikmati tempat ini dibandingkan anak TK. Tetapi anak TK pun tetap bisa menikmati, walau mungkin belum mengerti banyak hal. 

Bagaimana dengan adik? Selama 1.5 jam di BSC, adik cukup menikmati melihat ini itu dan bermain ini itu, walau konsepnya belum terlalu mengerti. Dan untunglah adik tidak jadi demam :) 

Disclaimer: "Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho"

Bandung Science Center
Alamat: jl. Sirnagalih no 15 Bandung (untuk parkir di jalan Sindang Sirna).
Jam buka: 09.00 - 17.00
HTM: Rp 45.000,00 

Monday, September 26, 2016

The Hungry Belly Bandung


Sebelum kami menikmati liburan kami, seminggu sebelumnya kami mendadak pergi ke Bandung karena ayah dari sahabat saya meninggal. Maka kami mencari hotel sehari sebelum kami berangkat ke Bandung dan menemukan Hotel California yang sedang promo. Hotel ini cukup menarik, apalagi kalau membawa anak kecil. Dinding luarnya menggunakan jendela yang besar, sehingga membuat anak-anak betah melihat ke jalan. Memang saat kami sampai, sesuai dengan deskripsi banyak orang di tripadvisor, jendelanya memang menarik dan membuat kita dapat melihat pemandangan kota Bandung dengan puas.

Karena sudah sangat sore, dan kami harus segera bersiap untuk datang ke kebaktian tutup peti, kami mengisi perut kami terlebih dahulu. Tempat makan terdekat adalah The Hungry Belly.

The Hungry Belly berada di atas bengkel motor Kencana. Sepertinya usaha ini dijalankan oleh anak-anak muda. Melihat menu-menunya, mereka memadukan antara makanan siap pakai, seperti mie instan, ham, sosis, smoked beef, dan bahan makanan lainnya. Walau menunya sederhana, rasanya katanya sih enak. Dan free WiFi juga. Berbekal review yang kami baca, tetap cari tahu dulu review-nya sebelum berkunjung, dan juga demi kenyamanan. kami memutuskan makan di sana. Awalnya kami agak bingung masuknya dari mana, tetapi ternyata untuk menuju The Hungry Belly kami harus naik tangga di bagian luar. Suasana yang sepi jadi curiga buka atau tidak ya. Ternyata buka dan kami disambut hangat lagi. Yang saya suka adalah area smoking dan non smoking dipisahkan. Yang non smoking berada di dalam ruangan, jadinya kami dapat makan tanpa terganggu asap rokok.

Kami dengan polos duduk dan menunggu menu. Pilihan makanan yang ada cukup bervariasi. Dari mie instan dengan toping macam-macam (yang menarik hati), sampai ke baked rice. Topingnya ada smoked beef, black pepper beef, gyutan, chicken yakiniku, sosis dan sebagainya. Berhubung membawa anak kecil, maka kami memilih nasi daripada mie instan.
Cukup menggoda hati bukan?
Bagaimana dengan minumannya? Minuman yang ada pun beraneka ragam dan nampak menarik. Menurut kata orang, yang terkenal enak adalah jus buah naganya. Sayangnya kami buru-buru, jadi tidak memesan jus buah naga ini. 
Pilihan minuman dingin
Pilihan minuman hangat yang menggoda hati.
Sambil menunggu pesanan, mulai banyak orang yang datang untuk makan di sini, dan biasanya anak muda. Ternyata sistemnya adalah pesan di depan, lalu bayar. Setelah itu makanan baru diantarkan ke meja. Maklum, kami orang baru.
Tak lama kemudian, makanan kami datang. Kami memesan baked rice with smoked beef, baked rice with sausage, dan pasta aglio olio. Baked rice-nya berisi nasi yang dikasi saos seperti saos tempura, ada jamur sedikit, telur orak-arik, lalu toping yang kita mau, dan diatasnya dikasi parutan keju. Karena dipanggang, kejunya ini meleleh sehingga membuat makanan menjadi lebih enak. Bagaimana rasanya? Adik berkata enak dan makannya pun lumayan cepat. Kakak berkata besok makan sini lagi ya mama. Sedang pastanya pun enak, rasa pastanya pedas dan ada taburan smoked beef.

Dan saat saya lihat di instagram, ternyata mereka juga melayani pemesanan loh. Pemesanan ini bisa dengan menghubungi nomor mereka ataupun melalui GOFOOD by GOJEK. Wah....menarik untuk dicoba nih. Jadi tidak harus menginap dekat situ, tetapi juga bisa delivery. Rasanya tempat ini  akan menjadi pilihan kuliner kami saat kami ke Bandung. Apalagi membuat si kecil makannya cepat =D
Instagram mereka. All pictures are taken from the_hungrybelly.
The Hungry Belly
Alamat: Jl. Wastukencana no 50A Bandung
(diatas Kencana Motor)
No telepon: 081214912598
Jam buka: 11.00 - 23.00

Tuesday, September 20, 2016

Bandung Getaway

Sebetulnya bulan ini kami tidak ada rencana untuk kelayapan ke luar kota. Bahkan karena satu dan lain hal, kami tidak ikut kegiatan field trip komunitas homeschool kami ke floating market (walau kepengen juga tahu floating market di Bandung seperti apa). Tapi, tak dinyana tak disangka, bulan ini malah kami dua minggu berturut-turut ke Bandung. Yang pertama karena ayah dari sahabat saya meninggal, dan yang kedua memenuhi undangan ulang tahun anak sahabat kami. 

Bandung merupakan kota yang menarik untuk dikunjungi. Waktu saya kecil, setiap bulan pasti saya dan mama saya berkunjung ke Bandung. Dulu sih selalu tinggal di rumah sahabat-sahabat mama. Sekarang, karena sudah ada buntut, jadi kurang enak hati mengganggu mereka. Jadi setiap datang, kami mencari penginapan yang nyaman dan dekat untuk berkunjung ke rumah-rumah sahabat. Nah, bagaimana cara mencari penginapan?

Penginapan di Bandung itu buanyak sekali. Bahkan di satu jalan, kita dapat menemukan beberapa hotel yang saling berdekatan. Cara memesannya pun gampang, bisa secara online. Biasa saya pesan melalui agoda. Kali ini, karena acara ulang tahun di Maxi's Resto di daerah Ciumbuleuit, maka kami mencari penginapan di daerah ini. Dulu saat orang tua dari anak yang ulang tahun ini menikah di Maxi's, kami menginap di hotel Ardjuna yang sekarang bernama SHEO hotel. Hotelnya sih bagus, makanannya enak, udaranya juga enak, tetapi sayangnya saat kami makan, hampir kebanyakan orang merokok dan tidak dipisahkan antara smoking dan non smoking area. Berbekal pengalaman itu, kali ini kami mencoba mencari di airbnb.com

Singkat cerita, kami mendapatkan tempat di Parahyangan Residence yang bernama Julie's apartment. Ibunya sangat komunikatif dan berdasarkan review dan foto, tempatnya enak. Apalagi apartemen ini termasuk apartemen baru yang ada di daerah Ciumbuleuit. Harganya? Lebih murah dari hotel dan lebih leluasa. Buat emak-emak kan ini jadi faktor utama. Dan saat kami sampai, memang betul tempatnya enak dan nyaman.
Pemandangan di pagi hari yang membuat saya ingin bernyanyi how great is our God
Kolam renang dan mini children playground. Menarik bukan?
Apa acara liburannya? Hmm....karena si adik tidak enak badan saat hari Idul Adha, maka rencana kami jalan-jalan ke Dusun Bambu pun batal. Akibatnya, kami hanya menikmati Parahyangan Residence dan sekitarnya, dan mencari makan siang di Paris Van Java (karena dekat dan ada Ta Wan). 

Bersyukur sekali di Parahyangan Residence ada rooftop garden yang dapat dinikmati. Tamannya sih belum jadi banget, tetapi pemandangan dari lantai 26 ini begitu memukau. Belum lagi udaranya yang segar. 
Bisa menikmati angin sore yang sejuk nih.
Jadinya pagi itu kami bahagia menikmati pemandangan di sekeliling kami. Terlalu indah alam ciptaanNya, sehingga membuat kami terkagum-kagum. 
View kota Bandung ke arah Ciumbuleuit siang dan malam hari.
Setelah agak siang, kami pun jalan-jalan ke Paris van Java. Walau kami sudah berkali-kali ke Bandung, kami tidak pernah ke sini loh. Mentok-mentok paling ke Cihampelas Walk. Jadi agak lieur juga saat mencari parkiran. Sangking lamanya mencari parkiran, si adik sampai tertidur :D

Paris van Java merupakan mall dengan konsep semi outdoor. Dan menurut saya, mall ini gabungan antara mall kelas atas dan menengah, karena ada Sogo department store (yang harga bajunya lumayan) tetapi juga ada Carrefour. Di sini juga ada bioskop CGV. Mungkin karena siang hari, rasanya panas juga kalau berjalan di daerah yang agak outdoor. Rasanya kalau malam tempat ini lebih menarik. 

Karena tujuan kami adalah mencari makan siang, maka kami segera menuju sisi yang dipenuhi restoran dan tempat makan. Tujuan utama kami adalah bubur Ta Wan, demi si adik. Tetapi saat sampai di depan Ta Wan, adik malah kepengen makan nasi sama chicken, alias ayam goreng. Akhirnya kami pun naik ke sky level untuk mencoba Richeese Factory. 

Ternyata sky level adalah surganya anak-anak. Ada banyak mainan untuk anak-anak. Dari miniapolis (yang seperti di Plaza Indonesia) , game master (sejenis timezone), dan bahkan trampoline park. Karena tujuan utama kami adalah makan, maka kami langsung menuju target operasi. 

Di depan Richeese terdapat kolecer yang begitu indah, yang membuat kami berhenti terlebih dahulu. Kolecer, atau baling-baling, atau pinwheel merupakan barang yang diidam-idamkan anak-anak. Saat kami berjalan-jalan di pasar di Singapore, anak-anak kepengen sekali membeli. Waktu itu kami sedang buru-buru, jadi kami tidak membelinya. Rencananya kalau lain kali ke sana, kami mau beli. Nah, berhubung ada di sini, kami jadi mampir untuk membeli. Harga kolecernya pun masih ok, untuk yang kecil Rp 25.000,00. Akhirnya kami membeli 2 kolecer. Kesampaian juga maunya Duo Lynns.
Kolecer alias baling-baling. Warnanya sungguh menarik.
Richeese factory merupakan restoran fast food yang menjual fried chicken. Yang membedakan Richeese dengan restoran fried chicken yang lain adalah di cocolannya. Di Richeese ada cheese sauce yang yummy dan ayamnya bisa dibuat pedas (seperti ayam korea gitu). Tapi memang antrinya lumayan. Rasanya lumayan pedas, kami memesan yang level 2, tetapi ada rasa tersendiri saat di-dip ke cheese sauce
Foto sambil menunggu papa membeli makanan, antrian di belakang adik cukup panjang.
Setelah makan, kami mampir sebentar di Carrefour untuk membeli air minum. Persediaan air minum kami sudah menipis. Selama berjalan menuju Carrefour kami melewati berbagai toko terkenal. Dan banyak sekali toko yang menjual handicraft. Bandung memang terkenal dengan handicraft-nya. Saya memang senang melihat pernak-pernik, walau tidak suka membelinya:D

Interior mall ini cukup menarik. Di setiap bagian ada interior tersendiri yang memang menarik untuk difoto. Ada yang berbentuk awan (kata adik ada bantal di atas), ada yang berbentuk snowflakes (yang membuat kakak bersemangat minta difoto), dan ada juga yang bertema taman dengan kupu-kupu dan sarang burung. Carrefour di PVJ terletak di lantai paling bawah. Setelah membeli, kami segera pulang karena kami ada janji dengan penjual batagor.
Sebagian interior di PVJ. So lovable.
Rasanya semua orang tahu bahwa salah satu makanan ciri khas Bandung adalah batagor alias baso tahu goreng. Ada banyak batagor di kota Bandung ini. Ada banyak penjual batagor dan beberapa yang terkenal adalah batagor Kingsley, batagor Riri, dan batagor Abuy. Teman-teman saya yang tinggal di Bandung sih lebih menyukai batagor Abuy. Sehingga saya lebih sering makan batagor Abuy. Untuk memesan batagor Abuy ini cukup mudah loh. Cukup menghubungi via telepon ke 0811223282, sebutkan pesanan kita, dan tempat kita menginap, maka batagor akan dikirimkan ke tempat kita pada waktu yang sudah disepakati. Satu besek isi 10 buah batagor (boleh campur antara siomai dan batagor), dengan harga Rp 95.000,00 per besek. Lumayan naik dibanding waktu kami memesan beberapa tahun lalu. Berhubung si opa suka sekali, maka kami kembali memesan, padahal seminggu sebelumnya kami baru memesan.

Sore harinya, setelah batagor pesanan kami diantar, sementara Duo Lynns tertidur, kami menikmati sore kami dengan mendengarkan suara hujan. Dari sejak kami datang, setiap sore kota Bandung diguyur hujan yang deras sekali. Angin membuat butiran hujan menari ke kanan dan ke kiri. Indah untuk dilihat, tetapi berarti anginnya kencang sekali.

Berhubung hujan, kami jadi males kemana-mana. Kami memutuskan untuk mencari makan di sekitar kami dan menikmati pemandangan malam hari dari lantai 26. Norak bukan? Saya memang senang melihat pemandangan.

Bagaimana dengan makan malamnya? Sebetulnya di lantai bawah Parahyangan Residence ada foodcourt bernama Foodstep yang menjual berbagai macam makanan, plus area itu dilengkapi dengan free WiFi. Tetapi saya penasaran dengan resto yang bernama Cawit Cafe. Cawit cafe merupakan café yang menjual masakan eastern dan juga western. Karena berada di lingkungan kampus, pasti harganya masih wajar dan dilengkapi dengan free WiFi. Bahkan berdasarkan review yang saya baca, cafe yang buka dari jam 09.00 – 04.00 pagi ini terkenal dengan menu nasi siram dan gehu rendang. Jadi kami berjalan ke sini, tetanggaan dengan Parahyangan Residence, dan membeli beberapa makanan untuk dimakan di apartment.

Saat kami kembali, kami mampir untuk melihat pemandangan kota di saat malam. Indahnya lampu-lampu yang ada dan ditambah dengan hawa yang sejuk membuat saya betah di situ (lebay mode on). Kami tidak lama-lama di atas karena perut kami sudah keroncongan. Kami pun segera kembali ke unit kami.
Pemandangan mengarah ke gunung, entah gunung apa, membuat saya merasa wow...
Bagaimana dengan makan malam kami? Gehu rendangnya memang enak, tidak heran menjadi menu favorit. Nasi siramnya juga enak. Entah karena lapar atau memang enak, tetapi anak-anak suka.
Menu makan malam kami yang didapatkan dari Cawit
Walaupun kami tidak jadi mengunjungi tempat-tempat yang sudah kami rencanakan untuk datangi hari ini, karena adik yang tidak enak badan, tetapi kami tetap menikmati liburan kami. Udara yang bersih memang sungguh enak untuk dinikmati dan merupakan barang langka bagi kami warga Jakarta. Selain itu, kebersamaan dengan anak-anak ini tidak tergantikan. Walaupun terkadang ada drama yang luar biasa yang dimainkan dua drama queen ini tentunya :)





Sunday, August 28, 2016

Bermain di Kidzania Jakarta

drg. Lynns
Anak-anak suka sekali bermain peran. Setiap hari, sebelum dan sesudah papanya kerja, anak-anak pasti akan bermain dengan papanya. Entah papanya jadi pilot, anak-anak jadi pramugari atau penumpang, atau papanya jadi pembeli, anak-anak jadi kasir, dan permainan lainnya. Melihat hobi mereka yang satu ini, saya dari dulu tertarik untuk mengajak anak-anak bermain di Kidzania.

Apakah Kidzania itu? Kidzania itu adalah sebuah theme park atau 'kota'nya anak-anak dimana anak-anak dapat melakukan pekerjaan seperti orang dewasa. Jadi kota ini dibangun dalam skala anak-anak. Ada jalanan, rumah sakit, supermarket, salon, pabrik-pabrik dan sebagainya. Karenan kotanya anak-anak, maka semua berwarna gelap seperti saat malam, karena saatnya orang dewasa tertidur, kota si anak mulai beraktivitas. 

Kidzania sendiri berada di banyak negara, bukan hanya di Indonesia. Kidzania pertama kali didirikan di Mexico City pada 1 September 1999. Di Indonesia sendiri Kidzania diresmikan pada 24 November 2007. Jadi tentunya Kidzania mempunyai reputasi yang bagus dan sangat edukatif loh. Kalau saya hitung di website-nya, ada 64 aktivitas yang dapat dilakukan oleh anak-anak. Tetapi setiap aktivitas memiliki syarat umur tersendiri. Oya, Kidzania dapat menampung 1.800 orang di dalamnya. Tetapi sangat tidak disarankan datang dan bermain jika seramai itu. Bisa bosan menunggunya. 

Di Kidzania ini anak-anak bermain peran, bisa sebagai dokter, pemadam, polisi (yang nangkep maling), kasir dan sebagainya. Tentunya sama seperti orang dewasa yang mendapat uang jika bekerja, maka jika si anak bekerja, mereka mendapatkan uang tetapi bukanlah dalam bentuk Rupiah. Uang yang digunakan disini adalah Kidzos. Kidzos yang mereka hasilkan nantinya dapat digunakan untuk mereka naik taksi, city tour bus, medical check up, buat SIM, dan sebagainya. 
Dollar Kidzos.
Sayangnya permainan di Kidzania akan seru jika si anak berumur 4 tahun ke atas. Karena bermain peran hanya bisa dilakukan oleh anak yang berumur 4 tahun ke atas. Akhirnya setelah adik berumur 4 tahun, kami menjadwalkan kunjungan ke Kidzania. Setelah tertunda terus, akhirnya kami baru berhasil mengunjungi Kidzania minggu lalu. Untuk mempermudah kunjungan kami ke Kidzania, si papa membeli tiket secara online di website resmi Kidzania. Kenapa tidak on the spot saja? Di Kidzania setiap harinya ada kuota anak dan dewasa. Orang dewasa ini kuotanya tidak sebanyak kuota anak (karena anak 8 tahun ke atas tidak usah ditemani). Jadi kalau belinya on the spot, takutnya sudah sampai sana ternyata tidak ada kuota untuk dewasa. Kali ini kami janjian untuk pergi bersama K, best friend Duo Lynns dan sepupu K,Duo C, yang sedang liburan.

Saat kami datang, kami sampai di PP mall sekitar jam 08.15, mall masih sepi. Tetapi di Kidzania sudah ada anak-anak sekolahan yang duduk menunggu. Bukan hanya anak-anak yang baru pertama kali ke sini, tapi saya juga baru pertama kali. Kalau si papa sih sudah sering sekali, menemani keponakannya. Jadi saya cukup norak terpesona melihat bagian depan Kidzania. Mereka membuat lobby mereka seperti counter check in di bandara. Dengan bagian muka pesawat (lengkap dengan roda depan pesawat) yang terlihat di bagian depan, seakan menggambarkan bahwa pesawatnya sudah siap untuk membawa mereka ke negeri dimana mereka dapat melakukan aktivitas seperti layaknya orang dewasa. Kurang lebih ada tiga rombongan yang akan masuk hari itu. Kami masuk setelah rombongan-rombongan tersebut masuk, walaupun ada dua rombongan yang datang sesudah kami datang. Tetapi karena masih belum banyak orang, jadi tidak terjadi antrian saat masuk.

Saat check in, kita akan diberikan gelang penanda. Untuk orang dewasa yang membeli tiket diijinkan keluar dari lingkungan kidzania dan masuk kembali. Jadi misalkan mau makan siang, boleh keluar lalu masuk lagi. Sedang untuk anak-anak, mereka tidak diijinkan keluar masuk. Untuk anak berusia 4 sampai 16 tahun, mereka akan mendapatkan cek senilai 50 Kidzos. Cek itu harus mereka tukarkan di bank sehingga mereka akan mendapatkan uang sebanyak 50 kidzos. Saat lewat screening, mereka memeriksa apakah ada makanan di dalam tas kita atau tidak. Jadi memang salah satu peraturan mereka adalah tidak boleh ada makanan dan minuman yang dibawa masuk ke dalam area Kidzania.

Kami segera masuk ke dalam dan mencari bank. Bank berasal dari bahasa Itali, banca yang artinya tempat untuk menukar uang. Kali ini bank yang bekerja sama dengan Kidzania adalah BRI. Untuk partner yang bekerja sama dengan Kidzania, biasanya akan diberikan keterangan mengenai si partner tersebut. Seperti BRI. BRI pertama kali didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah pada 16 Desember 1895 oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja. Lumayan, tambah info untuk kita. 

Akhirnya tidak hanya berpura-pura jadi teller dan nasabah di rumah, tetapi bisa jadi nasabah di Kidzania.
Si papa berkata zaman dia anter keponakan dulu, kerjasamanya adalah dengan BCA. Dan keponakan-keponakan tersebut masih punya kartu atm yang masih ada simpanannya. Kami bertanya kepada petugas yang ada dan mereka berkata walau kartu atm sekarang berbeda, tetapi simpanan yang ada di dalamnya bisa ditransfer ke dalam kartu anak-anak. Tetapi acara pembuatan kartu dan transfer simpanan hanya dilayani setelah jam 10. Jadi anak-anak ke dalam hanya untuk menukar cek mereka. Karena kami tidak bisa masuk ke dalam, hanya melihat dari luar saja, maka anak-anak masuk ke dalam sendiri seperti layaknya orang dewasa. 

Selesai menukarkan cek dengan kidzos sebesar 50 dollar, musik di Kidzania mulai diperdengarkan. Yang berarti permainan di Kidzania akan dimulai dan waktunya setiap petugas yang ada menari di setiap sudut Kidzania. Awalnya kami mengira akan ada parade dan siap-siap berlari ke depan, tetapi si Papa bilang mereka akan menari ditempat mereka berdiri. Tariannya sih begitu-begitu saja, tetapi tetap saja seru melihat orang-orang tersebut menari, walau ada juga yang menarinya malu-malu. Acara pembukaan ini tidak lama, setelah itu kami mulai bermain. Area permainan yang paling ramai adalah pemadam kebakaran. Jadi kami mulai dari yang tidak ramai, yaitu menjadi perawat bayi.

Peran perawat bayi ini disponsori oleh Pigeon.Di sini anak-anak belajar untuk mengurus bayi, pekerjaan yang disukai Duo Lynns. Dimulai dari menggantikan baju bayi, menimbang bayi, memberikan susu kepada bayi. Bahkan ada juga penyuluhan tentang ASI dan jumlah gigi bayi. Duo Lynns semangat melakukan semuanya. Selesai melakukan semua aktivitas di dalam sana, mereka mendapatkan kidzos sebesar 10 dollar. Senangnya mereka merasa seperti orang besar.
Bahkan ada inkubator juga loh.
Permainan berikutnya adalah menjadi dokter gigi. Awalnya mereka ingin menjadi dokter biasa, tetapi karena dokter dan perawat berada dalam satu gedung yang sama, mereka baru boleh bermain setelah 20 atau 30 menit lagi. Si papa bingung, mungkin aturan baru. Maka kami memutuskan bermain dokter nanti saja, saat K dan Duo C sudah datang. Untuk menjadi dokter gigi, mereka akan menonton penjelasan melalui TV. Saat anak-anak bermain, seorang karyawan Pizzania menawarkan kami pizza. Karena masih kepagian, maka kami belum berminat untuk membeli. Di Pizzania ini anak-anak dapat membuat pizza sendiri. Tetapi untuk membuat pizza, kita harus membayar dengan rupiah. Si papa bilang dulu hanya membayar dengan simpanan Kidzos dan mendapatkan pizza kecil(masa sudah berganti ya, pak :D). Mungkin harga bahan pizza semakin mahal. Mereka menyediakan dua ukuran pizza, medium seharga Rp 95.000,00 dan large seharga 125.000,00. Untuk pizza medium, bisa dimainkan maksimal oleh dua anak.

Selagi anak-anak bermain, saya berkeliling untuk mengobservasi permainan apa saja yang dapat dimainkan oleh anak-anak. Sebetulnya lebih banyak lagi permainan yang hanya dapat dimainkan oleh kakak, seperti arkeolog, scientist reporter dan sebagainya. Persyaratannya adalah sudah berumur 6 tahun. Walau kakak belum genap 6 tahun, tetapi asalkan bisa membaca maka dapat bermain.

Permainan menjadi dokter gigi ini disponsori oleh Pepsodent. Di dalam anak-anak mendapat penyuluhan tentang gigi, keunikan gigi kita (tidak ada yang sama loh), cara menggosok gigi, memeriksa gigi dan menambal gigi. Seru juga ya. Setelah selesai, anak-anak mendapatkan kidzos dan juga suvenir.
Peralatan yang ada di dokter gigi.
Supaya adik tidak rewel saat kakak bermain yang hanya bisa dimainkan oleh kakak, maka kami berpencar. Adik bersama dengan saya dan kakak bersama dengan papa. Kakak akan bermain menjadi reporter dan scientist. Sedangkan adik akan saya ajak ke atas untuk bermain di atas.
Kiri: Kakak menjadi reporter. Kanan: adik sedang memetik daun teh.
Menjadi scientist di lab Yakult. Setelah meneliti, lalu menjelaskan.
Bukan hanya dapat kidzos, tetapi juga dapat pin, sertifikat, dan Yakult :)
Setelah jam 10 anak-anak menukar sendirti kartu ATM.
Atas: kartu ATM baru. Bawah: kartu ATM lama.
Tidak lama kemudian K datang dan anak-anak pun bermain bersama. Tujuan pertama mereka adalah stasiun radio yang disponsori oleh Gen FM. Mereka menjadi bintang tamu dan diwawancarai oleh penyiar yang ada. Mereka diwawancarai tentang aktivitas mereka saat homeschool. 
Bintang tamu di radio Gen FM.
Selesai dari situ, kami berpindah ke tempat membuat roti yang disponsori oleh Sari Roti. Karena akan berhubungan dengan makanan, maka disediakan wastafel di dalam. Tetapi ternyata hanya untuk mencuci tangan setelah membuat roti. untungnya sebelum masuk mommy K sudah melap tangan anak-anak dengan tisyu basah. Yang mereka lakukan hanyalah mencetak roti dan sesudah itu roti tersebut diisi dengan selai coklat dan mereka memakannya. 
Bahagia sekali anak-anak dapat cemilan di tengah-tengah aktivitas.
Permainan selanjutnya adalah mengenal cara berjualan online dengan blibli.com.  Anak-anak diajari untuk memelajari pesanan, lalu mengirimnya. Mereka betul-betul keluar dari outlet mereka dan mengantarkan barang ke beberapa tempat di dalam Kidzania. 
Jualan online. Setelah mendengarkan penjelasan, mereka melakukan delivery.
Tak beberapa lama kemudian datanglah Duo C. Karena sudah mendekati jam makan siang, maka aktivitas yang dipilih adalah membuat pizza. Duo Lynns mengerjakan satu pizza berdua dan K n C mengerjakan satu pizza berdua. Berhubung anak-anak sudah sering membuat pizza-pizza-an, maka mereka dengan semangat mengerjakannya. 
Pizza time...Hasilnya ok juga :)
Untuk makan siang, di dalam Kidzania terdapat banyak pilihan. Dari burger, pizza, maupun nasi semuanya ada. Kami mencari tempat yang dekat dengan toddler's corner di lantai dua. Maka tujuan kami adalah parents lounge. Parents lounge merupakan tempat untuk makan, mereka menjual makanan juga. Kita juga dapat membeli makanan dari food court Kidzania dan membawanya ke parents lounge. Di situ juga ada satu ruangan yang khusus untuk ibu dan bayi. Jadi kalau mendadak si kecil rewel, bisa juga masuk ke situ. 

Kembali ke pizza hasil buatan anak-anak. Bagaimana rasanya? Not bad. Isinya pun lumayan banyak (lain kali buat yang besar untuk makan berempat rasanya bisa juga). Jadinya kami hanya memesan satu menu makanan lagi. Kali ini saya dan mommy K tergoda menu kemerdekaan yang ditawarkan yang isinya nasi. Jadi kami membeli ke bawah dulu, dan menunggu mereka menyiapkannya. Acara makan siang pun berlangsung dengan cepat karena anak-anak sudah semangat mau main lagi. 

Karena mereka melihat little C bermain menjadi customer di salon, maka mereka berminat main di salon. Sayangnya sedang ada yang bermain. Maka kami pun berganti tujuan ke pabrik wafer yang disponsori oleh tango. Duo Lynns, K, n big C semangat membuat wafer yang bisa mereka bawa pulang. 
Membuat wafer tango rasa coklat. Hasilnya boleh dibawa pulang.
Tujuan kami kembali ke salon. Kakak dan K menjadi hairdresser sedangkan adik dan big C menjadi customer. Untuk menjadi customer, mereka harus membayar 5 dollar. Hairdresser berarti bekerja dan mendapatkan kidzos.
Dimulai dari memijat kepala, memakaikan bedak, manicure, dan hair do. 
Selanjutnya adalah melihat pabrik coklat yang disponsori silver queen. Pabrik coklat ini penuh terus (estimasi bermain di dalam adalah 20 menit tapi yang kami amati hampir 35 menit baru selesai), jadinya anak-anak berganti haluan ke pabrik teh. Adik semangat mau ikut lagi karena dia tahu diakhir kegiatan akan diberikan 1 cup kecil teh manis =)) 
Proses pembuatan teh. Dari pergi ke kebun teh, menyiram daun teh, memilih hanya pucuknya, memrosesnya, dan melakukan packaging. Diakhiri dengan meminum teh pucuk (adik langsung berdiri manis di depan tempat minum teh).
Perlu diakui pengenalan brand yang dilakukan oleh partner-partner Kidzania cukup mencuci otak anak-anak. Seperti saat mereka berjalan ke kebun  teh, mereka berjalan sambil berkata pucuk pucuk. Pasti nantinya mereka akan membeli teh pucuk di supermarket.

Karena bagian farmasi sudah kosong, maka anak-anak mencoba menjadi apoteker. Mereka belajar mencampurkan asam dan basa yang diwakili warna biru dan kuning. 
Disponsor oleh Stimuno. Stimunonya jumbo size loh.
Saat anak-anak bermain, Duo C sudah mulai mengantuk. Maka Duo C beristirahat dulu di lounge. Lounge ini cukup membantu mama-mama yang membawa anak di bawah 4 tahun. Anak-anak dapat beristirahat sebentar dan sesudahnya main kembali.

Sebetulnya masih banyak lagi yang dapat dimainkan di atas, tetapi waktu sudah menunjukkan pukul 14.00, maka kami segera pindah ke bawah. Target anak-anak adalah pemadam kebakaran. Karena masih ada yang sedang bermain, maka anak-anak bermain dokter dulu. 
Adik sukarela menjadi pasien dan diperiksa oleh dokter-dokter imut ini. 
Setelah bermain dokter, K harus segera pulang untuk menghindari ganjil genap. Maka kami pun berpisah.  K bermain pemadam kebakaran, karena hanya tersisa untuk satu orang saja, dan anak-anak melakukan medical check up untuk membuat SIM. 
Mendaftar di counter Medical Check Up.
Medical check up berarti kita mengunjungi dokter dan berarti kita membayar dokter sebesar 10 dollar. Tetapi sebagai gantinya, anak-anak mendapatkan satu botol Pocari Sweat berukuran 300ml. Hasil dari medical check up dibawa ke training center. Untuk apa? Untuk buat SIM. Nah, untuk buat SIM, setiap anak membayar 20 dollar. Setelah SIM jadi, mereka boleh melakukan test drive, yaitu naik mobil. Lintasan mobilnya adalah pom bensin yang disponsori oleh Pertamina.
SIM adik, umurnya kok naik ya :D
Setelah selesai membuat SIM, Duo Lynns bermain menjadi pemadam terlebih dahulu. Mumpung kosong. Berbeda dengan saat K bermain, yang banyak sekali, saat Duo Lynns bermain awalnya hanya berdua. Saat akan naik ke mobil baru datang satu anak lagi. Setelah mendapatkan informasi, anak-anak akan memadamkan api di sebuah gedung. Mereka akan naik mobil mereka menuju lokasi. Dan sesampainya di lokasi, mereka akan menyemprotkan air dari selang-selang yang sudah disiapkan. Airnya betulan loh, tetapi apinya hanya bohongan.
Peran ini disponsori oleh ACA. Adik sibuk pegang tali helm, kebesaran soalnya.
ayo...padamkan apinya.
Selanjutnya anak-anak mau coba test drive mobil. Kakak naik mobil dahulu, sementara adik menjadi petugas Pertamina. Lalu gantian adik yang naik mobil, kakak yang mengisi bensin. Kesampaian juga mereka mengisi bensin seperti tante mereka yang di luar.
Petugasnya mungil sekali :D
Tujuan berikutnya adalah bermain di Indomart. Tetapi di sana ternyata ramai. Mau main jadi polisi yang mengejar menangkap maling, usia minimal adalah 6 tahun. Akhirnya anak-anak naik city tour bus. Anak-anak akan diajak berkeliling kota Kidzania sambil melihat-lihat kota. Karena mereka tidak bekerja, maka mereka akan membayar.
Disponsori oleh Blue Bird Group. Sumber foto: Kidzania.
Setelah puas berkeliling, kami menuju bank kembali. Kali ini anak-anak akan memasukkan semua uang mereka, supaya saat pulang nanti tidak perlu membawa kidzos dalam jumlah banyak. Setelah menyetor  ke bank, Indomart sudah kosong. Maka anak-anak segera mencoba main di sana.

Di indomart, anak-anak akan berperan sebagai pembeli, kasir, dan store manager. Nampaknya karena sudah mendekati jam 4 sore, dan peserta hanya 3 orang, maka semua peserta menjadi pembeli. Untuk urusan berbelanja sih anak-anak sudah terlatih dengan baik. Setiap kami pergi ke supermarket, mereka selalu menjadi asisten kami untuk membuat list dan mengambil barang.
Bermain peran sebagai pembeli di Indomart.
Adik lebih cepat dalam membeli barang, sementara kakak melihat dan membandingkan dulu, kayak mamanya :)) Apa saja sih yang dibeli mereka? Kakak membeli selai, air mineral, dan shampoo. Masih ok. Sedang adik, dia membeli susu bayi nutrilon (padahal dia tidak pernah minum itu), lalu Lactamil, dan koko krunch. Saya tertawa melihatnya. Mana ada makan cereal pakai susu hamil  =)).
Anak-anak mendapatkan struk belanja juga.
Saat anak-anak selesai bermain di Indomart, waktu sudah menunjukkan pukul 15.35. Kami berpikir untuk mencoba satu permainan di atas lagi. Ternyata hampir semua permainan sedang bersiap-siap untuk tutup. Saat kami berkeliling, kami bertemu dengan Big C yang sedang menunggu di depan pabrik mie. Tetapi petugas di dalam memberi isyarat bahwa setelah group yang didalam selesai membuat mie, mereka juga akan tutup. Makan kami berpindah dan akhirnya mendarat di bagian disco room. Di bagian ini semua anak boleh bermain sebagai penyanyi, penari, dan asisten DJ. Ruangannya pun remang-remang seperti di club. Di disco room ini orang tua atau pendamping boleh masuk. Estimasi anak-anak, mereka akan mendengarkan lagu tema di Kidzania. Adik sudah sibuk mau menari lagu itu. Ternyata yang distel adalah lagu dari Manga Jepang yang tidak mereka suka, dan saya pun tidak suka. Jadi ketiga anak ini hanya diam melihat gambar. 

Akhirnya tibalah waktunya kami untuk keluar dari kota Kidzania. Bagaiman keluarnya? Keluar dari kota ini berarti kita harus menuju bagian imigrasi. Keren juga ya. Di bagian imigrasi setiap gelang tag yang dipakai dilepaskan. Dan saat melangkah keluar, kami sudah berada di luar Kidzania kembali. 

Pengalaman yang seru bagi Duo Lynns. Total ada dua puluh permainan yang dimainkan oleh kakak dan adik. Mereka sunggu senang, bahkan kakak bertanya apakah boleh besok main lagi. Saya menjawab besok kita harus belajar. Kalau begitu lusa saja. Wah, bisa pucet mama nak kalau tiap minggu ke Kidzania :D

Sponsor atau partner dari permainan yang kami mainkan.
Tips saat berkunjung ke Kidzania:
1. Jangan membawa makanan yang berat karena pasti harus dititipkan.
2. Jika anak-anak ingin membawa minum, bawalah dalam botol minum anak-anak. 
3. Sebaiknya membawa tas kecil atau tas selempang yang dapat digunakan untuk meletakkan uang dan kartu ataupun goodie bag kecil dari aktiviatas yang ada.
4. Kunjungilah Kidzania saat hari biasa (Senin - Kamis), karena sesinya lebih lama dibanding weekend dan pengunjungnya tidak terlalu banyak.
5. Jika memang si anak ingin melakukan aktivitas yang berhubungan dengan membuat pizza atau hamburger, sebaiknya dilakukan mendekati jam makan siang. Jadi si anak sekalian makan apa yang telah dibuatnya. 
6. Jika saat datang ada rombongan lainnya, saran saya sih mulailah dari permainan yang berada di sisi yang berlawanan dengan rombongan lainnya. Daripada harus mengantri padahal banyak mainan yang kosong. 

Suvenir yang dibawa pulang. Yakult dan Pocari Sweat habis diminum :D
Kidzania
website: kidzania.co.id
Tempat: Mall Pacific Place lantai 6 - 601 Sudirman Central Business District
No telepon: 021 - 5154888

Jam buka:
Senin - Kamis:  Sesi 1: 09.00 - 16.00 (7 Jam), 
Jumat - Minggu dan Hari libur: Sesi 1: 09.00 - 14.00 (5 Jam) dan Sesi 2: 15.00 - 20.00

HTM untuk Senin - Jumat:
Batita (2 - 3 tahun) : Rp 50.000,00
Anak-anak (4 - 16 tahun) : Rp 200.000,00
Dewasa (17 - 64 tahun) : Rp 150.000,00
Senior (>65 tahun) : free

HTM untuk Sabtu - Minggu, dan hari libur:
Batita (2 - 3 tahun) : Rp 100.000,00
Anak-anak (4 - 16 tahun) : Rp 250.000,00
Dewasa (17 - 64 tahun) : Rp 200.000,00
Senior (>65 tahun) : free

Update HTM berdasarkan website resmi Kidzania per Juli 2018