Monday, September 26, 2016

The Hungry Belly Bandung


Sebelum kami menikmati liburan kami, seminggu sebelumnya kami mendadak pergi ke Bandung karena ayah dari sahabat saya meninggal. Maka kami mencari hotel sehari sebelum kami berangkat ke Bandung dan menemukan Hotel California yang sedang promo. Hotel ini cukup menarik, apalagi kalau membawa anak kecil. Dinding luarnya menggunakan jendela yang besar, sehingga membuat anak-anak betah melihat ke jalan. Memang saat kami sampai, sesuai dengan deskripsi banyak orang di tripadvisor, jendelanya memang menarik dan membuat kita dapat melihat pemandangan kota Bandung dengan puas.

Karena sudah sangat sore, dan kami harus segera bersiap untuk datang ke kebaktian tutup peti, kami mengisi perut kami terlebih dahulu. Tempat makan terdekat adalah The Hungry Belly.

The Hungry Belly berada di atas bengkel motor Kencana. Sepertinya usaha ini dijalankan oleh anak-anak muda. Melihat menu-menunya, mereka memadukan antara makanan siap pakai, seperti mie instan, ham, sosis, smoked beef, dan bahan makanan lainnya. Walau menunya sederhana, rasanya katanya sih enak. Dan free WiFi juga. Berbekal review yang kami baca, tetap cari tahu dulu review-nya sebelum berkunjung, dan juga demi kenyamanan. kami memutuskan makan di sana. Awalnya kami agak bingung masuknya dari mana, tetapi ternyata untuk menuju The Hungry Belly kami harus naik tangga di bagian luar. Suasana yang sepi jadi curiga buka atau tidak ya. Ternyata buka dan kami disambut hangat lagi. Yang saya suka adalah area smoking dan non smoking dipisahkan. Yang non smoking berada di dalam ruangan, jadinya kami dapat makan tanpa terganggu asap rokok.

Kami dengan polos duduk dan menunggu menu. Pilihan makanan yang ada cukup bervariasi. Dari mie instan dengan toping macam-macam (yang menarik hati), sampai ke baked rice. Topingnya ada smoked beef, black pepper beef, gyutan, chicken yakiniku, sosis dan sebagainya. Berhubung membawa anak kecil, maka kami memilih nasi daripada mie instan.
Cukup menggoda hati bukan?
Bagaimana dengan minumannya? Minuman yang ada pun beraneka ragam dan nampak menarik. Menurut kata orang, yang terkenal enak adalah jus buah naganya. Sayangnya kami buru-buru, jadi tidak memesan jus buah naga ini. 
Pilihan minuman dingin
Pilihan minuman hangat yang menggoda hati.
Sambil menunggu pesanan, mulai banyak orang yang datang untuk makan di sini, dan biasanya anak muda. Ternyata sistemnya adalah pesan di depan, lalu bayar. Setelah itu makanan baru diantarkan ke meja. Maklum, kami orang baru.
Tak lama kemudian, makanan kami datang. Kami memesan baked rice with smoked beef, baked rice with sausage, dan pasta aglio olio. Baked rice-nya berisi nasi yang dikasi saos seperti saos tempura, ada jamur sedikit, telur orak-arik, lalu toping yang kita mau, dan diatasnya dikasi parutan keju. Karena dipanggang, kejunya ini meleleh sehingga membuat makanan menjadi lebih enak. Bagaimana rasanya? Adik berkata enak dan makannya pun lumayan cepat. Kakak berkata besok makan sini lagi ya mama. Sedang pastanya pun enak, rasa pastanya pedas dan ada taburan smoked beef.

Dan saat saya lihat di instagram, ternyata mereka juga melayani pemesanan loh. Pemesanan ini bisa dengan menghubungi nomor mereka ataupun melalui GOFOOD by GOJEK. Wah....menarik untuk dicoba nih. Jadi tidak harus menginap dekat situ, tetapi juga bisa delivery. Rasanya tempat ini  akan menjadi pilihan kuliner kami saat kami ke Bandung. Apalagi membuat si kecil makannya cepat =D
Instagram mereka. All pictures are taken from the_hungrybelly.
The Hungry Belly
Alamat: Jl. Wastukencana no 50A Bandung
(diatas Kencana Motor)
No telepon: 081214912598
Jam buka: 11.00 - 23.00

Tuesday, September 20, 2016

Bandung Getaway

Sebetulnya bulan ini kami tidak ada rencana untuk kelayapan ke luar kota. Bahkan karena satu dan lain hal, kami tidak ikut kegiatan field trip komunitas homeschool kami ke floating market (walau kepengen juga tahu floating market di Bandung seperti apa). Tapi, tak dinyana tak disangka, bulan ini malah kami dua minggu berturut-turut ke Bandung. Yang pertama karena ayah dari sahabat saya meninggal, dan yang kedua memenuhi undangan ulang tahun anak sahabat kami. 

Bandung merupakan kota yang menarik untuk dikunjungi. Waktu saya kecil, setiap bulan pasti saya dan mama saya berkunjung ke Bandung. Dulu sih selalu tinggal di rumah sahabat-sahabat mama. Sekarang, karena sudah ada buntut, jadi kurang enak hati mengganggu mereka. Jadi setiap datang, kami mencari penginapan yang nyaman dan dekat untuk berkunjung ke rumah-rumah sahabat. Nah, bagaimana cara mencari penginapan?

Penginapan di Bandung itu buanyak sekali. Bahkan di satu jalan, kita dapat menemukan beberapa hotel yang saling berdekatan. Cara memesannya pun gampang, bisa secara online. Biasa saya pesan melalui agoda. Kali ini, karena acara ulang tahun di Maxi's Resto di daerah Ciumbuleuit, maka kami mencari penginapan di daerah ini. Dulu saat orang tua dari anak yang ulang tahun ini menikah di Maxi's, kami menginap di hotel Ardjuna yang sekarang bernama SHEO hotel. Hotelnya sih bagus, makanannya enak, udaranya juga enak, tetapi sayangnya saat kami makan, hampir kebanyakan orang merokok dan tidak dipisahkan antara smoking dan non smoking area. Berbekal pengalaman itu, kali ini kami mencoba mencari di airbnb.com

Singkat cerita, kami mendapatkan tempat di Parahyangan Residence yang bernama Julie's apartment. Ibunya sangat komunikatif dan berdasarkan review dan foto, tempatnya enak. Apalagi apartemen ini termasuk apartemen baru yang ada di daerah Ciumbuleuit. Harganya? Lebih murah dari hotel dan lebih leluasa. Buat emak-emak kan ini jadi faktor utama. Dan saat kami sampai, memang betul tempatnya enak dan nyaman.
Pemandangan di pagi hari yang membuat saya ingin bernyanyi how great is our God
Kolam renang dan mini children playground. Menarik bukan?
Apa acara liburannya? Hmm....karena si adik tidak enak badan saat hari Idul Adha, maka rencana kami jalan-jalan ke Dusun Bambu pun batal. Akibatnya, kami hanya menikmati Parahyangan Residence dan sekitarnya, dan mencari makan siang di Paris Van Java (karena dekat dan ada Ta Wan). 

Bersyukur sekali di Parahyangan Residence ada rooftop garden yang dapat dinikmati. Tamannya sih belum jadi banget, tetapi pemandangan dari lantai 26 ini begitu memukau. Belum lagi udaranya yang segar. 
Bisa menikmati angin sore yang sejuk nih.
Jadinya pagi itu kami bahagia menikmati pemandangan di sekeliling kami. Terlalu indah alam ciptaanNya, sehingga membuat kami terkagum-kagum. 
View kota Bandung ke arah Ciumbuleuit siang dan malam hari.
Setelah agak siang, kami pun jalan-jalan ke Paris van Java. Walau kami sudah berkali-kali ke Bandung, kami tidak pernah ke sini loh. Mentok-mentok paling ke Cihampelas Walk. Jadi agak lieur juga saat mencari parkiran. Sangking lamanya mencari parkiran, si adik sampai tertidur :D

Paris van Java merupakan mall dengan konsep semi outdoor. Dan menurut saya, mall ini gabungan antara mall kelas atas dan menengah, karena ada Sogo department store (yang harga bajunya lumayan) tetapi juga ada Carrefour. Di sini juga ada bioskop CGV. Mungkin karena siang hari, rasanya panas juga kalau berjalan di daerah yang agak outdoor. Rasanya kalau malam tempat ini lebih menarik. 

Karena tujuan kami adalah mencari makan siang, maka kami segera menuju sisi yang dipenuhi restoran dan tempat makan. Tujuan utama kami adalah bubur Ta Wan, demi si adik. Tetapi saat sampai di depan Ta Wan, adik malah kepengen makan nasi sama chicken, alias ayam goreng. Akhirnya kami pun naik ke sky level untuk mencoba Richeese Factory. 

Ternyata sky level adalah surganya anak-anak. Ada banyak mainan untuk anak-anak. Dari miniapolis (yang seperti di Plaza Indonesia) , game master (sejenis timezone), dan bahkan trampoline park. Karena tujuan utama kami adalah makan, maka kami langsung menuju target operasi. 

Di depan Richeese terdapat kolecer yang begitu indah, yang membuat kami berhenti terlebih dahulu. Kolecer, atau baling-baling, atau pinwheel merupakan barang yang diidam-idamkan anak-anak. Saat kami berjalan-jalan di pasar di Singapore, anak-anak kepengen sekali membeli. Waktu itu kami sedang buru-buru, jadi kami tidak membelinya. Rencananya kalau lain kali ke sana, kami mau beli. Nah, berhubung ada di sini, kami jadi mampir untuk membeli. Harga kolecernya pun masih ok, untuk yang kecil Rp 25.000,00. Akhirnya kami membeli 2 kolecer. Kesampaian juga maunya Duo Lynns.
Kolecer alias baling-baling. Warnanya sungguh menarik.
Richeese factory merupakan restoran fast food yang menjual fried chicken. Yang membedakan Richeese dengan restoran fried chicken yang lain adalah di cocolannya. Di Richeese ada cheese sauce yang yummy dan ayamnya bisa dibuat pedas (seperti ayam korea gitu). Tapi memang antrinya lumayan. Rasanya lumayan pedas, kami memesan yang level 2, tetapi ada rasa tersendiri saat di-dip ke cheese sauce
Foto sambil menunggu papa membeli makanan, antrian di belakang adik cukup panjang.
Setelah makan, kami mampir sebentar di Carrefour untuk membeli air minum. Persediaan air minum kami sudah menipis. Selama berjalan menuju Carrefour kami melewati berbagai toko terkenal. Dan banyak sekali toko yang menjual handicraft. Bandung memang terkenal dengan handicraft-nya. Saya memang senang melihat pernak-pernik, walau tidak suka membelinya:D

Interior mall ini cukup menarik. Di setiap bagian ada interior tersendiri yang memang menarik untuk difoto. Ada yang berbentuk awan (kata adik ada bantal di atas), ada yang berbentuk snowflakes (yang membuat kakak bersemangat minta difoto), dan ada juga yang bertema taman dengan kupu-kupu dan sarang burung. Carrefour di PVJ terletak di lantai paling bawah. Setelah membeli, kami segera pulang karena kami ada janji dengan penjual batagor.
Sebagian interior di PVJ. So lovable.
Rasanya semua orang tahu bahwa salah satu makanan ciri khas Bandung adalah batagor alias baso tahu goreng. Ada banyak batagor di kota Bandung ini. Ada banyak penjual batagor dan beberapa yang terkenal adalah batagor Kingsley, batagor Riri, dan batagor Abuy. Teman-teman saya yang tinggal di Bandung sih lebih menyukai batagor Abuy. Sehingga saya lebih sering makan batagor Abuy. Untuk memesan batagor Abuy ini cukup mudah loh. Cukup menghubungi via telepon ke 0811223282, sebutkan pesanan kita, dan tempat kita menginap, maka batagor akan dikirimkan ke tempat kita pada waktu yang sudah disepakati. Satu besek isi 10 buah batagor (boleh campur antara siomai dan batagor), dengan harga Rp 95.000,00 per besek. Lumayan naik dibanding waktu kami memesan beberapa tahun lalu. Berhubung si opa suka sekali, maka kami kembali memesan, padahal seminggu sebelumnya kami baru memesan.

Sore harinya, setelah batagor pesanan kami diantar, sementara Duo Lynns tertidur, kami menikmati sore kami dengan mendengarkan suara hujan. Dari sejak kami datang, setiap sore kota Bandung diguyur hujan yang deras sekali. Angin membuat butiran hujan menari ke kanan dan ke kiri. Indah untuk dilihat, tetapi berarti anginnya kencang sekali.

Berhubung hujan, kami jadi males kemana-mana. Kami memutuskan untuk mencari makan di sekitar kami dan menikmati pemandangan malam hari dari lantai 26. Norak bukan? Saya memang senang melihat pemandangan.

Bagaimana dengan makan malamnya? Sebetulnya di lantai bawah Parahyangan Residence ada foodcourt bernama Foodstep yang menjual berbagai macam makanan, plus area itu dilengkapi dengan free WiFi. Tetapi saya penasaran dengan resto yang bernama Cawit Cafe. Cawit cafe merupakan cafĂ© yang menjual masakan eastern dan juga western. Karena berada di lingkungan kampus, pasti harganya masih wajar dan dilengkapi dengan free WiFi. Bahkan berdasarkan review yang saya baca, cafe yang buka dari jam 09.00 – 04.00 pagi ini terkenal dengan menu nasi siram dan gehu rendang. Jadi kami berjalan ke sini, tetanggaan dengan Parahyangan Residence, dan membeli beberapa makanan untuk dimakan di apartment.

Saat kami kembali, kami mampir untuk melihat pemandangan kota di saat malam. Indahnya lampu-lampu yang ada dan ditambah dengan hawa yang sejuk membuat saya betah di situ (lebay mode on). Kami tidak lama-lama di atas karena perut kami sudah keroncongan. Kami pun segera kembali ke unit kami.
Pemandangan mengarah ke gunung, entah gunung apa, membuat saya merasa wow...
Bagaimana dengan makan malam kami? Gehu rendangnya memang enak, tidak heran menjadi menu favorit. Nasi siramnya juga enak. Entah karena lapar atau memang enak, tetapi anak-anak suka.
Menu makan malam kami yang didapatkan dari Cawit
Walaupun kami tidak jadi mengunjungi tempat-tempat yang sudah kami rencanakan untuk datangi hari ini, karena adik yang tidak enak badan, tetapi kami tetap menikmati liburan kami. Udara yang bersih memang sungguh enak untuk dinikmati dan merupakan barang langka bagi kami warga Jakarta. Selain itu, kebersamaan dengan anak-anak ini tidak tergantikan. Walaupun terkadang ada drama yang luar biasa yang dimainkan dua drama queen ini tentunya :)





Sunday, August 28, 2016

Bermain di Kidzania Jakarta

drg. Lynns
Anak-anak suka sekali bermain peran. Setiap hari, sebelum dan sesudah papanya kerja, anak-anak pasti akan bermain dengan papanya. Entah papanya jadi pilot, anak-anak jadi pramugari atau penumpang, atau papanya jadi pembeli, anak-anak jadi kasir, dan permainan lainnya. Melihat hobi mereka yang satu ini, saya dari dulu tertarik untuk mengajak anak-anak bermain di Kidzania.

Apakah Kidzania itu? Kidzania itu adalah sebuah theme park atau 'kota'nya anak-anak dimana anak-anak dapat melakukan pekerjaan seperti orang dewasa. Jadi kota ini dibangun dalam skala anak-anak. Ada jalanan, rumah sakit, supermarket, salon, pabrik-pabrik dan sebagainya. Karenan kotanya anak-anak, maka semua berwarna gelap seperti saat malam, karena saatnya orang dewasa tertidur, kota si anak mulai beraktivitas. 

Kidzania sendiri berada di banyak negara, bukan hanya di Indonesia. Kidzania pertama kali didirikan di Mexico City pada 1 September 1999. Di Indonesia sendiri Kidzania diresmikan pada 24 November 2007. Jadi tentunya Kidzania mempunyai reputasi yang bagus dan sangat edukatif loh. Kalau saya hitung di website-nya, ada 64 aktivitas yang dapat dilakukan oleh anak-anak. Tetapi setiap aktivitas memiliki syarat umur tersendiri. Oya, Kidzania dapat menampung 1.800 orang di dalamnya. Tetapi sangat tidak disarankan datang dan bermain jika seramai itu. Bisa bosan menunggunya. 

Di Kidzania ini anak-anak bermain peran, bisa sebagai dokter, pemadam, polisi (yang nangkep maling), kasir dan sebagainya. Tentunya sama seperti orang dewasa yang mendapat uang jika bekerja, maka jika si anak bekerja, mereka mendapatkan uang tetapi bukanlah dalam bentuk Rupiah. Uang yang digunakan disini adalah Kidzos. Kidzos yang mereka hasilkan nantinya dapat digunakan untuk mereka naik taksi, city tour bus, medical check up, buat SIM, dan sebagainya. 
Dollar Kidzos.
Sayangnya permainan di Kidzania akan seru jika si anak berumur 4 tahun ke atas. Karena bermain peran hanya bisa dilakukan oleh anak yang berumur 4 tahun ke atas. Akhirnya setelah adik berumur 4 tahun, kami menjadwalkan kunjungan ke Kidzania. Setelah tertunda terus, akhirnya kami baru berhasil mengunjungi Kidzania minggu lalu. Untuk mempermudah kunjungan kami ke Kidzania, si papa membeli tiket secara online di website resmi Kidzania. Kenapa tidak on the spot saja? Di Kidzania setiap harinya ada kuota anak dan dewasa. Orang dewasa ini kuotanya tidak sebanyak kuota anak (karena anak 8 tahun ke atas tidak usah ditemani). Jadi kalau belinya on the spot, takutnya sudah sampai sana ternyata tidak ada kuota untuk dewasa. Kali ini kami janjian untuk pergi bersama K, best friend Duo Lynns dan sepupu K,Duo C, yang sedang liburan.

Saat kami datang, kami sampai di PP mall sekitar jam 08.15, mall masih sepi. Tetapi di Kidzania sudah ada anak-anak sekolahan yang duduk menunggu. Bukan hanya anak-anak yang baru pertama kali ke sini, tapi saya juga baru pertama kali. Kalau si papa sih sudah sering sekali, menemani keponakannya. Jadi saya cukup norak terpesona melihat bagian depan Kidzania. Mereka membuat lobby mereka seperti counter check in di bandara. Dengan bagian muka pesawat (lengkap dengan roda depan pesawat) yang terlihat di bagian depan, seakan menggambarkan bahwa pesawatnya sudah siap untuk membawa mereka ke negeri dimana mereka dapat melakukan aktivitas seperti layaknya orang dewasa. Kurang lebih ada tiga rombongan yang akan masuk hari itu. Kami masuk setelah rombongan-rombongan tersebut masuk, walaupun ada dua rombongan yang datang sesudah kami datang. Tetapi karena masih belum banyak orang, jadi tidak terjadi antrian saat masuk.

Saat check in, kita akan diberikan gelang penanda. Untuk orang dewasa yang membeli tiket diijinkan keluar dari lingkungan kidzania dan masuk kembali. Jadi misalkan mau makan siang, boleh keluar lalu masuk lagi. Sedang untuk anak-anak, mereka tidak diijinkan keluar masuk. Untuk anak berusia 4 sampai 16 tahun, mereka akan mendapatkan cek senilai 50 Kidzos. Cek itu harus mereka tukarkan di bank sehingga mereka akan mendapatkan uang sebanyak 50 kidzos. Saat lewat screening, mereka memeriksa apakah ada makanan di dalam tas kita atau tidak. Jadi memang salah satu peraturan mereka adalah tidak boleh ada makanan dan minuman yang dibawa masuk ke dalam area Kidzania.

Kami segera masuk ke dalam dan mencari bank. Bank berasal dari bahasa Itali, banca yang artinya tempat untuk menukar uang. Kali ini bank yang bekerja sama dengan Kidzania adalah BRI. Untuk partner yang bekerja sama dengan Kidzania, biasanya akan diberikan keterangan mengenai si partner tersebut. Seperti BRI. BRI pertama kali didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah pada 16 Desember 1895 oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja. Lumayan, tambah info untuk kita. 

Akhirnya tidak hanya berpura-pura jadi teller dan nasabah di rumah, tetapi bisa jadi nasabah di Kidzania.
Si papa berkata zaman dia anter keponakan dulu, kerjasamanya adalah dengan BCA. Dan keponakan-keponakan tersebut masih punya kartu atm yang masih ada simpanannya. Kami bertanya kepada petugas yang ada dan mereka berkata walau kartu atm sekarang berbeda, tetapi simpanan yang ada di dalamnya bisa ditransfer ke dalam kartu anak-anak. Tetapi acara pembuatan kartu dan transfer simpanan hanya dilayani setelah jam 10. Jadi anak-anak ke dalam hanya untuk menukar cek mereka. Karena kami tidak bisa masuk ke dalam, hanya melihat dari luar saja, maka anak-anak masuk ke dalam sendiri seperti layaknya orang dewasa. 

Selesai menukarkan cek dengan kidzos sebesar 50 dollar, musik di Kidzania mulai diperdengarkan. Yang berarti permainan di Kidzania akan dimulai dan waktunya setiap petugas yang ada menari di setiap sudut Kidzania. Awalnya kami mengira akan ada parade dan siap-siap berlari ke depan, tetapi si Papa bilang mereka akan menari ditempat mereka berdiri. Tariannya sih begitu-begitu saja, tetapi tetap saja seru melihat orang-orang tersebut menari, walau ada juga yang menarinya malu-malu. Acara pembukaan ini tidak lama, setelah itu kami mulai bermain. Area permainan yang paling ramai adalah pemadam kebakaran. Jadi kami mulai dari yang tidak ramai, yaitu menjadi perawat bayi.

Peran perawat bayi ini disponsori oleh Pigeon.Di sini anak-anak belajar untuk mengurus bayi, pekerjaan yang disukai Duo Lynns. Dimulai dari menggantikan baju bayi, menimbang bayi, memberikan susu kepada bayi. Bahkan ada juga penyuluhan tentang ASI dan jumlah gigi bayi. Duo Lynns semangat melakukan semuanya. Selesai melakukan semua aktivitas di dalam sana, mereka mendapatkan kidzos sebesar 10 dollar. Senangnya mereka merasa seperti orang besar.
Bahkan ada inkubator juga loh.
Permainan berikutnya adalah menjadi dokter gigi. Awalnya mereka ingin menjadi dokter biasa, tetapi karena dokter dan perawat berada dalam satu gedung yang sama, mereka baru boleh bermain setelah 20 atau 30 menit lagi. Si papa bingung, mungkin aturan baru. Maka kami memutuskan bermain dokter nanti saja, saat K dan Duo C sudah datang. Untuk menjadi dokter gigi, mereka akan menonton penjelasan melalui TV. Saat anak-anak bermain, seorang karyawan Pizzania menawarkan kami pizza. Karena masih kepagian, maka kami belum berminat untuk membeli. Di Pizzania ini anak-anak dapat membuat pizza sendiri. Tetapi untuk membuat pizza, kita harus membayar dengan rupiah. Si papa bilang dulu hanya membayar dengan simpanan Kidzos dan mendapatkan pizza kecil(masa sudah berganti ya, pak :D). Mungkin harga bahan pizza semakin mahal. Mereka menyediakan dua ukuran pizza, medium seharga Rp 95.000,00 dan large seharga 125.000,00. Untuk pizza medium, bisa dimainkan maksimal oleh dua anak.

Selagi anak-anak bermain, saya berkeliling untuk mengobservasi permainan apa saja yang dapat dimainkan oleh anak-anak. Sebetulnya lebih banyak lagi permainan yang hanya dapat dimainkan oleh kakak, seperti arkeolog, scientist reporter dan sebagainya. Persyaratannya adalah sudah berumur 6 tahun. Walau kakak belum genap 6 tahun, tetapi asalkan bisa membaca maka dapat bermain.

Permainan menjadi dokter gigi ini disponsori oleh Pepsodent. Di dalam anak-anak mendapat penyuluhan tentang gigi, keunikan gigi kita (tidak ada yang sama loh), cara menggosok gigi, memeriksa gigi dan menambal gigi. Seru juga ya. Setelah selesai, anak-anak mendapatkan kidzos dan juga suvenir.
Peralatan yang ada di dokter gigi.
Supaya adik tidak rewel saat kakak bermain yang hanya bisa dimainkan oleh kakak, maka kami berpencar. Adik bersama dengan saya dan kakak bersama dengan papa. Kakak akan bermain menjadi reporter dan scientist. Sedangkan adik akan saya ajak ke atas untuk bermain di atas.
Kiri: Kakak menjadi reporter. Kanan: adik sedang memetik daun teh.
Menjadi scientist di lab Yakult. Setelah meneliti, lalu menjelaskan.
Bukan hanya dapat kidzos, tetapi juga dapat pin, sertifikat, dan Yakult :)
Setelah jam 10 anak-anak menukar sendirti kartu ATM.
Atas: kartu ATM baru. Bawah: kartu ATM lama.
Tidak lama kemudian K datang dan anak-anak pun bermain bersama. Tujuan pertama mereka adalah stasiun radio yang disponsori oleh Gen FM. Mereka menjadi bintang tamu dan diwawancarai oleh penyiar yang ada. Mereka diwawancarai tentang aktivitas mereka saat homeschool. 
Bintang tamu di radio Gen FM.
Selesai dari situ, kami berpindah ke tempat membuat roti yang disponsori oleh Sari Roti. Karena akan berhubungan dengan makanan, maka disediakan wastafel di dalam. Tetapi ternyata hanya untuk mencuci tangan setelah membuat roti. untungnya sebelum masuk mommy K sudah melap tangan anak-anak dengan tisyu basah. Yang mereka lakukan hanyalah mencetak roti dan sesudah itu roti tersebut diisi dengan selai coklat dan mereka memakannya. 
Bahagia sekali anak-anak dapat cemilan di tengah-tengah aktivitas.
Permainan selanjutnya adalah mengenal cara berjualan online dengan blibli.com.  Anak-anak diajari untuk memelajari pesanan, lalu mengirimnya. Mereka betul-betul keluar dari outlet mereka dan mengantarkan barang ke beberapa tempat di dalam Kidzania. 
Jualan online. Setelah mendengarkan penjelasan, mereka melakukan delivery.
Tak beberapa lama kemudian datanglah Duo C. Karena sudah mendekati jam makan siang, maka aktivitas yang dipilih adalah membuat pizza. Duo Lynns mengerjakan satu pizza berdua dan K n C mengerjakan satu pizza berdua. Berhubung anak-anak sudah sering membuat pizza-pizza-an, maka mereka dengan semangat mengerjakannya. 
Pizza time...Hasilnya ok juga :)
Untuk makan siang, di dalam Kidzania terdapat banyak pilihan. Dari burger, pizza, maupun nasi semuanya ada. Kami mencari tempat yang dekat dengan toddler's corner di lantai dua. Maka tujuan kami adalah parents lounge. Parents lounge merupakan tempat untuk makan, mereka menjual makanan juga. Kita juga dapat membeli makanan dari food court Kidzania dan membawanya ke parents lounge. Di situ juga ada satu ruangan yang khusus untuk ibu dan bayi. Jadi kalau mendadak si kecil rewel, bisa juga masuk ke situ. 

Kembali ke pizza hasil buatan anak-anak. Bagaimana rasanya? Not bad. Isinya pun lumayan banyak (lain kali buat yang besar untuk makan berempat rasanya bisa juga). Jadinya kami hanya memesan satu menu makanan lagi. Kali ini saya dan mommy K tergoda menu kemerdekaan yang ditawarkan yang isinya nasi. Jadi kami membeli ke bawah dulu, dan menunggu mereka menyiapkannya. Acara makan siang pun berlangsung dengan cepat karena anak-anak sudah semangat mau main lagi. 

Karena mereka melihat little C bermain menjadi customer di salon, maka mereka berminat main di salon. Sayangnya sedang ada yang bermain. Maka kami pun berganti tujuan ke pabrik wafer yang disponsori oleh tango. Duo Lynns, K, n big C semangat membuat wafer yang bisa mereka bawa pulang. 
Membuat wafer tango rasa coklat. Hasilnya boleh dibawa pulang.
Tujuan kami kembali ke salon. Kakak dan K menjadi hairdresser sedangkan adik dan big C menjadi customer. Untuk menjadi customer, mereka harus membayar 5 dollar. Hairdresser berarti bekerja dan mendapatkan kidzos.
Dimulai dari memijat kepala, memakaikan bedak, manicure, dan hair do. 
Selanjutnya adalah melihat pabrik coklat yang disponsori silver queen. Pabrik coklat ini penuh terus (estimasi bermain di dalam adalah 20 menit tapi yang kami amati hampir 35 menit baru selesai), jadinya anak-anak berganti haluan ke pabrik teh. Adik semangat mau ikut lagi karena dia tahu diakhir kegiatan akan diberikan 1 cup kecil teh manis =)) 
Proses pembuatan teh. Dari pergi ke kebun teh, menyiram daun teh, memilih hanya pucuknya, memrosesnya, dan melakukan packaging. Diakhiri dengan meminum teh pucuk (adik langsung berdiri manis di depan tempat minum teh).
Perlu diakui pengenalan brand yang dilakukan oleh partner-partner Kidzania cukup mencuci otak anak-anak. Seperti saat mereka berjalan ke kebun  teh, mereka berjalan sambil berkata pucuk pucuk. Pasti nantinya mereka akan membeli teh pucuk di supermarket.

Karena bagian farmasi sudah kosong, maka anak-anak mencoba menjadi apoteker. Mereka belajar mencampurkan asam dan basa yang diwakili warna biru dan kuning. 
Disponsor oleh Stimuno. Stimunonya jumbo size loh.
Saat anak-anak bermain, Duo C sudah mulai mengantuk. Maka Duo C beristirahat dulu di lounge. Lounge ini cukup membantu mama-mama yang membawa anak di bawah 4 tahun. Anak-anak dapat beristirahat sebentar dan sesudahnya main kembali.

Sebetulnya masih banyak lagi yang dapat dimainkan di atas, tetapi waktu sudah menunjukkan pukul 14.00, maka kami segera pindah ke bawah. Target anak-anak adalah pemadam kebakaran. Karena masih ada yang sedang bermain, maka anak-anak bermain dokter dulu. 
Adik sukarela menjadi pasien dan diperiksa oleh dokter-dokter imut ini. 
Setelah bermain dokter, K harus segera pulang untuk menghindari ganjil genap. Maka kami pun berpisah.  K bermain pemadam kebakaran, karena hanya tersisa untuk satu orang saja, dan anak-anak melakukan medical check up untuk membuat SIM. 
Mendaftar di counter Medical Check Up.
Medical check up berarti kita mengunjungi dokter dan berarti kita membayar dokter sebesar 10 dollar. Tetapi sebagai gantinya, anak-anak mendapatkan satu botol Pocari Sweat berukuran 300ml. Hasil dari medical check up dibawa ke training center. Untuk apa? Untuk buat SIM. Nah, untuk buat SIM, setiap anak membayar 20 dollar. Setelah SIM jadi, mereka boleh melakukan test drive, yaitu naik mobil. Lintasan mobilnya adalah pom bensin yang disponsori oleh Pertamina.
SIM adik, umurnya kok naik ya :D
Setelah selesai membuat SIM, Duo Lynns bermain menjadi pemadam terlebih dahulu. Mumpung kosong. Berbeda dengan saat K bermain, yang banyak sekali, saat Duo Lynns bermain awalnya hanya berdua. Saat akan naik ke mobil baru datang satu anak lagi. Setelah mendapatkan informasi, anak-anak akan memadamkan api di sebuah gedung. Mereka akan naik mobil mereka menuju lokasi. Dan sesampainya di lokasi, mereka akan menyemprotkan air dari selang-selang yang sudah disiapkan. Airnya betulan loh, tetapi apinya hanya bohongan.
Peran ini disponsori oleh ACA. Adik sibuk pegang tali helm, kebesaran soalnya.
ayo...padamkan apinya.
Selanjutnya anak-anak mau coba test drive mobil. Kakak naik mobil dahulu, sementara adik menjadi petugas Pertamina. Lalu gantian adik yang naik mobil, kakak yang mengisi bensin. Kesampaian juga mereka mengisi bensin seperti tante mereka yang di luar.
Petugasnya mungil sekali :D
Tujuan berikutnya adalah bermain di Indomart. Tetapi di sana ternyata ramai. Mau main jadi polisi yang mengejar menangkap maling, usia minimal adalah 6 tahun. Akhirnya anak-anak naik city tour bus. Anak-anak akan diajak berkeliling kota Kidzania sambil melihat-lihat kota. Karena mereka tidak bekerja, maka mereka akan membayar.
Disponsori oleh Blue Bird Group. Sumber foto: Kidzania.
Setelah puas berkeliling, kami menuju bank kembali. Kali ini anak-anak akan memasukkan semua uang mereka, supaya saat pulang nanti tidak perlu membawa kidzos dalam jumlah banyak. Setelah menyetor  ke bank, Indomart sudah kosong. Maka anak-anak segera mencoba main di sana.

Di indomart, anak-anak akan berperan sebagai pembeli, kasir, dan store manager. Nampaknya karena sudah mendekati jam 4 sore, dan peserta hanya 3 orang, maka semua peserta menjadi pembeli. Untuk urusan berbelanja sih anak-anak sudah terlatih dengan baik. Setiap kami pergi ke supermarket, mereka selalu menjadi asisten kami untuk membuat list dan mengambil barang.
Bermain peran sebagai pembeli di Indomart.
Adik lebih cepat dalam membeli barang, sementara kakak melihat dan membandingkan dulu, kayak mamanya :)) Apa saja sih yang dibeli mereka? Kakak membeli selai, air mineral, dan shampoo. Masih ok. Sedang adik, dia membeli susu bayi nutrilon (padahal dia tidak pernah minum itu), lalu Lactamil, dan koko krunch. Saya tertawa melihatnya. Mana ada makan cereal pakai susu hamil  =)).
Anak-anak mendapatkan struk belanja juga.
Saat anak-anak selesai bermain di Indomart, waktu sudah menunjukkan pukul 15.35. Kami berpikir untuk mencoba satu permainan di atas lagi. Ternyata hampir semua permainan sedang bersiap-siap untuk tutup. Saat kami berkeliling, kami bertemu dengan Big C yang sedang menunggu di depan pabrik mie. Tetapi petugas di dalam memberi isyarat bahwa setelah group yang didalam selesai membuat mie, mereka juga akan tutup. Makan kami berpindah dan akhirnya mendarat di bagian disco room. Di bagian ini semua anak boleh bermain sebagai penyanyi, penari, dan asisten DJ. Ruangannya pun remang-remang seperti di club. Di disco room ini orang tua atau pendamping boleh masuk. Estimasi anak-anak, mereka akan mendengarkan lagu tema di Kidzania. Adik sudah sibuk mau menari lagu itu. Ternyata yang distel adalah lagu dari Manga Jepang yang tidak mereka suka, dan saya pun tidak suka. Jadi ketiga anak ini hanya diam melihat gambar. 

Akhirnya tibalah waktunya kami untuk keluar dari kota Kidzania. Bagaiman keluarnya? Keluar dari kota ini berarti kita harus menuju bagian imigrasi. Keren juga ya. Di bagian imigrasi setiap gelang tag yang dipakai dilepaskan. Dan saat melangkah keluar, kami sudah berada di luar Kidzania kembali. 

Pengalaman yang seru bagi Duo Lynns. Total ada dua puluh permainan yang dimainkan oleh kakak dan adik. Mereka sunggu senang, bahkan kakak bertanya apakah boleh besok main lagi. Saya menjawab besok kita harus belajar. Kalau begitu lusa saja. Wah, bisa pucet mama nak kalau tiap minggu ke Kidzania :D

Sponsor atau partner dari permainan yang kami mainkan.
Tips saat berkunjung ke Kidzania:
1. Jangan membawa makanan yang berat karena pasti harus dititipkan.
2. Jika anak-anak ingin membawa minum, bawalah dalam botol minum anak-anak. 
3. Sebaiknya membawa tas kecil atau tas selempang yang dapat digunakan untuk meletakkan uang dan kartu ataupun goodie bag kecil dari aktiviatas yang ada.
4. Kunjungilah Kidzania saat hari biasa (Senin - Kamis), karena sesinya lebih lama dibanding weekend dan pengunjungnya tidak terlalu banyak.
5. Jika memang si anak ingin melakukan aktivitas yang berhubungan dengan membuat pizza atau hamburger, sebaiknya dilakukan mendekati jam makan siang. Jadi si anak sekalian makan apa yang telah dibuatnya. 
6. Jika saat datang ada rombongan lainnya, saran saya sih mulailah dari permainan yang berada di sisi yang berlawanan dengan rombongan lainnya. Daripada harus mengantri padahal banyak mainan yang kosong. 

Suvenir yang dibawa pulang. Yakult dan Pocari Sweat habis diminum :D
Kidzania
website: kidzania.co.id
Tempat: Mall Pacific Place lantai 6 - 601 Sudirman Central Business District
No telepon: 021 - 5154888

Jam buka:
Senin - Kamis:  Sesi 1: 09.00 - 16.00 (7 Jam), 
Jumat - Minggu dan Hari libur: Sesi 1: 09.00 - 14.00 (5 Jam) dan Sesi 2: 15.00 - 20.00

HTM untuk Senin - Jumat:
Batita (2 - 3 tahun) : Rp 50.000,00
Anak-anak (4 - 16 tahun) : Rp 200.000,00
Dewasa (17 - 64 tahun) : Rp 150.000,00
Senior (>65 tahun) : free

HTM untuk Sabtu - Minggu, dan hari libur:
Batita (2 - 3 tahun) : Rp 100.000,00
Anak-anak (4 - 16 tahun) : Rp 250.000,00
Dewasa (17 - 64 tahun) : Rp 200.000,00
Senior (>65 tahun) : free

Update HTM berdasarkan website resmi Kidzania per Juli 2018

Monday, August 15, 2016

Saatnya Bermain dengan Salju


Pergi mengunjungi negara empat musim saat winter tidaklah lengkap jika tidak memegang salju. Rasanya tidak sah kalau winter tetapi tidak ada saljunya. Sayangnya suhu yang begitu dingin, sempat sampai minus 12 (yang feels like minus 20-an) ini tidak membuat salju turun. Kakak berkali-kali bertanya kapankah salju turun. Saya tahu pasti betapa dia kepengen menyentuh salju. Apalagi tante dan omnya dari tahun lalu mengiming-iming untuk bermain salju dengannya dan membuat snowman. Tidak usah kamu, nak, mama juga kepingin main salju. Tapi apa daya salju tidak turun-turun. 

Kami mengikuti berita tentang salju. Yang lucunya, tempat-tempat yang tidak pernah turun salju malah turun salju, dan tempat yang biasanya sudah turun salju belum turun salju. Keponakan saya berkali-kali memeriksa ramalan cuaca dan dia berkata too bad salju baru akan turun setelah kami pulang (dan memang iya, tepatnya badai salju yang melumpuhkan kota-kota di Amerika). Walau anak-anak sudah sempat bermain dengan ukiran es di ICE, tetapi mereka tetap penasaran untuk melihat salju. Om dan tantenya setiap hari memeriksa web-cam resort-resort yang biasanya sudah turun salju. Bahkan resort-resort tersebut tidak mampu memastikan kapan ski resort mereka dapat beroperasi. Jika suhunya tidak mendukung, mereka pun tidak dapat membuat salju buatan. Tentunya mereka juga panik, karena ini kan mata pencaharian mereka. 

Seminggu sebelum kami pulang, si om berkata kepada kami sepertinya di salah satu resort yang mereka amati akan memulai pembuatan salju buatan karena suhunya cukup dingin. Ya, walaupun hanya salju buatan, rasanya boleh dicoba. Akhirnya diputuskan bahwa hari Minggu setelah kami ke gereja, si tante akan membawa kami dan oma ke resort tersebut. Sementara si om menjaga kedua keponakan kami. Mereka sudah bosan melihat salju, dan sebetulnya mereka mengharapkan salju turun hanya untuk kami. Bagi mereka, winter tanpa salju adalah hal yang indah karena tidak perlu membersihkan jalanan dari salju yang tebal. 

Hari Minggu, setelah dari gereja, kami langsung pergi ke resort tersebut. Kami berhenti dulu di McDonalds, membeli makanan untuk makan siang kami. Ceritanya makan di jalan. Lamanya perjalanan menuju tempat itu kurang lebih 2 jam 30 menit. Perlu diketahui bahwa kalau di luar itu 2 jam 30 menit berarti jaraknya jauh sekali. Karena di sana tidak ada macet, jadi murni jarak tempuhnya dan kecepatan mereka kurang lebih 100 - 120 km per jam. Demi adiknya tercinta dan keponakannya tercinta, si tante rela menyetir sejauh itu. 

Selama perjalanan kami menikmati rumah-rumah dan kota dengan model tua. Terlihat begitu indah. Semakin mendekati resort tersebut, kami melihat kepulan salju yang begitu tinggi. Walaupun buatan, tetapi tetap saja kami norak. Kami menyiapkan peralatan untuk bermain salju, supaya tidak kedinginan. Apa saja sih yang diperlukan? Sarung tangan yang waterproof, sepatu dan celana waterproof, baju berlapis-lapis, jaket, tutup telinga atau topi. Begitu pintu mobil terbuka, udaranya dingin sekali, walau tidak sedingin saat kami masuk ke ICE.
wisp resort.
Kumpulan salju buatan.
Wisp resort merupakan resort dan juga tempat hiburan keluarga sepanjang tahun. Dengan kata lain, mereka menyediakan aktivitas sepanjang tahun, sesuai musimnya. Untuk masuk ke area ski tentunya ada biaya tersendiri. Tetapi untuk bermain di bagian depan, tidak usah membayar alias gratis. Saat kami sampai, banyak sekali anak-anak yang bermain di sana. Perlengkapan mereka jauh lebih banyak dari kami. Bahkan beberapa orang membawa sled untuk anaknya bermain. Berhubung sepupunya Duo Lynns tidak suka bermain salju, yang satu sudah ABG, sudah lewat umurnya main salju dan yang kecil tidak suka main salju, maka tidak ada sled yang dapat dibawa dari rumah. Namun kami cukup senang bermain dengan salju yang ada. Kakak yang lebih kegirangan tak jelas, akhirnya bisa melihat salju.
Lengkap dari atas sampai kepala, waterproof.
Snow Angel's time....
Kepala suku pun berpose :)
Adik sibuk membuat bola es dan snowman.
Capturing all the moments.

Lama-kelamaan, suhu di sekitar sini semakin dingin dan langit sudah gelap walau masih pukul 15.00. Karena kami sudah bermain hampir 2 jam, maka kami memutuskan untuk pergi mencari makan dan pulang kembali. Anak-anak berganti baju terlebih dahulu, supaya tidak masuk angin. Saat itu sudah mulai ada titik-titik air yang terkena ke kepala kami. Sayangnya bukan salju. 
Terlihat seperti salju sungguhan, padahal saljunya dari mesin pembuat salju.
Sepanjang perjalanan, tanda-tanda yang dipasang di sepanjang jalan adalah gambar beruang ataupun gambar rusa. Yang berarti di daerah ini, bisa saja tiba-tiba ada rusa ataupun beruang, karena daerah ini merupakan daerah mereka. Kata si tante, makanya kita harus balik sebelum gelap. Kalau gelap, jalan daerah begini lumayan tegang. Sambil mencari tempat makanan, karena semua tempat makan terdekat tutup, anak-anak sibuk nyemil. Sehabis bermain salju pasti jadi lapar. Kami menemukan Subway setelah kami melanjutkan perjalanan sekitar 45 menit. Subway merupakan favorit kami, sandwich yang panjang yang bisa diisi dengan berbagai macam isi sesuai yang kami mau. Saat kami keluar mobil, ada titik-titik putih yang jatuh ke kepala kami. Akhirnya kami bersentuhan dengan snow flurry, salju yang begitu tipis yang biasanya langsung mencair saat bersentuhan dengan tangan kita atau lantai. Tetapi karena kami menggunakan jaket winter yang gelap warnanya, jadi terlihat sekali warna putihnya. Kata si papa, bonus hari ini adalah melihat flurry
Salah satu tanda lalu lintas, yang artinya hewan tersebut suka melintas. 
Setelah makan, kami melanjutkan perjalanan kami kembali ke tempat si tante. Anak-anak, dan orang tuanya, sungguh bersyukur si tante rela hati menyetir selama ini hanya untuk kami. Ternyata si kakak masih bertanya kenapa tidak ada salju yang asli. Rupanya dia tahu bahwa saat dia bermain salju semuanya itu salju buatan. Nanti ya kakak, kapan-kapan lagi :)